TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 59


__ADS_3

Sejak kejadian aku kerumah Frendy yang kedua kalinya hubungan aku dan Rendy tambah dekat,kami sering berbagi kabar lewat wa kadang aku duluan yang menanyakan kondisi Om Lubis kadang Rendy yang duluan menanyakan kabar Nayla.


Hubungan Nayla dan Adit memang beberapa minggu ini sedikit menjauh bukan karena Nayla yang sedang dekat dengan Frendy tetapi sepertinya Adit yang kini sedikit menjauh dari Nayla, frekuensi pertemuan merekapun kini sudah jarang kadang dua atau tiga minggu baru mereka bertemu, alasan Adit sih saat ini dia sedang sibuk bahkan hampir setiap hari lembur tetapi entahlah Nayla tidak begitu percaya dengan alasan Adit soalnya dia pernah melihat sendiri Adit sedang jalan disebuah Mall dengan wanita yang memakai seragam sama jadi kemungkinan mereka satu PT.


Hari ini rencananya akan ada beberapa orang anak baru yang akan menggantikan anak yang hampir habis kontrak,dan kebetulan di line Nayla akan mendapatkan dua orang anak baru itu artinya Nayla akan kembali mendapat kesibukan.


"Nay , ni anak baru buat diline loe,training dulu ya sebelum masuk line"perintah Dian yang membawa anak baru,setelah berkenalan aku pun mulai memberi pengetahuan dasar dan peraturan diline.


Hampir seharian aku sibuk antara line dan anak baru beruntungnya aku tidak lembur,untuk membuang suntuk akhirnya aku pun berjalan-jalan di mall sendirian,keluar masuk toko seperti anak hilang.


Karena pegal aku pun duduk dibangku yang tersedia di dalam mall sambil menikmati es crim kesukaanku.


Tanpa sengaja aku melihat Adit sedang jalan dengan wanita yang lain lagi,mereka bergandengan tangan terlihat begitu mesra


"Ahhh sialll dasar playboy cap gayung"gerutu Nayla kesal sendiri


karena kesal Nayla memakan es nya dengan kasar hingga belepotan kemana-mana bahkan ada yang menetes mengotori celana jeans yang dipakainya.


Nayla mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Adit,ia ingin tahu apa Adit jujur atau berbohong


"***, Adit lagi dimana?udah pulang belum" isi pesan yang Nayla kirim buat Adit


"kenapa Nay?" balasnya beberapa menit kemudian


"ada dirumah gak?kalau ada dirumah aku mau kesana"


"ohhh aku lembur Nay belum pulang,ini masih di pt" balas Adit berbohong

__ADS_1


Hati Nayla terasa begitu sakit jelas-jelas saat ini Adit sedang makan berdua dengan teman wanitanya


Nayla pun tak membalas lagi chat dari Adit ia sengaja masuk kedalam tepat makan yang sama dengan Adit namun ia pura-pura tak melihat keberadaan mereka.


Ia sengaja duduk membelakangi Adit,Adit seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat


"Nayla"bisiknya pelan karena ketahuan berbohong.


Nasib baik sedang berpihak pada Nayla saat ia sedang menunggu pesanannya datang dua orang pria datang menghampirinya dan langsung duduk disampingnya lalu menyomot kentang gorengnya


"ishhh gak sopan ni main ambil aja"protes Nayla sambil memukul tangan pria itu.


pria itu tersenyum sambil mengelus tangannya yang dipukul oleh Nayla


"sendirian aja lu neng,tar ditemenin demit baru tau loe"ucap cowo itu yang bernama Aris namun biasa dipanggil Dogol yang ternyata teman lama Nayla bahkan teman kemping nya dulu dari SMA.


"Ya ampun Nay kok loe sekarang cakep sih gak kaya dulu" celetuk Badre yang bernama asli Dodo.


Sementara itu dibelakang Nayla,Adit mencoba mencuri dengar apa yang sedang mereka bicarakan.


"Nay mau ikut gak rencananya kita mau ke jaya giri terus tembus tangkuban perahu" ajak Aris sambil merangkul Nayla.


Memang dulu Nayla sangat dekat dengan Aris sampai ada yang berpikiran kalau mereka jadian.


emmmm


Nayla nampak sedang berpikir

__ADS_1


"gak usah banyak mikir Nay,ikut aja kan ada aa Dogol"ucap Badre sambil mengedipkan sebelah matanya pada Nayla


"mata loe kenapa Dre,cacingan ya"celetuk Nayla yang langsung mendapat hadiah sentilan didahinya dari Badre,Dogol hanya tertawa mendengar ucapan Nayla


"ternyata onengnya masih kaya dulu ya" ucap Dogol sambil mengelus kepala Nayla


Adit yang melihat kedekatan Nayla dan Dogol begitu marah ingin rasanya ia menarik tangan Nayla lalu membawanya pulang namun dia sudah terlanjur berbohong pada Nayla,ia merasa sangat marah tak terima melihat kekasihnya dekat dengan pria lain apalagi tidak ia kenal.


Tak lama kemudian Nayla merasa ada yang tidak beres,ia merasa ada yang mencubit kakinya terasa begitu sakit dan ketika ia melihat kebawah meja Nayla sedikit terkejut melihat sosok anak kecil yang sering mengikuti Adit kini sedang menatap marah padanya


"ihhh bocil ngapain sih dikaki gw"ucap Nayla pada sosok tak kasat mata yang kini sedang memegangi kaki Nayla


"kenapa loe yang marah ada juga gw yang marah kan yang sekingkuh temen loe bukan gw" lanjut Nayla


Badre dan Dogol yang melihat Nayla berbicara sendiri hanya saling tatap tak nengerti dengan siapa Nayla marah.


"bilangi gih sana sama bos loe gw gak takut biar dia ngirim sebangsa loe yang banyak"ucap Nayla tanpa pikir panjang


tiba-tiba Nayla merasa ada yang mendorong pundaknya dengan kencang


"ishhh sial amat sih gw,ni dedemit kenapa marahnya ama gw kan yang sekingkuh temennya bukan gw"gerutu Nayla yang didwngar oleh kedua temannya dan juga Adit.


"Nay...are you ok,loe gak lagi sakitkan"tanya Badre lalu menempelkan tangannya didahi Nayla


"ihhh gw gak sakit Ndre,emang sekarang gw bisa liat hantu"jawab Nayla sambil menepis tangan Badre


"anterin gw pulang yuk"pinta Nayla pada kedua temannya dan mereka pun mengangguki.

__ADS_1


Setelah menunggu sebentar didepan pintu masuk mall mobil yang Badre naikipun berhenti didepan Nayla dia membuka pintu dari dalam dan menyuruh Nayla masuk.


Sementara itu disudut mall nampak Adit menahan amarahnya dia mengepalkan tangannya kuat, ia pun menarik paksa tangan teman wanitanya untuk segera diantar pulang.


__ADS_2