TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
BAB 350


__ADS_3

🌹 SELAMAT MEMBACA


Setelah mendapat dukungan dari semua orang terdekat Nayla, Adit pun semakin semangat mendekati Nayla melalui kedua anak mereka.


Seakan ikut mendukung usaha sang Papa entah kenapa Radit pun semakin lengket dengan Adit.


Apapun yang ia lakukan harus dengan Papanya.


Sore itu Nayla mengajak kedua anaknya untuk bermain di taman.


Kerena suatu hal Adit tidak dapat menemi hari ini.


Radit yang kini terlanjur sangat dekat dengan Papanya terus menangis ingin ditemani Papanya bermain bola.


Berbagai cara dilakukan Nayla untuk membujuk Radit agar berhenti menangis namun tidak berhasil, hingga akhirnya Naylapun menyerah dan membawa Radit untuk menemui Papanya yang kebetulan baru saja tiba dirumah setelah.


Sedangkan Rania dan Empok memilih untuk kembali kerumah mereka.


Adit tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Nayla.


Hati nya begitu bahagia karena akan bertemu dengan Nayla.


Sejujurnya ia sangat merindukan Nayla walaupun hanya baru dua hari ia tak melihat mantan istrinya itu.


Dengan penuh semangat ia pun langsung memberikan diri dan bersolek agar terlihat tampan maksimal didepan Nayla.


Walaupun begitu ia ingat akan kata-kata aa Iwan agar ia sedikit menahan diri dan sedikit jaim didepan Nayla.


"Biarpun aku kangen banget sama kamu Nay,aku harus berpura-pura gak kangen, mudah-mudahan aku bisa" ucap Adit menyemangati dirinya sendiri.


Hampir satu jam menunggu akhirnya Nayla dan Raditpun tiba dirumah Adit.


"Papa..."teriak Radit begitu melihat sosok Adit yang menyambutnya dengan kedua tangan terbuka dan langsung menggendong Radit lalu membawa nya masuk.


"Ayo masuk Nay"tanpa menoleh Adit langsung masuk kedalam rumahnya.


Sejenak Nayla merasa heran kenapa Adit tiba-tiba saja acuh padanya, padahal kemarin-kemarin ia begitu semangat mengejar Nayla.


"Aihh bodo lah,malah lebih bagus dia gak ngejar-ngejar aku lagi" batin Nayla lalu masuk kedalam mengikuti Adit dan putranya.


Radit nampak begitu bahagia berada dipangkuan Papanya.


Entah apa yang sedang mereka bicarakan nampak sesekali Adit tertawa sambil mencium pipi Radit yang sedikit gembul.


Nayla berpura-pura memainkan ponselnya pada hal yang sebenarnya adalah matanya sedang memperhatikan interaksi anak dan papanya.


"Apakah aku terlalu egois,tidak bisa menerima Adit kembali tanpa memikirkan putraku" batin Nayla.


"Bunda ayo kita makan,Radit laper nih" teriak Radit membuyarkan lamunan Nayla.


"Radit mau makan apa sayang" tanya ku


"Radit mau makan sama Papa"


"Radit mau makan lele goreng" lanjutnya sambil terus mendekap Adit seakan tak mau dipisahkan.


"Iya nanti Papa suapin Radit,ayo kita makan pecel lele aja" Adit langsung berdiri sambil menggendong Radit yang tak mau lepas.


Mereka pun makan diwarung tenda pinggir jalan yang berada tak jauh dari rumah Adit.

__ADS_1


Malam itu Radit tidak mau diajak pulang hingga akhirnya Naylapun mengijinkan Radit menginap dirumah Papanya, sedang kan ia pulang naik ojol.


Sepulangnya dari rumah Adit Nayla lebih banyak melamun.


Empok yang memperlihatkan Nayla pun akhirnya bertanya dan Naylapun menceritakan semuanya.


"Gak ada salahnya kamu balik lagi sama Adit Nay demi kebaikan anak-anak"


"Pok yakin Almarhum Ryan gak keberatan,lagian mama mertua kamu juga udah ngijinin kan" tutur Empok


"Tapi Nay takut dia belum berubah Pok" akhirnya apa yang ada didalam pikiran Nayla terlontar juga.


"Astaghfirullah Nay,Pok yakin dia udah beda,liat aja kalo emang dia belum berubah pasti dia udah nikah lagi,lah nyatanya dia masih ngeduda kan"


"Kasih dia kesempatan Nay" ucap Pok.


"Nay cape Pok,Nay istirahat dulu ya" ucapku menghindari Empok.


"Ya udah sana istirahat,Rania biar sama Pok aja,kasian kalo mau dipindahin" ucap Empok.


