TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 244


__ADS_3

🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹


Adit sudah meminta ijin pada Nayla untuk kembali berkerja sebagai pekerja lepas pantai namun kali ini ia tidak harus keBontang lagi melainkan di kepulauan Seribu dan dengan sistem 12 hari di laut dan 12 hari di darat jadi ia dapat pulang kerumah.


Rencananya esok lusa mereka akan kembali ke rumah Adit di kota "B" dengan membawa Lilis untuk menemani Nayla.


Awalnya Nayla tidak setuju jika Lilis ikut dengannya karena Lilis sudah kelas 12 hanya tinggal menunggu ujian.


Adit terus memaksa dan menyakinkan akhirnya Naylapun setuju begitu pun Lilis.


Siang itu Nayla minta dibuatkan bolu keju jadilah kini mereka berjibaku di dapur.


Awalnya Lilis menolak saat Nayla ingin membantunya karena ia memaksa akhirnya ia pun mengijinkan kaka Iparnya itu untuk membantu.


"Pake surade ya Lis yang banyak" pinta Nayla saat Lilis mulai menuangkan adonan yang sudah di buat kedalam loyang.


"Pake kismis aja teh lebih enak" saran Lilis


"Pake semua aja Lis" ucap Nayla


Adit yang sedang asik memakan kacang kulit langsung melempari Nayla dengan kulit kacang.


"Adittt emang nya aku monyet apa di kasih kacang, kaya lagi di ragunan aja" Nayla yang kesal karena adonannya kemasukan kulit kacang yang Adit lempar.


"Mana ada monyet manis kaya kamu yang, yang ada monyet mah bebulu" timpal Adit


Nayla langsung melirik ke arah Adit, sedetik kemudian ia langsung tertawa


Ha...ha...


Nayla tertawa sambil memegangi perutnya.


" Teh..ini teh Nanay kan.." ujar Lilis sambil sedikit mamajukan wajahnya.


"Ih..Lilis apa sihh" Nayla langsung menghentikan tawanya begitu menyadari Adit sedang menatap bingung ke arahnya.


Lalu pandangannya pun beralih pada Lilis


"Kenapa pada liatinnya kaya gitu sih" tanya Nayla bingung


"Tadi kamu ketawain apa sampe kaya gitu?" tanya Adit...


Sejenak Nayla nampak berpikir.


"Oh....itu "


" Tadi kan Adit bilang monyet itu berbulu yah?" Nayla menjeda ucapannya lalu melirik Adit.


"Kayanya perasaan aku gak enak nih" ucap Adit


lalu menatap kearah Nayla.


"Apa sih kok liatinnya gitu Dit" tanya Nayla sambil tersenyum


Adit yang seakan tau jika sang istri akan mengatainya hanya berpura-pura bodoh.


"Emmm...itu kan kata kamu monyet itu gak manis kaya aku tapi berbulu ya..." Nayla nampak ragu namun ia tak dapat menahan rasa ingin tertawanya


"trus...." Aditpun semakin penasaran


"Yang bulunya banyak itu kan kamu Dit, liat aja di kaki, di tangan, di dada apa lagi diketiak jadi yang pantes itu...." Nayla tak melanjutkan kata-katanya lagi karena Adit sudah berdiri dan berjalan mendekat menghampirinya.


"Ihh kamu mau ngapain, aku lagi bikin bolu Dit.." protes Nayla saat Adit mendekatkan wajahnya.

__ADS_1


Nayla yang panik langsung memejankan matanya entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini yang pasti jantungnya sedang berdebar-debar.


Tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang dingin di ujung hidungnya.


Perlahan ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah adalah ujung jari telunjuk Adit yang berwarna krem sama seperti warna adonan kue nya, lalu senyuman Adit mengembang melihat wajah Nayla yang langsung cemberut begitu tau adonan kue itu sudah sedikit menghias diujung hidungnya.


"Adit...tar aku dikerubutin semut gimana"


"Ya tinggal cuci aja ribet sih yang"timpal Adit.


"Aku males kekamar mandinya Adit, ini kan tanggung aku lagi marut keju" ucap Nayla kesal.


Tiba-tiba Adit langsung menjilat ujung hidung Nayla.


"A..adit jorokk ihh itu kan ..." Nayla langsung menghapus kasar ujung hidungnya dengan punggung tangannya.


Nayla yang tidak sabaran menunggu bolu matang menunggu dimeja makan.


Begitu kue itu keluar dari oven mata Nayla langsung berbinar senang.


Setelah Lilis menuang bolu ke atas piring Nayla langsung mengambil loyang bekas bolu tadi.


Ia asik memakan sisa kue yang menempel di loyang.


"Teh Nanay itu banyak, ngapain malah nyuilin yang di situ" tegur Lilis


Adit hanya menggelengkan kepalanya


"Aku gak mau yang itu Lis, aku tuh maunya yang disini enak renyah rasanya" sahut Nayla masih asik dengan loyang kuenya.


