
\=\=\= Happy Reading \=\=\=
Hari itu Nayla tidak langsung pulang ke kontrakan ia mampir dirumah teman SD nya yang bernama Susi yang kebetulan saat itu sedang ada masalah dengan suaminya dan ia butuh teman untuk curhat.
Susi dan Nayla berteman sejak SD,SMP, dan SMK bahkan mereka pernah satu tempat kerja disebuah supermarket yang ternama namun karena tidak betah akhirnya Nayla mengundurkan diri dan tak lama Susi pun ikut mengundurkan diri.
"Assalammualaikum hai Sus apa kabar" sapa Nayla ketika temannya itu membuka pintu dan langsung memeluk Nayla.
"kabar gw gak bagus Nay,laki gw selingkuh" jawabnya sedih dan langsung memelukku erat.
Aku juga tak tahu harus bagaimana soalnya aku belum menikah jadi tidak tahu apa-apa.
Susi pun menceritakan semua permasalahannya dan aku cukup menjadi pendengar yang baik saja.
"terus sekarang kita harus gimana?" tanyaku bingung
"gw sih maunya mergokin dia Nay,kan kalo gitu gw punya bukti tuh buat gugat dia cerai nanti" ucapnya dengan penuh semangat
"gimana mau mergokin bu,kita aja gak tau dia ada dimana" ucapku
"Gw pernah denger ya Nay kalo dia sering bawa tuh cewe kesini"ucapnya lagi
"ayo Nay kita cari tempat ngumpet yang enak biar kalo dia kemari trus bawa tuh cewe kita bisa nangkep basah"
Sejenak aku berpikir rumah Susi hanya kontrakan 3 petak mau ngumpet dimana juga ya pasti ketahuan.
"jangan kelamaan Nay tar keburu si Nandy pulang"rengeknya
"ih..loe mah bu,ni gw lagi mikir kita cuma bisa ngumpet disitu"tunjuk ku pada kolong tempat tidur
"ya udah ayo masuk"ajaknyan lalu langsung
masuk kekolong tempat tidur
sejenak aku berpikir ulang kalo cuma sebentar gak masalah tapi kalo harus sampe sore bisa masuk angin karena langsung bersentuhan dengan lantai.
"ihh Nay ayo sini tar keburu si Nendy dateng"teriak Susi setengah tertahan
dengan ragu akhirnya aku pun langsung masuk kekolong tempat tidur.
Setengah jam sudah berlalu aku dan Susi berada kolong tempat tidur,
kruuuk
perutku berbunyi karena memang tadi aku hanya memakan risoles dan lontong saja.
"loe laper Nay?"tanya Susi sambil melihat kearahku
__ADS_1
"iyalah kan pulang gawe gw langsung kesini bu"
"dikulkas ada makan loe ambil gih buruan trus kesini lagi jangan lupa bawa minum" perintah Susi.
Dengan buru-buru aku langsung kebelakang menuju kulkas dan melihat ada apel dan sosis mentah
"ihh ni orang masa gw disuruh makan sosis mentah sih"gerutuku sendiri akhirnya akupun mengambil 3 buah apel dan sebuah minuman kaleng.
Akupun segera kembali kekolong tempat tidur "loe mah bu masa gw disuruh makan sosis mentah sih" protesku pada Susi yang hanya ditanggapi dengan tawa
"lah itu loe bawa apel,itu juga kan makanan Nay" balasnya tak mau kalah
"ini buah namanya" protesku tak mau kalah
"sama aja kan bisa dimakan juga" jawab Susi tak mau kalah
saat kami sedang berdebat terdengar suara pintu dibuka dari luar dan tak lama kemudian terdengar suara pria yang aku kenal itu suara Nandy suami dari Susi dan tak lama kemudian terdengar suara wanita aku dan Susi kaget dan aku hampir saja berteriak beruntung Susi langsung membekap mulutku
"ihh jangan berisik Nay tar ketauan"bisiknya
aku pun hanya mengangguk sambil menggigit pelan apel yang tadi aku ambil
"tuh kan bener Nay dia bawa tuh cewe kesini"nampak wajah Susi mulai geram
"sabar bu,loe bawa hp gak tar kita foto pas ada moment yang bagus"bisikku
"uhhh ...dasar loe,ya udah pake hp gw aja"
aku pun mengeluarkan ponselku dan segera ku silent
"Nay...kita berdua oon kok kompak ya" ucap Susi
"ihh gak ah,loe aja kali yang oon gw mah pinteran dikit" protesku
"kalo loe pinter dikit coba pikir ya kita ada dikolong ranjang diruang tengah,trus dia berdua ada didepan gimana mau fotonya" tutur Susi masih dengan berbisik namun kini mulutnya hampir menempel ditelingaku hingga membuat aku kegelian.
