TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 125


__ADS_3

\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Setibanya dirumah tubuh Nayla langsung terkulai lemas beruntungnya Haris berdiri tak jauh darinya hingga ia langsung menyangga tubuh Nayla yang hampir saja jatuh dari


motor.


"Ya allah Nay yang kuat Nak.."Pap Nay langsung berlari keluar begitu mendengar suara ramai diluar sana.


Tanpa sadar Papa menitikan air mata melihat tubuh Nayla yang digotong oleh Haris,Adit dan beberapa tetangga.


Kini Nayla tak sadarkan diri Haris dan Adit menemaninya di kamar bawah,kamar Mama dan Papanya yang beberapa bulan terakhir ini sering ia tempati saat ia merasa ketakutan.


Sementara itu diluar sana Mama Neneng dan beberapa orang tetangga sedang sibuk merapihkan rumah Nayla untuk acara tahlilan nanti malam.


Para pelayat masih saja ramai berdatangan,mungkin karena selama hidupnya almarhumah Mama Nay mudah bergaul,ia juga sangat sering membantu orang-orang yang kesusahan tanpa pamrih bahkan ia mempunya beberapa orang anak angkat.


Setelah hampir satu jam lamanya Nayla tak sadarkan diri,kini ia membuka matanya dan menyadari saat ini sedang berada dikamar Mamanya.


Tanpa sengaja ia melihat tumpukan baju yang sudah dirobek-robek tergeletak disudut ruangan dan ia sadar bahwa itu adalah baju terakhir yang Mamanya pakai.


Dengan kepala yang masih sedikit berdenyut Nayla turun dari tempat tidur dan berjalan perlahan hendak mengambil baju Mamanya,namun karena kondisinya yang teramat lemas akhirnya ia pun terjatuh.


gubbraakk


Mendengar ada yang jatuh Adit langsung menghampiri asal suara dan alangkah terkejutnya ia saat melihat Nayla sudah tergeletak dibawah.


"flashback on"


Saat itu Adit terpaksa meninggalkan Nayla yang masih tak sadarkan diri kedapur ia ingin membuat kopi untuk dirinya dan Haris.

__ADS_1


Sementara itu Haris mengambil beberapa cemilan untuk sekedar menganjal perut.


Saat Adit sedang mengaduk kopi tiba-tiba ia mendengar seperti ada yang jatuh,ia pun segera berlari masuk kedalam kamar"


"flashback off"


"Nay...kamu gak apa-apa kan"tanya Adit khawatir


"sakit Dit..."suara Nayla terdengar begitu pelan bahkan hampir tak terdengar


Aditpun langsung membopong Nayla untuk kembali dibaringkan diatas tempat tidur


"mana yang sakit.." Adit memeriksa tangan dan kaki Nayla namun tak ada yang terluka.


Tiba-tiba Nayla menangis


Haris yang biasanya selalu menggoda Nayla dengan tingkah lucu dan konyolnya kini tak dapat berbuat apa-apa ia hanya mendengarkan Nayla bercerita saat-saat bersama Mamanya dengan air mata yang mengalir deras.


Aditpun sama ia hanya mendengarkan semua cerita Nayla sambil sesekali menghapus air mata Nayla dengan sapu tangannya.


Entahlah ia merasakan saat ini hatinya begitu sakit nelihat Nayla menangis tanpa bisa menghiburnya.


Nayla merebahkan tubuhnya lalu memeluk guling yang biasa Mamanya pakai


"Mama...kenapa Mama ninggalin Nay"


"Nanti siapa yang bakal nemenin Nay saat Nay takut Mah...."


"Mama.... Mama...Nay gak bisa hidup tanpa Mama"

__ADS_1


"kenapa Mama gak ngajak Nay juga..."


Suara tangisan Nayla terdengar begitu sedih hingga tanpa terasa Adit dan Haris ikut menitikan air mata.


Tanpa disadari Papa yang tadinya hendak masuk kedalam kamar hendak mengambil sesuatu langsung menghentikan langkahnya didepan pintu.


Pria paruh baya itu pun ikut menitikan air mata mendengar ratapan putrinya.


Kini ia bersandar ditembok sambil menghapus air matanya,ia harus berusaha terlihat tegar didepan putrinya itu.


Setelah ia merasa tenang pria itu pun masuk dan berpura-pura tak mendengar apa pun.


"kamu sudah sadar Nak?"tanya Papa pura-pura tak mendengar apa-apa


"Pah...kenapa Mama tega ya sama Nay" masih dengan mendekap guling yang biasa Mamanya pakai


"Jangan bicara begitu Nay,kasian Mama disana pasti berat kalau kamu seperti ini"ucap Papa Nayla sambil duduk didekat putri pertamanya dan mendekapnya.


Adit dan Haris tak bisa berbuat banyak ia tahu bagaimana perasaan Nayla pasti berat.


Biarlah hanya untuk hari ini saja mereka membiarkan Nayla bersedih namun untuk kedepannya mereka akan berusaha untuk selalu menghibur Nayla dan berharap agar Nay bisa segara bangun dari ketepurukannya.


Haii para reader terima kasih masih setia dengan ceritaku,maaf ya di bab ini masih ada sedikit air matanya.


Jangan lupa terus dukung author dengan cara Like,vote dan Ratenya dan juga kritsarnya author tunggu


Salam Manis


Amellajj/Author

__ADS_1


__ADS_2