TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 208


__ADS_3

🌺🌺🌺 Selamat Membaca 🌺🌺🌺


Saat Nayla sedang membereskan selimutnya yang berantakan mata nya melihat secarik kertas, karena penasaran ia pun mengambil kertas itu.


Namun saat ia ingin membuka kertas itu tiba-tiba kepalanya terasa sakit, ia pun memegangi kepalanya yang berdenyut lalu membaringkan tubuhnya kembali di atas kasur dengan tangan masih memegang kertas itu.


Lilis yang melihat Nayla seperti menahan sakit akhirnya menghampiri Nayla


" Teteh kunaon(kenapa), teh Nay...jangan bikin takut atuh..." ucap Lilis yang panik melihat wajah Nayla yang mendadak pucat dengan keringat yang mengucur di wajahnya.


Dengan mata yang terpejam Nayla melihat sesuatu .


Ia melihat ada seorang pria yang sedang menggantung pada sebuah kayu dalam suatu ruangan.


Ruangan itu begitu gelap hingga Nayla tidak bisa melihat wajah pria yang menggantung itu.


Nayla yang ketakutan ingin sekali membuka matanya namun tak bisa akhirnya ia hanya bisa menangis dan berteriak karena takut.


Ahhh... tidakkk....


Tidakkkkk........


Toloonggggg....


hu...hu ..tolonngg....


teriak Nayla sambil mendekap erat selimutnya dan membenamkan wajahnya.


"Teteh..teteh...sadar tehhh istigfarrr" Lilis yang panik karena ditinggal sendirian hanya bisa ikut manangis sambil berusaha membangunkan Nayla


Sementara orang tua Adit sedang kekantin.


Haaaa.....


Tooolllooongg.....


Aku gak mau liaattt ...


Gakkk mau..


Teriak Nayla semakin menjadi hingga akhirnya Lilis menekan bel untuk memanggil suster.


Tak lama kemudian susterpun masuk bersamaan dengan Adit yang baru saja datang setelah membeli pesanan Nayla.


"Suster tolong sus.."


sang susterpun yang baru masuk langsung keluar lagi dan tak lama datang lagi bersama dengan seorang dokter.


Setelah menyuntikan obat penenang akhirnya Naylapun kembali terlelap.


Adit yang melihat semuanya hanya membatu sambil menatap sedih kearah Nayla yang sudah kembali terlelap.


Setelah Lilis menceritakan awal kejadian Nayla kembali histeris dokterpun keluar.


Setelah kamar kembali sepi Aditpun mulai kembali bertanya pada Lilis.


Setelah Lilis menceritakan semuanya akhirnya Aditpun merapikan kembali selimut Nayla dan saat itulah ia melihat tangan Nayla masih menggenggam erat kertas.


Dengan perlahan Ia pun mengambil kertas dari tangan Nayla.


" kenapa ni kertas bisa ada di Nayla sih??" guman Adit lalu memasukan kembali kertas yang diberikan Ayahnya tadi.


" Sayang kamu kenapa lagi sihh...jangan bikin aku bingung yang.." Adit berbicara sendiri sambil terus menatap wajah Nayla.


Hatinya begitu sakit saat tadi melihat Nayla berteriak-teriak ketakutan hingga harus di berikan suntikan penenang.


Saat Nayla masih terlelap beberapa orang polisi masuk, sesuai janji rencananya hari mereka akan meminta keterangan dari Nayla.


Setelah Adit menceritakan kondisi Nayla yang tiba-tiba down hingga harus di beri obat penenang akhirnya polisi itu minta bertemu dengan dokter yang merawat Nayla.


Setelah mendapat keterangan dari dokter akhirnya polisi itu pun pamit.


Adit yang memang belum membuka isi Surat yang diberikan oleh Ayahnya tadi begitu penasaran hingga akhirnya ia pun membuka kertas itu selagi Nayla tidur.

__ADS_1


Dengan sangat hati-hati ia membuka kertas itu yang ternyata sebuah puisi untuk Nayla.


"Suatu hari nanti disepanjang hidupku


ada satu nama yang selalu menghias kalbuku


Dimana tanpamu


aku hanyalah kumpulan asa berbalut lara


Dimana tanpamu


paru-paruku terasa sesak


menghirup udara rindu


Dimana karenamu


Kisah cintaku hanyalah


Elegi yang membosankan untuk diceritakan


Dan tanpamu aku mencoba


Menata hati mencoba iklas


Bila aku tak bisa menjadi daun


diantara bunga maka


jadikanlah aku belukar


yang hanya bisa menemani


tapi tak bisa memiliki


Dan tetap kutitipkan doa untukmu


Terima kasih untukmu


My love never dead


I Love you forever Nayla


Adit meremas kertas itu lalu membuangnya


" Sebegitu dalam apa To rasa sayang kamu pada istriku, tapi sayang To Nayla hanya milikku dan selamanya hanya milikku" desah Adit lalu ia pun mengusap kasar wajahnya dan menatap wajah Nayla yang terlelap.


" Sayang..aku harap tak ada hal serius lagi yang harus kamu alami, aku takut Nay kalo kamu seperti tadi" ucap Adit sambil mengelus lembut rambut Nayla.


Setelah keluarga Adit pulang ruangan perawatan Nayla kembali sepi.


