TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 80


__ADS_3

Haiii para reader terima kasih sudah mampir dikaryaku.Author mohon maaf jika masih banyak tyfo yang bertebaran.


Author juga mohon dukungannya dengan cara - Like


- Rate dan juga vote


- kritsar nya juga author tunggu


Happy Reading all


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menyelesaikan makan malamnya Adit mengantarkan Nayla pulang.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam hingga akhirnya sampai dikontrakan Nayla.


"Nay kamu marah ya?"tanya Adit sambil membuka helmnya


"gak cuma kesel aja"jawab Nayla sambil cemberut


"kesel kenapa?"


"ya kesel ama kamu lah,masa kalo kita putus temen-temen hantu kamu mau jailin aku"jawab Nayla ketus


Adit hanya tertawa mendengar ucapan Nayla


"pake ketawa lagi,kamu enak bisa selingkuh kapan aja,lah aku selingkuh dikit udah dijailin ama tante kunti piaraan kamu" protes Nayla


Adit masih tertawa mendengar celotehan Nayla yang terdengar lucu dan menggemaskan.


"ohhh jadi kamu mau selingkuh ni ceritanya" ucap Adit dengan nada menggoda


"tau ahhh males ama kamu jadinya"Nayla merajuk lalu meninggalkan Adit yang masih tertawa puas diatas motor sportnya.


"Nay...aku pulang ya"teriak Adit dari luar


"bodoo"jawab Nayla dari dalam kontrakannya dan tak lama kemudian terdengar suara motor Adit menjauh.


"ihhh nyebelin banget sihhh baru mau lupain dia trus belajar nerima Randy pake diancem ama kunti yang nyeremin"gerutu Nayla yang langsung membersihkan diri dan segera istirahat.


Sementara itu Adit yang sudah sampai dikontrakannya hanya senyum-senyum kala ingat ucapan Nayla.

__ADS_1


"mana bisa aku mutusin kamu Nay,kamu itu terlalu menggemaskan,biar pun aku sering jalan sama cewe lain tapi hati aku cuma buat kamu"ucap Adit sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur dan menatap langit-langit kontrakannya.


Memang benar selama ini Adit kadang meyuruh teman-teman astralnya untuk memantau Nayla dan ia juga pernah bilang sama Nana sosok gaib yang berupa gadis kecil untuk ngerjain Nayla kalau lagi bersama pria lain.


Sementara itu dikontrakannya Nayla masih belum juga bisa memejamkan matanya padahal badannya terasa sangat lelah,ia pun memejamkan matanya berharap bisa terlelap.


Baru beberapa menit ia memejamkan natanya ia merasakan nafasnya begitu sesak dan badannya seperti ada yang menibani,ia pun berusaha membuka matanya namun sulit.


"aa tolong Nay dong"rintih Nayla dalam hati berharap kontak batin dengan a'Iwan


semakin lama semakin ia merasa sesak dan sulit bernafas


"ya Allah masa aku harus mati sekarang sih"batin Nayla yang semakin merasakan kesulitan untuk bernafas


Ia ingat dengan kata-kata si aa harus tenang kalau berhadapan dengan mahluk yang seperti ini,ia pun istigfar dalam hati dan membaca doa apa saja yang ia hafal.


Akhirnya ia pun bisa membuka mata dan alangkah terkejutnya Nayla saat membuka mata ia disuguhi pemandangan hantu yang buruk rupa dengan wajah yang setengah hancur dan salah satu matanya hampir jatuh sedang menibani tubuhnya hingga wajah Nayla dan hantu itu hanya berjarak satu jengkal tangan.


Seketika itu juga perut Nayla seperti diaduk-aduk hingga ia ingin memuntahkan semua yang ia makan tadi karena melihat wajah hantu itu.


Ingin rasanya ia berteriak namun suaranya tak bisa keluar,seluruh tubuh Nayla bergetar hebat karena takut, keringatpun kembali membasahi tubuhnya hingga baju tidur yang baru saja ia ganti kembali basah.


Namun Nayla kembali terkejut saat ia mendengar hantu wanita itu berbicara


"kamu dan teman-teman kamu sudah mengusik ketenangan ku" suaranya terdengar begitu menyeramkan


"kapan aku ngusik kamu" kini Nayla mulai sedikit berani


"teman mu sudah mengotori tempat ku hai gadis kecil" ucap hantu wanita itu dengan wajah sangat marah


"temanku???" Nayla mencoba mengingat siapa yang kira-kira telah mengusik hantu yang menyeramkan itu


hiiii...hiiiii


"temanmu yang sudah mengencingi rumahku"terdengar suara hantu itu begitu geram


Nayla semakin takut,ia menarik selimut yang ada didekatnya lalu menutupi seluruh tubuhnya.


"heiii hantu jelek kan yang ngotori temen aku,kenapa kamu malah ngegerayangin aku sih"sentak Nayla dengan suara sedikit terisak karena takut.


Tak terdengar jawaban apa pun dari hantu wanita itu tapi selimut Nayla seperti ada yang menariknya kencang hingga memaksanya harus menahan selimut itu dengan sekuat tenaga agar tidak terbuka dan memaksanya harus melihat hantu tadi.

__ADS_1


"pergi sana jangan gangguin aku"teriak Nayla kesal


"heiii Nay loe kenapa?" tiba-tiba Nayla mendengar suara yang sudah tidak asing lagi ditelinganya.


iyahh...itu adalah suara Nining teman satu kontrakannya.


Namun saat Nayla hendak membuka selimutnya ia ragu,ia ingat kalau hantu itu bisa menyerupai siapa saja.


perlahan-lahan ia menurunkan selimutnya hingga hanya sedikit saja matanya yang terbuka.


Setelah ia yakin dua wanita yang ada didepannya adalah benar temannya ia pun membuka semua selimut yang menutupi tubuhnya.


"huuu gerahhhh"ucap Nayla sambil meniup kencang kearah poninya.


Nining dan Fety menatap Nayla dengan tatapan bingung.


"loe kenapa Nay?"tanya Nining


"gerah gini pake kuruban segala"timpal Fety


"ishhh berisik banget sih,gw tuh abis sport jantung tau"jawab Nayla


Sesaat kemudian Nining dan Fety saling tatap.


"tadi itu...a-----"belum selesai Nayla berbicara kedua temannya langsung memotong ucapannya


"stopp Nay jangan diterusin" ucap Nining dan Fety berbarengan


"kenapa?"tanya Nayla memasang mode bingung


"mending loe gak usah cerita dari pada tar kita ikutan gak bisa tidur"jawab Nining sambil berlalu ke kamar mandi


"hu... dasar loe gak setia kawan"gerutu Nayla sambil cemberut


Keesokan harinya Nayla menceritakan apa yang dialaminya pada Dian,Erni dan Madam Ripha.


"terus kita harus gimana dong Nay"tanya Dian


"gw juga gak tau bu,tar deh gw tanya aa dulu,gw gak ngerti soal beginian"jawab Nayla


Akhirnya Nayla memutuskan untuk pulang kerumah mamanya untuk bertemu dengan a'Iwan,ia tak ingin hantu itu terus-terusan mengganggunya.

__ADS_1


__ADS_2