TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 191


__ADS_3

🌻🌻🌻 Selamat Membaca 🌻🌻🌻


Tanpa terasa hanya tinggal 3 hari lagi Adit bersama Nayla sebelum akhirnya harus berpisah untuk waktu yang lumayan lama.


Adit nampak duduk termenung diteras ia ingat kejadian kemarin terasa begitu indah berdua dengan Nayla memang kadang membuatnya lupa akan segalanya.


Dorrr


Suara Nayla yang lumayan cempreng dan tepukan keras di bahunya membuat Adit terhentak bahkan kopi yang ada di meja di sampingnyapun sedikit berguncang dan sedikit tumpah.


" Ya ampun yang bikin kaget aja sih, orang mah mau ngagetin tuh yang romantisan dikit napa" protes Adit lalu menarik tangan Nayla untuk duduk dipangkuannya.


" Mana ada orang ngagetin romantis" jawab Nayla sambil ikut meminum kopi di gelas Adit.


" Ada "


" Gimana caranya"


"Ya ditutup gitu matanya pake tangan trus dicium pipinya kan gitu romantis yang janga pake kata Dor gitu trus nepoknya kenceng banget lagi kaya lagi dendam aja ama aku" ucap Adit sambil menggesek-gesekan ujung hidungnya dileher Nayla


" Jangan kaya gitu ah geli tau" Nayla mendorong kepala Adit agar menjauh dari lehernya


" geli apa geli..." goda Adit pada istrinya


" Geli lah, lagian kamu kaya kucing yang ngendus-ngendus ikan aja"


" Aduh pagi-pagi udah mesra-mesraan aja" tiba-tiba Dedi sudah berdiri di depan pagar sambil membawa sesuatu.


" Ganggu aja si loe Ded" jawab Adit sambil bercanda


" Hampura (maaf) atuh kalau ganggu,da saya mah cuma mau ngasihin ini buat Neng Lilis bala-bala sareng gehu (bakwan sama tahu) " ucap Dedi sambil meletakan kantong plastik yang ia bawa.


" Wahh.. masih panas, boleh minta gak" Nayla mengintip isi plastik lalu turun dari pangkuan Adit.


" Ya boleh atuh, ini mah buay neng berdua" jawab Dedi dengan logat sunda yang kental.


Naylapun segera masuk sambil membawa plastik yang Dedi bawa.


" Apa'an itu teh Nay?" tanya Lilis yang baru saj selesai mandi.


" Gorengan dari pacar kamu Lis" jawab Nayla sambil memindahkan isi dari plastik ke piring.


" Ih .si teteh mah belom jadi pacar teh"


" ya udah bentar lagi juga jadiann" Nayla terus menggoda Lillis sambil membuatkan teh hangat untuk Dedi.


" Ni bawa kedepan, temuin arjunanya" Nayla menyodorkan piring yang beirisi gorengan dan teh manis hangat pada Lilis.


Naylapun masuk kekamar mengambil pakaian ganti namun saat ia hendak keluar ia berbenturan dengan Adit yang hendak masuk.


"Et dah udah kaya tiang aja diri disitu, minggir ahh.."


Adit tersenyum mendengar ocehan Nayla


" Mandi bareng yuk"


Nayla melotot mendengar ucapan Adit yang mengajaknya mendi barsama.


" Gak ah lagian juga kamar mandinya kecil jadi kalo berdua senpit" jawab Nayla sambil berusaha melewati pintu kamar.

__ADS_1


" justru sempit itu enak Nay, tar kamu aku mandiin deh.." ucap Adit terus menggoda istrinya.


" ya udah kalo gitu kita mandi di pancuran aja yuk enak bareng-bareng" jawab Nayla yang langsung mendapat hadiah sentilan di jidatnya.


" Aku tuh maunya berdua sama kamu bukan se Rt mandinya" ucap Adit sambil mendorong tubuh Nayla kembali kedalam lalu menutup dan mengunci pintu kamarnya


" Ihh.. kamau mau apa Dit" Nayla mulai panik


" ya ampun yang masa masih gak ngerti sih.." bisik Adit lalu mencium pipi Nayla


" A..aku mau mandi Dit" Nayla mendorong tubuh Adit agar sedikit menjauh


Adit nampak menikmati wajah Nayla yang panik, ia tersenyum saat melihat wajah intrinya memerah sesaat setelah ia menciumnya.


" Anggap aja itu sarapan Nay.." ucap Adit tanpa dosa lalu meninggalkan Nayla yang masih mematung dengan jantung yang berdebar-debar.


Lilis masih asik ngobrol dengan pria idamannya sedangkan Adit menyibukan diri mencuci mobil sambil memperhatikan Adiknya.


Sementar itu dari kejauhan Anto masih bersembunyi dari balik tembok salah satu rumah.


Matanya nampak mencari sesuatu namun yang ia cari tidak ada.


Akhirnya ia ingat jika nanti sore ada acara reunian SMA nya Anto pun menyambangi rumah Adit dengan harapan bisa melihat pujaan hatinya.


