TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 172


__ADS_3

♡♡♡ Selamat Membaca ♡♡♡


Hari itu Nayla ujian memotong rambut untuk mendapatkan sertifikat.


5 bocah calon korban eksperimennya sudah berkumpul didepan salon.


"Haii semua,mari masuk"ajak Nayla pada anak-anak kecil itu dan orang tua yang mendampinginya.


Anak pertama berhasil Nayla potong rambutnya karena anak itu hanya meminta di potong biasa saja.


Anak Kedua dan ketiga pun sama.Namun pada saat anak keempat ada sedikit masalah tiba-tiba ada hembusan angin yang cukup kencang hingga membuat tangan Nayla tanpa sengaja tersentak dan alhasil potongannyapun miring dan berantakan.


Naylapun seakan tak percaya karena takut akan semakin jelek hasilnya ia pun memanggil Damra


"Ra...tolongin gw napa,tuh anak rambutnya jadi mencong,haduuu abis deh gw tar diomelin ama emaknya"nampak kekhawatiran diwajah Nayla.


Damrapun segera keluar dan melihat anak yang dimaksud Nayla.


Damrapun memberi arahan pada Nayla dan hasilnya lumayan bagus dan mendapat pujian dari orang tua anak itu.


Anak kelima pun sama,mereka nampak puas dengan potongan rambut Nayla.


Saat Nayla sedang merapikan peralatan salon nya ia melihat seorang anak wanita dengan rambut lumayan bagus.


"Haii cantik,mau kaka potongin juga rambutnya"sapa Nayla pada gadis mungil itu


anak kecil itu pun mengangguk,Nayla menarik tangan gadis itu dan mendudukannya dibangku.


Ia pun kembali mengambil gunting rambutnya dan saat ia hendak memotong rambut gadis itu Nayla sedikit bingung "Kenapa pantulan gadis itu tidak ada dikaca"


Saat ia sedang berpikir dan memainkan gunting di tangannya Damra menyapanya dengan wajah yang sedikit bingung


"Kamu ngapain Nay,kok diberantakin lagi"tanya Damra yang bingung


"Aku mau potong rambut anak ini dulu Ra"jawab Nayla


"Anak?"ulang Damra yang bingung karena tidak ada siapa-siapa disitu kecuali Nayla dan dirinya.


"Iya,anak cewe"


"Ehhh...mana tuh anak ya,tadi disini Ra"ucap Nayla sambil mengedarkan matanya mencari sosok anak kecil yang tadi.


Sesaat kemudian Nayla baru menyadarinya jika yang dilihatnya tadi bukanlah manusia melainkan mahluk astral yang mungkin saja memang penunggu tempat itu.


Nayla meninta ijin untuk istirahat sebentar diatas mumpung salon sedang tidak ramai.


Sesaat setelah Nayla naik kekamar yang terletak atas masuklah seorang pria yang ternyata Adit.


"Haii...Ra,dimana Nayla?"tanya Adit sambil mengedarkan matanya mencari sosok gadis yang sangat ia rindui itu.


Memang sejak Nayla kembali ke kota itu sekalipun ia belum menemui Nyala,ia hanya melihatnya dari jauh.


Saat mereka sedang asik ngobrol,terdengar suara langkah kaki yang sedang menuruni tangga.


"Eh..Dit Nayla turun tuh" ucap Damra.


Aditpun langsung berpura-pura menjadi pelanggan yang sedang mencuci rambut.


"Enak banget Ra,pijitnya yang kencengan dikit dong sayang"ucap Adit memulai aksinya


Nayla berhenti sejenak ketika sudah berada di undakan tangga terakhir.


"Kayanya aku tau suara ini"Nayla bermonolog sendiri sambil menegaskan lagi pendengarannya.


"Sebelah sini loh Damra sayang"terdengar kembali suara seorang pria yang Nayla yakin betul itu suara Adit.


Karena penasaran Nyalapun keluar


"Ra ..aku keluar dulu ya"ucap Nayla pura-pura tidak kenal dengan Adit.


Adit yang melihat Nayla secara dekat ingin rasanya langsung mendekap gadis itu namun ego menahannya,ia menatap Nayla melalui kaca.


"Siapa itu Ra?"tanya Adit yang pura-pura tidak kenal dengan Nayla.


Dek..


Hati Nayla terasa sakit begitu mendengar Adit yang tidak mengenal dirinya.


"Oh..ini karyawan baru a "jawab Damra yang memanggil Adit dengan sebutan aa.


Bukan Nayla namanya jika tidak berhasil menyembunyikan perasa'annya.


Ia pun hanya tersenyum walaupun terpaksa"Hai.." sapa Nayla


"Kamu mau kemana Nay?"tanya Damra sambil memijit kepala Adit setelah keramas.


