
Haii para reader terima kasih sudah mampir di karyaku.
jangan lupa tinggalkan jejek kalian sebagai tanda dukungan buat Author dengan cara
Like,rate,dan kalau bisa kasih author Votenya dan ditunggu kritasarnya
Happy Reading all
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Entah kenapa Nyala begitu senang ketika Dian bilang dia sudah membuat janji dengan Doni untuk ketemuan diakhir minggu ini.
Rasa tak sabar menunggu hari sabtu tiba membuat Nayla serba salah,nafsu makannya pun berkurang yang ada Nayla jadi sering melamun sendiri,terkadang ia senyum-senyum entah apa yang membuatnya tersenyum namun tak jarang pula ia menangis entah apa juga yang membuatnya menangis.
Dian yang melihat perubahan pada Nayla sempat khawatir terkadang saat jam istirahat makan Nayla tidak ada dikantin,pernah sekali Dian menjumpai Nayla yang sedang duduk direstarea pada saat makan siang dia lebih memilih membayangkan wajah Doni dari pada harus antri makan dikantin.
Hantu Hendrapun tak bisa berbuat apa-apa terkadang kehadirannyapun tak dianggap oleh Nayla.
Ponsel Nayla berbunyi namun tak ada niat Nayla untuk menyentuhnya hingga Fety dan Nining pun kesal
"heiii Nay hp loe bunyi terus tuh,Adit nelpon" seru Nining,Nayla hanya melihat sekilas kearah Nining lalu kembali asik dengan dunianya yaitu melamunkan wajah Doni pria yang baru sekali ia jumpai.
"kenapa sih dia Ning?"tanya Fety bingung melihat perubahan Nayla
"gw juga gak tau Fet,udah seminggu lebih dia begitu"
"kita telp aja mamanya suruh kesini" usul Fety
Nining nampak berpikir "kalo kita nelpon mamanya mau bilang apa Fet?"
"iya..ya masa mau bilang anaknya bengong melulu kan gak mungkin ya"celoteh Fety yang langsung mendapat sentilan dikeningnya.
Entah ada ikatan batin apa tiba-tiba a'Iwan menelfon awalnya Nayla malas untuk menjawab tetapi seperti ada yang memaksanya akhirnya ia pun menggeser icon yang berwarna hijau
.....
"waalaikum salam aa"
.....
"gak bisa aa,Nay gak bisa pulang sekarang lagi ada urusan"
......
"apa?aa mau ngobatin Nay?emang Nay kenapa? Nay baik-baik aja kok" dusta Nayla pada a'iwan
__ADS_1
.....
"gak usah kesini aa, Nayla gak apa-apa kok" tolak Nayla saat a'Iwan hendak kekontrakannya bersama mamanya
Seperti dapat membaca isi pikiran Nayla a'Iwan memaksa akan datang ke kontarakan Nayla besok bersama mamanya Nayla.
Jam 3 sore Nayla sudah bersiap-siap untuk ketemuan dengan Dian dan Ita di mall yang kemarin untuk bertemu dengan Doni.
ya....dengan hanya menyebut nama Doni hati Nayla sudah sangat senang padahal sebelumnya Nayla sangat benci dengan pria itu karena tak mau bertanggung jawab pada janin yang sedang dikandung oleh Ita anak buahnya.
Nayla memandang cermin begitu lama ada saja yang kurang menurutnya padahal sebelumnya Nayla jarang sekali merias diri biasanya ia hanya memakai lipgloss dan bedak bayi saja namun kini ia memakai semuanya dari maskara,sampai blosson walaupun hanya tipis tetap saja kelihatan warna merah dipipi Nayla.
Setelah hampir satu jam akhirnya ia tersenyum puas dengan penampilannya.
Nining dan Fety yang dari tadi memperhatikan Nayla benar-benar bingung dengan perubahan Nayla.
Akhirnya Naylapun sampai di mall tempat mereka janjian disana sudah ada Ita dan Dian yang sudah menunggunya.
"ngaret loe Nay,eh...tumben loe dandan" Dian terkejut dengan penampilan Nayla saat ini
"eh...itu abis ini gw janjian ama temen gw" Ucap Nayla berbohong karena tak ingin ketahuan kalau ia berdandan karena ingin dilihat cantik oleh Doni.
