TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 171


__ADS_3

☆☆☆ Selamat Membaca ☆☆☆


Pagi pun tiba,suara kicauan burung terdengar begitu indah.


Naylapun bangun dari temapat tidur dan berjalan menuju jendela kecil yang terdapat di kamar itu,


Jendela dengan jeruji kayu layaknya dipenjara,sambil memegang kayu Nayla berpikir jika ia bisa kabur dari jendela itu namun ia sedikit ragu setelah melihat kedepan hanya terdapat pepohonan.


"Apa yang kamu pikirin Nay?berusaha cari jalan buat kabur???"tiba-tiba suara Fikar membuyarkan konsentrasinya.


"Jangan pernah mikir buat kabur sayang kalau masih sayang ama nyawa kamu,ini tuh hutan dan jauh dari perkampungan dan posisinya ini tuh dipaling atas" ucap Fikar menjelaskan posisi mereka saat ini.


"Siapa lagi yang mau kabur"ucap Nayla berbohong.


"Aku tau apa yang ada dalam pikiran kamu sayang,tenang aja kita gak akan tinggal disini,besok kita akan menikah sayang,seminggu kemudian kita akan tinggal di kota"ucap Fikar dengan santainya.


"Aku gak mau nikah ama kamu,gara-gara kamu aku ketinggalan bus akhirnya aku juga kan yang rugi"ucap Nayla kesal.


"Tenang aja Nay aku akan ganti kerugian kamu,nih buat ganti ongkos bus kamu" Fikar menaruh amplop coklat diatas meja.


"aku pergi ke tambang dulu,kalau mau selamat jangan keluar dari rumah ini" ancamnya kemudian ia keluar dan terdengar suara pintu dikunci dari luar.


"Dasar gila,gimana gw mau keluar,pintu aja dikunci,udah gitu di jaga,percuma ada uang tapi gak bisa kabur"gerutu Nayla sambil mondar-mandir didalam kamar.


Hampir 5 jam Fikar pergi entah kemana, Saat Nayla sedang berpikir tiba-tiba terdengar suara motor berhenti,Naylapun segera melihat dari jendela ternyata Fikar yang baru saja tiba.


Ia nampak tergesa-gesa masuk sambil membawa sebuah bungkusan.


"Sayang aku mau kamu coba baju ini"Fikar menaruh sebuah bungkusan diatas meja.


Nayla melihat bungkusan yang dimaksud Fikar.


"Apa ini...?"Nayla mengeluarkan sebuah baju kebaya berwarna putih


"Buat apa'an ini?"tanya Nayla sambil mengerutkan dahinya


"itu buat besok akad nikah kita sayang"jawab Fikar


"Apa nikah?"


"Kan aku udah bilang aku gak mau nikah ama kamu" ucap Nayla lalu membuang kebaya putih itu


Fikar pun tersulut emosinya,ia berjalan mendekati Nayla dengan wajah memerah menahan amarahnya.


"Kenapa kamu gak mau menikah denganku Nay"tanya Fikar sambil mecengkram bahu Nayla dan sedikit meremasnya.


"Sakit Kar" Nayla berusaha melepaskan diri dari cengkraman Fikar


"Jawab Nay,kenapa kamu gak mau menikah denganku" gertak Fikar


"Karena aku gak suka sama kamu Kar"jawab Nayla tak mau kalah


"Kalau begitu aku akan buat kamu bisa menerima aku Sayang"ucap Fikar sambil mengelus pipi Nayla


"Gak usah pegang-pegang"Nayla menghempaskan tangan Fikar dari wajahnya


"Aku akan membuatmu hamil Nay,dengan begitu kamu akan meminta untuk aku nikahi"ucap Fikar dengan mata yang sudah memerah


"Ap..apa maksud kamu Kar?"tanya Nayla gugup dan mulai merasa ketakutan.


"Aku rasa kamu ngerti maksud aku Nay" Fikar semakin mendekati Nayla dan berusaha mendekap Nayla namun Nayla bisa menghindar,ia berlari menjauh dari Fikar yang berusaha menangkapnya.


Saat Nayla hendak berlari lagi kakinya tersandung kaki meja alhasil ia pun terjatuh,dengan seringai ala devil Fikar membopong tubuh Nayla dan menghempaskannya diatas kasur.


Dengan sigap Naylapun menghindar saat Fikar hendak menyergapnya kembali.

__ADS_1


"Toooollllooong"Toooollloooonnnggggg"


Teriak Nayla sekencang mungkin.


Fikar hanya tersenyum melihat Nayla yang ketakutan dan tak bisa bergerak lagi.


"Mmaaaamaa tolong Nayla..."teriak Nayla sambil terisak karena takut melihat Fikar yang sudah mulai melepas kemejanya dan berjalan semakin mendekat kearah Nayla


"Mama tolong Nay takuttt"teriak Nayla sekencang mungkin.


Nayla menangis sejadi-jadinya


"Fikar..jangan aku mohonnn"pinta Nayla memelas


Fikar sudah tak dapat lagi menahan hawa nafsunya ia pun segera menarik tangan Nayla dan mendekapnya lalu ia berusaha mencium Nayla namun Nayla terus meronta dan memberikan perlawanan.


Nayla menggigit bahu Fikar dengan sangat kencang hingga pria itu melepaskan cengkaramannya.


