TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 259


__ADS_3

Selamat Membaca


Siang itu Nayla sedang berada dirumahnya, sudah hampir satu minggu ia tak kembali kesana karena takut pada Adit.


Saat Nayla sedang tertidur di kamarnya A'Iwan datang dan Empok pun membangunkannya.


"Apa sih pok, Nay masih ngantuk ni" dengan masih malas Naylapun mendudukan dirinya di diatas kasur.


"Itu Nay ada aa di depan mau ketemu neng Nay" jawab Empok yang lalu keluar dari kamar Nayla dan langsung membuatkan kopi untuk aa.


Dengan malas Naylapun segera menemui A'Iwan yang sedang duduk manis menunggunya.


"Aiss si Eneng makin kurus aja Nay" ujar si aa


"Masa a, kan aku dah makan banyak tau" jawab Nayla sambil mencium punggung tangan aa.


Aa pun menceritakan perihal kedatangannya.


Sejenak Nayla terdiam, wajahnya nampak bersedih.


"Nay gak bermaksud gitu aa, cuma Nay masih belom bisa terima dia, mungkin nanti a nunggu saat yang pas Nay baru bisa nerima Adit lagi"jawab Nayla dengan wajah sedih.


"Adit udah cerita semua sama aa dan aa juga udah liat sendiri Nay dia kayanya beneran nyesel" Aa menasehati Nayla.


"Dia juga bilang sana aa kalo emang kamu gak bisa nerima dia lagi, Adit mau pergi aja yang jauh biar gak nyakitin kamu lagi Nay, kemungkinan dia mau ke Bontang lagi" lanjut aa


"Apa a? dia mau kerja jauh lagi" Nayla setengah terkejut saat mendengar penjelasaan aa


"Emm ..iya, sekarang dia lagi medical chek-up lagi"


Naylapun langsung diam, saat ini ia tak tau harus bagaimana.


"Aa pulang dulu ya Nay, coba kamu pikirin lagi semuanya, kalau soal anak mungkin saat ini belom saatnya kamu punya anak percaya sama Allah semua yang terjadi adalah yang terbaik buat kamu" Aa menepuk bahu Nayla lembut lalu berdiri dan mengelus kepala Nayla lembut.


"Berpikir yang tenang biar gak salah langkah Nay" aa Menasehati Nayla sebelum akhirnya ia pun pamit pulang.


Setelah kepergian aa Nayla nampak berpikir, ia pun segera kembali ke kamar dan mandi lalu bersiap-siap kembali ke salon Damra.


Tak butuh waktu lama Naylapun sampai di salon, namun sebelum masuk ia sempat melihat kedalam tempat Fitnes Adit disana hanya nampak beberapa orang sedang melatih kebugaran dan Naylapun tak melihat sosok Adit.


"apa betul kata aa kalau Adit lagi chek-up" batin Nayla.


Ia pun bergegas masuk dan langsung memeluk Damra yang saat itu sedang mencuci rambut seorang pelanggan.


Damra sedikit terkejut saat Nayla mendekapnya.


"Ada apa Nay, nanti dulu ya aku selesai'in satu lagi ni" ujar Damra sambil membilas kepala seorang pelanggan.


Nayla duduk disofa sambil menangiss.


Ia juga tau kenapa ia berat untuk mengijinkan Adit pergi lagi, namun ia juga belum bisa menerima Adit.


"Ra..punya kopi item gak, kayanya enak ni ngopi item" ucap Nayla sambil berjalan kearah belakang.


Damra sedikit bingung saat Nayla meninta kopi hitam, seingat nya Nayla tidak suka kopi yang berampas.


"Kenapa tuh anak" desis Damra pelan sambil terus memperhatikan Nayla yang membawa secangkir kopi hitam.

__ADS_1


"Apa Ra kok liatinnya kaya gitu amat?" tanya Nayla yang bingung.


"Kamu baik-baik aja kan Nay?"tanya Damra


Nayla menganggukan kepalanya lalu beberapa saat kemudian ia menggelengkan kepalanya.


"Itu maksudnya apa Nay, baik apa gak" tanya Damra menyakinkan


"Gak.." jawab Nayla yang tiba-tiba menangis.


"Lahh..malah mewek, tahan bentar napa Nay bentar lagi selesai ni" Damra langsung segera menyelesaikan pekerjaanya.


"Maaf mbak atas ketidak nyamanannya ya" Damra memohon maaf pada pelanggannya karena ia merasa tidak enak.


Setelah pelanggannya keluar ia langsung menutup pintu dan mengganti kata open menjadi close.


"Kamu kenapa say" Damra langsung duduk disamping Nayla dan memeluknya.


