TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 179


__ADS_3

💔💔💔 Selamat Membaca 💔💔💔


Nayla yang masih kesal dengan Adit sengaja mendiami pria itu,ia ingin tau penjelasan apa yang akan ia berikan padanya.


Namun sekian lama menunggu Adit tak kunjung juga bicara,ia asik dengan lamunannya hingga Naylapun kesal sendiri.


"Lis ajak aku jalan-jalan dong,kita muter-muter naik motor yuk" ajak Nay pada Lilis.


"Tar dulu ya teh Lilis mau goreng ini dulu" jawab Lilis sambil menunjuk opak yang ia bawa.


Naylapun mengiyakan,kemudian gadis itu berjalan kedepan menghampiri Adit.


"Dit dari tadi bengong terus,jalan-jalan yuk" ajak Nayla pada Adit


"sama Lilis aja ya yang, aku ada perlu sebentar lagi" tolak Adit.


Nayla sedikit kecewa pada Adit biasanya pria itu tak pernah menolaknya jika diajak jalan-jalan bahkan lebih sering ia yang memaksa Nayla agar mau jalan dengan nya.


"ya udah gak mau mah"


"Kayanya dari tadi malem sibuk amat sih" tanya Nayla yang mulai penasaran.


"Maaf ya kalau aku jadi ninggalin kamu,aku lagi ada perlu "jawab Adit sambil mengelus kepala Nayla.


"kok gw ngerasa ada yang aneh ya? tapi apa? " batin Nayla


Merekapun hanya diam sampai pada akhirnya Adit melihat jam di pergelangan tangannya


"Aku pergi dulu ya yang,kamu hati-hati kalau nanti jadi jalan-jalan sama Lilis" Adit pun meninggalkan Nayla yang masih bingung dengan sikap Adit yang tiba-tiba berubah setelah bertemu dengan gadis itu.


Naylapun berjalan memasuki kamar tempat ia menginap sementara selama disana, ia membuka tasnya untuk mengambil dompetnya.


Setelah mencari dan tak menemukan apa yang ia cari akhirnya ia pun mengirimi Adit pesan.


"Dit kamu liat dompet aku gak?" pesanpun terkirim


tak lama kemudian Adit membalas "Aku simpen yang, kenapa?"


"ih ... gimana sih,kan aku mau keluar tar kalo aku mau beli sesuatu gimana?" balas Nayla kesal


"Pake aja uang Lilis dulu kalau kamu mau jajan nanti aku ganti" balas Adit


Setelah Lilis selesai menggoreng opak akhirnya merekapun keluar.


Setelah puas muter-muter Nayla meminta berhenti di sebuah tukang gorengan.


Karena Nayla ingin bakwan yang hangat merekapun menunggu gorengan yang masih di dalam kuali diangkat.


Saat sedang menunggu mata Nayla melihat Adit dan Ina yang baru saja keluar dari sebuah toko.


"oh...dia gak mau nemenin aku tuh gara-gara nganterin tuh cewe,awas loe ya Dit" hati Nayla terasa panas ingin rasanya ia langsung menegur Adit disitu namun ia masih punya rasa kasihan.


Dengan susah payah Nayla menahan air matanya saat melihat Adit merangkul Ina.


Nayla langsung mengambil satu buah bakwan yang masih panas ia pun langsung memakannya dengan cabe rawit.


Lilis yang melihat ada air disudut mata Nayla mencoba mengedarkan pandangannya mencoba mencari tau apa yang membuat gadis didepannya ini menangis.


Matanya langsung melotot begitu melihat Adit yang sedang merangkul Ina sambil menunggu di tukang kupat tahu.


"A'Adit ..." teriak Lilis dari seberang jalan

__ADS_1


Naylapun terkejut karena Lilis malah memanggilnya.


Nayla berpura-pura tak melihat Adit,ia asik memakan gorengan yang masih panas.


"Ya ampun neng itu teh masih panas" ucap penjual gorengan mengingatkan Nayla


"He..he panasan hati saya mang dari pada ni bakwan" jawab Nayla


"Ya ampun neng,eneng itu cantik mau cowo gimana juga pasti dapet,saya juga mau kalau si eneng mau mah" ucap si penjual gorengan yang menggoda Nayla sambil bercanda.


Adit yang melihat ada Nayla dan Lilis langsung melepas rangkulannya di bahu Ina, ia pun menyebrang untuk menghampiri Nayla dan Lilis.


Nayla yang cuek seakan tak ada apa-apa di antara mereka hanya diam saja saat Adit menyapanya.


"Udah kenyang Lis,ayo pulang ah" Nayla menarik tangan Lilis untuk menjauh dari Adit yang masih berdiri didekat nya.


"Nay...aku bisa jelasin tapi nanti ya dirumah" ucap Adit sesaat sebelum motor yang dinaiki Nayla melaju menjauh dari Adit dan Ina.


Nampak wajah Adit yang kesal, ia pun langsung mengajak Ina untuk pulang.


Setibanya dirumah Nayla nampak kesal,ia pun mencoba mencari pelampiasan.


Tanpa sepengatahuan Lilis ia berjalan menyusuri jalan setapak diantara dua kolam ikan yang lumayan besar, entah lah ia mau kemana yang ada dalam pikirannya saat ini menjauh dari Adit,ia tak ingin melihat wajah pria itu untuk saat ini.


" ih.. ternyata sakit banget ya di bohongin,kenapa juga gw masih percaya ama dia, dasar kadal buntung, buaya ompong" maki Nayla sambil melemparkan batu-batu kecil ketengah-tengah empang.


