TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 238


__ADS_3

Selamat Membaca


Sore itu Nayla sedang duduk disamping rumah sambil menatap kedanau situ cilengkong.


Nayla yang tak melihat kedatangan Adit langsung tersentak kaget saat pria itu tiba-tiba duduk disampingnya.


"Ihh kamu mah ngagetin aja sih Dit" Nayla menepuk bahu Adit sedikit keras karena kesal.


"Maaf sayang lagian kamu ngelamun sih"


" Aku mau kedanau itu Dit bagus tempatnya"


"Ya udah besok kita kesana ya"


"Kenapa harus besok,aku mau sekarang Dit" rengek Nayla


"Udah sore sayang,besok aja ya" bujuk Adit


Nayla sedikit kecewa namun apa yang Adit katakan ada benarnya juga.


Akhirnya sore itu pun mereka lalui dengan bersenda gurau dan Nayla latihan berdiri.


Beberapa kali Nayla tak ingin di bantu Adit ia meminta Adit hanya melihatnya saja.


"Sayang, kamu gak apa-apa" Adit langsung menghampiri Nayla yang terjatuh saat belajar berdiri.


"Aku gak apa-apa Dit" Nayla menolak saat Adit ingin membantunya berdiri.


"Tapi Nay..."


"Kalo kamu bantuin terus kapan aku sembuhnya Dit" tolak Nayla


"Akhirnya Adit mengikuti keinginan Nayla, Ia hanya melihat sambil duduk di bangku yang tak jauh dari tempat Nayla berlatih berdiri.


" Sayang udah dulu besok lagi latihannya ya" Adit langsung menghampiri Nayla yang baru saja terjatuh.


Naylapun tak membantah karena memang ia sudah merasa lelah.


Adit langsung membawanya masuk agar Nayla dapat istirahat.


Didalam kamar Lilis membantu Nayla untuk membersihkan diri.


Adit langsung keluar kamar mencari cemilan buat Nayla di warung depan.


Nayla sangat suka kripik pisang dan kemarin saat hendak membeli sabun ia melihat ada makanan kesukaan istrinya itu.


Adit langsung memborong semua kripik pisang yang ada diwarung itu.


Saat Adit sampai Nayla sudah selesai mandi.


"Aditt kamu beli dimana kripik itu" Nayla langsung mengambil satu bungkus kripik dan mebukanya.


"Pelan-pelan sayang itu masih banyak kok" Adit memperlihatkan semua kripik yang ia beli.


"Aku kan dah lama gak makan ini Dit"


"Uuumm enak tau kripiknya" Nayla terus memasukan kripik kedalam mulutnya Adit tersenyum melihat wajah bahagia Nayla yang sudah lama tak ia lihat hanya karena


sebungkus kripik pisang.


"Aku seneng Nay liat kamu kaya gini" ucap Adit sambil mengecup kepala Nayla

__ADS_1


"Kaya gini gimana Dit?" tanya Nayla bingung


"Aku udah lama gak liat kamu senyum manis yang" jawab Adit


"Maaf ya Dit kamu jadi ikutan susah" Nayla menatap Adit, wajahnya yang semula ceria mendadak sedih.


Tiba-tiba saja ia ingat dengan kejadian yang menimpanya beberapa bulan terakhir ini.


Tiba-tiba saja air mata nya mengalir " Aditt..maafin aku ya, mungkin semua ini hukuman buat aku" ucap Nayla di sela-sela isak tangis nya.


"Apa maksudnya Nay??" Adit nampak bingung.


"Aku istri yang tidak baik Dit, aku suka bantah kamu dan aku suka nendang kamu juga makanya allah menghukum aku kaya gini" kini Nayla berbicara sambil menundukan kepalanya.


"Jangan bilang begitu sayang, kamu itu istri terbaik buat aku" Adit menarik keatas sedikit dagu Nayla dan meminta Nayla untuk menatapnya


"Aku gak mau kamu ngomong begitu lagi Nay" pinta Adit dengan suara yang sangat lembut


"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut Nayla.


"Buat aku kamu yang terbaik Nay, hidup aku yang tadinya datar kini jauh lebih berwarna sejak aku kenal kamu"


"Harusnya kita bilang makasih tuh sama hantu muka datar" Adit tersenyum saat Nayla menatapnya bingung


"Dihh kok bilang makasih sama hantu sih?" protes Nayla


"Iya lah yang, kan gara-gara hantu itu kamu lari trus nabrak aku sampe kita berdua jatoh" Adit mencoba mengingat kenangan saat awal ketemu Nayla


Naylapun tersenyum saat ingat perkenalannya dengan Adit


"Jadi pengen kemping berdua Nay, sebenernya waktu kita di gunung gede aku cemburu Nay kamu deket banget sama Agus" Adit tersenyum kecut saat ingat temen dekatnya juga menyukai gadis incarannya.


