TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 201


__ADS_3

♣♣♣ Selamat Membaca ♣♣♣


Nayla tertidur sangat lelap hingga saat mobil berhenti disebuah pekarangan rumah yang sangat luas ia pun tidak terbangun.


"Apa perlu bantuan bos buat mindahin si tetehna kakamar" ucap salah seorang pengawalnya menawarkan bantuan yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Anto.


Anto pun membopong tubuh Nayla lalu meletakannya disebuah kamar di lantai bawah.


Suara kicauan burung dan kokokan ayam jantan membangunkan Nayla dari tidurnya.


Saat matanya terbuka ia sedikit merasa bingung karena berada ditempat yang asing buatnya.


"Ini di mana sihh, kok kaya bukan di rumah Adit" Nayla berbicara sendiri sambil menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.


Ia sedikit terkejut saat kakinya menyentuh lantai yang terasa sangat dingin.


" Ihh dingin banget sihh ubinnya, mana gak ada sendal lagi" mata Nayla berselancar mencari benda yang ia inginkan namun tidak ia temuai.


Dengan sedikit memaksa akhirnya ia pun menapakan kakinya perlahan di lantai yang sangat dingin itu hingga lama kelama'an ia pun terbiasa dan kuat berjalan menuju pintu.


Saat Nayla hendak membuka pintu terasa sangat susah "Siall dikunci" gerutu Nayla kesal


Lalu ia pun berjalan menuju jendela kamar hendak melihat-lihat suasana sekitar rumah yang ia tempati saat ini.


"kenapa pake tralis segala sihh" gerutu Nayla kesal karena merasa seperti tahanan.


Saat Nayla sedang melihat keluar jendela tiba-tiba saja terdengar suara pintu dibuka, ia pun langsung membalikan badannya melihat siapa yang masuk.


Ia pun menarik nafas malas saat melihat wajah Anto yang masuk sambil membawa nampan yang berisi segelas susu coklat dan sepiring nasi goreng.


" Kamu udah bangun Nay..ini aku bawain sarapan"


Anto meletakan nampan diatas meja lalu menghampiri Nayla didekat jendela.


" Ini dimana sihh, kok bukan dirumah orang tua Adit" tanya Nayla


" Ini dirumahku" Anto menjawab dengan santainya sambil bersandar di tralis jendela dan menatap kearah Nayla.


" Apa liat-liat"


" Kenapa aku dibawa kesini bukannya kerumah Adit?" Nayla yang memang tidak suka semakin kesal saja dengan Anto.


"Kenapa aku harus bawa kamu kesana?" Anto tersenyum sinis kearah Nayla


"Hello ...nanti apa kata orang sekampung liat aku malah tinggal dirumah kamu,kan mereka taunya aku istri Adit"


"Jangan sebut nama Adit dirumahku dan aku gak perduli sama orang kampung mau ngomong apa yang penting buat aku tuh kamu bisa selalu aku lihat" sahut Anto dengan nada marah


" Mending sekarang kamu sarapan trus mandi" Anto melangkah kearah kasur dan duduk disalah satu sisinya.

__ADS_1


"Gw gak bawa baju ganti" sahut Nayla ketus


"Kan bisa pake kaos aku Nay biar kebesaran juga, nanti siang kita beli baju buat kamu" Anto tersenyum


" Aku gak bisa kalo gak ganti ..." Nayla nampak malu untuk melanjutkan kata-katanya


Anto pun tersenyum lalu ia berjalan menuju lemari dan mengambil sesuatu


" Ini maksud kamu.." Anto menaruh sepasang pakaian dalam wanita di atas kasur.


Mata Nayla membelalak lebar saat melihat dalaman yang ada diatas kasur


" Kayanya itu punya gw deh" Naylapun mengambil pakaina dalam itu dan melihatnya secara teliti


" Ini.." Nayla tak melanjutkan kata-katanya, ia menatap tajam kearah Anto seakan meminta penjelasan.


"Iya..itu emang punya kamu, waktu itu aku yang ambil dari jemuran" tutur Anto tanpa tahu malu.


" Gak nyangka ya ternyata loe maling jemuran" sentak Nayla yang kesal


" Terserah kamu sayang emang aku maling jemuran tapi yang aku ambil cuma punya kamu aja" lanjutnya benar-benar tak tahu malu


Naylapun semakin kesal ia langsung meneguk susu coklat sampai habiss


Anto hanya tersenyum,melihat Nayla yang kesal justru membuatnya semakin suka.


