TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 85


__ADS_3

Happy Reading All


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menghabiskan makanannya Nayla dan Randy berpindah tempat mereka kini berada disisi sebelah nya.


"Nay kalo kamu gak pulang diomelin gak ama nyokap"tanya Randy


"gak pulang?mangnya mau kemana?"selidik Nayla


"kita keancol mau gak,trus tar pas tengah malem kita liat Bali"


"Bali??"apa tuh aku gak ngerti


"Balapan Liar,pernah nonton gak?" tanya Randy


"liat moto GP sering di tv,kalo Bali aku taunya yang diseberang pulau jawa sana"jawab Nayla polos


Randy tertawa "bukan pulau Bali sayang yang aku maksud"


"iya...aku tau aku tuh kuper puass"Nayla pun kembali ngambek


"gimana boleh gak kalo kita ngabisin malem minggu berdua sampe pagi"


akhirnya Nayla menelpon mamanya dan meminta ijin untuk tidak pulang karena di ajak Randy


"kata mama boleh tapi jangan macem-macem ya"


"macem-macem gimana sih?"tanya Randy pura-pura tak mengerti


"tau ahhh"


Randy tertawa puas menertawakan kepolosan Nayla.


"ayo kita pacaran diAncol"Randy pun naik keatas motornya disusul oleh Nayla,mereka pun melaju menuju Ancol dan tak lama kemudian merekapun sampai.


Setelah makan disebuah restoran cepat saji yang ada diarea Ancol merekapun mencari tempat yang enak buat ngobrol.


Hari semakin malam namun bukannya makin sepi malah semakin ramai namun kebanyakan dari mereka berpasang-pasangan.


Nayla menatap jauh ketengah laut yang gelap ,entah kenapa ia ingat pada Adit"sedang apa pria itu saat ini,apa sedang malem mingguan dengan wanita yang waktu itu" ada rasa sesak didada Nayla kala ingat perselingkuhan Adit.

__ADS_1


Saat Nayla sedang asik malamun Randy dengan usilnya mencium pipi Nayla,


"maen nyosor aja udah kaya bebek tau"gerutu Nayla sambil memegang pipinya yang tadi dicium Randy


"lagian ngelamun melulu,mikirin apa sih?"tanya Randy sambil memperhatikan wajah Nayla


"ehhh Ran itu ada orang tenggelam tolongin gih"Nayla mendorong tubuh Randy agar mau kepinggiran pantai


"apa'an sih Nay gak ada orang kelelep juga" Randy berdiri dan mengikuti arah tangan Nayla yang menunjuk ketengah laut


Dalam penglihatan Nayla saat itu ia melihat ada seorang wanita yang sedang tenggelam ia hanya melihat tangannya saja yang melambai keatas meminta tolong


"ihhh kamu jahat Ran bukannya nolongin malah ngeliatin aja" Nayla nampak histeris sambil memukul-mukul dada Randy


Tanpa mereka sadari beberapa orang yang berada disekitar mereka melihat aneh pada Nayla.


Randy menangkap tangan Nayla yang memukulinya dan menggenggamnya erat


"Nay...Nayla lihat yang jelas disana gak ada apa-apa" Randy menghadapkan Nayla ke arah laut sambil memegang tangannya erat,Randy takut Nayla benar-benar berlari ketengah laut untuk menolong orang yang ia lihat tenggelam.


Randy baru teringat jika Nayla bisa melihat mahluk tak kasat mata.


"Nay...Nayla kamu istigfar ya..."Randy berbisik ditelinga Nayla.


"kita cari minum dulu yuk"ajak Randy dan Naylapun menyetujuinya namun saat Nayla ingin melangkah ia merasakan kakinya berat dan seketika itu juga ia melihat kebawah


"ahhhhh...."Nayla berteriak sambil menendang-nendang


"ada pa Nay"tanya Raandy bingung


"ada tangan yang megangin kaki aku Ran"ucap Nayla dengan mata yang berkaca-kaca


Randy menggaruk kepalanya yang tak gatal,ia bingung harus bagaimana menolong Nayla


"aku gak bisa liat apa yang kamu liat Nay jadi aku bingung harus gimana,kamu baca doa ya"


Nayla mencoba menenagkan diri lalu ia membaca doa meminta perlindungan kepada Allah dan tak lama kemudian tangan yang memegang kakinya hilang entah kemana.


Merekapun menghampiri tukang kopi keliling dan memesannya. Sambil duduk diiatas batu menghadap ketengah lautan ditemani kopi hangat dan beberapa gorengan yang sudah dingin.


"ih...ini tuh gara-gara kamu tau,ngapain coba malem-malem kita kesini" ucap Nayla masih dengan rasa kesal.

__ADS_1


"aku lupa Nay kalo kamu tuh bisa liat yang begituan,kan niatnya aku kesini mau menikmati malming ama kamu calon istri aku"


Ucapan Randy langsung membuat mata Nayla melotot kearahnya,Randy hanya tersenyum


"dihhh gak percaya amat,kita kan dijodohin Nay,emangnya mama kamu belom cerita apa" Randy mengambil sebuah gorengan yang sudah letoy dan mengunyahnya


"mama pernah bilang sih mau jodohin aku sama kamu aku kira gak jadi kan kamu udah punya pacar" ucap Nayla to the point


"he...he iya sih aku emang udah punya cewe,tapi aku gak masalah kok kalo harus mutusin dia trus nikah ama kamu"


"ha....lu lagi gak kusutkan tuh isi disitunya" tanya Nayla sambil menunjuk kearah kepala Randy


"ihhh gak lah" Randy meraih tangan Nayla dan menggenggamnya


"ihhh pegang-pegang lagi"kini Nayla mulai tak nyaman dengan Randy.


Entahlah kenapa saat ada yang mengungkapkan keinginannya Nayla langsung merasa tak nyaman.


"aku rasa kita cocok tau Nay,setelah beberapa kali ketemu ama kamu aku ngerasa sreg aja" ucap Randy yang tak ditanggapi oleh Nayla


"pulang yuk"Nayla berdiri dan berjalan menuju motor Randy


Tak banyak kata Randy pun langsung naik keatas motornya memakai jaket dan helmnya,Nayla pun menyusul duduk dijok belakang.


Nayla memperhatikan jalan yang mereka lalui terkadang ia meremas jaket Randy saat matanya melihat sesuatu yang menyeramkan.


Nayla sedikit bingung karena Randy tak membawanya pulang malah memberhentikan motornya disekumpulan orang-orang yang sedang asik memperbaiki motor.


"kok kesini sih Ran?"tanya Nayla bingung


"gak apa-apa mereka temen aku kok"Randy turun dari motor dan menarik tangan Nayla menghampiri sekumpulan anak muda dan langsung menyapanya


"haiii bos apa kabar,kemana aja?" sapa salah seorang dari mereka dan mempunyai tato Naga ditangan kirinya.


"biasalah lagi banyak kerjaan"jawab Randy


"wah barang baru bos"ucap pria bertato tadi sambil menatap kearah Nayla


"sembarangan loh,calon bini nih"


"yang kemaren dikemanain bos"

__ADS_1


Nayla merasa malas mendengar obrolan mereka akhirnya ia pun berjalan kearah sekelompok orang yang sedang tunjuk kebolehan dengan kuda besinya.


__ADS_2