
๐๐๐Selamat Membaca๐๐๐
Malam itu Nayla tidur dengan sangat lelap hingga tak terasa hari pun berganti pagi.
Ooaammm
"Udah pagi aja"
"Astaghfirullah hari ini Adit pulang" Nayla berbicara sendiri hingga tanpa ia sadari ia bisa berdiri dan berjalan tanpa menggunakan tongkat lagi.
Ia pun segera mandi dan berdandan lalu ia keluar mencari Empok.
"Pokk...Empok dimana" teriak Nayla sambil mencari Empok ke dapur.
"Ihh Empok kok jawab sih aku panggil" ujar Nayla.
Sementara Empok sedikit terkejut melihat Nayla yang berjalan tidak lagi menggunakan tongkat.
"Neng gak sakit kakinya?" tanya Empok heran.
"Apa sih Pok, gak sakit? emangnya aku kenapa?" Nayla malah balik bertanya hingga membuat Empok kebingungan.
"Lah kan kemarin kaki Nay itu..." Empok tak berani melanjutkan kata-katanya, ia takut akan menyinggung perasaan Nayla.
"Itu apa sih Pokk..." kini Nayla yang balik bingung.
"Itu neng"
"Aduhh...gimana bilangnya ya.." Empok pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Itu apa Pok, ngomong tuh yang jelas" cecar Nayla.
"Kan kemarin Neng Nay kecelakaan,trus kakinya sakit,kok sekarang tiba-tiba bisa jalan gak pake tongkat" ujar Empok menjelaskan panjang lebar.
"Oh iya Pok, Nay juga gak tauu "
"Kayanya Nay malah lupa kalo Nay tuh jalan masih pake tongkat"
"Nah itu dia Neng, emang nya udah gak sakit kakinya?" tanya Empok yang penasaran.
"Cuma ngilu aja sih Pok" jawab Nayla.
"Ya udah Neng duduk aja,Neng Nay mau sarapan apa?" tanya Empok sambil membuatkan susu coklat hangat untuk Nayla.
"Nay mau ketoprak aja Pok,tolong beliin ya dipasar sekalian Empok belanja buat masak nanti" ucap Nayla sambil tersenyum.
Dengan bergegas Empok pun segera pergi ke pasar untuk membeli semua bahan untuk membuat ikan pesmol dan juga perkedel.
Sementara itu dirumah Nayla segera mengambil ponselnya dan menghubungi Adit.
Tak menunggu lama Adit pun segera mengangkat panggilan dari Nayla.
Adit. "Assalamu'alaikum sayang kok gak pake VC sih"
Nayla. "Wa'alaikum salam,sengaja biar kmu kagen sama aku"
Adit. "Aku udah dijalan sayang, ni lagi di kapal, tunggu aku ya dirumah"
Nayla. "Iya sayang, aku nungguin kamu kok, kamu pulang bawa uang banyak kan"
Adit.. "Sejak kapan istri aku jadi Matre" ucap Adit sambil tertawa
Merekapun bercanda melalui ponsel hingga akhirnya Empok datang dan ! Naylapun mengakhiri percakapan nya dengan Adit.
__ADS_1
Naylapun memakan ketoprak yang ia pesan dengan sangat lahap.
Empok yang tak biasa melihat Nayla makan begitu lahap hanya menatap dengan heran.
"Pok kaya gak pernah liat Nay makan aja sih" tegur Nayla saat sadar jika dirinya sedang di perhatikan oleh Empok.
"Gak biasa nya Nay kamu makan kaya orang kelaparan gitu,biasanya aja lama banget" jawab Empok.
"Masa sihh Pok?" jawab Nayla sambil tersenyum kearah Empok.
Empok hanya tersenyum lalu ia pun melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan Nayla meminta Empok untuk membersihkan ikan yang tadi dibeli.
Sementara Empok mencuci ikan Naylapun menyiapkan bumbu untuk mabuat pesmol dan juga perkedel.
Hampir dua jam Nayla memasak akhirnya selesai juga, ia tak ingin Empok membantunya, ia ingin Adit tau jika saat ini ia sudah pandai memasak.
Setelah urusan memasak selesai Naylapun beristirahat didalam kamar sambil meluruskan kakinya.
Entah kenapa kakinya tiba-tiba terasa kembali nyeri, dengan sangat perlahan ia mengelus kaki nya yang sakit dan membalurinya dengan minyak.
Mungkin karena lelah dan merasa nyeri dikakinya akhirnya Naylapun tertidur.
Empok yang mengira Nayla kelelahan akhirnya tak berani untuk membangunkannya ketika Adit sampai.
Adit pun yang baru tiba merasa kasihan melihat kondisi Nayla yang lagi-lagi terluka.
"Sayang maafin aku yang gak bisa melindungi kamu" Adit menatap Nayla yang masih tertidur sambil mengelus lembut rambut Nayla dan mengecup kening Nayla sekilas.
