TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 267


__ADS_3

๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒปSelamat Membaca๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Hari berganti hari Nayla setiap hari hanya bersedih, ia lebih sering duduk diatas batu di pancuran belakang rumahnya.


"Sayang kamu disini terus" Adit datang membawa beberapa makanan buat Nayla.


Nayla hanya melihat sekilas lalu kembali menatap air pancuran.


"Sayang makan dulu kue nya" Adit memotong kecil-kecil kue bika ambon yang ada dipiring lalu menyuapi Nayla.


"Sayang kita pulang besok kalo gak lusa yuk"ajak Adit sambil membersihkan sudut bibir Nayla dengan ibu jarinya.


Nayla tak menjawab ia hanya menatap Adit.


"Jangan gitu sayang liatinnya, kan kamu mau kursus bikin kue, gak jadi?" ucap Adit mencoba menghibur Nayla.


"Kamu ngizinin Dit?"tanya Nayla pelan


"Iya lah sayang, nanti aku panggil Lilis saja buat nemenin kamu" Adit tersenyum bahagia karena Nayla mau berbicara dengannya walau hanya kadang-kadang.


"Gimana mau kan pulang lusa kalo gak besok"tanya Adit kembali.


Nayla hanya menganggukan kepalanya.


"Ya udah ayo kita jalan-jalan ke kota cari tiket" ajak Adit


"Aku gak ikut ya, kamu aja" tolak Nayla


"Ayo dong sayang, nanti kita jajan yang, kan dah lama kita gak jajan, oh ya aku mau beli cendol sumatra sayang apa ya namanya aku lupa" pancing Adit agar Nayla mau ikut.


"Itu toge namanya Adit" jawab Nayla


"Iya ..ayo dong sayang, anggap aja kita lagi pacaran lagi" Senyum Adit mengembang saat melihat Nayla tersipu malu.


"Ya udah aku ganti baju dulu" Nayla turun dari batu dan langsung masuk kedalam kamarnya.


Hu...


Adit menghembuskan nafasnya kasar saat berhasil membujuk Nayla.


"Aku janji sayang mulai saat ini akan selalu menjaga kamu" batin Adit sambil menatap punggung Nayla yang menghilang.


Adit menunggu Nayla diteras depan.


Jafar dan Adiknya pun ikut, Adit sengaja mengajak mereka agar Nayla tak merasa kesepian begitupun dengan ibu tiri Nayla.


Mereka sudah siap di teras depan sementara Adit sudah memanaskan mesin mobil.


Nayla tertegun sesaat saat melihat Ibu serta Jafar sudah berada disana.


"Kita sekalian jalan-jalan ya, sesekali makan di luar ya Nay"ucap Adit sebelum Nayla bertanya.


"Iya" jawab Nayla singkat.


Nayla langsung duduk di bangku tengah bersama Ibu dan Adik Jafar.


Setelah berhasil mendapatkan tiket Adit membawa Nayla dan keluarganya membeli toge(sejenis cendol jika di daerah jawa)


"Aku mau pake ketannya yang banyak" pinta Nayla yang langsung di angguki oleh ibu tiri Nayla dan langsung berbicara pada penjual.

__ADS_1


"Enak banget Dit, boleh bungkus gak bawa pulang" pinta Nayla ragu.


"Boleh sayang, kamu mau berapa"jawab Adit lembut.


"Terserah kamu aja yang beliin"jawab Nayla


Sebenarnya Adit sedikit bingung karena Nayla sedikit berubah,lebih lembut dan sedikit feminim dibanding sebelumnya.


Akhirnya Aditpun memesan beberapa bungkus untuk dibawa pulang


Adit bertanya pada Jafar dimana rumah makan yang enak dan nyaman.


Akhirnya Aditpun mengikuti petunjuk dari Jafar sampailah mereka di rumah makan dengan nuasa sungai dan bebatuan besar yang menjadi pemandangannya.


Sambil menunggu pesanan datang Nayla bermain air disungai ditemani oleh Adit.


Sementara itu Jafar memandang iri pada Adit yang dapat mendampingi Nayla.


Pesanan mereka pun datang


"Adit makannya dah siap, ayolah kita makan dulu" teriak Jafar dari atas.


Aditpun mengangguk dan langsung mengajak Nayla naik keatas.


Saat menginjak bebatuan kaki Nayla terpeleset dan hampir saja terjatuh untung ada Adit yang dengan sigap langsung memeluk Nayla.


"Ma..maaf" ucap Nayla malu-malu dengan wajah yang merona.


