
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Setelah pertemuan dengan Dewa malam itu hati Nayla merasa jadi serba salah,entahlah ia merasa ada yang disembunyikan oleh Dewa.
"kok Dewa aneh sih,kenapa ya" pikiran Nayla terus berkecamuk
"ishhh gw kan gak harusnya begini,kalo dia mau ngapa-ngapain gak ada hubungannya sama gw,kan udah mantan" batin Nayla
mencoba mengusir kekhawatirannya.
Dretttt
Dretttt
Drettttt
Dengan malas akhirnya ia pun mengambil ponselnya
"no siapa nih??" gumam Nayla
"Halloo..."
.........
"oh...Franss,ada apa,tumben"
........
"apa?...masa sih! dia gak bilang apa-apa kemaren waktu ketemu"
........
"oh...iya,makasih ya buat infonya"
.......
"iya gak apa-apa l'm ok,tenang aja..."
Nayla pun menutup percakapan dengan Frans.
Frass adalah sahabat dekat Dewa dia sengaja menelpon Nayla untuk memberitahu bahwa hari ini Dewa sedang melangsungkan pernikahan dikampung halamannya di Nias.
Kini terjawab sudah semua keanehan yang Nay rasakan terhadap Dewa.
Yang Nayla tak habis pikir kenapa kemarin dia gak bilang kalau dia mau nikah.
Tanpa terasa air mata Nayla kembali meluncur bebas,dadanya terasa begitu sesak
ting...
sebuah notifikasi masuk Naylapun segera membukanya
Air matanya bertambah deras entahlah ia merasa begitu sakit,apa lagi saat melihat sebuah foto yang dikirim oleh Frans
Ya...Frans memang mengirim foto pernikahan Dewa dengan seorang wanita yang kini sudah menjadi istrinya.
Apalagi saat melihat jas yang dipakai Dewa adalah jas yang kemarin mereka beli.
"kenapa gw harus sedih sih,kan dia cuma mantan"Nayla bermonolog sendiri sambil mengusap kasar air matanya.
__ADS_1
treeetttt
treeetttt
ponselnya kembali berbunyi ia pun segera mengangkatnya
"Halllo...."
.......
"oh...Adit,maaf aku kira siapa"
......
"gak...aku gak nangis kok,tadi abis kecegukan" jawab Nayla ngasal
......
"iya...aku mau ikut,jam berapa"
.......
"iya sampe ketemu besok"
.....
"wa'alaikum salam"
Akhirnya setelah larut dalam sedihnya Naylapun tertidur.
Keesokan harinya seperti yang sudah Adit janjikan hari ini ia akan mengajak Nayla hang out,dia tau saat ini Nayla sedang sedih namun apa yang membuat Nayla sedih ia tak tahu,Adit ingin Nayla sendiri yang bercerita padanya.
"Dit..kamu serius gak ama aku?"tanya Nayla tiba-tiba
"serius lah yang,kenapa sih tumben amat nanya nya"tanya Adit sambil menatap kearah Nayla
"kamu kapan mau ngelamar aku?"
pertanyaan Nayla sukses membuat Adit tersendak kopi yang sedang ia minum
"kamu yakin udah mau aku ajak nikah?"tanya Adit meyakinkan
"emmm gak juga sih,tapi untuk saat ini aku pengen buru-buru nikah aja,gak tau dah besok-besok bakal berubah lagi apa gak"
jujur saat ini Adit merasa aneh dengan Nayla,biasanya gadis didepannya ini selalu menolak jika diajak ngomong serius soal pernikahan.
"ada apa sih yang ama kamu,aku tuh maunya kita nikah saat kamu benar-benar siap,bukan karena aku paksa atau alasan yang lain"ucap Adit menjelaskan dengan lembut pada Nayla
"aku kesel Dit,kamu jangan marah ya,aku mau jujur "ucap Nayla ragu-ragu
"marah kenapa sih yang"
"pokoknya janji dulu jangan marah"paksa Nayla
"iya aku janji gak marah" akhirnya Aditpun mengalah karena ia penasaran dengan apa yang hendak Nayla sampaikan
"emm..." Nayla menjeda sejenak ia nampak ragu untuk berkata jujur pada Adit.
"ishhh bikin penasaran aja sih kamu yang"Aditpun gemas melihat Nayla yang malah memainkan resleting jaket yang ia pakai
__ADS_1
"ihh tar dulu dong aku kan lagi ngatur kata-katanya"
Adit pun malah tertawa mendengar ucapan Nayla
"ya ampun Nay aku gemes banget jadinya tar aku cium juga ni kalo gak jadi ngomong"ancam Adit Nayla pun langsung menggeser duduknya menjauh mendengar ucapan Adit.
Aditpun tersenyum melihat kelakuan kekasihnya itu.
"sini dong masa kaya orang marahan sih yang"
"gak mau,tar kamu macem-macem"jawab Nayla
"ya ampun sayang kok kamu takut banget sih ama aku,gimana mau cerita kalo jaraknya kaya gini Nay,masa mesti teriak-teriak sih tar banyak yang dengerkan berabe" Adit berusaha mendekat kearah Nayla
"makanya jangan iseng Dit,aku mau ngonobg serius" ucap Nayla dengan nada merajuk
"iya yang,ya udah sekarang cerita dong"
"Dewa hari ini nikah Dit"ucap Nayla sambil melihat wajah Adit
"trus kenapa?"tanya Adit sambil mengerutkan dahinya
"gak tau kenapa kok dada aku nyesek ya Dit,kayanya aku gak terima gitu dia nikah duluan" Nayla melihat kearah Adit lalu ia menunduk berusaha menahan air matanya yang hendak jatuh
"Sayang ...kamu masih punya hati sama Dewa?"
Dek... tiba-tiba Nayla merasa bersalah pada Adit
"Liat aku yang..." Adit meraih dagu Nayla dan menariknya keatas agar ia dapat melihat wajah Nayla
"aku gak tau Dit,soalnya kemarin dia cuma bilang mau ada rapat di kantornya dia minta aku yang pilihin jas dan dasinya"jawab Nayla dengan air mata yang sudah tidak dapat dibendung lagi
"trus kamu minta aku buru-buru nikahin kamu biar kenapa?"tanya Adit yang membuat Nayla makin bingung
"aku juga gak tau Dit,aku cuma gak mau aja dia nikah duluan,aku maunya aku yang nikah duluan" jawab Nayla mulai sesegukan
"kamu gak boleh gitu sayang kan berarti jodohnya dia sampe duluan,kalo kaya gini kamu egois namanya yang" Adit berusaha bersabar walaupun hatinya sakit.
Bagaimana tidak sakit kekasihnya kinu sedang menangisi pria lain.
Ia tahu Nayla masih menyimpan rasa pada Dewa begitupun Dewa namun perbedaan yang membuat mereka tak bisa bersama,karena itulah Adit berusaha masih bertahan dan berharap suatu hari nanti Nayla bisa mencintainya sepenuh hati.
yang sabar ya Babang Adit!!!!!
Haii para reader terima kasih masih sudah mampir di karyaku yang receh ini
jangan lupa dukung trus authorr dengan cara
Like
Vote
Rate
dan juga kritsarnya author tunggu
Salam Maniss
Amellajj/authorr
__ADS_1