
Selamat Membaca
Setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit akhirnya Naylapun di ijinkan pulang.
Ryan yang memang memberi tahu pada Adit tentang kepulangan Nayla sudah dari pagi hadir diruangan itu bersama Dina.
"Tampannya anak kamu Nay" ucap Dina yang tiba-tiba saja wajahnya menjadi sendu.
"Siapa dulu dong ayahnya"timpal Adit yang langsung menggendong putranya.
Nayla yang daritadi hanya diam nampak malas mendengar ucapan Adit.
Ryan yang secara tidak sengaja melihat mimik wajah Nayla mengusap lembut kepala Nayla.
"Sayang andai saja waktu bisa diputar balik ayah ingin kita bersama" batin Adit sambil mengelus pipi halus sang bayi.
"Besok kita langsung kekah aja"
"Nay apa boleh aku yang kasih nama anak kita" pinta Adit.
"Gak...." tolak Nayla.
Wajah Adit seketika itu juga berubah sedih.
"Sayang jangan kaya gitu,biar bagaimana juga Adit itu ayah kandung nya jadi biarin Adit yang kasih nama" bujuk Ryan lembut.
"Iya sih bener tapi kan dulu dia yang maksa aku makanya aku hamil"
"Kemana dia waktu aku ngidam,mau bikinnya aja tapi gak mau tanggung jawab" ucap Nayla sedikit emosi.
"Sayang bukannya kamu yang gak mau dekat-dekat dengan Adit ya" ucap Ryan hati-hati takut membuat Nayla tersinggung.
"Iya sih emang tapikan itu bawa'an bayi" ucap Nayla tak mau kalah.
"Udah jangan bertengkar kalau emang gak boleh ya sudah gak apa-apa Ryan" ucap Adit sedih.
Dina yang sedari tadi hanya menjadi pendengar hatinya ikut merasa sakit mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Nayla.
Ryan berusaha membujuk Nayla hingga akhirnya Naylapun setuju.
Wajah Adit pun tersenyum ceria saat mendengar Nayla mengijinkannya memberi nama pada putra mereka.
"Aku kasih nama Radit Pratama bagaimana, apa kamu setuju Nay?" tanya Adit sambil tersenyum.
"Kenapa harus pake nama kamu sih?" ucap Nayla kesal.
"Beda dikit sayang, jangan marah-marah terus sih kasian bayi nya nanti" ucap Ryan mengingatkan.
"Gak ngaruh" sahut Nayla cepat.
Ryan hanya tersenyum mendengar Nayla yang terus saja menggerutu.
Setelah dokter yang menangani Nayla visit dan mengijinkan Nayla pulang Ryan dan Adit nampak saling rebutan untuk membayar biaya persalinan Nayla.
__ADS_1
Akhirnya Ryanpun mengalah dah membiarkan Adit yang mengurus semua biaya Administrasi sementara itu Ryan mendorong kursi roda Nayla hingga ke parkiran lalu ia pun menitipkan Nayla pada Dina.
"Kamu pasti seneng ya Nay di kelilingi sama orang -orang yang begitu perhatian pada kamu" batin Dina.
Adit yang sudah selesai langsung menghampiri Nayla.
"Nay boleh aku yang gendong anak kita" pinta Adit.
Tanpa banyak bicara Naylapun langsung mengangguk, lalu ia pun segera mengambil putranya.
Tak lama kemudian Ryan pun tiba dengan sangat perhatian Ryan membantu Nayla naik kedalam mobil.
Setelah hampir satu jam akhirnya mereka pun tiba dirumah Nayla.
Untuk sementara kamar Nayla pindah ke kamar bawah bekas kamar orang tuanya.
Untuk pertama kalinya Nayla kembali masuk kedalam kamar yang penuh dengan kenangan indah bersama orang tuanya.
Tiba-tiba ia merasa sedih, ingatanya kembali pada saat mamanya masih ada
"Saat mama nya meminta ia segera menikah dan mempunyai anak"
"Mama sekarang Nay udah punya anak, andai saja mama masih ada , mama pasti bahagia" tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Ryan sambil menghapus air mata Nayla.
