
Selamat Membaca
Adit merasakan perih disekujur tubuhnya ia pun melihat lengannya yang masih terlihat jelas jiplakan gigi Nayla.
Setelah selesai mandi ia langsung masuk kedalam kamarnya dan mengambil kaos dan celana pendek.
Matanya tertuju pada sosok istrinya yang masih menggulung dengan selimut tebal persis seperti kepompong.
Ia pun mendekati Nayla yang masih terpejam,
"Sayang kamu kenapa?" tanya Adit lembut
"Ahhh sana..." Nayla mendorong tubuh Adit agar menjauh darinya.
"Heyy..kamu kenapa yang.."
"Badan aku sakit semua Dit, dingin banget lagi" ucap Nayla pelan
"Apa masihh sakit Nay?" tanya Adit penuh rasa bersalah pada istrinya.
Nayla hanya mengangguk, lalu membalikan diri menghadap tembok tak mau menatap suaminya.
"Kamu marah???" tanya Adit yang merasa bersalah.
"Sana ahh aku mau tidur aja" usir Nayla
"Aku beli'in bubur ayam ya yang"
"Terserah" jawab Nayla malas.
Aditpun segera keluar dari kamar, Ia memanggil Lilis.
Lilis nampak menahan tawanya saat diminta oleh Adit untuk mengobati luka baret dipunggungnya.
"Ini kenapa a? kok pada baret gini" tanya Lilis pura-pura tidak tahu.
"Semalem aa tidur sama singa betina Lis, trus dia nyakarin aa" jawab Adit
Akhirnya tawa Lilis pun pecah, ia tau siapa yang dimaksud singa betina oleh kakanya tersebut.
"Makanya a, udah tau singa malah di colek ya ngamuk lah" jawab Lilis
"Si teteh kenapa kok belom keluar?" tanya Lilis lagi.
"Gak enak badan dia, kamu tolong beli'in bubur ayam ya sambelnya pisah aja" ucap Adit sambil memakai kaosnya lalu mengeluatkan selembar uang 50ribuan.
Aditpun segera kedapur untuk membuatkan susu coklat hangat untuk Nayla.
"Sayang..minum dulu susunya biar perutnya anget" Adit mengguncang pelan bahu Nayla
"Ihh ganguin aja sihh Dit" Nayla bersungut sambil memaksakan untuk duduk.
Ia pun langsung meneguk habis isi dalam gelas.
"Udah sana keluar aku mau tidur" usir Nayla sambil menyerahkan gelas kosong bekas susu.
Adit hanya tersenyum melihat Nayla yang sedang kesal pada dirinya.
Lilis masuk dengan membawa bubur pesanan Adit.
__ADS_1
"Sayang makan dulu buburnya, abis itu kamu boleh tidur"
Dengan malas Nayla kembali duduk, Aditpun menyuapi Nayla dengan penuh rasa sayang.
"Gak mau..gak pake sambel" Nayla tak mau membuka mulutnya saat disuapan ketiga.
"Pake sambel dulu baru aku mau makan" tawar Nayla
Dengan sangat terpaksa Aditpun menambahkan satu sendok sambal agar Nayla mau menghabiskan buburnya.
"Kayanya abis ini aku bakal punya ponakan nihh" Lilis tersenyum sambil menyender dipintu memperhatikan kelembutan sang kaka pada istrinya yang tak pernah ia lihat.
"Ahhh Lilis mah.." Nayla nampak malu saat melihat Lilis sedang memperhatikannya.
"Kalemm atuh teh da semuanya juga begitu kalo abis...ehemmm" Lilis segera bersembunyi dibalik tembok saat melihat ada sebuah bantal yang melayang kearahnya.
"Ternyata benar ya kaka iparku garang kaya singa" ucap Lilis dari balik tembok itupun hanya kepalanya saja yang kelihatan.
"Awass ya Liss.." ancam Nayla sambil menyembunyikan wajahnya dibalik bantal yang ia pegang.
Adit hanya tersenyum melihat Nayla dan Lilis.
Saat kondisi Nayla sudah membaik Aditpun memberitahukan tentang keberangkatannya lagi pada Nayla.
Nayla mengerucutkan bibirnya karena kesal dirinya akan kembali ditinggal bekerja oleh Adit.
Adit sengaja tak memberitahukan jika ia hanya 12 hari di laut dan 12 hari dirumah, ia pun sengaja tak bilang jika ia dipindahkan ke daerah kepulauan seribu.
Ia ingin tau bagaimana reaksi Nayla saat tau harus kembali berpisah.
"Aku gak mau ditinggalin lagi Dit.."
Ucap Nayla dengan nada ngambek.
