
Selamat Membaca
Matahari mulai tinggi saat mereka terbangun karena tangisan dari Radit.
Dengan mata yang masih berat Nayla langsung membuatkan susu untuk putranya.
tok....tok...
"Sayang kamu dah bangun belom,itu Radit kenapa nangis" terdengar suara ketukan pintu kamar lalu suara Ryan yang ternyata sudah bangun.
"Gak apa-apa Yan cuma minta susu" jawab Nayla sambil menggendong Radit dan berjalan menuju pintu lalu membukanya.
"Hallo anak ayah dah bagun" sapa Ryan saat pintu terbuka.
"Udah dong" jawab Nayla dengan logat anak kecil.
Ryan langsung mengambil Radit dari gendongan Nayla dan membawanya duduk disofa yang berada tak jauh dari kamar mereka.
Ryan asik bersendak gurau dengan Radit sementara Nayla memperhatikan kedua pria beda generasi itu.
"Alhamdulillah ya Allah mungkin ini pilihan yang tepat buat aku" batin Nayla.
Sementara itu dari samping tangga Mama Ryan nampak sedang memperhatikan calon keluarga kecil itu.
Ia menarik bibirnya sedikit "Aku ikhlas menerima kamu Nay asal bisa membuat anak aku bahagia, mungkin ini memang sudah jodoh Ryan " batin Mama Ryan sambil tersenyum bahagia karena akhirnya putra semata wayangnya yang sudah sangat mapan itu akhirnya memutuskan untuk segera menikah.
Empok dan Damra sudah rapi saat keluar dari kamar.
"Aishhh mama sama papa Radit belum mandi,sini Radit sama Tante Damra dulu biar Papa Ryan mandi" ucap Damra yang ingin menggendong Radit namun dicegah oleh Ryan.
"Gw masih mau main sama Radit,mending loe pada masak sana buat sarapan" ucap Ryan pada Damra.
"Ya udah titip Radit ya,aku bantuin masak dulu" Naylapun langsung berdiri.
Namun baru saja ia ingin melangkah tangan Ryan sudah lebih dulu menahan nya.
"Kamu disini aja sayang sama aku,biar aja Damra sama Empok yang masak"
Dengan berdecak kesal Naylapun akhirnya duduk disamping Ryan.
Rencananya hari ini mereka akan jalan-jalan ke pantai yang berada tak jauh dari sana.
waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang akhirnya mereka pun pergi menuju pantai Suwuk.
Sementara itu Adit yang sudah menunggu dari Pagi didekat dirumah Ryan nampak kesal saat melihat mobil yang Nayla naiki pergi entah mau kemana.
Begitu tiba di pantai Nayla sangat bahagia karena sudah lama ia tak pernah main di pantai.
Beruntung cuaca tidak terlalu panas jadi mereka bisa bermain pasir.
Ryan nampak begitu bahagia saat menaiki kuda bersama Radit sementara Nayla asik menikmati satu piring mendoan hangat dan kelapa muda disalah satu warung yang ada disana.
Dari kejauhan Adit nampak kesal melihat kedekatan antara Radit dan Ryan.
"Harusnya aku yang diposisi itu, harusnya aku yang bermain bersama Anakku" batin Adit sambil tangan meremas kaleng minuman yang sedang ia pegang.
Lalu ia mengalihkan pandangannya pada Nayla.
__ADS_1
Matanya sedikit berkaca-kaca kala ingatannya kembali pada saat mereka berbulan madu di pantai Pangandaran.
"Sayang kamu harus kembali menjadi milik aku lagi,aku gak rela jika kamu bersama pria lain Nay" Adit bermonolog sendiri.
Saat Nayla sedang bermain air dipinggiran pantai tiba-tiba saja datang ombak yang lumayan besar menghantam dirinya.
Ryan yang dengan sigap langsung menarik tangan Nayla agar menjauh dari pantai.
Adit yang melihat saat Ryan mendekap Nayla nampak begitu kesal entah kenapa ia begitu cemburu melihatnya.
Nayla yang terkejut karena tiba-tiba saja datang ombak besar langsung mendekap Ryan.
"Sayang maaf tadi aku kaget" tanpa disadari Nayla mulai memanggil Ryan dengan sebutan sayang.
Ryan pun tersenyum saat mendengar Nayla memanggil nya sayang.
