TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 32


__ADS_3

Hari Sabtu pun tiba Nayla akhirnya ikut dengan Adit dan teman-temannya kemping.


Adit hanya menyuruh nayla membawa keperluannya sendiri selebihnya sudah disiapkan oleh adit.


setelah istirahat sebentar dan sarapan mereka pun berkumpul dirumah teman adit yang lokasi rumahnya dekat dengan jalan raya agar lebih mudah.


setelah mengecek semua perlengkapan dan semuanya dipastikan ok akhirnya merekapun berangkat dengan naik bus menuju kota cianjur.


Setelah hampir tiga jam merekapun sampai di cimacan.


begitu turun dari bus dan mencari tempat yang sedikit nyaman adit mengumpulkan foto kopi ktp dari semua yang ikut namun sialnya nayla lupa dia tidak membawa.


akhirnya adit dan nayla mencari tukang fotocopy terdekat namun tidak ada akhirnya mereka menuju pasar cipanas hanya untuk fotocopy


"maaf ya dit gara-gara aku jadi repot"ucap nayla sambil menatap wajah adit


"ngomong apa sih nay,aku aja gak merasa direpotin kok"jawabnya sambil membalas tatapan nayla


"aku jadi gak enak sama temen-temen kamu"


"temen yang mana nih maksudnya?"tanya adit sambil tersenyum.


aku tahu maksud perkataan adit kemana aku pun memanyunkan bibirku kesal


aditkan tahu kalau aku tak mau membahas soal yang begituan apa lagi aku punya kenangan buruk ditempat ini.


"ishhh kamu mah begitu jangan di ingetin dong dit"rengekku sambil mencubit lengan adit karena kesal.


aditpun meringis dan aku lihat tangannya memerah akibat cubitanku tadi


"maaf ya" sesalku sambil mengelus tangannya yang memerah.


"he...he biasa aja nay"jawabnya sambil mengambil tanganku yang tadi mengelus tangannya.


Setelah dirasa semua lengkap kamipun naik angkot sampai di depan gerbang cibodas.karena masih siang kami pun segera naik menuju ke tempat pendapaftaran sambil menunggu kamipun bercengkrama entah kenapa aku juga bisa begitu cepat akrab dengan teman-teman kerja adit.


"nay katanya kamu juga suka naik gunung ya?"tanya mas agus sambil memainkan ponselnya mencari sinyal.


"iya mas tapi udah lama gak pernah heking lagi "jawabku sambil bersandar pada tas keril adit yang besar.


"kenapa?"tanya mas slamet


"sama mama gak boleh mas,katanya disuruh belajar masak bukannya belajar naik gunung"jawabku yang langsung mendapat sambutan tawa dari semuanya


"emang ada yang lucu ya dit,kok pada ketawa"tanyaku sambil cemberut pada adit


adit yang tadinya ikut tertawa kini berusaha menahan tawanya lalu mengelus rambutku lembut.

__ADS_1


"ya...emang lucu nay,tapi kata mama kamu bener juga cewe itu harus bisa masak"ucapnya masih dengan posisi bersandar pada kerilnya


"aku juga bisa masak tau tapi yang gampang doang"jawabku sedikit ketus


namanya juga anak gunung semua yang aku omongin walau kadang sedikit ketus dan kasar tak ada yang diambil hati menurut mereka itu hanya sebagai bahan candaan saja.


"emang selain disuruh belajar masak apa lagi nay alesan nyokap ngelarang gak boleh camping lagi" tanya mas agus yang sepertinya sudah mendapatkan sinyal


"nay jawab tapi janji jangan pada ketawa ya"pintaku dan merekapun menjawab "iiyaaa"berbarengan


"takut peralatan dapur mama abis semua"jawabku.


"apa hubungannya nay"tanya mas slamet yang mulai kepo


"he...."aku ragu untuk menjawab takut mereka akan tertawa lagi seperti tadi


"kok diem sih jawab napa" tanya mas eko yang dari tadi diam kini ikutan berbicara


"hemmmm...soalnya kalo nay kempingkan biasanya bawa peralatan masak kaya panci sama penggorengan kecil dan kebiasaan nay juga kalo pulang pasti gak pernah dibawa, kalo ga dijual ya ditinggal aja disana"jawabku sambil melihat wajah mereka satu persatu dan yang kulihat terakhir wajah adit yang nampak memerah karena menahan tawa dengan pipi yang mulai mengembung


karena geregetan aku pun menepuk pipi adit dengan kedua tanganku hingga akhirnya suara tawa itu terdengar lagi


"tuh kan pada ketawa lagi"gerutuku


setelah selesai di bagian pendaftaran kami pun segera naik dan begitu tiba dipersimpangan air terjun cibeureum kami sempat istirahat sebentar lalu melanjutkan perjalanan menuju air panas.


saat dalam perjalanan menuju batu kukus 3 aku merasa ada yang sedikit aneh seperti ada yang mengawasi dari balik pepohonan ditambah lagi suara binatang yang membuat aku bertambah was-was


"dit ada yang ngikutin kita ya"tanya ku pada adit sambil memegang tangan kekar adit dengan kencang.