"kepala aku pusing banget,mau nyari yang seger-seger dulu ahh" jawab Nayla lalu mengambil dompetnya yang ia simpan di sebuah lemari kecil.

__ADS_1


"mau pergi ama siapa Nay?"tanya Damra yang ternyata disuruh oleh Adit.


"minta tolong anterin bang Jo aja,tadi aku udah WA dia"jawab Nayla lalu membuka pintu salon dan langsung menyebrang munuju seorang pria yang sudah duduk diatas motornya.


Adit nampak begitu kesal melihat Nayla yang pergi bersama Paijo.


"Anak itu gak pernah berubah ya"desis Adit kesal


Damra tertawa melihat ekpresi wajah Adit melalui kaca besar didepannya.


Hampir setengah jam berlalu namun Nayla belum juga kembali.


"pergi kemana sih ni anak"gerutu Adit sambil membulak-balik majalah tanpa dibaca.


"udah si a kalo kangen mah langsung aja gak usah pura-pura"saran Damra


Namun Adit bersikukuh ingin Nayla duluan yang menyapanya.


Namun semua diluar perkiraannya gadis itu bersikap biasa saja bahkan seperti tak mengenal dirinya.


Amarah Adit semakin memuncak saat melihat paijo mengelus kepala Nayla lembut dengan tatapan yang Adit tau kalau pria itu mempunyai rasa pada gadisnya.


"Ya ampun Nay...liat aja nanti ya ada saatnya aku bales semua"ancam Adit mengepalkan tangannya menahan amarah.


"Ra..ni aku bawain bakso,kita makan bareng yuk"ajak Nayla yang tidak menyadari Adit masih duduk disitu.


"Loh masnya masih disini ya,maaf gak liat"ucap Nayla sambil nyengir


"Iya saya lagi nemenin Damra kasian sendirian"Jawab adit


Naylapun kebelakang untuk mengambil mangkok dan menuangkan baksonya.


Begitupun Damra.


"Maaf ya mas gak nawarin cuma beli dua soalnya"ucap Nayla sambil menyuap bakso kecil kedalam mulutnya.


"ya gak apa-apa Mbak"balas Adit.


Hari berganti hari, Nayla dan Adit sudah seperti benar-banar orang yang baru kenal kadang mereka bertengkar.


Siang itu Adit sedang mengetik sesuatu di ponselnya kebetulan Nayla melintas didepannya.


"Dear mantan...


Wahai Angin tolong sampaikan salamku padanya,Jika dia menolak tolong rubuhkan saja rumahnya"Ucap Adit berpura-pura membaca dari ponselnya.


"Dear mantan....


Hidupmu tanpa aku bagai kodok bangkong


yang terapung-apung ditengah empang" balas Nayla lalu ia pun tertawa


"sial dia ngatain gw kodok bangkong" batin Adit sambil menatap Nayla tajam.


Nayla pun berlalu pura-pura membersihkan kaca namun sebenarnya ia sedang menahan tawa melihat wajah Adit yang kesal.


Damra duduk disamping Adit.


Dengan sok mesra Adit mengelus kepala Damra dan memainkan rambutnya.


Nayla yang melihatnya merasa kesal sendiri "katanya kangen ama aku,mohon-mohon nyuruh aku balik gak taunya disini udah punya cewe lagi,untung waktu itu gak jadi nikah ama kamu Dit" batin Nayla lalu ia pun keluar dari salon sambil menghentakan kakinya dilantai karena kesal.


Ia keluar menemui Paijo alias Bang Jo di warung Nasi padang sekaligus es kelapa mudanya.


"Bang Jo,Nay mau es kelapa dong pake alpuket"teriak Nayla dari luar,dan tak lama keluarlah seorang pria muda yang Nay panggil


Setelah mendapatkan yang ia inginkan Naylapun mencari jajanan lain yang mengungah seleranya.


Ia pun membeli batagor,cimol,dan tak ketinggalan Sopel yang super pedas.


Adit yang melihat Nayla Jajan sangat banyak hanya tersenyum puas,ia masih hapal dengan kebiasaan Nayla jika sedang kesal ia akan jajan sangat banyak namun yang tak membuatnya kenyang.


Nayla pun duduk kursi salon sambil menaikan kedua kakinya pada meja dan menyandarkan tubuhnya sambil memakan sebuah sosis ukuran jumbo.


"Kamu gak nawarin aku Nay?"tanya Adit


"Nagpain,kalo lagi pacaran mah gak makan juga udah kenyang,iya kan Ra"jawab Nayla sambil memainkan sebelah alisnya


Damra tersenyum mendengar ucapan Nayla,sebenarnya ia tak mau berpura-pura menjadi pacar Adit namun karena Adit memaksa akhirnya ia pun menuruti kemauan pria itu.


Saat ia sedang asik menikmati jajanannya tiba-tiba ponselnya berbunyi.


