TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 210


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah hampir satu minggu lamanya Nayla dirawat akhirnya ia pun diperbolehkan pulang.


"Asikkk pulang.." sorak Nayla kegirangan.


"Akhirnya aku bebas juga tanpa selang infus" gumam Nayla sambil memutar-mutar tangannya.


"Kok kamu seneng banget sih yang?"tanya Adit yang sedari tadi sibuk memasukan barang-barang kedalam tas.


"Aku tuh seneng Dit udah boleh pulang berarti sebentar lagi kita balik kan kerumah aku" ucap Nayla dengan antusiasnya.


"Dat...Dit...Dat..Dit..terus sih yang, panggil aa dong Nay" protes Adit yang ingin dipanggil dengan sebutan aa atau sayang.


"Ufss maaf jangan marah dong suamiku..." ejek Nayla sambil tertawa


Adit yang dari tadi sudah sangat gemas dengan kelakuan Nayla nampak menatap Nayla seperti harimau yang sedang mengincar mangsanya.


Nayla yang tak menyadari Adit sudah pindah duduk disampingnya masih saja asik menggigit kukunya.


Sampai akhirnya Adit menarik jari tangannya yang asik bertengger disisi bibirnya.


"Ihh..Adit mahh gangguin aja sih..." Nayla langsung marah karena Adit mengusiknya.


" Jorok tau yang gigitin kuku kaya gitu" ucap Adit sambil memajukan wajahnya.


" Mending kamu gigitin bibir aku aja yang dari pada gigitin kuku" kini wajah Adit tepat berada dihadapan Nayla.


"Adit apa'an sihh sana ahh malu tau kalo ada yang liat"ujar Nayla sambil mendorong wajah Adit menjauh.


cklekk


Tiba-tiba saja pintu terbuka dan masuklah A'Iwan yang tersenyum


" Aduhh hampura atuh ganggu" ucap A'Iwan sambil tersenyum kearah Adit dan Nayla


" Oh..A'Iwan dikau memang dewa penyelamatku" ucap Nayla sambil tersenyum puas kearah Adit.


" Ihh..si aa mah ganggu aja padahalkan dikit lagi tuh" gerutu Adit sambil menjauh dari Nayla.


Setelah selesai merapihkan semua barang akhirnya Adit pamit hendak mengurus administrasi perawatan Nayla.


Begitu tiba di kasir ternyata semua biaya pengobatan Nayla sudah ditanggung sepenuhnya oleh keluarga Anto.


Ayah Adit pun tiba akhirnya merekapun meninggalkan ruangan yang telah hampir seminggu di huni oleh Nayla.


Begitu tiba di rumah Lilis begitu senang menyambut kedatangan Nayla dan kakanya.


Setelah beristirahat Nayla duduk diteras depan sambil memberi makan ikan di empang yang ada didepan rumah Adit.


Sementara itu Adit sedang olah raga ringan tak jauh dari tempat Nayla duduk.


Melihat Adit yang sedang push-up otak jahil Nayla langsung bekerja.


Ia pun langsung menghampiri Adit.

__ADS_1


"Stop dulu Dit, tahan ya.." perintah Nayla dan Aditpun menurut.


Dengan tanpa perasaan Nayla langsung duduk diatas punggung Adit yang sedang push-up.


"Ih..enak banget Dit kaya lagi naek apa gitu" celoteh Nayla sambil cekikikan bahagia.


"Barat gak Dit?" tanya Nayla sambil duduk sila diatas punggung Adit yang sedang push up.


A'Iwan yang melihat kelakuan Nayla hanya tersenyum.


"Ishh Nay ya berat atuh si Adit na kalo kamu nangkring disitu" tegur aa.


"Emang berat Dit?" tanya Nayla dengan polosnya.


" Gakk kok, tapi tar malem gantian ya" sahut Adit sambil terus push up dengan beban Nayla diatas punggungnya.


Nayla yang mengerti arah omongan Adit langsung turun dari punggung Adit.


Tanpa mereka sadari dari jauh Anto menatap marah kearah mereka, ia mengepalkan tangannya melihat begitu mesranya Nayla dan Adit.


Ada rasa iri di hatinya, apa lagi dengan statusnya sekarang sebagai DPO.


Sore pun berganti malam.


Saat ini mereka sedang berkumpul untuk makan malam.


" Wahh ada sambel terasi" celetuk Nayla senang soalnya sejak masuk rumah sakit ia tak pernah makan pedas.


"Itu bukan buat kamu Sayang, kamu makan ini aja ya, aku suapain" ucap Adit sambil mengambil ikan nila yang pesmol.


