
Siang itu Nayla nampak begitu senang bermain air,dengan berbekal saringan ikan ia menceburkan diri di empang(kolam ikan)milik keluarga Adit.
Adit yang melihat tingkah laku kekasihnya yang seperti anak kecil hanya memperhatikan tingkah Nayla dari pinggir kolam.
Tanpa Nayla sadari dari sudut empang ada sesosok bayang hitam yang memperhatikannya,entah apa yang terjadi jika Nayla menyadari
"sayang jangan lama-lama maen airnya nanti masuk angin"teriak Adit dari tepi empang,Nayla hanya tersenyum dan tak lama kemudian ia pun segera naik dan membersihkan diri di air pancuran.
Nayla merasa badannya tiba-tiba berat hingga ia sulit untuk melangkah
"kamu kenapa Nay?"Adit yang melihat Nayla kesusahan
"tau ni Dit badan aku berat banget"keluh Nay sambil berusaha menegakan badannya
tiba-tiba ayah Adit menghampiri Nayla lalu mengusap belakang Nayla.
"ada apa yah?"tanya Nayla yang merasakan sekarang tubuhnya sedikit ringan.
"gak ada apa-apa Nay,sudah sana makan dulu"perintah Ayah Adit
Nayla ingin menghabiskan hari ini dengan jalan-jalan mengelilingi kampung karena besok pagi ia harus kembali ke kota "C"
Setelah makan siang dan beristirahat Adit mengajak Nayla kekebun milik Ayahnya yang berada lumayan jauh.
Sesampainya dikebun mereka duduk disaung yang ada disana,Adit memetik sebuah pepaya yang belum begitu matang dan dua buah kelapa muda,karena memang sudah niat buat kekebun jadi Adit sempat membawa sebuah golok dengan lihay Adit mengupas buah pepaya mengkel dan kelapa muda lalu menyodorkannya pada Nayla yang sedari tadi memperhatikan Adit.
"heii jangan diliatin terus tar naksir berat loh"ledek Adit sambil mencubit pipiku
"ihh Adit itu ada getahnya tau"jawabku sambil mengelus pipi yang tadi dicubit oleh Adit.
Saat akan meminum air kelapa muda Nayla sedikit kebingungan karena tidak ada sedotan akhirnya Adit mengambil setangkai dahan pepaya lalu memotong daunnya dan menjadikannya sedotan,aku pun tersenyum.
__ADS_1
"Adit disitu ada makam ya?"tanya Nayla sambil menunjuk kearah sebuah pohon yang cukup besar
Adit mengeryitkan keningnya "dari mana kamu tau Nay"
"itu...Dit disana ada kakek-kakek janggutnya panjang banget putih lagi"jelas Nayla
"ishhh mulai deh kamu Nay"
"sungguh Dit aku tuh gak bohong"
"iya,aku tau kamu gak bohong,udahlah abaikan saja tuh kakek" ucap Adit sambil mengibaskan tangannya.
cup
Nayla tertegun saat Adit mengecup sekilas bibirnya.
"ihh Adit...kamu..."belum sempat Nayla menyelesaikan kata-katanya matanya terbelalak lebar saat ia melihat sesosok wanita dengan rambut panjang yang sedang memperhatikannya dari sebuah tangkal pohon.
"aaaaa"teriak Nayla sambil menutup matanya dengan telapak tangan.
Nayla tak menjawab ia hanya menunjuk kearah sebuah pohon besar
"aisss siang-siang dia udah keluar sih" Adit hanya tersenyum sambil berusaha mengusir mahluk itu.
"Nay...balik yuk"ajak Adit sambil melepas kan tangan Nayla dari wajahnya
saat tangan Nayla terlepas matanya masih terpejam,ia tak mau membuka matanya bayang-bayang sosok tadi masih terekam jelas dipelupuk matanya.
"sayang buka matanya,udah gak ada apa-apa kok"ucap Adit lembut
perlahan mata Nayla terbuka,wajahnya masih lerlihat pucat.
__ADS_1
mereka pun kembali kerumah Adit,sejak kembali dari kebun Nayla merasa badannya sangat lemas seperti tidak mempunyai tenaga,ia pun hanya berbaring ditemani Lilis.
"sayang,masih lemes"tanya Adit sambil membelai lembut wajah Nayla
Lilis yang baru kali ini melihat begitu romantisnya sang kaka hanya memperhatikan dari sisi ranjang dimana Nayla terbaring.
"aku gak apa-apa Dit,cuma lemes aja"
"ya udah kamu istirahat aja ya,aku mau mandi dulu" Aditpun keluar dari kamar Lilis.
Nayla kini duduk disisi tempat tidur,ia menyisir rambutnya dengan jari "tadi kata Lilis wajahku pucat,kebetulan itu ada kaca " Naylapun berdiri mengadap cermin memperhatikan wajahnya yang sedikit memutih.
Saat Nayla sedang melihat dirinya dicermin ia pun terkejut masalahnya bukan wajahnya yang ada disana melainkan sosok wanita yang tadi dilihatnya dikebun.
"aaawwwwwww" teriak Nayla sekencang mungkin namun tak lama kemudian ia pun tak sadarkan diri.
Adit yang sudah selesai mandi langsung berlari kekamar Lilis begitu mendengar suara Nayla alangkah terkejutnya Adit saat melihat Nayla yang terbaring dilantai,ia pun langsung mengangkat tubuh Nayla dan membaringkannya kembali diatas tempat tidur.
Tak lama kemudian Nayla tersadar namun mimik wajahnya masih terlihat ketakutan ia pun menutup telinganya saat ada yang memanggil namanya
"aaaaahhhhhh jangan mendekat aku mohon, pergiiiiii" teriak Nayla setengah sadar
tak lama kemudian Ayah Aditpun masuk dan melihat kondisi Nayla
"kalian dari mana tadi Dit?"tanya ayahnya
"dari kebun Yah,tadi disana dia melihat ada cewe mana Adit tau kalau ngikutin"jelas Adit
"huuu ..."ayah Adit menarik nafas dalam lalu menghembuskannya
Setelah beberapa jam akhirnya ayah Adit berhasil membuang sosok yang mengikuti Nayla.
__ADS_1
wajah Nayla yang masih terlihat pucat membuat Adit ragu untuk kembali ke kota "C" akhirnya setelah kondisi Nayla sedikit membaik ia pun kembali namun tidak naik motor melainkan naik bus agar Nayla bisa istirahat.
Selama dalam perjalanan Nayla tertidur dengan kepala bersandar dibahu Adit.