TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 353


__ADS_3

Selamat Membaca


Nayla mencoba meyakinkan diri untuk menentukan pilihannya kepada Adit.


Hari itu rencananya mereka akan keluar bersama niat Nayla ia akan mengutarakan isi hatinya pada Adit selepas dari sana.


Sore pun tiba sesuai rencana Nayla sudah memantapkan pilihan kepada Adit.


Empok dan Lilis yang mendukung pilihan Nayla dengan senang hati menjaga ketiga buah hati Adit dan Nayla dengan mengajak ketiganya pergi ke pasar malam yang kebetulan berada tak jauh dari rumah mereka.


Jam 19 lebih sedikit Adit tiba dirumah Nayla.


Nayla sedikit terkejut saat melihat Adit yang terlihat beda dari biasanya.


"Hallo..."


Entah sejak kapan Adit ada didepannya,sapaan Adit berhasil menyadarkan Nayla.


"Aiss udah kaya hantu aja tiba-tiba ada didepan aku sih" celetuk Nayla.


"Lah kamu yang ngelamun,aku kasih salam aja gak jawab" Jawab Adit lalu duduk di kursi yang ad disampingnya.


"Kenapa? kok kayaknya kaget banget liat aku" lanjut Adit


"Gak apa-apa cuma kaget aja tumben kamu beda banget pake bajunya"


"Lebih ganteng kan keliatannya" ucap Adit sambil tersenyum menggoda Nayla.


"Dih PD banget sih Dit" desis Nayla pelan.


"Aku denger loh yang kamu bilang apa tadi"


"Tapikan aku gak bilang kaya gitu,kuping kamu aja tuh yang salah denger" Nayla langsung masuk kedalam rumah dan mengambil tas kecil yang tadi ia simpan di bangku depan.


"Ayo cepat katanya mau keluar" Nayla langsung berjalan ke arah motor yang terparkir didepan rumahnya.


"Gak sabaran amat sih yang pengen meluk aku dari belakang" ucap Adit sambil tersenyum lalu ia pun segera naik keatas motornya.


Nayla hanya tertegun mendengar ucapan Adit.

__ADS_1


"Kenapa kepedean kamu dari dulu gak berkurang sih Dit" Nayla langsung duduk dibelakang Adit.


"Pegangan dong Nay tar jatuh aku lagi yang disalahin" pinta Adit


"Dih gak mau ah, bilang aja kamu minta aku peluk" tolak Nayla


"Ya anggap aja di peluk kamu itu bonus yang, yang utama nya kamu pegangan tuh biar safety" ujar Adit sambil melajukan motornya perlahan.


"Gak mau,lagian kamu pake motor yang nungging gini nanti aku malah sakit pinggang" tolak Nayla


"Kan ini motor kenangan kita yang,kamu inget gak kita ke Bogor naik motor ini" ucap Adit sambil mengingat masa-masa pdkt dengan Nayla dulu.


Nayla hanya terdiam mendengar celotehan Adit.


Entah kenapa tiba-tiba saja ingatannya kembali pada saat mereka pacaran dulu,Adit yang sering kali membohonginya dan berkali-kali selingkuh.


Tiba-tiba saja niatnya yang sudah bulat kembali goyah, ia kembali ragu, ada banyak pertanyaan dalam benaknya saat ini.


"Sayang kok kamu diem aja sih, ayo turun udah sampe nih" ucap Adit yang berhasil menyadarkannya.


Sejenak ia melihat sekitarnya, saat ia mengedarkan pandangan nya tiba-tiba saja ia melihat ada sosok wanita sedang berdiri menatap kearahnya.


Nayla masih berdiri sambil terus melihat kearah sosok wanita yang berdiri tak jauh dari nya.


Adit yang tadinya sudah berjalan masuk dan duduk di salah satu saung kini kembali ke parkiran dan melihat Nayla yang masih saja mematung sambil terus menatap kearah salah satu sudut parkiran.


Iya pun ikut melihat kearah dimana tatapan Nayla terpokus.


Ia sedikit mengerutkan dahinya,secara tidak sengaja juga Indra keenamnya kembali terbuka, ia dapat dengan jelas melihat sosok wanita yang telah berhasil membuat Nayla tertegun.


"Ayo masuk Yang,aku udah persen makanan tar keburu dingin gak enak loh" Adit langsung menarik tangan Nayla dan membawanya ke saung yang tadi ia tempati.


"Udah Nay jangan dipikirin apa yang kamu lihat tadi" ucap Adit sambil menaruh satu sendok nasi dipiring Nayla.


"Iya Dit,tapi kayaknya aku pernah liat wajahnya deh"


"Nay...yang namanya Jin itu bisa aja ngerubah wajahnya sesuai yang dia mau, udah sekarang kita makan aja" ucap Adit berusaha mengalihkan perhatian Nayla dari sosok yang tadi ia lihat.


Mereka pun makan dan saling diam.

__ADS_1


"Bukannya tadi itu Ina ya?" tanya Nayla dan berhasil membuat Adit tersendak.


"Ya ampun sayang,kenapa kamu bilang begitu sih,Ina tuh udah tenang di alam sana" jawab Adit sambil meneguk satu gelas es jeruk yang ia pesan.


"Tapi Dit...." Nayla belum sempat melanjutkan kata-katanya tiba-tiba saja jari telunjuk Adit susah menempel di bibirnya seakan memberi isyarat agar tidak melanjutkan kata-katanya.


Ia pun membelalakkan matanya.


"Adit..." seru Nayla sedikit kesal


"Ya ampun sayang,aku kan didepan kamu gak usah teriak sih manggilnya" gurau Adit.


"Bukan gitu pedes tau,tangan kamu tuh banyak sambelnya" ucap Nayla kesal.


Adit pun langsung melihat jari-jari tangannya yang penuh dengan sambal, lalu ia tersenyum sambil menatap Nayla yang cemberut.


"Maaf ya sayang, pedes ya, sini aku cium biar pedes nya pindah ke aku" ucap nya bercanda namun berhasil membuat Nayla bertambah kesal.


Ia pun mengambil satu potong timun lalu melemparkannya kearah Adit.


Adit tersenyum puas karena ia berhasil membuat wajah Nayla seketika bersemu merah.


Sementara itu di rumah Nayla, Empok sedikit kerepotan karena Rania terus saja menangis sejak di pasar malam tadi.


Ia pun berusaha menghubungi Nayla namun entah kenapa tidak tersambung.


Akhirnya Empok pun berinisiatif datang kerumah Aa Iwan dan kebetulan Aa baru saja tiba.


Setelah hampir 15 menitan akhirnya Rania pun berhenti menangis.


"Rania kenapa Aa?" tanya Empok yang penasaran.


"Gak apa-apa Pok, ayo aa anterin pulang" Aa pun langsung mengeluarkan kembali motornya dan mengantarkan Empok pulang.


Haii semua maaf ya kalau masih banyak typo


maaf juga baru up lagi.


Jangan lupa tatap kasih dukungan dan semangat ya buat author.

__ADS_1


Like , komennya author tunggu.


Love U all


__ADS_2