
Selamat Membaca
Setelah kembali dari makam Nayla sedikit diam,entah apa yang sedang ia pikirkan.
Ryan yang sadar akan perubahan raut wajah Nayla langsung bertanya"Kamu kenapa sayang"
"ehh...gak apa-apa Yan, aku mau mandi dulu ya gerah" Naylapun langsung berjalan menuju kamar dan meninggalkan Ryan yang terpaku kebingungan.
Setelah mandi Nayla bermain bersama Radit diteras depan ditemani Mama Ryan.
Beliau nampak begitu bahagia bersendak gurau bersama Radit.
Ryan yang memperhatikan kedekatan antara calon istri dan mamanya hanya tersenyum bahagia.
"Sayang kata Ryan kamu jago bikin kue,mau gak kita bikin kue dulu sebelum kamu pulang"ajak Mama Ryan.
"Gak jago Mama,cuma bisa sedikit-sedikit"jawab Nayla malu karena dipanggil sayang oleh calon mertuanya itu.
"Ayo kita bikin sesuatu,biar Radit sama Ryan" ajak Mama Ryan yang langsung menghampiri Ryan dan memberikan Radit kedalam pangkuan Ryan.
Sementara itu sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan semua pergerakan Nayla nampak kesal.
Dadanya seperti terbakar saat melihat kedekatan antara keluarga Ryan dan Nayla.
Sambil bersendak gurau Nayla dan Mama Ryan membuat Risoles sekalian buat nanti bekal dijalan mereka.
Setelah ada beberapa buah yang matang Ryanpun langsung memakannya begitu juga dengan Aa hingga tanpa terasa adonan Risoles yang Mereka buat pun hampir habis namun begitu juga dengan Risolesnya.
"Yah ini sih cape doang dong kita Nay"ucap Mama Ryan sambil melihat piring yang hanya terdapat sisa beberapa risoles.
"Gak apa-apa Mah kan habis dimakan juga"jawab Nayla sambil tersenyum.
Aa dan Ryan nampak sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius.
Nayla hanya memperhatikan dari jauh sambil menerka-nerka kira-kira apa yang sedang mereka bicarakan.
__ADS_1
Menjelang sore beberapa sauadara Ryan datang bertandang untuk mencari hari pas untuk pernikahan Ryan dan Nayla.
"Ndok weton mu apa?" tanya salah seorang yang dipanggil embah oleh Ryan.
"Gak tau Mbah,soalnya di Sunda atau dibatak gak pake weton" jawab Nayla
Orang yang dipanggil Mbah pun hanya mengangguk.
"Tanggal lahir kamu tanggal berapa ndok" tanyanya lagi
Naylapun menjawab apa yang ia ketahui.
"Kalian bisa nikah tanggal 30 akhirnya bulan ini,atau nanti tunggu 3 bulan lagi" ucap si Mbah
"Ya udah aku mau akhir bulan ini aja Mbah,nanti Mbah sama Mama datang ya ke Jakarta biar liat cucumu yang ganteng ini nikah" ucap Ryan bersemangat.
"Kayanya udah kebelet minta kawin ya Yan" goda Aa sambil tertawa.
"Kan Aa tau Calon aku tuh banyak yang ngincer" jawab Ryan sambil bercanda namun berhasil membuat wajah Nayla bersemu kemerahan karena malu.
Mama Ryan memeluk Nayla erat saat Nayla pamit pulang, Ia pun mencium Radit berkali-kali hingga membuat Radit menangis.
"Sayang nanti Mama hari Jum'at ya sampe sana"ucap Mama Ryan saat sudah melepaskan pelukannya.
"Iya Mah" jawab Nayla Pelan.
Mereka pun langsung masuk kedalam mobil dan tak lama kemudian mobil itu pun berjalan menjauh dari kediaman orang tua Ryan.
Adit yang terus membuntuti mereka nampak begitu marah, ada sesuatu yang ia rencanakan dalam otaknya.
Sepanjang perjalanan Radit anteng dipangkuan Aa, sedangkan Empok asik berbincang-bincang dengan Damra sedangkan Nayla memejamkan matanya namun tidak tidak, masih jelas dalam ingatannya sosok pria yang ia lihat dipamakaman tadi benar-benar mirip dengan Adit.
"Kalau emang bener itu Adit ngapain dia ada disana,apa Adit sedang mengikutinya sekarang" batin Nayla.
Ryan yang dari tadi melirik melalui kaca spion di nampak memperhatikan Nayla, ia tahu jika saat ini Nayla sedang menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
"Sayang kamu gak apa-apa?" tanya Ryan dengan tetap fokus pada jalan didepannya.
"Gak apa-apa, cuma kepala aku sedikit sakit aja" jawab Nayla dengan mata masih terpejam.
"Ya udah kamu tidur aja kalau gitu" lanjut Ryan.
Begitu tiba. di rest area Ryan pun langsung masuk dan mencari tempat yang strategis untuk beristirahat.
Setelah memarkirkan kendaraan nya Ryanpun langsung keluar dan sedikit meregangkan ototnya yang terasa kaku.
Tanpa sengaja Ryan sepintas melihat Adit melintas sambil membawa satu gelas kopi.
Ryan pun memperhatikan gerak-gerik Adit dari kejauhan, Aa yang kebetulan ikut melihat kehadiran Adit hanya tersenyum.
"Rival ya bro" tepuk Aa dibahu Ryan.
"Bukan saingan berat Aa tenang aja" jawab Ryan sambil tersenyum.
Setelah dirasa cukup, akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanan.
Dini hari mereka pun tiba kembali dirumah Nayla, karena hari masih larut malam akhirnya mereka pun menginap dirumah Nayla.
Hallo semua aku up lagi
maaf ya bab ini gak terlalu panjang.
Jangan lupa tetap kasih Author dukungan dan semangat, caranya :
- Like
-Rate
-Komennya author tunggu ya
Salam Maniss
__ADS_1
Amellajj/Author