TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 306


__ADS_3

Selamat Membaca


Karena kontraksi akhirnya Nyala pun terpaksa kembali rawat inap sementara disebuah rumah sakit tak jauh dari tempat Dina resepsi.


"Gimana perut kamu sayang masih sakit?" tanya Ryan sambil mengelus dahi Nayla.


"Udah gak begitu tapi nafas aku rada sesak Ryan" ucap Nayla pelan.


"Yaudah nanti aku bilang sama dokternya ya, sekarang aku keluar dulu ya cari makanan kasian Damra" Ryan pun langsung bagkit dan keluar.


Sementara Damra yang terlihat sangat letih tertidur pulas diatas bangku sambil bersandar pada tembok .


Nayla menatap wajah Damra, ia begitulah bersyukur memiliki sahabat yang sudah seperti kaka seperti Damra,selalu ada disaat ia susah dan senang.


Naylapun membaringkan tubuhnya mencari posisi yang nyaman untuk ia beristirahat.


Baru saja ia hendak memejamkan matanya telinga mendengar suara pintu dibuka.


kreeekk


Ia pun terpaksa kembali membuka matanya dan melihat kearah pintu.


Ia mengerutkan dahinya, namun beberapa saat kemudian ia berdecak kesal.


"Ih.. ganggu aja orang mau istirahat juga" ucap Nayla entah kepada siapa ia berbicara.


Naylapun langsung membalikan badannya membelakangi pintu.


Ia berusaha untuk tidak takut lagi dengan hal - hal ghaib yang sering menganggunya,toh ini bukan pertama kalinya ia dijahili oleh makhluk-mahluk tak kasat mata itu.


Naylapun memejamkan matanya sambil berdoa dalam hati agar ia tak merasa takut


Sementara itu dikediaman Dina suasana resepsi berakhir berantakan.


Dina yay merasa malu tak berani keluar kamar, sementara itu Adit hanya duduk diruang tamu tak ada sedikitpun niat untuk membujuk Dina agar mau membuka pintu.


Ada beribu penyesalan dalam hatinya


Andai saja dulu ia berterus terang pada Dian siapa Nayla pasti semua tak akan berakhir seperti ini.


Andai saja ia tak egois pada masa lalunya pasti saat ini Nayla masih bersamanya.


Ia kembali teringat pada Nayla yang ia lihat tadi.


Ia terlihat begitu cantik dengan perut yang sudah membuncit.


Adit mengusap kasar wajahnya


"Ahhhhh.... bodoh ..."teriak Adit menyesali semua kesalahannya dan tanpa sadar ia pun berhasil membuat beberapa orang yang berada di sana melihat aneh kearahnya.


Dengan langkah ngontai Aditpun masuk kedalam salah satu kamar lalu mengunci pintu dari dalam.


Orang-orang yang berada di sana nampak heran melihat kelakuan Adit yang berubah seratus persen dari yang biasanya.


Dirumah sakit Nayla yang berusaha untuk tidak takut menutup kedua telinganya, berkali-kali ia membangunkan Damra namun Damra tak juga bangun.

__ADS_1


Tubuh Nayla seperti kaku saat ia kembali mendengar suara pintu dibuka.


"Ya Allah tolong berikan hambamu ini keberanian" doa Nayla dalam hati.


Keringat mengucur deras diwajahnya, Nayla terkejut dan jantungnya berdetak sangat cepat saat ia merasa ada yang menyentuh bahunya.


"Pergiii...jangan ganggu aku" ucap Nayla dengan nada bergetar katakutan.


"Sayang kamu kenapa? ini aku Ryan" ucap Ryan sambil membalikan badan Nayla perlahan.


"Bohong kamu bukan Ryan" ucap Nayla dengan mata yang masih terpejam.


"Ihh kok bohong sih, buka dulu dong matanya trus liat ini aku apa bukan" bujuk Ryan agar Nayla mau membuka matanya.


"kamu pasti cuma nyerupai dia kan" lanjut Nayla masih tak mau membuka matanya.


"Buka dulu matanya sayang biar kamu yakin ini aku"


"Gak mau ..." tolak Nayla


"Ya udah aku cium ni kalo gak mau buka mata"ancam Ryan dan langsung berhasil membuat Nayla membuka matanya.


"Enak aja mau cium"


"Suruh siapa gak percaya ini aku beneran"balas Ryan tak mau kalah.


"Ihh berisik amat sih" Damra yang terbangun karena mendengar suara gaduh Ryan dan Nayla .


