TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 134


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Setelah mengantar Nayla sampai rumahnya Adit langsung pamit,entahlah hatinya mendadak sakit melihat Nayla menangis karena sang mantan.


Setelah pamit Aditpun langsung melajukan motornya meninggalkan Nayla tanpa kata-kata atau sekedar basa-basi.


Nayla yang tak peka dengan perubahan sikap Adit akhirnya masuk kedalam rumah,ia melihat Papanya sedang asik nonton tv


"mana Aditnya,kenapa gak mampir dulu"tanya Papa yang melihat putrinya hanya sendiri


"langsung pulang pah cape katanya"jawab Nayla


Nayla langsung naik dan masuk kekamarnya,setelah mandi ia pun langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur kesayangannya.


Matanya menatap langit-langit kamarnya,tiba-tiba ingatannya kembali pada saat-saat indah bersama Dewa,dari saat pertama kali mereka jadian tanggal 4 Desember di sebuah Mall,kencan pertama mereka disebuah toko buku, Nayla dan Dewa sama-sama suka membaca komik,saat itu Nayla sangat suka dengan komik Inuyasa sedangkan Dewa suka sekali dengan Naruto


"ahhhhh kamu jahat wa...." tiba-tiba Nayla berteriak histeriss air matanya kembali mengalir


Hatinya terasa sakit ternyata ia belum bisa move on dari Dewa padahal ia sudah punya Adit.


Malam itu Nayla kembali dirundung duka ia kembali menagis hingga berjam-jam sampai air matanya pun sudah tak ada lagi keluar hanya suara sek-sekan saja seperti orang yang sedang cegukan, suaranya pun nyaris tak terdengar


Mungkin karena lelah setelah bermain di taman hiburan dan lelah menangis juga akhirnya ia pun terlelap sesekali mengigau


"kamu jahat Wa....jahat "


Pagi harinya Nayla terbangun,ia merasa matanya sempit sekali ia pun meraih kaca kecil yang ada diatas mejanya


"aaaaaaaa mataku jadi sipit" teriak Nayla begitu melihat dirinya dicermin


Yah...karena semalaman ia menangis hingga ketiduran alhasil pada pagi harinya matanyapun bengkak.


Nayla mengambil air es untuk mengompres matanya,ia tak mau kerja jika matanya masih bengkak.


"Nay...kamu gak kerja Nak"teriak Papa Nayla dari balik pintu


"kayanya gak deh pah,badan Nay lemes.."jawab Nayla sambil memegang kompresan yang ia tekan-tekan di kelopak matanya.

__ADS_1


"kamu sakit Nay?" tanya Papa saking khawatirnya ia langsung menerobos masuk kedalam kamar Nayla dan alangkah terkejutnya Papa Nay begitu melihat putrinya sedang memeras handuk kecil.


Ia pun langsung memegang dahi Nayla namun tak terasa panas lalu melihat mata Nayla yang membengkak


"kamu habis nangis Nay?"tanya Papanya


Naylapun mengangguk


"kenapa?"


"Nay...patah hati Pah,hati Nay sakit....,kenapa pada jahat sama Nay Pah,pertama Mama pergi ninggalin Nay sekarang..... hu...hu "Nay kembali menangis didalam pelukan Papanya


Papa Nay tak dapat berkata-kata ia pun ikut merasakan sakit


"Sabar nak,Allah lagi sayang sama kamu,Allah tahu kamu pasti bisa melalui semuanya dan Papa yakin kamu pasti kuat Nak"ucap Papa sambil mengelus punggung Nayla


"ya sudah kamu gak usah kerja,istirahat aja ya,mau sarapan apa biar papa beliin"tanya Papanya


"gak mau makan ah.. Nay mau tiduran aja"jawab Nayla lalu menarik selimutnya lagi dan menutup seluruh tubuhnya hingga tak terlihat.


"Papa gak tau harus gimana Nay,Papa gak tega liat kamu terus seperti ini" batin Papa Nayla.


Nayla menangis diatas pangkuan Mamanya,ia pun menceritakan apa penyebab ia menangis


"Dewa jahat Mah,Dewa udah nikah....Nay sebel ama dia Mah hu...hu..."


Nay melihat Mamanyapun ikut menitikan air mata,ia dapat merasakan belaian lembut dikepalanya.


Tiba-tiba Mama Nayla berdiri dan pergi meninggalkan Nayla yang masih menangis


"Mama tunggu Nay ikut..."


"Mamaa......"


Nayla tiba-tiba terbangun saat merasa tubuhnya terguncang


"Astagfirullah al' aziem"Ucap Nay begitu ia terbangun

__ADS_1


"ternyata cuma mimpi"gumam Nayla


"Ada apa sayang,kamu mimpi ketemu Mama"tanya Papa Nayla sambil mengelus pipi Nayla


"iya ...Pah"jawab Nayla masih menangis


"Sabar ya Nak,mungkin Mama dari atas melihat kalo kamu lagi sedih,kan biasanya kalo kamu sedih Mama selalu nemenin kamu kan"ucap Papa lembut


Setelah Nayla agak tenangan Papa Nay pun meninggalkan Nayla untuk membeli sarapan kesukaan putrinya itu.


Sementara Papa Nay pergi membeli sarapan ia meminta tolong pada Mpok Asni Art dirumahnya untuk menjaga Nayla.


Sementara itu di dalam kamar Nayla duduk termenung diatas kasurnya,tatapan matanya nampak kosong,ia kembali terpuruk sebentar-sebentar ia menangis,ternyata ia harus kembali merasakan betapa sakitnya patah hati setelah dulu untuk pertama kalinya ia harus putus dengan Dewa karena kedua keluarga menentang hubungan mereka.


Namunn karena rasa cinta yang terlalu dalam dari keduanya merekapun masih berhubungan dekat karena waktu itu mereka sama-sama berstatus singel.


Namun kini Dewa sudah jadi milik wanita lain dan Naylapun tak mau jadi perusak rumah tangga orang.


Ia harus kuat,ia yakin pasti bisa melupakan Dewa.


"Tak apa hari ini aku menangis sepuasnya,tapi esok aku akan berusaha tak ada lagi air mata untuk menangisinya" batin Nayla meyakini dirinya sendiri.


Author tak bisa berkata-kata lagi yang pasti tetap dukung author ya dengan


Like


Vote


Rate


Kritsarnya juga author tunggu


maaf kalo masih banyak typo,authornya mewek lagi ....(inget masa lalu)


Salam Maniss


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2