" Assalammualaikum " Anto memberi salam yang langsung di sahuti oleh Adit karena kebetulan ia sedang mencuci mobilnya.


" Masuk to"


Anto pun dengan senang hati masuk dan duduk didepan Dedi sengaja ia duduk mengahadap kedalam harapannya hanya satu yaitu melihat Nayla.


Memang tanpa mereka sadari setiap pagi Anto secara sembunyi-sembunyi selalu mengintai rumah Adit hanya untuk melihat Nayla dan setelah berhasil melihat Nayla ia pun akan pergi.


" Lis bikin minum dulu gih buat Anto" perintah Adit lalu membersihkan tangannya dab ikut bergabung bersama Anto dan Dedi.


" ya udah kita barengan aja kan rencananya pada mau besuk Ina juga" timpal Dedi


" Lis panggilin Nayla dulu dong"


Mendengar nama Nayla disebut seketika itu juga dada Anto berdebar-debar, wajahnya nampak bahagia.


" Ada apa Dit?" tanya Nayla dari ambang pintu kamarnya


" Sini dulu atuh, masa kaya di hutan gogorowokan" sahut Adit sambil menepuk bangku disebelahnya.


Adit sengaja menyuruh Nayla duduk tepat di hadapan Anto, ia ingin memastikan duga'annya benar atau salah jika Anto menyukai istrinya.


Awalnya Anto tidak menyadari jika Adit sedang memperhatikannya.


Namun lama kelama'an ia pun sadar ada sepasang mata sedang memperhatikannya dengan perasaan curiga.


" apa dia mulai sadar ya kalau aku menyukai istrinya" batin Anto sambil sesekali melirik kearah Adit.


Sore pun tiba Nayla memasang wajah cemberut saat Adit memaksanya memakai dress selutut tanpa lengan dengan highell.


" Udah cantik tapi kok mukanya begitu sih yang" tegur Adit sambil menunggu kedatangan Anto dan Dedi


" Aku kan gak mau ikut Dit, aku dirumah aja, lagian juga aku gak biasa pake sepatu tinggi gini tar kalo keseleo gimana" Nayla beralasan agar Adit tak jadi mengajaknya serta.


" Ya udah kita gak jadi pergi aja, mending kita buat Adit junior, mau gak" Adit berpura-pura melepas kembali kemeja yang ia pakai dan benar saja Nayla langsung bereaksi.

__ADS_1


" He..he jangan di buka dong bajunya kita kan udah mau berangkat" ujar Nayla sambil memaksakan senyumnya.


Tanpa aba-aba Adit langsung berpindah tempat duduk tepat di depan Nayla


" A..aa Dit kamu mau apa" Nayla mulai gugup karena di tatap oleh Adit


" Kenapa kamu takut sama aku?" tanya Adit sinis


" Eng....enggak masa aku takut sama suami sendiri sih" sangkal Nayla


" Assalammualaikum" terdengar suara Anto yang memberi salam dari luar


" Ah..ganggu aja sih" gerutu Adit


" Wa'alaikum salam" sahut Adit lalu berdiri dan mengecup sekilas bibir Nayla.


Dugg..


" Aduh..ih .Adit mah" pekik Nayla kesal karena terbentur tembok saat Adit menciumnya tadi.


Adit berlalu sambil tertawa melihat Nayla yang mengelus-elus belakang kepalanya yang terbentur tembok tadi.


" maaf"


Anto terkesima saat melihat Nayla keluar dan menghampiri mereka.


" kamu cantik amat sih Nay" batin Anto


Adit yang tanpa sengaja melihat Anto memandang penuh puja pada Nayla langsung menepuk bahu Anto " Itu punya gw " bisik Adit di telinga Anto.


Anto tersenyum kecut " iya gw tau Dit" jawab Anto sambil berbisik di telinga Adit.


" Ehh..kalian kan cowo sama cowo masa maen cium-ciuman sih" ucapan Nayla berhasil menyadarkan keduanya dan sesaat kemudian merekapun menyadarinya.


" Ih... amit-amit deh" ucap Adit sambil masuk kedalam mobil.


Ha...ha..ha


" Lagian udah kaya gay aja maen cium-ciuman pipi"


"tenang Dit aku gak akan cemburu kok kalo kamu selingkuhnya sama cowo" ucap Nayla masih tertawa.


Adit menatap istrinya dengan tatapan memangsa sampai akhirnya tawa Nayla terhenti saat benda kenyal Adit menempel kembali dibibirnya.


" kok diem, terusin aja ketawanya" ucap Adit dingin


Nayla langsung memasang masker untuk melindungi wajahnya.


Anto yang duduk di belakang nampak kesal saat Adit mencium Nayla didepan matanya.


**Haii aku dah up lagi n


Aku harap jangan bosen ya sama ceritaku


maaf kalau masih banyak typo


Jangan lupa tetap beri dukungan buat author ya caranya pasti kan udah pada tau.


Salam Maniss

__ADS_1


😘😘😘


Amellajj/author**


__ADS_2