TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 188


__ADS_3

🌺🌺🌺 Selamat Membaca 🌺🌺🌺


Seharian tidak melakukan apa -apa membuat badan Nayla terasa pegal.


" Lis jalan-jalan yuk, bosen ni dirumah teruss" ajak Nayla pada adik iparnya itu.


" Tapi teh kata si aa teteh Nay gak boleh kemana -mana" jawab Lilis yang ingat pesan kakanya tadi sebelum berangkat.


" Kita cari jajanan aja Lis, mau ya.." Nayla memasang wajah melasnya dan itu berhasil membuat Lilis akhirnya menyetujui keinginan Nayla.


Lilis pun mengeluarkan motornya dan merekapun melaju di jalanan desa menuju pasar malam yang ada didesa sebelah.


Mata Nayla berbinar saat ia melihat begitu banyak tukang jajanan.


" Lis kita jajan itu yuk" Nayla menarik tangan Lilis menuju tukang bastus(bakso tusuk)


Lilis hanya mengikuti keinginan Nayla, ia menggenggam tangan Nayla erat seakan takut kehilangan kaka iparnya.


Setelah puas berkeliling akhirnya merekapun istirahat di sebuah bangku milik tukang bakso.


" Abis ini pulang yuk teh tar si aa keburu nyampe " Lilis yang khawatir Adit tiba dirumah sebelum mereka pulang.


Saat mereka sedang asik meminum es tiba-tiba saja beberapa orang pria menghampiri mereka.


" Hallo Nayla..kamu disini juga"sapa seorang pria yang sok akrab


Nayla mengerutkan keningnya karena merasa tak kenal dengan pria didepannya ini.


Nayla yang takut dengan Anto langsung bersembunyi di belakang tubuh Lilis.


" Maaf a kita permisi dulu udah malem" Lilis menarik tangan Nayla mengajaknya untuk segera meninggalkan Anto dan teman-temannya.


" Nanti dulu Lis baru juga jam berapa, gak usah takut Nay aku bukan orang jahat kok" Anto mencegah Lilis yang akan beranjak dari sana lalu matanya menatap Nayla dan tersenyum manis.


" Maaf a tar takut si a'Adit keburu nyampe rumah, tar dia marah kalau liat istrinya gak ada dirumah" jawab Lilis berusaha pergi dari kerumunan Anto dan teman-temannya.


" Oh..gitu.."


" ya udah hati-hati ya Lis, apa perlu aa anter" ujar Anto sok ramah.


" Gak usah a terima kasih" Lilis langsung menarik tangan Nayla dan meninggalkan arena pasar malam.


" Kayanya a'Anto suka sama si teteh, kalau a'Adit tau bisa berabe ni" batin Lilis yang lalu melajukan motornya menuju kembali kerumahnya.


Hari pun mulai larut malam, Adit belum juga sampai.


" Lis aku tidur ama kamu aja ya, Adit paling juga kesininya besok" tanpa menunggu jawaban Lilis Nayla langsung naik ke atas tempat tidur dan memejamkan matanya yang sudah terasa barat.


Lilis menatap kaka Iparnya yang sudah terlelap.


"Teh Nay mah meni cantik makanya banyak yang suka, kasian si aa banyak saingan nya, tapi kenapa tingkahnya kaya anak kecil ya dewasa'an juga aku kalau soal sifat mah" Lilis bermonolog sendiri sebelum akhirnya ia ikut terlelap disamping Nayla.


Jam 11 malam Adit tiba di rumahnya, ia yang memang membawa kunci cadangan langsung masuk tanpa harus membangunkan penghuni rumah.


Adit masuk kekamarnya karena ia tak menemui sosok yang di carinya akhirnya ia pun masuk kekamar sang adik dan benar saja ia melihat istrinya sudah terlelap disamping adiknya.

__ADS_1


Aditpun langsung membersihkan diri lalu berganti pakaian.


Tadinya ia tak ingin memindahkan Nayla kekamarnya namun saat ia merebahkan diri ia merasa ada yang kurang akhirnya ia pun mengangkat tubuh Nayla dan memindahkan kekamar mereka.


" Manisnya istriku, apa aku bisa ya jauh dari kamu Nay, baru sehari aja aku udah kangen banget pengen liat kamu senyum, pengen gangguin kamu, pengen cium bibir kamu" ucap Adit sambil menyentuh bibir Nayla dengan jarinya.


cupp


Adit mengecup sekilas bibir Nayla lalu ia memeluk Nayla dan sesaat kemudian ia pun sudah terlelap.


Nayla terbangun saat merasa ada sesuatu di dadanya, ia pun membuka matanya perlahan dan


" Aaaaaaa "


Nayla berteriak saat melihat tangan Adit berada di atas dadanya.


" Apa sih yang berisik amat pagi-pagi" gerutu Adit yang terbangun gara-gara suara teriakan istrinya.


" Ini tangan kamu ngapaiin disini " Nayla menyingkirkan tangan Adit yang berada di salah satu bukitnya.