Adit hanya tersenyum mendengar ocehan Nayla yang terdengar lucu.
"Sayang udah deh jangan marah-marah mending kita jalan-jalan yuk mumpung masih disini" ucap Adit membujuk sang istri yang masih kesal.
"Besok juga masih disini Dit, emang mau kemana sihh" tanya Nayla yang penasaran
"Udah deh jangan nanya mulu mending sana siap-siap" ucap Adit sambil mendorong tubuh Nayla agar masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya.
Saat Nayla sudah siap Lilispun keluar dari kamarnya dengan pakaian yang santai sama sepertinya hanya memakai celana panjang dan kaos polos.
"Assalammualaikum" terdengar suara Dedi yang memberi salam dari depan pagar rumah Adit.
" Ayo berangkat" Adit menarik tangan Nayla agar segera masuk kedalam mobil.
Adit melemparkan kunci mobil pada Dedi, saat ini ia ingin bersantai di kursi penumpang bersama dengan Nayla.
Saat mobil yang mereka tumpangi mulai meninggalkan rumah Adit nampak dua buah mobil minibus membuntuti dengan jarak yang tak terlalu jauh.
Adit mengajak Nayla kepantai pangandaran yang kebetulan jaraknya tak terlalu jauh.
Di pantai itu Nayla nampak asik bermain pasir, ia membuat istana pasir namun dengan sangat jahilnya sang suami sengaja menghancurkan istana buatannya dengan sengaja berpura-pura jatuh pas mengenai istana yang Nayla buat dan jadilah mereka berperang dengan menggunakan pasir.
Setelah lelah merekapun beristirahat sambil meminum es kelapa muda.
Aditpun membeli baju untuk mengganti pakaian mereka yang basah.
__ADS_1
Naylapun mengajak ke cagar alam yang terdapat disana.
Saat mereka memasuki kawasan hutan kedatangan mereka disambut dengan beberapa monyet berekor panjang yang mengikuti mereka.
Naylapun memegang erat lengan Adit karena takut.
"Kamu takut sama monyet Yang" tanya Adit
"Itu Dit..monyetnya gede banget udah gitu bulunya tebel jadi pengen nyubit pipinya" ujar Nayla
"Kamu berani emangnya?" tanya Adit
"Enggak" jawab Nayla cepat
Dedi dan Lilis tertawa mendengar perdebatan suami-istri itu.
"Mereka itu lucu ya Lisss" ujar Dedi
"Itu si teh Nay nya a yang lucu" jawab Lilis
Setelah puas berfoto dan berjalan-jalan di area hutan lindung merekapun kembali.
Tanpa mereka sadari Anto dan anak buahnya terus memantau kegiatan yang mereka lakukan.
Nampak kekesalan diwajah Anto saat melihat Nayla yang terus bergelayut manja dilengan Adit.
"Ini gak boleh dibiarin terlalu lama, aku gak tahan Nay liat kamu begitu mesra dengan Adit"
"Kenapa kamu jadi normal lagi sih Nay, aku lebih suka kamu yang kaya kemarin"
Anto nampak mengepalkan tangannya menahan rasa kesalnya.
Sementara itu Adit,Nayla, Dedi dan Lilis nampak asik menggoes sepeda gandeng 4 dengan posisi Adit dipaling depan dan Dedi dibagian belakang sedangkan Nayla asik memakan jagung bakar tanpa menggoes.
"Ihh kamh mah curang ya yang gak ikutan goes, makan terus mending gede" ujar Adit meledek sang istri.
"Bodo" jawab Nayla yang masih asik dengan jagung bakarnya.
"Nay..kita nginep aja ya, kayanya asik ni bikin dede disini" bisik Adit
"Apa'an sihh gak mau ahh, pulang aja" tolak Nayla yang mengerti kearah mana maksud omongan Adir.
"Bikinnya dirumah aja? padahal kalo bikin disini kan kayanya asik gitu Yang ditemenin sama deburan ombak" ucap Adit sok puitis.
Wajah Nayla memerah karena malu mendengar ucapan Adit sementara itu Lilis dan Dedi hanya jadi penonton dari kemesraan kakanya.
**Haiii maaf ya hari ini upnya sedikit trus telat lagi
Maklum ya aku lagi ada sedikit masalah sama kesehatan efek dari main basah-basahan kemarin.
Maaf juga kalo masih banyak typo tangan author masih keriput nih gara-gara kerendem.
Tapi biarpun begitu jangan lupa ya tetep kasihh semangat buat authorr.
Buat author yang lain maaf ya aku rada telat mampir di cerita kalian tapi aku pasti mampirr kok kalau udah baikan sekali lagi maaf ya.
Salam Maniss
Amellajj/authorr**
__ADS_1