Ia pun melihat Nama Papanya yang tertera di layar


"Hallo assalammualaikum Pa"


....

__ADS_1


" Iya Nay baik-baik aja"


....


"Apa?jadi saksi?boleh gak kalo Nay nolak Pa?Nay takut" ucap Nayla pelan dan tiba-tiba saja ia ingat kejadian waktu Fikar hampir saja merenggut kesuciannya


Tanpa ia sadari air matanya mengalir,ada perasaan takut yang masih membekas di ingatannya saat ia di ikat dan di tampar.


....


"Tapi Nay takut Pa"


Adit dan Damra mendengarkan pembicaraan Nayla dan Papanya.


Adit bertanya-tanya dalam hati,ia penasaran apa yang membuat Nayla menangis.


Naylanpun memutuskan sambungan telponnya,ia menghapus kasar sisa air mata di pipinya,ia pun berdiri hendak naik kekamar atas namun Adit mencegahnya.


"Ada apa Nay?"tanyanya lembut sambil menghapus air mata Nayla


"Gak ada apa-apa"jawab Nayla ketus sambil menjauhkan tangan Adit


"Nay...Nayla liat aku,kalau kamu ada masalah kamu bisa cerita sama aku"ucap Adit sambil menahan tangan Nayla agar gadis itu mau bercerita.


"Jangan pegang-pegang napa Dit,gak enak diliat ama cewe kamu tuh"protes Nayla lalu ia pun segera berlari menaiki tangga.


Adit menarik nafas kasar "Kenapa jadi gini sih,ada apa dengan kamu sayang,apa yang kamu sembunyiin dari aku" Adit mengusap kasar wajahnya


"Tenang aja Dit biar tar aku yang cari tau ada apa "Damra berusaha menenangkan Adit.


Adit pun keluar dan kembali ketempat Fitnesnya.


Damra menghampiri Nayla


"Kamu kenapa Nay?apa Papa kamu sakit"tanya Damra lembut


Nayla hanya menggelengkan kepalanya.Ia pun menangis memeluk Damra erat.


"Ada apa sih Nay,cerita dong"desak Damra.


Akhirnya Naylapun menceritakan pengalaman pahitnya yang diculik oleh Fikar bahkan menjadi korban kekerasan dan pelecehan.


Damra yang mendengarkan cerita Naylapun ikut menangis,ia tidak tau jika Nayla begitu menderita ada rasa menyesal dihatinya karena secara tidak langsung ia ikut menyakiti gadis itu.


"Aku harus cerita ama Adit,dia harus tau dan mengakhiri sandiwaranya"batin Damra.


Nayla minta ijin pulang duluan,ia ingin menenangkan pikirannya.


Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Damra,ia pun langsung menyuruh Adit menemuinya.


Damra menceritakan ulang semua pada Adit.Nampak wajah Adit memerah menahan marah mendengar Nayla yang hampir saja dijamah oleh pria lain.


Tanpa menunggu ia pun langsung melajukan motornya menuju rumah Nayla.


Setelah memberi salam ia langsung naik kekamar Nayla.


Ia membuka perlahan kamar Nayla,nampak gadis itu sedang menangis,ia pun memeluk Nayla dari belakang.


Nayla yang kaget karena ada tangan yang melingkar di pinggangnya langsung menoleh dan melihat wajah Adit yang menempel.di bahunya.


"Lepasin Dit,kamu apa-apa'an sih"Nayla meronta berusaha melepaskan tangan Adit dari pinggangnya


"Maafin Aku sayang,aku gak tau kalau kamu..."Adit tak meneruskan kata-katanya hatinya terasa sakit membayangkan tubuh Nayla yang hendak dijamah oleh orang lain.


"Jangan begini Dit,gak enak sama Damra"


"Aku dan Damra hanya pura-pura Nay,di hati aku tuh cuma ada kamu Nay,lagi juga Damra udah punya pacar" ucap Adit yang akhirnya membongkar sendiri rencananya.


Nayla hanya terdiam,tatapan matanya kosong


"Aku udah tau semuanya Nay tadi Damra cerita sama aku,maafin aku sayang"Adit mencium kepala Nayla namun lagi-lagi gadis itu hanya diam,nampak sekali kalau ia masih trauma dengan kejadian itu.


Hai semua....


Pada sehatkan???


Oh iya buat para reader yang mau jalan-jalan sekalian taun baruan jangan lupa tetep pake masker ya dan juga cuci tangan pake sabun biar gak kena covid.


Tetap semangat ya dan jangan lupa tetap dukung author dengan cara **Like,Vote,komen dan juga kritsar author tunggu


Terima kasih buat yang udah ngasih dukungan buat author lewat Vote nya.


Salam Maniss


😘😘😘


Amellajj/author**

__ADS_1


__ADS_2