Langkah Nayla terhenti kala ia berhadapan dengan seekor kerbau yang sedang makan rumput.


"Mati deh gw, ada kebo lagi"


Nayla yang memang takut pada binatang yang memiliki postur tubuh besar nampak bingung.


"Aduh ini gimana,kekiri ada empang, ke kanan ada empang juga, maju ada kebo, kalo mundur..." Nayla nampak kebingungan sendiri.


" Neng mau lewat" tanya pria itu ramah


"Iya mang, tapi saya takut.." jawab Nayla


Akhirnya pria itu menarik tali yang terikat pada kerbau itu dan membawanya sedikit mundur menjauh dari Nayla.


Setelah melewati kerbau itu Naylapun mengucapkan terima kasih.


Setelah berjalan tanpa arah karena pikirannya yang kacau akhirnya Nayla baru sadar kalau ia sudah terlalu jauh dari rumah Adit.


Ia pun merogoh sakunya dan ternyata ia hanya membawa uang 20ribu dan tidak membawa ponselnya.


"Aduhh ini dimana,mana cuma bawa duit segini lagi" desah Nayla berusaha tenang.


Sementara itu dirumah, Adit nampak kebingungan mencari keberadaan Nayla.


Ia mencoba bertanya pada tetangganya dan beruntung ada tetangganya yang melihat Nayla berjalan menyusuri empang dan Adit pun langsung berjalan menyusuri empang namun ia tak melihat Nayla.


Sementara itu Nayla yang kini berada di tepi sebuah jalan raya nampak bingung, ia tidak tau sekarang berada dimana


Saat matanya melihat ada sebuah warung yang tidak buka dan ada bangku didepannya Nayla langsung duduk sambil berpikir apa yang harus ia lakukan sekarang.


"kenapa aku harus ngerasain lagi sih sakit nya patah hati, dulu sama Dewa, sekarang sama Adit si pangeran kodok, aku gak boleh keliatan lemah di depan Adit" batin Nayla


" Ini di mana sih kenapa jadi terdampar gini" gumam Nayla sambil mencoba mencari tau nama tempat yang kini ia pijak.


" kenapa aku jadi kaya kucing liar sih yang kelayaban dijalan trus gak tau mau pulang kemana, haduhh masa tar malem harus jadi gembel sih" Nayla bermonolog sendiri sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Saat ia sedang kebingungan nasib baik menghampirinya.


"Neng lagi apa disini?" sapa seorang ibu yang Nayla tidak kenal


Nayla masih diam dan nampak bingung


" Neng kan yang pacarnya a" Adit yang orang kota itu" lanjut si Ibu itu.


Kini Nayla lebih tenang karena si Ibu itu mengenalnya.


"Maaf bu saya bukan pacar Adit tapi saya temannya Lilis" Jawab Nayla berbohong


" oh... trus eneng ngapain disini sendirian" tanya si Ibu yang nampak mencari seseorang


" Saya nyasar bu, tadinya cuma mau liat-liat eh malah sampe sini" jawab Nayla dengan polosnya.


"oh..gitu, ya udah atuh hayu pulang sama ibu" ajak ibu itu yang lalu menghentikan delman yang melintas didepan mereka.


Setelah hampir 15 menit akhirnya merekapun sampai di depan gang rumah Adit.


Setelah mengucapkan terima kasih Nayla yang masih enggan bertemu dengan Adit akhirnya memutuskan untuk membeli bakso dengan uang 20 ribu yang ia punya.


Ia pun meyeberang jalan menuju kedai bakso yang biasa ia beli bersama Adit.


Sambil menunggu bakso pesanannya jadi ia berpikir apa yang harus ia lakukan pada Adit.


" Gw gak boleh keliatan lemah di depan Adit,gw harus keliatan biasa-biasa aja biar dia gak mikir gw cemburu" itulah tekad Nayla saat ini.


Setelah pesanannya selesai ia pun langsung pulang.


Lilis langsung memeluk Nayla dan menangis begitu melihat Nayla datang.


" ishh ngapain nangis sih?" tanya Nayla bingung


" Teteh dari mana? Lilis pikir teteh kabur gara-gara tadi" ucap Lilis sambil menghapus air matanya.


" Aku abis dari tukang baso Lis, nih basonya" jawab Nayla sambil menunjukan baso yang ia beli


"Belinya dimana kok lama amat teh sampe tiga jam" tanya Lilis yang tak percaya dengan jawaban Nayla


" He..he itu...udah ah..ayo kita makan tar keburu dingin" Nayla menarik tangan Lilis menuju dapur untuk mengambil mangkok.


Saat mereka sedang asik menikmati baso yang Nayla bawa tiba-tiba Adit menghampiri mereka dengan wajah sedikit marah.


"Kamu dari mana sih Nay?" tanya Adit dengan nada kesal


"Abis beli baso"jawab Nayla singkat


"Belinya dimana kok lama amat"


"Berisik sih ganggu orang makan aja" jawab Nayla ketus.


Adit yang merasa jika Nayla sedang marah akhirnya berusaha membujuk Nayla.


Nayla yang memang pandai menutupi perasaanya hanya diam tak menanggapi semua ucapan Adit, ia asik menikmati baso dimangkoknya sambil memakan opak yang tadi Lilis goreng.


**Haii semua terima kasih masih setia diceritaku yang abal--abal ini.


Terima Kasih juga buat yang udah ngasih dukungan baik itu lewat Like,Vote,Rate dan juga kritsarnya.


Dukungan dari kalian penyemangat buat aku.

__ADS_1


Salam Maniss


Amell ajj/author**


__ADS_2