Wajah Fikar nampak memerah menahan amarahnya.


"Kau...beraninya menggigitku "ucap Fikar geram


Plakkk


Fikar menampar pipi Nayla dengan sangat kencang hingga gadis itu tersungkur dan ada cairan merah yang mengalir dari sudut bibirnya.


Nayla memegangi pipinya yang terasa panas sambil menangis


"Loe emang iblis Kar,gw benci loe"teriak Nayla sambil menangis memegang pipinya yang mulai sedikit membengkak


"Kamu yang memaksa aku berbuat kasar Nay" Ucap Fikar lalu ia kembali menarik nayla dan kembali menghempaskannya keatas tempat tidur.


Fikar berusaha memcium gadis itu dengan brutal


"Fikar...jangannn..."Nayla terus meronta sambil menangiss...


"Adiittt tolongg aku...."teriak Nayla tanpa sadar menyebut nama sang kekasihnya


Nayla yang sudah kehabisan tenaga akhirnya hanya dapat menangis Fikar mengikat kedua tangannya pada headbed tempat tidur.


Saat Nayla sudah pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya tiba-tiba


Bruaakkk


pintu kamar didobrak paksa dari luar,Fikarpun langsung menghentikan aksinya dan melihat siapa yang berani mengganggu kesenangannya.


"Nayla..."


"Apa yang kamu lakukan pada putri ku Kar"ucap Papa Nayla yang datang bersama dengan ayah Fikar,Jafar dan beberapa orang polisi.


Papa Nayla mengis melihat keadaan putrinya yang sudah tak sadarkan diri dengan keadaan kedua tangan terikat dan ada noda darah disudut bibirnya.


"Maafin Papa Nay"


"Nayla bangun nak,ini Papa sayang"


Teriak Papa Nayla yang tak dapat menahan kesedihannya.


Jafar pun ikut menangis melihat Nayla yang tak sadarkan diri,ia langsung membuka ikatan ditangan Nayla dan membopong Nayla keluar.


Sementara itu Fikar langsung dibawa oleh polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Tiga hari Nayla menjalani perawatan di rumah sakit untuk memulihkan kesehatannya.


Setelah memberi keterangan kepada pihak kepolisian akhirnya Nayla diijinkan kembali ke jakarta.

__ADS_1


Tak mau mengulangi kesalahan yang sama kali ini Papa Nayla yang langsung mengantar putrinya hingga naik pesawat.


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam naik pesawat akhirnya Naylapun kembali menjejakan kakinya di jakarta.


"Akhirnya aku kembali kesini juga"Nayla merentangkan kedua tangannya lalu ia berjalan menuju kedepan dimana terdapat bus yang akan membawanya kembali ke kota "B"


"Assalam mualaikum Pok"Nayla memberi salam dan menbuka pagar rumahnya yang telah ia tinggal hampir 6 bulan lamanya.


Sementara itu Adit nampak bahagia begitu mendapat kabar dari Papa Nayla kalo Hari ini Nayla sudah kembali ke Jakarta dan kemungkinan sudah berada dirumah.


"Akhirnya kamu kembali Nay"


"Liat aja ya Sayang aku akan kasih kamu pelajaran sedikit karena udah berani ninggalin aku"Ucap Adit setelah mendapat kabar dari Papa Nayla.


Beberapa ide jahil pun mulai bersarang di otaknya untuk menjahili kekasihnya itu.


Seminggu berlalu setelah kedatangan Nayla kembali di kota "B"


Karena merasa bosan akhirnya Nayla pun memutuskan untuk ikut kursus salon.


Setelah mencari-cari akhirnya ia pun mulai kursus di sebuah ruko yang masih berada didalam perumahannya.


Entah karena kebetulan atau karena memang mereka berjodoh tempat Nayla kursus salon bersebelahan dengan tempat Fitnes milik Adit dan kebetulan juga salon itu langganan Adit kalau ia keramas atau facial.


Suatu hari tanpa sengaja Adit melihat Nayla keluar dari salon itu dan menyebrang untuk membeli es kelapa muda.


"Nayla benarkah itu kamu sayang,aku kangen banget sama kamu"ucap Adit dari tempat usahanya.


Adit memang sengaja tidak ingin dulu menenui gadis itu,ia ingin gadis itu duluan yang menemuinya.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di otaknya,ia pun segera menemui Damra salah satu pegawai salon itu untuk diajak kerja sama dengannya.


Setelah mereka sepakat akhirnya rencana Aditpun dijalankan Adit meminta Damra untuk berpura-pura menjadi kekasihnya.


Ia ingin tau bagaimana reaksi Nayla jika tau kalau Adit sudah mempunyai pengganti dirinya.


"Nay..kamu udah ada orang yang mau dipotong rambutnya gak"tanya Damra


"udah ada Ra tapi anak kecil semua"jawab Nayla


"Ada berapa?"


"Ada 5 bocah, itu juga gw iming-imingin duit goceng perorang" Jawab Nayla sambil tertawa


yah Nayla memang sudah mendapatkan 5 orang anak kecil untuk menjadi bahan eksperimennya memotong rambut.


Gantung lagi ahhh.....


Biar pada kepo .....


Jangan lupa ya tetap dukung author


seperti biasa tap tanda :


Like


Rate


Vote dan juga


Kritsarnya


salam maniss


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2