
🌹HAPPY READING
Beberapa tahun berlalu sejak kepergian Ryan,kini Raditpun sudah mulai sekolah TK.
Setiap hari Nayla mengantar Radit.
Siang itu Nayla sedikit terlambat datang menjemput Radit disekolah nya.
Dengan sedikit terburu-buru ia memacu motornya agar putra nya tidak menunggu terlalu lama.
Nayla sedikit heran saat ia tiba melihat Radit sedang menangis dan beberapa gurunya mencoba untuk menenangkan nya.
"Assalamualaikum maaf Bu guru ada apa ya kok Radit menangis?" tanya Nayla penasaran.
"Bunda hu...hu Radit mau ayah" tiba-tiba saja Radit semakin jadi menangis sambil memeluk Nayla.
"Radit kenapa sayang,kok tiba-tiba inget ayah? nanti sore kita ke makam ya" bujuk Nayla sedih.
"Radit mau ayah"
"Radit mau kaya temen-temen Radit bunda" ucap Radit disela-sela tangisan nya.
"Radit kan punya Papa Adit sayang,udah ya anak bunda jangan nangis lagi,nanti gak ganteng kalo nangis" bujuk Nayla lagi.
"Radit mau Ayah" ucap Radit sambil berteriak-teriak sambil menangis.
Karena tak berhasil membujuk Radit agar berhenti menangis akhirnya Naylapun menelfon Adit dan memintanya untuk datang ke sekolah Radit.
Adit yang kebetulan sedang berada di tempat kebugaran milik nya tak butuh waktu lama untuk sampai ke sekolah Radit.
"Assalamualaikum"sapa Adit yang langsung menghampiri Radit.
"Papaaaa" Radit langsung berlari menghampiri Adit yang baru saja masuk.
"Kenapa anak Papa kok nangis sih" tanya Adit lembut pada putranya.
"Radit ma..mau ayah huaaa ayahaa....." tangis Radit semakin kencang sambil terus memanggil ayahnya Ryan.
"Udah diem sayang kan ada Papa"
"Radit kangen sama ayah Ryan?" tanya Adit lembut sambil menghapus air mata Radit.
Radit hanya menganggukkan kepalanya
"Ya udah kita ke makam ayah Ryan ya,tapi anak Papa gak boleh nangis lagi" Adit lalu menggendong Radit lalu pamit pada guru Radit yang sedari tadi membujuk Ryan.
Naylapun mengikuti dari belakang.
Merekapun menuju tempat pemakaman umum tempat Ryan dimakan kan.
Begitu tiba disana merekapun langsung memanjatkan doa.
Saat sedang khusu berdoa tiba-tiba Radit berbicara sendiri seakan ia sedang berbicara dengan seseorang.
Nayla memperhatikan Radit yang seperti sedang bercanda dengan seseorang.
"Apa Radit sedang melihat Papanya ya" batin Nayla.
"Mass kamu disini?"
"Aku juga kangen kamu mas,mau liat kamu" ucap Nayla dalam hati.
__ADS_1
"Bunda ada ayah,kata ayah bunda jangan nangis terus" ucap Radit tiba-tiba.
"Radit lihat ayah dimana?" tanya Adit pelan
"Ayah udah pergi tadi ada disini,kata ayah Radit gak boleh nakal pa" kata-kata Radit membuat hati Nayla semakin sedih.
Setelah beberapa saat mereka disana akhirnya mereka pun kembali kerumah Nayla.
Rania yang kebetulan sedang bermain bersama Empok langsung menghambur kepelukan Adit dan meminta di gendong.
"Papa...Nia mau gendong" Raania langsung memegangi kaki Adit karena minta di gendong juga .
Aditpun langsung menggendong Rania dengan tangan satunya lagi.
Radit langsung minta turun dan membiarkan Rania yang di gendong oleh papanya.
Setelah berganti pakaian mereka pun makan bersama.
Entah karena terlalu cape bermain Rania dan Raditpun tidur cepat malam itu seakan tau jika Papa mereka perlu waktu berbicara dengan mama mereka.
Nayla yang sedang duduk sambil memegang ponselnya tak memperhatikan jika Adit sudah duduk disebelah nya.
"Nay..."
"Astaghfirullah alazim, kamu ngagetin aja Dit"reflek Nayla memukul bahu Adit karena kesal.
"Kamu lagi ngelamunin apa Nay?" selidik Adit sambil menatap wajah Nayla.
"Kepo banget sih kamu Dit" Nayla menggeser posisi duduknya sedikit menjauh dari Adit.
"Lah kenapa ngejauh sih Nay, aku gak gigit kok"gurau Adit yang langsung mendapat tatapan tajam dari Nayla.
Adit yang mengerti akan tatapan mata Nayla langsung meminta maaf.
"Ngomong aja siapa yang larangan juga"jawab Nayla dengan nada sedikit ketus.
"Nay..aku ingin kita rujuk lagi,bukan demi aku atau demi kamu tapi demi anak-anak kita"
"Apa kamu gak kasihan sama Radit dan Rania?"
Nayla hanya diam mendengar permintaan Adit.
Tiba-tiba saja ingatannya kembali pada beberapa tahun silam saat Adit membohonginya dan menduakannya dengan sang mantan yang kini telah tiada.
Tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja tanpa permisi.
"Nay kamu kenapa?" tanya Adit cemas.
"Aku gak mau bahas itu dulu Dit" suara Nayla terdengar pelan.
"Aku tau Nay aku banyak salah dulu,tapi apa aku gak punya kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya" tutur Adit sambil menatap Nayla.
Untuk sesaat Nayla terdiam, walaupun jauh dalam hatinya ia ingin memberikan Adit satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya,namun saat ia ingin berkata "iya" mulutnya seakan terkunci dan tiba-tiba saja bayangan pahit masa lalu itu muncul kembali hingga membuatnya semakin bimbang.
Malam itu setelah Adit berusaha membujuk Nayla namun kegagalan lagi yang ia dapat, ia pun pamit pulang.
Semakin hari toko kue Nayla semakin ramai ada berbagai inovasi yang ia ciptakan hingga rasa kue yang ada di tokonya berbeda dengan toko-toko kue lainnya.
"Assalamualaikum,mbak Nayla nya ada"
Nayla langsung keluar dari ruangannya saat sayup terdengar suara seorang pria yang mencari dirinya.
__ADS_1
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh Aa,kapan datang?" Nayla terlihat sangat bahagia saat melihat sosok Aa Iwan yang kini berada didepannya.
Ia pun mencium tangan Aa dan membawa nya masuk kesudut ruangan yang terdapat beberapa bangku kosong.
Karena lama tak bertemu mereka pun saling bertukar cerita.
Hari-hari pun berlalu dengan dibimbing oleh Aa Iwan kini Nayla sudah lebih berani dari sebelumnya bahkan terkadang ia dapat membantu orang yang sedang kesusahan yang berkaitan dengan hal yang mistis.
Sore itu Nayla,kedua anaknya dan juga Lilis bermain di taman,ada rasa sakit dihatinya saat melihat sekumpulan orang dengan keluarga yang utuh.
"Bunda ayo main bola sama Radit" Radit yang tadinya asik bermain dengan beberapa anak kecil yang baru saja ia kenal mendadak menghampiri Nayla lalu menarik tangan nya untuk segera berdiri dan menemaninya bermain bola.
Nayla yang sudah terbiasa menemani Radit bermain bola dengan pelan menendang bola yang Radit lempar.
"Bunda coba Ayah Radit masih ada pasti Radit kaya gitu ya Bunda" tunjuk Radit pada sebuah keluarga yang sedang asik bermain bola dengan ayahnya.
"Sayang,Ayah Rian sudah tenang disana,kalau Radit ingin seperti itu Raditkan punya Papa Adit,Radit bisa telpon Papa Adit buat temani Radit kan" ucap Nayla lembut sambil berjongkok mensejajarkan dengan Radit.
"Iya Bunda" Radit langsung berjalan menuju bangku taman dan membiarkan begitu saja bola plastik yang baru saja ia beli.
Ada rasa kasian melihat Radit yang selalu merindukan sosok Ayahnya,namun mau dibilang apa jika takdirlah yang telah memisahkan mereka.
Sepulang dari taman Radit mendadak menjadi pendiam.
Satu hari berlalu
Dua hari berlalu,Radit semakin menjadi pendiam, ia tak akan berbicara jika tidak ditanya.
Begitu pun disekolah ia lebih banyak diam daripada bermain bersama teman-temannya.
Melihat perubahan Radit, Naylapun dipanggil untuk mengahadap kepala sekolah Radit.
Nayla pun menceritakan semuanya sambil menangis merasakan pedihan dihatinya.
Kepala sekolah pun menyarankan agar untuk sementara Radit diadampingi oleh Papanya,yang dikhawatirkan jika terus didiamkan akan berpengaruh dengan psikisnya.
Setelah mempertimbangkan saran dari kepala sekolah akhirnya Naylapun menghubungi Adit dan menceritakan semuanya.
Dengan senang hati Aditpun menyanggupi untuk selalu menemani Radit.
Keesokan paginya Adit sudah tiba dirumah Nayla untuk mengantar Radit kesekolah.
"Papaa..." teriak Radit dari dalam rumah begitu mendengar suara mobil berhenti didepan rumahnya.
"Anak Papa udah ganteng kaya Papanya,ayo kita berangkat sekolah" Adit langsung menuntun putranya lalu membuka pintu depan mobilnya dan mendudukkan Radit.
"Papa nanti nungguin Raditkan?" Radit tersenyum dengan raut wajah bahagia.
"Papa nganterin Radit lalu nungguin Radit masuk dulu baru Papa pulang,nanti kalau Radit udah mau pulang Papa jemput lagi,kan gak boleh ditungguin sayang sekolahnya" ucap Adit lembut sambil mengelus kepala Radit.
"Iya Papa" jawab Radit tersenyum.
Setelah dari sekolah Radit, Adit mampir ke toko kue Nayla.
Dengan begitu banyak nya dukungan ia tak patah semangat untuk mendekati Nayla,biar bagaimanapun ia ingin kembali bersama dengan Nayla.
HALLO SEMUA MAAF AUTHOR BARU BISA UP LAGI.
JANGAN LUPA YA
LIKE KOMENNYA AUTHOR TUNGGU
__ADS_1
SALAM MANISS
AMELLAJJ/AUTHOR