"Coba Nay sekali lagi kaya tadi kamu manggil aku apa" pinta Ryan.
"Ih tadi kan itu gak sengaja Yan"jawab Nayla malu.
"Maunya sengaja aja terus biar kamu manggil aku sayang terus" Ryan pun tersenyum.
Nayla hanya tersipu malu saat mendengar Ryan menggoda nya.
Hari sudah sore saat mereka kembali kerumah.
Setelah membersihkan diri mereka pun langsung makan bersama.
Nayla meminta makan bakso sedangkan yang lain makan nasi dengan lauk ikan lele yang diambil dari samping rumah Ryan.
Ia meminta ijin kepada mama dan juga Papanya untuk menikahi Nayla.
Didepan Aa dan juga yang lainnya Ryan melamar Nayla dan Naylapun setuju untuk menikah dengan Ryan.
"Kalau gitu Minggu depan kita nikah ya Nay"pinta Ryan.
Naylapun langsung membelalakkan mata terkejut dengan perkataan Ryan yang mengajaknya menikah Minggu depan.
"Apa gak kecepatan Yan..."ucap Nayla pelan.
"Gak Nay...aku kenal kamu dah lama,dan aku juga sudah berkali-kali meminta kamu untuk jadi istri aku namun selalu kamu tolak"
"Dan sekarang kamu sudah bersedia menikah dengan aku dan aku pun tak mau menunggu lagi"
"Aku takut Nay,takut kamu berubah pikiran lagi" ucap Adit sambil menggenggam tangan Nayla.
"Tapi ..."
belum sempat Nayla melanjutkan kata-katanya
Aaaaaa
tiba-tiba saja pintu yang tadinya tertutup langsung terbuka dan datang angin yang tiba-tiba saja bertiup kencang.
AA pun langsung berdiri entah apa yang ia lihat.
Empok langsung mendekap Radit erat,
__ADS_1
AA...
panggil Ryan sedikit khawatir pada Aa yang nampak memegang dadanya.
"Aa gak apa-apa Yan, kalian bantu doa aja biar Aa punya kekuatan buat ngusir mereka" ucap Aa
Nayla dan yang lainnya pun langsung membaca ayat kursi dan ayat-ayat suci Al-Qur'an lainnya.
Setelah hampir satu jam ketegangan itu pun berlalu, wajah Aa nampak pucat entah apa yang terjadi barusan.
Mama Ryan langsung mengambil satu gelas air hangat lalu memberikannya pada Aa Iwan.
"Alhamdulillah akhirnya mereka pergi juga" ucap Aa sambil memegang dada kirinya.
"AA gak apa-apa?, mereka siapa Aa" tanya Nayla penasaran.
"Bukan apa-apa Nay, mending sekarang pada istirahat aja kan tadi pada cape" ucap Aa.
Akhirnya mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing.
Namun saat Nayla hendak tidur tiba-tiba saja ia mendengar suara jendela kamarnya diketuk, namun saat bertanya pada Damra dan Empok mereka tak mendengar suara apapun.
Akhirnya Naylapun berusaha melupakan kejadian tadi, mungkin ia salah dengar kira-kira begitu lah yang ada dalam pikiran Nayla.
Akhirnya mereka pun mulai merebahkan diri di kasur.
Saat mereka hendak memejamkan mata tiba-tiba
Plletakkk
Kaca jendela seperti dilempar batu dari luar, Empok dan juga Damra yang mendengar suara itu langsung kembali terbangun hendak membuka hordeng dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Namun saat mereka berdua hendak sampai di jendela Nayla langsung mencegahnya, ia pun segera keluar kamar mencari keberadaan Aa dan juga Ryan.
Karena tak menemukan keberadaan mereka berdua akhirnya Nayla pun menelpon Ryan dan beruntung nya Ryan belum tertidur.
Naylapun menceritakan kejadian yang baru saja ia dan yang lain alami.
Tak lama kemudian Ryan dan Aapun masuk kedalam kamar mereka dan memeriksa kaca jendela kamar dan benar saja kaca jendela itu terdapat retakan seperti bekas timpukan batu.
Hallo semua aku dah up lagi ni.
jangan lupa ya kasih semangat buat author.
Caranya : Like
Rate
Komennya juga author tunggu
kalau ada yang mau kasih gif atau vote juga boleh kok .
Maaf ya kalau masih banyak typo.
Salam Maniss
Amellajj/author
__ADS_1