Aditpun merebahkan tubuhnya disamping Nayla.


Rencana kepulangan Naylapun diundur karena kondisi sikis Nayla yang tiba-tiba down membuat Nayla harus betah untuk berada dirumah sakit.


Adit melingkarkan tangannya di pinggang Nayla lalu ia mengecup lembut leher istrinya yang masih terlelap akibat pengaruh obat penenang tadi.


Saat Adit hendak memejamkan matanya ia melihat ada bayangan hitam yang sedang berdiri dekat Nayla ia pun berusaha mengusir mahluk yang berusaha mengusik istrinya.


Setelah hampir setengah jam ia berjibaku dengan mahluk menyeramkan itu akhirnya mahluk itu pun pergi entah kemana.


Akhirnya Adit mengurungkan niatnya untuk memejamkan matanya yang terasa sudah sangat berat.


Ia pun menyeduh sebungkus kopi instan untuk mengusir rasa kantuknya.


Perlahan-lahan Naylapun membuka matanya.


Ia melihat Adit yang sedang memejamkan matanya sambil bersandar di bangku.


" Dit...Adit..." panggil Nayla pelan


Adit yang memang sangat lelah dengan terpaksa membuka matanya dan melihat Nayla yang sudah duduk sambil bersandar.

__ADS_1


" Kamu udah bangun sayang, ada apa? kamu haus?"tanya Adit yang langsung menegakkan tubuhnya.


Nayla hanya menggelengkan kepalanya.


"Trus kenapa sayang?"


Nayla hanya tersenyum melihat wajah Adit yang kebingungan.


" Mana batagornya?" tanya Nayla


Adit menepuk jidatnya "Kirain lupa beib sama tuh batagor"


Untungnya Adit tak memakan batagornya tadi.


" Ni beib, tapi udah dingin gak apa-apa ya" Adit menyerahkan bungkusan yang ada diatas meja


Naylapun mengangguk senang.


Dengan wajah sumringah ia membuka kantong plastik yang diberikan Adit.


Namun seketika itu juga wajahnya langsung berubah ketika melihat penampakan batagor yang diberikan oleh Adit berbeda dengan yang ada didalam bayangannya.


" Huaaaa Aditt kamu mah keterlaluan...aku gak mau yang begini batagornya" Nayla tiba-tiba kesal langsung menaruh kembali batagornya diatas meja.


" Lah kok gak dimakan sihh yang" tanya Adit pura-pura tak mengerti.


"Aku sebel ama kamu, kamu mah jahat masa aku dikasih batagor cuma pake kecap aja emang aku anak kecil apa" protes Nayla dengan mata yang berkaca-kaca menahan kesal.


" ya ampun Yang begitu aja mau nangis sihh, kamu kan belum sehat Nay jadi itu aja dulu ya" bujuk Adit


" Gak mau...gak mau pokoknya aku gak mau yang begitu.." tolak Nayla


"Idih gitu aja ngambek ya udah kasih aku sun dulu nanti baru aku kasih yang pake bumbu kacang" ucap Adit sambil menunjuk pipinya


"Gak mau.." tolak Nayla sambil cemberut.


" Ya udah mau gak batagornya, ini bumbunya banyak lohh" Adit mengeluarkan satu bungkus lagi yang sengaja ia pisahkan.


Adit memang sengaja membeli dua bungkus yang satu hanya pakai kecap sedangkan yang satunya lagi pakai bumbu kacang,sukur-sukur Nayla mau yang hanya pakai kecap jadi yang satunya untuk dirinya sendiri.


"Ahhh aku mau yang itu Dit.." Nayla berusaha mengambil batagor yang ditangan Adit namun Adit segera menyembunyikannya lalu memberi isyarat dengan menunjuk pipi dan bibirnya.


"Ahh maless banget, masa mesti gitu sihh Dit" ucap Nayla kesal.


" Ha..ha mau gak??? kalo mau cepettan kalo gak mau ya udah buat aku aja" Aditpun membuka ikatan batagor yang ia pegang


" Jangan dimakan aku mau yang itu.." ucap Nayla pelan sambil memainkan selimut yang dipegangnya.


Adit langsung mendekatkan wajahnya " Mana?"tunjuk Adit pada pipinya yang sudah menghadap pada Nayla.


Dengan ragu-ragu Naylapun mengecup sekilas pipi Adit.


Aditpun tersenyum puas lalu menunjuk pada bibirnya.


" Itu juga?"tanya Nayla dengan mata membulat sempurna


"Iyalah sayang, ayo aku udah nungguin nihh" ucap Adit sambil tersenyum jahil.


cupp


Dengan cepat Nayla mengecup bibir Adit lalu ia memalingkan wajahnya karena malu.


" Udah sering kan Nay kok masih malu gitu sihh" ucap Adit yang gemas dengan kelakuan istrinya itu lalu Adit langsung menarik Nayla hingga menubruk dadanya ia manarik dagu Nayla dan langsung mencium bibir istrinya itu lumayan lama namun Nayla tak membalas ia hanya diam saja hingga Adit melepaskan ciumannya dan memberiakan batagor yang tadi ia pegang.


" Demi batagorr" keluh Nayla yang langsung memakan batagornya tanpa menawari Adit.


**Segini dulu ya upnya


jangan lupa tetep dukung author ya


biar semangat upnya


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2