"Ihh laper banget,ada makanan gak sih" ucap Damra sambil mengelus perutnya yang berbunyi karena lapar.


Malam itu mereka bertiga dapat tidur dengan lelapnya.


Jam 10 pun tiba dan dokter yang ditunggu pun datang.


Setelah melalui beberapa pemeriksaan akhirnya Nayla pun di ijinkan pulang.


Dengan perasaan bahagian Nayla melahap habis sarapan paginya


Ryan dan Damra yang melihat Nayla makan hanya saling tatap merasa aneh.


"Bawa'an bayi kali Yan, biarin aja suka-suka dia"ujar Damra sambil mngemas barang yang dibeli Ryan tadi malam.


Agar lebih cepat Ryanpun pamit untuk mnegurus biaya Administrasi.


Sementara Damra sudah selesai berkemasan.


Nayla yang merasa bosan berjalan keluar kamar sambil membawa tiang infus.


Ia pun duduk disalah satu bangku tunggu yang terdapat didepan ruangan sambil menunggu Damra.


Saat ia sedang duduk tiba-tiba saja ada seorang ibu-ibu yang langsung duduk disebelahnya.


"Sakit apa Nak?"sapa ibu itu ramah.


"Ini Bu kemarin saya kontraksi sampe gak bisa nafas" ucap Nayla menjelaskan.

__ADS_1


"Kok bisa?" tanya ibu itu lagi


Seperti terhipnotis Naylapun menceritakan semuanya pada ibu yang baru dikenalnya.


"Oh jadi suami kamu nikah lagi sama mantan pacarnya" tanya ibu itu kembali.


"Iya ..." jawab Nayla yang langsung menunduk sedih mengingat pernikahannya yang sudah hancur.


"kan kalau lagi hamil gak boleh cerai Nak"


"Waktu cerai saya gak tau Bu kalau saya baru hamil" jawab Nayla yang tiba-tiba merasa begitu miris dengan nasibnya sendiri.


Nayla pun menundukkan kepalanya, ia menghapus air mata yang sudah bersiap keluar dari matanya.


"Nay ngapin loe disini? tunggu didalam aja yuk" ucap Damra yang menyadarkan Nayla.


"Mana ibu-ibu tadi?" tanya Nayla pada Damra.


"Ibu-ibu mana sih Nay, orang dari tadi loe cuma sendiri"


"Gak Ra tadi aku tuh lagi ngobrol sama ibu-ibu" ucap Nayla yang merasa ia benar.


"Serah loe lah Nay,ayo masuk aja" Damrapun mengalah, ia menarik tangan Nayla dan membawa kembali masuk kedalam kamar sambil menunggu Ryan datang.


Tak berapa lama kemudian Ryanpun datang.


Akhirnya mereka pun kembali kerumah Nayla.


Empok yang sudah diberitahu sudah memasak makanan kesukaan Nayla.


Begitu mereka tiba Empok langsung membawa tas mereka masuk kedalam.


Sementara Damra menuntun Nayla dan mendudukkannya di sofa ruang tamu.


"Pok..kelinci aku dah dikasih makan blom" tiba-tiba saja Nayla teringat pada Obet satu-satunya hewan yang ia beli bersama Adit.


"Udah Nay tenang aja, baru sampe yang ditanyain Kelinci" ucap Empok yang dibalas dengan cengiran terpaksa dari Nayla.


Empok pun langsung menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk mereka bertiga.


"Kelincinya di jadiin sate kayaknya enak Nay" goda Ryan yang tau jika Nayla begitu sayang pada binatang peliharaannya itu


"Enak aja,gak boleh"


"Ra aku inget kayanya ibu-ibu yang tadi sama aja ibu-ibu yang berdiri disampingnya Dina pas nikahan" tutur Nayla yang tanpa sengaja ingat kembali pada sosok yang berdiri mendampingi Dina.


"Udahlah yang jangan dipikirin, mendingan sekarang kamu istirahat" Ryan langsung mengantar Nayla menuju kamarnya.


Begitu tiba dikamar Nayla langsung merebahkan tubuhnya dan tak butuh waktu lama ia pun terlelap.


**Hallo semua maaf Author baru bisa up lagi.


Terima kasih buat yang masih setia menunggu up-nya Adit dan Nayla.


Author mohon maaf kalau masih banyak typo yang bertebaran.

__ADS_1


Salam Manis


Amellajj/Author**


__ADS_2