"Astoge kaka iparku" Lilis tertegun mendengar jawab Nayla.


"Biar aja lah Lis maunya dia gimana, da dia mah keras kepala" timpal Adit.


Tadinya Nayla ingin ikut namun Adit melarangnya.


Lilis dan Nayla yang merasa kesepian akhirnya duduk diteras depan sambil menikmati bole yang mereka buat tadi.


Begitu ada anak-anak lewat depan mereka langsung mereka panggil dan memberikan sepotong kue.


Anak-anak itu pun merasa senang.


"Teh Nayla waktu itukan bisa potong rambut ya, bisa gak minta tolong potongin rambut anak saya" tanya seorang ibu tetangga Nayla.


"Bisa bu..sebentar ya saya ambil gunting dulu" dengan bersemangat Nayla langsung masuk mengambil gunting rambut miliknya.


Awaklnya Nayla sedikit kaku karena sudah lama ia tak memegang gunting dan memotong rambut orang.


Wajah bahagia nampak di wajah Nayla saat ia memotong rambut anak kecil itu.


Mungkin melihat teman mereka tambah rapi beberapa anak lainnya pun meminta dipotong rambutnya oleh Nayla.


"Teteh anak saya kutuan bisa tolong potongin rambutnya biar gak terlalu banyak kutunya" pinta seorang ibu pada Nayla.


"Ibu punya obat kutu gak?" tanya Nayla


"Ada teh.." sahut ibu


"Ya udah bawa sini sekalian anduk kecil sama lotion anti nyamuk ya bu" pinta Nayla


Ibu itupun langsung pulang dan bebera menit kemudian ia kembali membawa yang Nayla pinta.


Naylapun langsung mencampur obat anti kutu dan lotion anti nyamuk lalu mengaduknya hingga rata lalu ia pun memotong pendek rambut anak perempuan itu lalu Naylapun balurkan ramuan yang ia buat tadi di rambut anak itu lalu membungkus kepalanya dengan handuk kecil lalu membiarkannya beberapa saat.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup Naylapun membuka handuk yang membungkus kepala anak itu dan ada begitu banyak kutu yang sudah mati dan menempel di handuk.


Naylapun merasa geli sendiri melihat begitu banyak kutu yang mati.


Ia lalu menyuruh ibu anak itu untuk menyisirnya lalu mandi keramas.


Nayla yang merasa mual langsung pamit pulang.


Begitu sampai di rumah


ueewkkk


ia mengeluarkan semua isi perutnya hingga lemas.


Lilis yang melihat Nayla bersandar di pintu kamar mandi langsung membantu Nayla kekamarnya


Setelah merebahkan Nayla di kasur Lilis langsung membuatkan teh manis hangat lalu menelfon Adit.


Tak lama kemudian Aditpun tiba dengan wajah panik.


"Sayang kamu kenapa" Adit langsung menerobos masuk kedalam kamar dan menghampiri Nayla yang terbaring.


"Aku gak apa-apa Dit, cuma lemes abis muntah aja tadi" tutur Nayla


"Yang bikin kamu muntah apa Nay?" selidik Adit


"Itu a tadi si teh Nanay motongin rambut anak-anak trus si ce Engkom minta tolong anaknya banyak kutu, si teteh Nay tuh jijik sama kutu yang udah mati soalnya banyak" tutur Lilis menjelaskan.


Aditpun langsung menasehati Nayla, ia tak ingin hal ini terulang lagi.


"Mana mungkin terulang Dit kan lusa kita balik" jawab Nayla sambil tersenyum.


Pletak...


entah untuk yang keberapa kalinya Adit kembali menyentil dahi Nayla.


"Ihh kebiasaan kamu mah Dit, tar kalo aku jenong gimana"


"Bagus dong yang.." jawab Adit seenaknya


"Apanya yang bagus Dit?"tanya Nayla bingung


"Ya bagus yang nanti kalo tujubelasan kan ada lomba lari kamu pasti menang yang, kan jidat kamu udah masuk finish duluan" jawab Adit yang langsung mendapat pukulan di bahunya.


"Aduhhh Nay..sakit tau.." Adit meringis saat merasa panas dibahunya.


"Lagian suruh siapa ngatain aku"


"Kamu dah sembuh dong ya yang sekarang tuh tadi aja mukul aku keras banget" ucap Adit menggoda Nayla.


"Ahh bodonlah.." Nayla langsung membalikan badanny menghadap tembok karena kesal.


Adit hanya tersenyum melihat Nayla yang sedang ngambek.


**Hallo semua sampe sini dulu ya up nya buat hari ini.


Maaf jika banyak typo


Buat author yang lain maaf y aku kasih like dulu buat saat ini nanti kalau udah sedikit senggang pasti saya akan kembali membaca novel kaka author.


Jangan lupa vote dan likenya ya buat penyemangat.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2