Adit pun segera membersihkan diri lalu ikut merebahkan dirinya di samping Nayla.
Tak lama kemudian Aditpun terlelap menyusul Nayla kealam mimpi.
"Ahh Adit ...." ucap Nayla pelan dengan suara parau.
Naylapun segera membuka mata dan duduk bersandar pada headbed.
Ia menatap wajah Adit yg bisa tertidur pulas lalu ia pun menyentuhnya lembut.
"Sayang kamu kurus sekarang, pasti kamu cape ya kerja buat aku" ucap Nayla sambil menelusuri wajah Adit dengan jari nya.
Tanpa Nayla sadari ternyata Adit sudah terbangun dari tadi dan berpura-pura tidur ,ia ingin tau apa yang akan Nayla lakukan.
Saat jari Nayla tepat berada di bibir Adit, dengan cepat Adit membuka mulutnya dan menggigit jari telunjuk Nayla pelan.
Aaaaww
Nayla memekik kaget sambil menarik jari telunjuk nya.
"Adittt ihh kamu udah bangun ya" ucap Nayla yang malu kerena ketahuan oleh Adit.
"Biasa aja dong tuh muka, gak usah kaya tomat gitu" ucap Adit menggoda Nayla.
"Apa sih Dit" Nayla langsung memalingkan wajahnya karena malu.
"Ditelepon aja manggil sayang, giliran aku didepan mata manggil Adit lagi" ucap Adit sambil menyentil ujung hidung Nayla.
Aawww
"Ihh kebiasaan kamu mah nyentil aku terus Dit" gerutu Nayla kesal karena merasakan ujung hidungnya berdenyut sakit.
"Ha...ha maaf sayang sakit ya"Adit langsung mendekap Nayla sambil mengecup ujung kepala Nayla lembut.
__ADS_1
"Aku kangen sayang, aku khawatir pas kamu bilang kamu kecelakaan" ucap Adit sambil mendekap Nayla.
"Maaf aku jadi bikin kamu khawatir" sesal Nayla lalu sedikit mengakat kepalanya sedikit keatas menatap wajah Adit.
"Gak apa-apa sayang"
cupp
Adit kembali mengecup dahi Nayla lembut dan sedikit lebih lama.
"Kalo kamu nurut gini aku seneng banget sayang" ucap Adit
"Ihh emang aku nakal apa" baru saja beberapa saat lalu Adit memujinya kini sifat bar-barnya kembali muncul.
"Gak sayang cuma sedikit ...." Adit tak melanjutkan kata-katanya ia malah tersenyum sambil menatap Nayla.
"Apa sih kok liatin nya gitu" Nayla yang menadapat tatapan dari Adit langsung tersipu malu.
"Mana katanya kamu masak buat aku sayang" Adit melingkarkan tangannya di pinggang Nayla.
" Iya aku tadi masak buat kamu, ayo kita makan aku juga udah lapar nih" Nayla langsung buru-buru turun dari tempat tidur.
Namun saat ia hendak berdiri
Aaaww
tiba-tiba kaki nya kembali terasa sakit dan membuatnya tak bisa berdiri.
Hingga akhirnya ia pun kembali duduk diatas kasur.
"Kenapa sayang, sakit lagi ya?" tanya Adit yang langsung khawatir karena melihat Nayla seperti menahan sakit.
Nayla hanya mengangguk lalu ia pun menunduk tiba-tiba ia merasa sedih.
"Maaf Adit aku kira aku udah sembuh tapi ternyata ...." tanpa terasa air mata Nayla mengalir begitu saja.
"Jangan nangis sayang,ada aku yang akan selalu memberi kamu semangat agar cepat sembuh dan segera buka toko kue seperti impian kamu" tutur Adit sambil menghapus air mata yang masih mengalir di pipi Nayla.
Naylapun menatap Adit sambil menahan air matanya agar tak mengalir lagi.
"Makasih sayang udah selalu nguatin aku"Sesaat merekapun saling menatap lama kelamaan wajah mereka semakin dekat hingga akhirnya kini tak berjarak dan tiap hebusan nafas mereka begitu terasa di kulit
tok....tok....
"Neng Nay"
"Den Adit mau makan kapan biar pom angetin duku"
Suara ketukan pintu dan suara Empok menyadarkan mereka dan Nayla pun langsung menjauhkan wajahnya lalu menatap ke sembarang arah karena malu.
Sementara Adit nampak menggerutu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ishh si Empok ganggu aja sih" umpat Adit sambil turun dari kasur.
Nayla hanya tersenyum mendengar segala umpatan Adit.
Hallo semua aku up lagi
semoga kalian gak bosen ya.
Jangan lupa kasih dukungan buat Authorr ya caranya gampang kok cukup **Like dan Komen kali bisa Vote juga.
Salam Manis
__ADS_1
Amellajj/Authorr**