Karena esoknya Radit libur makanya ia membiarkan Radit untuk menginap dirumah Adit.


Pagipun tiba.


Nayla membuka matanya saat ia merasa ada setetes air yang menyentuh pipinya.


Perlahan ia melihat sosok mungil yang berada tepat didepan matanya dengan air liur yang mengalir dan jatuh pas dipipinya.


Sosok mungil itupun tertawa bahagia begitu melihat Bundanya terbangun.


"Aihh Rania sayang,kangen bunda ya" ucap Nayla sambil mencium putrinya yang lucu.


Nayla tersenyum membaca pesan yang ternyata dari Adit yang mengajaknya untuk jalan-jalan bersama.


Setelah mendapat pesan dari Adit Empok segera menyiapkan semua keperluan Rania dan juga Radit.


Setelah hampir dua jam menunggu akhirnya Aditpun tiba,dan tanpa menunggu lagi merekapun langsung berangkat ketempat yang sudah disepakati yaitu kebun binatang untuk menyenangkan anak-anak mereka.


Begitu tiba ditempat tujuan mereka langsung berjalan-jalan melihat aneka satwa sedang Empok menunggu sambil makan ditikar yang sudah digelar disana.


Radit dan Rania serta Ardina(putri Adit dan Dina) nampak begitu antusias melihat berbagai macam satwa.


Walaupun sedikit lelah Nayla nampak bahagia karena melihat anak-anaknya bahagia.


Begitu tiba di tempat Empok menunggu Nayla langsung duduk dan meluruskan kaki nya yang terasa pegal karena terlalu lama berjalan.


"Kamu cape Nay?" tanya Adit


Nayla hanya tersenyum,jantung Adit tiba-tiba saja berdetak lebih cepat saat melihat kembali senyum manis Nayla.


Kini gantian Lilis dan Empok yang menemani anak-anak berjalan-jalan, sedangkan Nayla dan Adit menunggu sambil memakan pecel yang mereka beli dari pedagang yang ada disana.


"Sayang kamu mau makan apa lagi biar aku beliin" tanya Adit tanpa sadar.


Nayla sedikit mengerutkan dahinya saat mendengar Adit memanggil nya "sayang"


"Astaga maaf Nay" Adit yang segera mengerti kesalahan apa yang tadi ia buat langsung meminta maaf pada Nayla.


"Oh iya Nay gimana,kamu bersedia gak buat balik lagi sama aku?"

__ADS_1


Nayla yang saat itu sedang meminum es langsung tersendak saat mendengar Adit kembali menanyakan kesediaannya untuk kembali rujuk dengan nya.


"Maaf Nay..." Adit langsung mengelus punggung Nayla lembut.


"Pelan-pelan dong kalo minum,aku juga gak akan minta kok" ucap Adit tersenyum.


"Emm...Dit" Panggil Nayla pelan.


Adit langsung melihat kearah Nayla


"Aku mau kalo kita balikan lagi tapi gak sekarang,jujur aku masih ragu" ucap Nayla ragu sambil menunduk.


"Aku tau kamu masih ragu Nay,aku rasa itu wajar sebab dulu aku memang sering kecewain kamu"


"aku juga gak minta buru-buru Nay,aku siap nunggu sampe kamu yakin buat kita rujuk" ucap Adit pelan.


Sejenak Nayla menatap Adit "kita jalanin aja dulu Dit" ucap Nayla


"Ya udah kita pacaran aja dulu kaya dulu Nay" Adit langsung tersenyum sambil memainkan alisnya.


"Astaga genitnya belum ilang juga" ejek Nayla


"Sekarang genit nya cuma buat kamu aja Nay,buat yang lain gak" jawab Adit cepat.


Saat mereka sedang asik bercanda Empok dan Lilis serta anak-anak mereka datang.


"Wahh kok muka kalian berdua cerah banget sih,ada apa Nih" selidik Lilis


"Gak ada apa-apa Lis,pulang yuk dah sore" ajak Nayla.


"Sebentar gimana kalo kita makan-makan dulu sekalian ngerayain hari jadi kita Nay" ucap Adit.


Empok dan Lilis saling tatap


"Jadi kalian balikan lagi" ucap mereka bersamaan.


Hening sejenak


"Alhamdulillah kalo kalian dah mau rujuk" ucap Empok kemudian


"Empok seneng banget denger nya" lanjut Empok.


Sambil berjalan pulang mereka singgah di sebuah rumah makan.


Hari ini semua nampak begitu bahagia tak terkecuali ketiga anak mereka.


Assalamualaikum Dah up lagi ni


Jangan lupa ya


Like nya


Komen Juga


Rate dan Favorit juga boleh


Vote juga boleh


Salam Manisss

__ADS_1


Amellajj/author


__ADS_2