"Mana yang sakit Nay?" tanya Adit ikut khawatir.
"Aku gak sakit" jawab Nayla sambil menepis tangan Adit yang secara tidak sengaja ingin menyentuhnya.
Dengan sangat perlahan ia meletakkan putranya diatas kasur.
"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Ryan lagi karena penasaran.
"Gak apa-apa, aku cuma ingat mama aja" jawab Nayla.
"Jangan gitu sayang kalau kamu inget sama Mama kamu lebih baik kamu kirim doa aja" Ryan menasehati Nayla yang haya dibalas anggukan saja.
Ke esokan harinya tepat di tujuh hari setelah kelahiran Radit, Adit mengadakan acara Aqiqah Radit.
Malam itu Nayla tidak dapat tidur sudah beberapa hari ini ia bermimpi buruk tentang Ryan.
Karena kurang tidur disekitar mata Nayla sedikit menghitam.
Ryan yang melihat mata panda Nayla berniat akan mencarikan orang untuk membantu Nayla namun di tolak sebab bukan karena mengurus Radit ia kurang tidur namun karena selalu bermimpi buruk yang membuatnya terbangun dan tak bisa tidur lagi.
Beberapa bulan berlalu kini Radit sudah bisa tengkurap Naylapun semakin lama semakin pandai mengurus Radit.
Siang itu Adit datang kerumah Nayla tanpa memberitahunya dahulu.
Kebetulan Nayla saat itu hanya berdua saja dengan anaknya.
Ada perasaan was-was saat Adit beberapa kali mengetuk pintu rumahnya.
__ADS_1
Dengan sedikit keberanian ia pun keluar membuka pintu untuk Adit.
"Mau apa kamu kesini?" tanya Nayla dengan nada ketusnya.
"Aku kangen sama anak kita Nay,masa gak boleh ketemu anak sendiri" jawab Adit dengan santainya.
"Kan perjanjia kita kamu boleh ketemu sama Radit kalau ada Ryan dan sekarang Ryan gak ada jadi mending kamu pulang aja" usir Nayla
"Nay aku mau kita rujuk Nay, aku gak rela kalau pria lain yang di panggil Radit ayah" pinta Adit untuk kesekian kalinya.
"Kan aku dah bilang aku gak mau rujuk sama kamu,aku gak mau lagi ngerasain sakit hati dan tekanan batin Dit" ucap Nayla kesal.
"Demi anak kita Nay" lanjut Adit
"Gak mau ...."
"Mendingan kamu pulang aja,aku males liat kamu" usir Nayla lalu langsung masuk kedalam dan menutup pintu.
"Nay .. "
"Nayla kamu pikirin lagi ucapan aku tadi"teriak Adit dari balik pintu.
Nayla yang sudah masuk kedalam kamar hanya sayup-sayup saja mendengar apa yang di ucapkan Adit.
Dretttt
Dretttt
Suara ponsel Nayla yang hanya di beri mode getar saja nampak menyala menadakan ada yang menelponnya
Naylapun langsung melihat dan ternyata Aa Iwan yang menelfon.
Tanpa bayak bicara Aa langsung bertanya kapan Nayla bisa ke kota G.
Nayla begitu senang akhirnya ia akan kebali seperti dulu, tidak dapat melihat hal yang aneh-aneh lagi.
Sorepun tiba seperti biasa jika pulang kerja Ryan selalu meluangkan waktu untuk menemui Nayla dan Radit
"Yan tadi Aa telpon dia tanya kapan aku bisa ke kota G" ucap Nayla sambil meletakan secangkir kopi hitam buat Ryan.
"Lebih cepat lebih bagus Nayla, hari Sabtu ini aja"
Naylapun langsung menelpon Aa untuk memberi tahu jika hari Sabtu ini ia bisa ke kota G.
Hallo semua maaf aku baru bisa up lagi.
Maaf juga jika bab ini sedikit ngaco menurut aku sih.
Jangan lupa tetap dukung author ya caranya Kasih Author **Like,rate fav dan juga kritsarnya author tunggu.
Kalau ada yang mau kasih mawar juga boleh kok.
Salam Manis
__ADS_1
Amell ajj/author**