TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 339


__ADS_3

HAPPY READING


Hari berganti hari keluarga kecil Nayla sangat bahagia, ia mempunyai sepasang anak yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan.


Radit terkadang diambil dan di ajak menginap dirumah Adit.


Setelah kepergian Dina, Adit memutuskan untuk tidak menikah lagi, Ia merawat putrinya yang diberi nama Diana dibantu oleh adiknya Lilis.


Setiap harinya Adit terus berkerja, usaha kebugarannyapun semakin ramai, ia berniat akan menambah usahanya.


Hari itu Ryan berniat memberitahu Nayla tentang keberangkatannya yang akan kembali tugas luar kota selama enam bulan.


Walaupun terasa berat untuk Ryan meninggalkan keluarganya namun demi tugas negara ia pun harus menjalinnya.


"Tumben mas masih sore dah sampe rumah?" tanya Nayla yang sedang menggendong Rania saat melihat kedatangan Ryan padahal waktu baru saja menunjukkan pukul 17.15.


"Emang gak boleh ya mas pulang cepet?"ucap Ryan yang balik bertanya.


"Ya boleh lah mas, cuma kan tumben aja" Jawab Nayla mendekat lalu mencium tangan suaminya.


"Ranianya bobo kok gak ditaro sih yang, tar makin bau tangan loh" tanya Ryan yang melihat putrinya tidur sangat lelap dalam gendongan Nayla.


"Ini baru juga pules,tar kalo di taro bangun" ucap Nayla.


"Mas kok tumben banget sih jam segini udah pulang"lanjut Nayla.


"Ih gak suka ya mas pulang cepet" Ryan melepaskan kaos kakinya lalu menaruh sepatu nya dirak sepatu.


Ia berjalan mendekati Nayla dan berbisik "aku mau sama kamu lebih lama sayang".


Nayla menatap heran kearah suaminya yang kini sedang tersenyum.


"Nay..Ranianya taro dulu, trus mandi sana abis itu kita keluar"ajak Ryan sambil tersenyum.


"Mau kemana mas?"tanya Nayla yang bingung dengan Ryan yang tiba-tiba mengajaknya jalan.


Selepas magrib merekapun pamit keluar pada Empok dan meninggalkan Rania bersama Empok.


Kini mereka berada disebuah rumah makan yang dulu sering mereka datangi.


"Kita nostalgia sayang,kan dah lama kita gak berduaan kaya gini" goda Ryan pada Nayla yang masih kebingungan dengan sikap Ryan yang tiba-tiba saja menjadi sangat romantis.


Setelah selesai makan Ryanpun mengatakan yang sebenarnya jika Minggu depan ia akan kembali bertugas di pulau Sumatera.


Sesaat Nayla terdiam,seakan ia tak rela dengan kepergian Ryan kali ini.

__ADS_1


Setelah pulang dari rumah makan Nayla terus diam, ia seakan berat untuk merelakan kepergian Ryan kali ini.


Beberapa hari berlalu hingga tibalah akhirnya Ryan harus pergi.


Mobil yang menjemput Ryanpun sudah tiba.


Ryan segera berpamitan pada Nayla berkali-kali Ryan mencium kedua anaknya dan juga Nayla.


"Sayang aku berangkat ya,kamu hati-hati dirumah,jaga anak-anak kita"ucap Ryan lalu mengecup sekilas bibir Nayla.


Nayla bertambah heran "Ihhh mas gak malu apa,ada Empok juga" ucap Nayla dengan wajah sedikit merona karena malu.


Setelah kepergian Ryan hati Nayla merasa tak enak, ia kembali merasa ada yang aneh tapi ia tidak tahu apa.


Atas saran Empok akhirnya ia pun menelepon Ryan dan seketika itu juga rasa khawatirnya hilang.


"Tuh kan Empok juga bilang apa, Ryan baik-baik aja" tutur Empok menenangkan Nayla.


" Baru juga ditinggal beberapa jam dah kangen aja" gurau Ryan saat membalas pesan singkat yang Nayla kirim.


"Gak tau Mas aku tenang aja kalau dah denger suara kamu, telpon aku dong" balas Nayla


Ryan pun langsung memenuhi permintaan Nayla.