"ihh jangan deket-deket geli"ucapku sambil sedikit mendorong wajah Susi sedikit menjauh
"usss mereka kesini Sus"ucapku sambil sedikit menutup mulutku
"ihh mereka ngapain ya"tanya Susi aku pun penasaran.
Kami pun sedikit maju agar dapat melihat apa yang sedang mereka lakukan dan alangkah terkejutnya aku dan Susi saat melihat mereka sedang berciuman.
Susi langsung menangis dengan suara tertahan namun air mata yang mengucur deras dapat menandakan bahwa hati nya saat ini benar-benar terluka.
Aku pun berusaha menenangkannya dengan mengelus-elus punggungnya.
__ADS_1
"loe mesti kuat bu"bisikku dan ia pun mengangguk.
Cukup lama mereka berciuman dan aku pun tak menyia-yiakan kesempatan itu aku langsung memotretnya dengan kamera ponselku,andai saja aku tidak ingat kalau saat ini sedang ingin menangkap basah Nandy dan selingkuhanya sudah kutimpuk dia dengan apel.
Akhirnya rasa kesalku kulampiaskan pada buah apel yang sedang ku makan,kugigit dengan kasar Susi yang melihat kelakuanku akhirnya tersenyum.
entah apa yang sedang mereka bicarakan kami gak begitu fokus yang terpenting kami sudah memiliki bukti yang kuat.
"Si jangan ngelitikin kaki gw dong"bisikku pada Susi,karena tak merasa Susipun hanya bengong tak mengerti dengan perkataanku.
"ihh Si geli tau jangan kelitikin kaki gw"protesku lagi
"siapa yang ngelitikin sih Nay,tangan gw ada disini dari tadi" protes Susi tak terima
aku pun memang melihat tangan Susi disana dari tadi trus yang ngelitikin kaki nya siapa? dengan ragu Nayla bertanya
"kalo bukan loe trus siapa dong" kini Nayla mulai merasakan hawa yang tidak asing buatnya yaitu hawa dingin dan ia langsung merinding
Saat ia merasakan lagi ada yang menggelitik telapak kakinya ia pun memaksakan diri untuk melihat kebelakang dan saat ia melihat kearah kakinya Nayla melihat seorang anak kecil dengan lendir yang keluar dari hidungnya mata bulat besar yang tak sesuai dengan anak seumurannya dan jari-jarinya memiliki kuku yang panjang dan hitam sedang menggelitik kakinya,Nayla pun langsung ingin kabur hingga ia tak sadar kalau saat ini sedang berada dibawah tempat tidur Susi
dug...
"aaawwww...."teriak Nayla yang kepalanya berbenturan dengan besi tempat tidur.
Akhirnya merekapun langsung keluar dari persembunyiannya.
Nayla mengelus-elus kepalanya yang berdenyut,sakit sudah pasti dan saat itu juga kepala Nayla terdapat sebuah benjolan yang lumayan besar.
Sementara Nayla sibuk dengan benjolnya Susi langsung mendamprat Nandy dan selingkuhannya.
Ia meluapkan semua emosinya,dan Nandy hanya diam saja
"dasar cowo berengsek,gw kira selingkuhan loe lebih cakep dari temen gw ternyata lebih tua iya" Nayla ikut menimpali.
**Haii para Reader sebelumnya author mohon maaf kemarin gak bisa up.Author mohon maaf juga jika masih banyak typo
Author juga mohon dukungannya dengan cara :
- Like
- Vote
-Rate dan juga kritsarnya author tunggu
Dukungan kalian sebagai penyemangat buat Author Terima Kasihh
Amell ajj/Author**
__ADS_1