Jiwa isengnya pun muncul ia ingin membuat suaminya cemburu


"Iya dia bilang sama aku kalo dia suka liat kamu Nay" ucap Adit sedikit kesal


"kalo waktu itu mas Agus bilang duluan ...emmm" belum sempat Nayla melanjutkan kata-katanya Adit langsung menutup mulut Nayla dengan tangannya yang besar.


"Jangan terusin Nay, aku gak mau dengerin" Adit langsung menutup kedua telinganya dengan tangan.


"Dihh kan kamu yang mulai Dit" Nayla tertawa puas karena berhasil membuat suaminya cemburu.


"Ayo masuk udah sore" Adit langsung mendorong kursi roda Nayla masuk kedalam.


Selepas makan malam mereka berbincang-bincang diruang tamu.


Adit minta pendapat pada Pak haji Ahmad tentang keinginan Nayla yang ingin main kedanau situ Cilengkong.


Pak Ahmad yang tau jika Nayla mempunyai kelebihan sedikit memberi saran mereka boleh kedanau asalkan jangan kepulauan yang ada ditengah situ.


Bukan tanpa sebab Pak Ahmad melarang ia hanya takut jika Nayla tidak kuat melihat berbagai mahluk halus penghuni pulau itu.


"Kan di pulau itu ada makam rajanya ya Pak" tanya Nayla dengan polosnya


Adit sedikit mengerutkan dahinya "Kamu tau dari mana yang kalo disana ada makam raja"


"Aku liat kok dari sini, ada macan juga dua penunggu makam"


Pak Ahmad tersenyum mendengar ucapan Nayla yang memang benar adanya.


Karena malam semakin larut akhirnya Pak Ahmad pun menyuruh Nayla segera istirahat.

__ADS_1


Namun sebelum mereka berjalan menuju kamar Nayla melihat ada seorang wanita cantik sedang berdiri didepan pintu.


"Pak haji itu siapa cantik banget"


Adit dan Lilis saling pandangan, mereka memang tak melihat apa pun.


Pak Ahmad hanya tersenyum "Gak apa-apa Nay dia gak ganggu kok" ujar Pak Ahmad.


"Iya Pak Nay tau tapi dia cantik banget"


"Dia juga bisa jadi nyeremin Nay kalo dia gak suka sama orang" tutur Pak Ahmad


He..he..


"Nay..tidur dulu ya Pak, Assalamu'alaikum" Nayla sengaja tak mau meneruskan percakapannya Karen ia tau jika mahluk astral itu bisa berubah-ubah.


Malam itu Nayla tidur dengan sangat lelap.


Entah kenapa sejak tinggal dirumah Pak Ahmad Nayla merasa lebih tenang tiap malam ia dapat tidur dengan lelap padahal disekitarnya ia melihat ada banyak makhluk astral namun ia tak merasa takut.


Nayla dan Lilis sudah rapi, sesuai rencana saat ini mereka akan bermain disitu Cilengkong.


Nayla begitu senang saat sudah berada di tepian danau.


"Dit boleh naik perahu gak" tanya Nayla berharap suami nya mengijinkan


Adit hanya diam, nampak ia sedang berpikir.


Ia ingat pesan pak Ahmad agar tidak


kedanau yang ada di tengah danau.


"Boleh tapi inget ya pesan pak Ahmad jadi kita cuma naik perahu aja" ucap Adit mengingatkan.


"Asikkk". sorak Nayla senang


Adit membantu Nayla naik ke perahu dan perahupun mulai mengarungi danau yang lumayan besar sambil mendengarkan cerita tentang asal usul danau situ Cilengkong dari mamang pengemudi perahu.


Saat melintasi pulau yang di kenal dengan sebutan pulau Nusa Larang mata Nayla tertuju pada sosok wanita memakai baju kebaya yang didampingi dua ekor macan tersenyum kearahnya.


Naylapun membalas dengan senyuman manisnya.


"Kamu senyum sama siapa sayang" yang Adit


"Itu loh Dit cewek cantik itu yang bawa macan senyum sama aku" jawab Nayla dengan polosnya.


Pengemudi perahu nampak bingung "Neng bisa liat ya" tanyanya ragu


"Iya mang, istri saya bisa liat yang begituan" jawab Adit


Akhirnya perahupun menepi aku selah puas bermain di danau akhirnya merekapun kembali kerumah pak Ahmad.


**Hallo semua maaf aku baru bisa up hari ini.


Sebagai permohonan maaf aku usahKan hari ini doubel up tapi yang satu nya lagi nanti sore ya.


Jangan lupa vote dan Like nya biar aku semangat lagi.


Salam Manis


Amellajj/authorr**

__ADS_1


__ADS_2