Setengah jam lama mereka VC karena Ryan mulai memasuki kawasan hutan dan pegunungan sinyalpun tak bisa diajak bersahabat.


Malam itu Nayla merasa begitu ngantuk ia pun langsung terlelap sasaat setelah merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Sayang jika nanti aku pergi duluan, aku ikhlas jika kamu menikah lagi dengan orang yang kamu sayangi, jaga dan urus anak-anak kita dengan baik" ucap Ryan yang kemudian ia berjalan mundur sambil melambaikan tangan kearah Nayla yang berusaha berlari mengejarnya.


"Mass... jangan tinggalin aku"


"Masss kembali mass" teriak Nayla sambil terus berlari mengejar Ryan yang terlihat semakin jauh.


Karena tak lagi mampu berlari akhirnya Naylapun terjatuh.


"Mas... jangan pergi"


"Jangan tinggalin aku mas..." Nayla berteriak sekencang mungkin berharap Ryan mendengar suara panggilannya.


Teriakan Nayla berhasil terdengar oleh Empok yang kebetulan lewat depan kamarnya.


Empokpun langsung masuk dan melihat Nayla yang berteriak-teriak dengan mata terpejam.


Ia pun langsung membangunkan Nayla, Naylapun langsung terbangun saat ada yang menepuk kuat pipinya.

__ADS_1


Ia terbangun dengan wajah bersimbah keringat.


"Kamu mimpi apa sih Nay kok kayanya ..." Empok tak berani melanjutkan kata-katanya ia takut jika Nayla tersinggung.


"Nay mimpi Mas Ryan Pok" ucap Nayla dengan wajah sedih.


"mungkin itu kamu mikirin dia terus Nay jadi kebawa mimpi" tutur Empok berusaha menenangkan Nayla.


Untuk menghilangkan rasa khawatirnya ia pun langsung mengambil wudhu lalu Naylapun membaca Al-Qur'an, setelah membaca ayat suci Al-Qur'an hati Naylapun sedikit tenang.


Hari pun berganti pagi,Nayla burusaha menghubungi Ryan namun tak berhasil.


"Mungkin tidak ada sinyal" pikir Nayla yang entah sudah berapa kali mencoba menelpon Ryan namun selalu tidak terhubung.


Hingga sore tiba Nayla tak dapat menghubungi Ryan, perasaan semakin takut, ia takut jika mimpinya akan menjadi nyata.


Kemanapun ia pergi ponselnya tak pernah lepas dari tangannya sekalipun ke kamar mandi tetap ia bawa.


Empok yang melihat Nayla begitu khawatir akhirnya ikut merasakan apa yang Nayla rasakan,soalnya ia tahu jika Ryan sangat menyayangi Nayla biasanya ia akan mengabari Nayla begitu ada sinyal.


Malamnya Nayla tak bisa tidur dengan nyenyak,ia takut jika mimpi itu akan kembali menghampirinya, hingga setelah sholat subuh ia baru bisa tidur dengan nyenyak.


Empok setengah berlari saat mendengar suara ponsel Nayla berdering, Nayla sengaja memasang ponselnya dengan volume full agar ia mendengar saat ponselnya berdering.


Karena mengantuk Naylapun tak terbangun saat ponselnya berdering sangat kencangnya.


Empok sedikit ragu untuk menjawab panggilan telepon saat melihat no ponsel yang tak ada namanya.


Karena takut ada hal penting akhirnya Empokpun menerima panggilan itu dengan sedikit menjauh dari Nayla agar ibu muda itu tidak terbangun.


Wajah Empok berubah menjadi pucat setelah menerima panggilan telepon dari no yang tak diberi nama itu.


Tiba-tiba saja air mata Empok mengalir


"Ya ampun gimana nanti bilangnya sama Nay" ucap Empok pelan sambil mendekap ponsel Nayla.


Tiba-tiba saja lutut nya lemas hingga tak mampu menopang tubuhnya, akhirnya Empokpun terduduk lemas dilantai.


Air matanya terus mengalir.


Hallo semuanya dah up lagi ni.


Jangan lupa like dan komen nya juga ya


Terimakasih buat yang masih setia mampir disini.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/Author


__ADS_2