Lagi-lagi Anto tersenyum, ia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu disana.


Saat melihat Anto mengeluarkan hp nya Nayla baru ingat dengan hpnya, ia pun meraba saku celananya namun ia tak menemukan apa yang ia cari.


" Kamu cari apa Nay?"tanya Anto yang ternyata memperhatikannya dari tadi.


" Hp gw mana?? jatoh di mobil loe kali To" Nayla yang hendak berdiri langsung di halangi oleh Anto


" Hp kamu ada sama aku" ucap Anto dingin


" Sini'in hp gw tar kalo Adit nelfon gak kedengeran" pinta Nayla yang tak menyadari perubahan diwajah Anto saat ia menyebut nama suaminya.


"jangan harap aku bakal balikin ponsel kamu Nay" ucap Anto dan tak lama kemudian seorang wanita paruh baya masuk sambil membawa sepiring gorengan yang masih panas.


Nayla langsung mengambil satu buah bakwan yang terlihat menggiurkan.


" Aku keluar dulu sayang habiskan makanannya habis itu mandi" ucap Anto seperti berbicara dengan anak kecil.


Ia pun keluar dari kamar dan terdengar suara pintu yang di kunci dari luar.


" Anto gila gw bukan tawanan jangan dikunci'in" Nayla yang kesal langsung saja melempar sebuah bantal kearah pintu sambil berteriak...


Nayla yang kesal langsung saja masuk kekamar mandi yang ada di kamar itu lalu menguncinya dari dalam.

__ADS_1


Sementara itu Anto meninggalkan rumahnya dengan penjagaan yang lumayan ketat, ia takut jika Nayla akan kembali kabur.


" Ihh..bt amat sihh kaya gini gak ada kerjaan, mana dikurung lagi" Nayla yang berbicara sendiri nampak mencoba membuka pintu walaupun ia tahu pintu itu tidak akan terbuka.


Ia pun menggeledah isi kamar itu saat membuka lemari ia terkejut bukan main ternyata semua dalemannya yang hilang ada di salah satu skat lemari itu.


Saat Nayla mendengar suara pintu dibuka dari luar iapun langsung masuk kedalam lemari gantung yang kosong lalu menutupnya.


Anto yang baru saja pulang dari suatu tempat membawakan Nayla sesuatu.


" Nay...ini aku bawain baso" Anto yang masuk tak melihat Nayla di tempat tidur langsung mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup.


tok..tok..


"Nayla" panggilnya


Setelah berulang kali mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalam akhirnya ia pun membuka pintu kamar mandi dan alangkah terkejutnya Anto saat tau kamar mandi itu kosong.


" Nayla..Nayla dimana kamu" teriak Anto yang mencari keberadaan Nayla namun tidak ketemu.


Anto pun nampak kesal.


Sementara itu Nayla yang bersembunyi di dalam lemari ternyata ketiduran hingga ia tak mendengar suara Anto yang marah karena tidak menemukan dirinya.


Setelah mencari hingga keseluruh rumah akhirnya Anto pun semakin kesal ia melempar apa saja yang ada didekatnya hingga telinganya mendengar suara


Braakk


Anto pun mencari asal suara hingga matanya tertuju pada benda yang menjulang tinggi berwarna coklat yang belum dibukanya.


Dengan sangat hati-hati ia pun membuka pintu lemari pakaian gantung.


Saat pintu dibuka alangkah terkejutnya Anto melihat Nayla yang terlelap sambil mengisap jari jempolnya percis seperti anak kecil.


Seketika itu juga senyum Anto mengembang lalu dengan sangat hati-hati ia mengangkat tubuh Nayla dan membaringkannya di tempat tidur.


" Haduhh Nay..Nay ada kasur yang empuk kok malah milih tidur di dalam lemari" ucap Anto sambil menatap wajah Nayla lalu merapikan anak-anak rambut yang bertebaran disekitar keningnya.


" Kamu emang manis Nay, terlalu imut untuk menjadi seorang istri Adit, lebih pantas untuk menjadi istriku sayang" ucap Adit lalu mengecup kening Nayla untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia keluar dari kamar itu dan kembali memguncinya.


Hallo aku udah up lagi ni


maaf ya bab ini lebih sedikit soalnya cuaca dingin jadi males mikir maunya kemulan aja sama beberapa boneka kesayangan.


Tapi tetep kasih dukungan aku ya biar lebih semangat.


Salam Maniss


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2