"jangan dirasa nay ditempat begini mah banyak,kamunya jangan terlalu takut kan ada aku ok"ucap adit berusaha menenangkan aku.


aku pun menganggukan kepala bertanda iya.


"ada apa dit"tanya mas agus pada adit karena melihat aku yang ketakutan


"gak ada apa-apa,nayla cuma cape duluan gih tar tunggu diatas aja"perintah adit pada keempat rekannya merakapun melanjutkan perjalanan


"dit kaki aku berat"rengekku lalu aditpun sedikit menundukan badannya lalu mengelus kaki bagian kananku dan tak lama kemudian kakiku kembali bisa ku angkat lagi.


setelah meneguk minuman dalam botol kamipun melanjutkan perjalanan menyusul keempat teman adit yang sudah lebih dahulu naik.


setibanya kami di air panas hari sudah gelap kami pun mencari tempat yang nyaman untuk mendirikan tenda.


kami memang hanya membawa 2buah tenda setelah tenda berdiri adit dan mas agus segera mengeluarkan kompor gas lalu memasak air dan menyeduh kopi.


"nay kamu didalem aja disini anginnya dingin" ucap adit sambil memberikan secangkir kopi yang masih mengepul

__ADS_1


hari semakin gelap hanya ada cahaya dari lampu lentera yang kami bawa.


"kamu tidur gih nay,nih pake sleeping bag"ucap adit sambil mengeluarkan sleeping bag dari dalam kerilnya akupun segera masuk dan menarik sletingnya hingga batas leher belum sempat aku terlelap aku merasa ada sesuatu diatas wajahku dan begitu aku membuka mata aku melihat sesosok wanita dengan wajah pucat yang sedang menatapku jarak antara wajahnya dengan wajahku hanya sejengkal


aku pun berteriak sekencangnya seketika itu juga badanku terasa kaku tak bisa bergerak aku pun berusaha membaca ayat-ayat suci semampuku.


keringat mengucur deras membasahi tubuhku sosok itu masih menatapku tapi tatapannya sendu walaupun begitu sebagai manusia normal tetap saja aku ketakutan.


beruntung adit masuk kedalam tenda dan melihatku yang pucat pasi ia pun membuka seleting sleeping bag ku lalu mengusap wajahku beberapa kali.


begitu aku bisa mengendalikan rasa takutku akupun segera duduk dan memeluk adit erat masa bodo dengan pikiran teman-temannya


"udah gak ada nay hantunya,tenang ya"ucap adit sambil mengelus punggungku lembut


mas agus,slamet dan mas eko segera masuk begitu mendengar suara teriakanku


"ada apa dit?"tanya mas eko yang melihat aku masih ketakutan


"biasa ko ada yang ganggu"jawab adit santai


"ya udah pintu tendanya dibuka aja,kamu pake sleeping bag kan?" ucap mas agus


akhirnya merekapun berkumpul ddidepan tenda nayla sambil bermain kartu.


Nayla yang tak bisa tidur sayup-sayup telinganya mendengar suara tertawa wanita ia pun menggenggam erat tangan adit yang berada tak jauh darinya.


semakin lama suara tertawa itu semakin jauh namun tetap membuat semua bulu halus ditangan dan tengkuk nayla berdiri.


nampak wajah ketakutan diwajah nayla adit yang merasa tangannya diremas kuat oleh nayla langsung melihat wajah nayla yang kembali pucat karena takut.


aditpun menutup kedua telinga nayla dengan tangannya lalu mendekap nayla erat


keempat teman adit melihat kearah nayla yang ketakutan


"ada sesuatu yang gangguin terus nih dari dibawah tadi" ucap adit pada teman-temanya


"oh...cewe yang muka sendu itu ya"sela mas eko yang ternyata sudah tahu


aditpun hanya menganggukan kepala


nayla nampak bingung kenapa mereka tahu,kalo mereka melihat tapi kok gak takut ya.ada banyak pertanyaan dalam benak Nayla


namun ia tak berani untuk bertanya.


saat adit menyuruhnya tidur ia tak berani memejamkan matanya ia takut sosok itu muncul lagi.


dengan susah payah adit dan yang lain menyakinkan nayla Kalau sosok itu sudah tidak ada akhirna nayla pun tertidur

__ADS_1


__ADS_2