" Ihh ya ampun yang aku kan gak sengaja lagiankan gunung kamu kecil jadi gak kerasa kalau aku pegang" ucap Adit dengan santainya lalu kembali menarik tubuh Nayla agar kembali berbaring disampingnya.


" Adit aku mau..." Adit langsung mencium sekilas bibir Nayla


" Mau apa yang...aku masih ngantuk tau" ucap Adit yang mendekap erat tubuh istrinya.


" Aku ..aku mau pipis ni, lepasin gak atau aku pipis disini aja biar kasurnya bau pesing sekalian"


Adit tersenyum mendengar ucapan Nayla ia malah sengaja tak mau melepaskan tubuh Nayla hingga gadis itu merengek karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.


Ia pun mengigit tangan Adit dan setelah terlepas Naylapun langsung berlari menuju kamar mandi yang terletak di belakang.


" Ah..leganya"


Setelah selesai dari kamar mandi Nayla langsung menghampiri Lilis yang sedang mempersiapkan bahan-bahan memasak nasi goreng untuk sarapan.


" Sini aku bantu Lis" Nayla mengambil pisau lalu hendak mengupas bawang namun Lilis segera melarangnya.


" Ihh aku kan mau bantuin aja Lis masa gak boleh sih" protes Nayla


" Jangan teh nanti tangannya bau bawang trus Lilis di omelin sama aa kumaha" jawab Lilis yang langsung menjauhkan bawang dan sayuran dari jangkauan Nayla.


" Ihh ..kamu mah sama aja ama Adit" Nayla yang kesal akhirnya berjalan keluar sambil menghentak-hentakan kakinya.


Lilis hanya tersenyum melihat tingkah Nayla.


" Kenapa dia Lis?" tanya Adit pada Lilis


" Oh...itu tadi si teteh mau bantuin masak tapi Lilis larang tar tangannya bau bawang a" jawab Lilis


Adit hanya tersenyum lalu mengelus kepala adiknya lembut.


Adit menghampiri Nayla yang sedang duduk diteras depan.


" Kamu kenapa yang kok tuh bibir panjang amat sih" Adit langsung mencomot bibir Nayla yang sedikit maju.

__ADS_1


" Ih..tuh tangan ya jail amat" Nayla menepuk tangan Adit


" Lilis tuh bener yang tar tangan kamu bau bawan gimana? kalau kena piso gimana" ucap Adit lalu duduk disamping Nayla


Nayla menatap Adit seakan ia tak percaya dengan yang baru saja diucapkan oleh suaminya.


" Eh..Sadis, denger ya aku bukan anak kecil tau masa ngupas bawang aja gak boleh"


Adit tertawa mendengar Nayla memanggil namanya dengan sebutan yang berbeda


" Sejak kapan aku ganti nama jadi Sadis yang"


" Baru aja ganti, kenapa gak terima?" Nayla masih memasang mode ngambek.


" Ya udah aku ngalah deh, mending kamu mandi yang nanti aku ajak jalan-jalan mau gak"


Mata Nayla langsung berbinar begitu mendengar kata jalan-jalan.


" Ok.." wajah Nayla langsung ceria, ia pun berdiri hendak masuk kedalam namun Adit langsung menarik tangannya hingga ia kembali terduduk.


"Eh..apa sih Dit.."


" Mau kemana? "


" Katanya disuruh mandi mau ngajak jalan-jalan"


"Tar aja mandinya yang sekarang mah temenin aku dulu disini " ucap Adit lalu mengecup pipi Nayla.


"A.... ishh Adit mah kebiasaan banget sih" Nayla kembali memasang wajah kesalnya.


" Adit...Adit aja, aku tuh sekarang suami kamu yang harusnya panggil aku tuh pake sebutan aa Adit, atau sayang jangan cuma Dat Dit aja" protes Adit


" Ya udah aku panggil aa bb cc mau gak" jawab Nayla ngasal yang langsung mendapat sentilan di keningnya.


"Aaawww sakit Dit"


" Tuh kan Dit lagi, coba panggil aku aa Adit" Adit semakin mengeratkan pelukannya


" iya..iya aa Adit lepasin dong aku mau mandi" ucap Nayla dengan suara yang dibuat selembut mungkin.


" Nah..gitu dong yang kan didengernya enak" ucap Adit lalu kembali mencium pipi Nayla.


Begitu Adit melepaskan dekapannya Nayla langsung berlari menjauh dari Adit


" Dasar bocah tua nakal maen nyosor melulu tipis dah ni kulit pipi gw" gerutu Nayla sambil masuk kedalam kamar dan mengambil baju ganti.


Sementara itu Anto nampak kesal saat melihat Adit mencium pipi Nayla.


Ia mengepalkan tangannya lalu memukul pohon pisang yang berada disampingnya.


Wajahnya memerah menahan amarah seakan tak terima melihat Nayla di sentuh oleh Adit suaminya sendiri.


**Haii aku up lagi ni


jangan lupa tetap kasih dukungan buat author ya sebagai penyemangat.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author**


__ADS_2