" Aku suapin Nay" Adit pun dengan sangat hati-hati memisahkan daging ikan dari tulangnya.


Nayla yang kesal akhirnya terpaksa makan disuapin oleh Adit.


" Awww tangannya jangan ikutan digigit dong Nay" Adit meringis saat Nayla dengan sengaja menggigit jari tangannya.


A'Iwan, Lilis dan kedua orang tua Adit hanya tertawa melihat kelakuan suami-istri itu.


Malam itu Nayla kembali melihat sosok hitam yang mengganggunya waktu itu.


Beruntung A'Iwan masih berada disana.


"Kunaon Nay..." tanya aa yang pura-pura tidak tahu dengan apa yang dilihat oleh Nayla.


"Aa itu.." tunjuk Nayla pada sosok hitam besar dengan mata yang merah seakan marah kepada Nayla.


"Udah santai aja" ucap A'Iwan lalu meneguk kopi yang ia buat tadi.


"Aa dia ngeliatin Nay, Nay takut aa" Nayla menyembunyikan wajahny dibalik badan Adit.


"Tenang aja sayang kan masih ada aa"Adit langsung menarik Nayla dan mendekapnya.


"Aa ini gimana?"tanya Adit yang bingung melihat A'Iwan malah santai saja sedangkan mahluk itu nampak marah.


"Kalem wae atuh Dit, ini mah piaraannya eta si Anto"

__ADS_1


"Trus itu yang cewe siapa a? mana matanya item banget lagi kaya orang gak tidur berbulan-bulan" celetuk Nayla namun terdengar lucu ditelinga Adit dan A'Iwan.


" Ishh Nay emang mahluk itu mah begitu matanya bukannya kurang tidur atau mata panda, sok ngaco ieu budak teh" timpal A'Iwan sambil tertawa


"Aa cepetan usir Nay takutt" Nayla mulai merengek.


Awalnya ia memberanikan diri untuk tetap melihat kearah kedua mahluk itu namun lama kelama'an ia pun mulai merinding dan merasakan hawa yang sangat tidak nyaman.


Mahluk itu pun tertawa dan seketika itu juga Nayla langsung menutup telinganya.


Suara tawa itu bagai menusuk-nusuk telinganya.


" Aa Nay dingin..." entah kenapa tiba-tiba saja Nayla merasa tubuhnya sangat dingin.


Bibirnya serta tubuhnya pun ikut bergetar, Adit pun mulai panik, ia mendekap Nayla erat agar gadis itu sedikit merasa hangat.


Namun berbeda dengan A'Iwan ia masih saja terlihat santai sambil sesekali menyedot rokok yang tinggal setengah lalu meniupkan asapnya dengan sedikit di hentakan.


"Ajakin maen dulu atuh Dit, kalo langsung mah kecepetan gak seru" ujar si Aa


"Ahh kalo soal jurig mah urusan aa aja, kasian si Nay nih.."ucap Adit.


Setelah rokoknya habis A'Iwan pun nampak duduk besila lalu tak lama kemudian matanya terpejam entah apa yang sedang ia lakukan dengan mahluk itu.


"Adit badan aku panas..kaya ada yang mau masukkkk" Nayla meringis merasakan badanya yang tak nyaman.


" Sabar sayang, kuatin ya,kamu istigfar aja sebanyak mungkin" Adit mengelus lembut dahi Nayla.


Keringat bercucuran diwajah Nayla, Adit dengan sabar menghapus keringat dengan yang terus mengucur padahal tubuh Nayla saat ini sangatlah dingin.


"Sayang...kamu baca-baca'an ya jangan sampe tidurr" bisik Adit ditelinga Nayla.


Adit pun membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang ia hafal ditelinga Nayla.


"Mata aku berat Dit, gak kuat aku..." Suara Nayla mulai terdengar samar dan mata Naylapun mulai meredup.


" Astagfirullah alaziemm" ucap Ayah Adit yang baru tau kalau sedang ada kejadian di dalam rumahnya.


Ia pun membantu Adit untuk menyadarkan Nayla.


Hampirr dua jam A'Iwan berjibaku melawan sosok hitam itu.


Sebelum akhirnya sosok itu menjadi asap dan menghilang.


Saat ini Nayla masih tak sadarkan diri, namun suhu tubuhnya mulai sedikit menghangat seiring dengan menghilangnya sosok hitam itu.


**Haiii sampai sini dulu ya up hari ini


Semoga gak bikin kalian bosan ya.


Tetap kasih author yang manis ini dukungan ya biar makin semangat upnya.


Salam Maniss


Amellajj/authorr**

__ADS_1


__ADS_2