Sesaat Adit tertegun karena setelah sekian lama baru kali ini lagi ia bisa mendekap Nayla dan melihat Nayla yang malu dan terlihat sangat menggemaskan.


"Gak apa-apa sayang, kaki kamu gak terkilirkan"tanya Adit dengan masih mendekap tubuh Nayla.


"emm...gak apa-apa Adit, tapi ini lepasin dulu, malu tau diliatin orang" ucap Nayla pelan.


"Adit malu" balas Nayla


cup


karena gemas Adit mengecup sekilas pipi Nayla.


"Aaditt" Nayla memegang pipinya yang tadi di cium Adit sambil tersipu malu.


"Woii malah pacaran kalian disana, cepat lah dah lapar perut aku" teriak Jafar untuk kesekian kalinya dan berhasil menyadarkan Adit.


Dengan perlahan Adit menuntun Nayla ketepi.


Begitu mereka duduk, Jafar langsung mengambil piring dan mengambil nasi dan lauk pauknya.


Tanpa menunggu disuruh lagi Jafar langsung melahap hidangan dipiringnya.


"Kamu mau makan apa sayang, biar aku ambilin" tanya Adit pelan.


"Aku mau ikan, tapi..." Nayla tak melanjutkan kalimatnya karena Adit sudah paham.


"Iya sayang aku tau" Adit langsung mengambil seekor ikan mas yang di asam pedas dan dengan sangat lembut ia pun menyuapi Nayla bergantian dengan nya.


Jafar yang melihat kemesraan Adit pada Nayla akhirnya berpikir dua kali jika harus bersaing dengan Adit.


"Adit aku dah kenyang" tolak Nayla saat Adit hendak menyuapinya lagi.

__ADS_1


"Ya udah sayang kalau udah kenyang, aku masih laper yang, aku makan lagi ya" ucap Adit sambil mengambil nasi dan kembali makan.


Nayla hanya terdiam sambil memperhatikan Adit.


"Maafin aku Adit yang udah terlalu egois, aku janji mulai saat ini akan jadi istri yang baik" batin Nayla sambil menatap Adit yang sedang makan.


Saat Adit selesai makan Nayla melihat ada sedikit kuah sayur yang menempel di bibir Adit.


Nayla mengambil selembar tissue dan menghapus noda kuning di bibir Adit.


Adit yang baru pertama mendapat perlakuan manis dari Nayla seakan tak percaya.


"Makasih sayang" ucap Adit


"Iya" jawab Nayla malu-malu.


Setelah puas makan dan bermain air sungai yang jernih akhirnya merekapun kembali.


Ditengah jalan Adit berhenti disebuah minimarket dan membeli beberapa cemilan untuk Nayla tak ketinggalan es crim.


Adit memberikan escrim rasa coklat untuk Nayla.


"Makasih sayang" ucap Nayla pelan.


Adit seakan tak percaya dengan yang ia dengar Nayla memanggilnya sayang.


"Ya Allah seandainya ini cuma mimpi aku tak mau terbangun dari mimpi ini, dan seandainya ini nyata aku mohon ini untuk selamanya bukan hanya sesaat" Adit menengadahkan kedua tangannya layaknya orang berdoa


Nayla menatap bingung kearah Adit


"kamu lagi apa Dit?" tanya Nayla


"Aku lagi berdoa sayang, biar lancar" jawab Adit sekenanya


"Lancar apanya?" tanya Nayla lagi


"Ya perjalanan kita sayang"jawab Adit sabar.


Mobilpun kembali melaju dan setelah satu jam merekapun tiba dirumah.


Nayla langsung masuk kedalam kamar dan membersihkan diri lalu istirahat.


Adit pun segera menyusul.


"Kamu cape ya sayang" tanya Adit yang melihat Nayla memijat-mijat kakinya.


"Gak kok" Nayla langsung menarik kakinya yang hendak disentuh Adit.


"Sini aku pijitin sayang" Adit menarik pelan kaki Nayla dan mulai memijitnya pelan.


Tak lama kemudian Naylapun tertidur.


Adit menatap wajah Nayla yang tertidur pulas dan mengelusnya lembut.


"Met mimpi indah sayang" bisik Adit pelan ditelinga Nayla lalu ia pun ikut berbaring disamping Nayla dan tak lama kemudian ia pun ikut terlelap.


Haii semua bab ini gak ada hantunya ya cuma keromantisan Adit dan Nayla semoga gak ada yg baper ya๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


Jangan lupa tinggalin jejak kalian biar aku bisa mampir juga di karya otor yang dah hadir disini.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/authorr


__ADS_2