"Adit mau pergi lagi Ra.." ucap Nayla di sela-sela isak tangisannya.


"Pergi kemana? pulang kampung" tanya Damra


"Bukann.." jawab Nayla masih terisak


"Ihh jorokk kamu Nay..."


"Biarinn.." jawab Nayla


"Tadi aa kerumah kata aa Adit mau ke ke Bontang lagi Ra 6 bulan" ucap Nayla.


"Ya udah biarin aja, kan kamu juga gak mau nerima dia" jawab Damra berusaha memancing Nayla.


Damra tertawa mendengar perkataan Nayla.


"Aku tuh bingung Nay ama kamu, dia deket kamu nolak tapi dia jauh kamu juga ngelarang, maunya gimana Nay" tanya Damra


"Aku juga gak tau Ra, aku bingung, aku gak iklas kalo dia pergi lagi, trus aku gimana"


Damra menggelengkan kepalanya bingung.


"Kamu sekarang maunya apa?" tanya Damra menegakan duduknya.


"Akuu gakk tauu Ra.." Nayla langsung memeluk Damra erat.


"Tadi aku ke sebelah dia gak ada" ucap Nayla


"Ciee ngintip dong namanya itu Nay"


"Udah sih coba aja nerima dia lagi, dia itu kemarin kan begitu karena pengaruh pelet si nensi aja " Damra berusaha menasehati Nayla pelan-pelan.


Saat sedang asik berbicara, dari dalam Nayla melihat motor Adit melintas.


"Dari mana dia, apa bener kata aa" ucap Nayla pelan.


Nayla melihat Adit berpakaian rapi dengan dibalut jaket.


Nayla langsung berdiri dan mengintip dari dalam kearah tempat Fitnes Adit.

__ADS_1


Sementara itu Adit yang baru saja sampai sempat melirik kearah pintu salon dan melihat Nayla yang bersembunyi.


"aku tau kamu masih sayang aku Nay" batin Adit.


Tiba-tiba saja ide jahil muncul dalam pikirannya.


"Kita buktikan Nay perasaan aku benar apa gak kalau kamu masih sayang sama aku" guman Adit sambil masuk kedalam ruko miliknya.


"Tuh kan Ra bener dia abis medikal..."


"Aaa Ra..aku gakk mau dia pergi..." tangisan Nayla kembali pecah.


Tiba-tiba ia merasa takut jika Adit meninggalkannya.


"Ya udah sana samperin trus tanya dia dari mana" Nayla mendorong sedikit tubuh Nayla agar mau menghampiri Adit.


"Aku malu Ra..." tolak Nayla


"Kamu mau di tinggalin apa gak ama si Adit" tanya Damra


"Ya udah sana samperin,ngapain malu dia kan suami kamu Nay" lanjut Damra


"Gak mau Ra..kan dia yang salah" Nayla masih terus bersikukuh pada pendiriannya namun disisi lain ia juga tak mau Adit pergi.


Hari berganti hari hingga tak terasa hari minggupun tiba.


Selama satu minggu itu Adit pun berpura-pura acuh pada Nayla.


Ia pun tidur dirumah miliknya yang berada satu perumahan dengan tempat tinggal Nayla.


Selama hampir satu minggu juga Nayla uring-uringan.


Setiap kali motor Adit melintas didepan salon ia selalu mengintip dari pintu salon.


Kebetulan sekali hari ini Adit berbicara dengan Jajang orang kepercayaannya yang menjaga tempat fitnesnya dekat dengan tembok salon Damra hingga Nayla dapat dengan jelas mendengar semua percakapan mereka.


"Jang..besok saya berangkat ke bandara jam 7, kamu tolong ya jaga tempat ini, kalo ada apa-apa hubungin saya aja" ucap Adit yang sengaja denga suara agak keras agar Nayla mendengarnya.


"Siaap boss" jawab Jajang


"Jadi beneran dia mau berangkat besok, jahat amat sih kamu Aditt" batin Nayla.


Nayla pun langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Damra.


Damra yang melihat Nayla menangis langsung menghampiri Adit di tempat fitnesnya.


Aditpun memberitahu Damra tentang rencananya dan meminta Damra untuk membantunya.


Mengetahui Adit berniat baik maka dengan senang hati Damra mau membantu Adit membuat Nayla sadar dan kembali pada Adit.


**Haii semua ...sampe sini dulu ya buat hari ini lanjut besok lagi.


Maaf kalau telat up karena kendala jaringan dan juga dari MT/NT aku yang sedikit Error untuk itu author mohon maaf.


Jangan lupa tinggalkan jejak buat author like, komen dan juga Votenya buat penyemangat.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/author**


__ADS_2