Akhirnya merekapun memasuki kedai kopi tempat mereka janjian,setelah memilih tempat duduk yang dirasa nyaman merekapun memesan kopi dan cemilan sambil menunggu Doni datang.
Saat sedang asik menikmati kopi yang masih panas mata Nayla melihat Adit sedang jalan dengan wanita yang waktu itu dijumpainya waktu makan di warung sop janda.
"kayanya sih gitu"jawab Nayla biasa saja.
"loe gak cemburu Nay?"tanya Dian
"gak,ngapain cemburu"
Sejenak Dian menatap Nayla mencoba mencari kebenaran dari ucapannya.
Kebetulan sekali Adit duduk tak jauh dari tempat duduk Nayla.
Sepertinya Aditpun melihat keberadaan Nayla namun entah apa yang membuatnya enggan untuk menegur Nayla duluan.
"hu...semua cowo tuh sama aja tukang sekingkuh" celetuk Dian
"Nay...Nayla hello gw ngomong ama loe Nay" hantu Hendra nampak kesal karena diacuhkan oleh Nayla
cup
tiba-tiba hantu Hendra mencium pipi Nayla sontak saja Nayla langsung kaget dan menatap tajam kearah hantu itu sambil memegang pipinya.
__ADS_1
"apa'an sih maen nyosor aja"sentak Nayla marah pada si hantu yang merasa diacuhkan
"suruh siapa loe ngelamun melulu sampe gw ngomong gak didengerin" jawab Hendra sambil tersenyum senang
"awas loe ya"ancam Nayla
Dian yang sudah biasa melihat keanehan Nayla hanya menatap malas kearah Nayla sedangkan Ita nampak bingung.
Beruntung Doni datang dengan memasang senyum tanpa dosa kerana telah telat 30 menit dari jam yang sudah mereka janjikan.
"hallo semuanya,hallo sayang"sapa Doni pada Nayla.
Ita yang mendengar Doni memanggil Nayla sayang langsung memicingkan matanya.
Sepertinya Adit pun mendengar apa yang diucapkan Doni ia menatap kearah Nayla tetapi Nayla tak perduli dengan tatapan Adit yang Nayla perduli saat ini adalah jantungnya yang berdetak tiga kali lebih cepat dari biasanya apalagi Doni duduk disebelahnya.
Hantu Hendra yang berdiri dibelakang Nayla nampak kesal karena Nayla tersenyum manis pada Doni yang jelas-jelas sudah memeletnya,hantu itu pun mulai jail ia menarik-narik ujung rambut Nayla
sekali Nayla masih mendiamkan
Dua kali Nayla masih juga tak perduli
ketiga kali hantu itu menarik lebih kencang namun Nayla hanya meringis sedikit
Keenpat kali Nayla merasa mulai risih dan sedikit kesal pada Hendra
Pada saat Hendra menarik ujung rambut Nayla lagi untuk yang kelima kalinya Nayla benar-benar marah dan menengok kearahnya dengan mata yang membulat sempurna
"dasar hantu gak ada ahlak gangguin aja,pergi sana cari hantu juga kalo mau pacaran jangan gangguin gw"ucap Nayla tanpa sadar
Doni melihat kearah Nayla merasa sedikit ada yang aneh dengan gadis disebelahnya ini.
"kamu ngomong ama siapa sayang?"tanya Doni lembut kearah Nayla
Ita dan Dian melotot ke arah Doni
Doni yang merasa dihakimi oleh dua orang wanita didepannya hanya tersenyum
"udah mbak gak usah pada melotot gitu sekarang ayo kita selesai'in semuanya" ucapnya kali ini dengan nada serius
Akhirnya kamipun terlibat dalam pembicaraan yang serius masalah mereka berdua.
Sampai pada akhirnya Ita pun mengaku kalau yang sedang dikandungnya memang bukan anak Doni tetapi ia tetap minta Doni bertanggung jawab karena Donilah yang pertama kali telah mengambil kesuciannya.
Namun dengan tegas Doni menolak bertanggung jawab karena menurutnya ia melakukannya atas dasar suka sama suka.
__ADS_1
Dian dan Naylapun akhirnya hanya diam merasa kesal karena telah dibohongi oleh Ita.