
๐น๐น๐น Selamat Membaca๐น๐น๐น
Nayla yang terkejut dengan kehadiran Adit yang tiba-tiba dirumahnya antara senang dan sedih itulah yang Nayla rasakan.
Senang akhirnya Adit menyusul dirinya. Sedih kenapa harus menunggu begitu lama baru Adit sadar.
"Pliss Dit mending kamu pulang aja kerumah kamu, aku lagi cape" usir Nayla.
"Kamu ngusir aku sayang?" tanya Adit heran, seingatnya selama ini Nayla tak pernah menolaknya.
"Kamu kan punya rumah sendiri, pulang aja kesana" lanjut Nayla
"Sayang kita kan udah nikah resmi kenapa harus mencar sih, aku disini aja" tolak Adit.
"Suami istri dari mana sih, mana ada suami yang biarin istrinya pulang sendiri sedangkan dia sibuk ngurusin orang lain, pake ngorbanin anak sendiri" ucap Nayla dengan emosi yang meluap-luap.
"Sayang bukan begitu..." Adit berusaha membela diri namun Nayla tak mah kalah.
"Pulang gihh sana aku cape" dengan tanpa perasaan Nayla mendorong tubuh Adit keluar dari dalam kamar nya.
"Nay..."
"Bukan pintu nya Nay..."
Adit terus berteriak sambil menggedor-gedor pintu Kamar Nayla.
Nayla berusaha acuh ia membiarkan Adit terus berteriak didepan kamarnya.
"biar aja nanti kalau Adit lelah pasti akan pulang" kira-kira begitulah yang ada dalam pikiran Nayla.
Karena lelah Naylapun terlelap.
Sementara itu Adit yang lelah berteriak akhirnya mengalah tidur di bangku ruang tengah.
Dalam tidurnya Nayla bermimpi menggendong seorang bayi, entah kenapa hatinya sangat bahagia saat menggendong bayi yang ia tak tahu jenis kelaminnya.
Namun mimpi indahnya harus terusik saat ia mendengar suara tangisan bayi.
Nayla pun langsung membuka mata,ia coba mengingat-ingat apakah ada tetangganya yang baru saja melahirkan.
"Kayanya gak ada yang punya bayi disini" batin Nayla
Bulu kudu Nayla berdiri saat lagi-lagi ia mendengar suara tangisan bayi itu.
"Aaahh ini apa sihh" Nayla yang merasa kesal karena tidurnya terganggu akhirnya duduk disamping tempat tidur.
Ia termenung disisi tempat tidur, saat sedang melamun itu ia seperti mendengar suara aa'Iwan "Itu suara anak kamu Nay, kirimin Alfatiha" Nayla pun seperti orang kebingungan.
Matanya tertuju pada ponselnya diatas meja, ia pun langsung mengambilnya dan menghubungi aa.
๐ : "Hallo *** a, ini Nay"
.....
๐ : "Tolongin Nay aa, Nay denger suara anak kecil nangis padahal disini gak ada anak bayi"
๐ : " Iya aa, makasihh"
__ADS_1
Setelah menutup telpnya Nayla pun mengikuti semua yang tadi aa bilang dan tak lama setelah itu suara tangisan bayi itu pun hilang.
Naylapun melanjutkan tidurnya hingga pagi menyapa.
Woooammm
Nayla duduk disamping tempat tidur sambil mengingat perkataan si aa semalam.
Ia pun bergegas mandi lalu setelah rapi segera turun kelantai bawah, namun saat melewati ruang tengah ia melihat Adit masih tertidur pulas di sofa.
Nayla langsung menghentikan langkahnya, ia tak mau membangunkan Adit, dengan langkah jinjit ia pun keluar rumah dan langsung pergi ke salon Damra naik angkot.
Setibanya di depan salon Nayla langsung menelpon Damra meminta dibukakan pintu.
Ceklekk
Nayla langsung menerobos masuk dan meminta Damra kembali mengunci pintu.
"Ada apa sih Loe kaya takut gitu sihh" tanya Damra bingung
Nayla langsung naik ke lantai dua
"Ra gw minta minum dong, gw blom sarapan juga" ujar Nayla yang meneguk air putih diatas meja.
Damra sedikit bingung namun ia menuruti permintaa Nayla membuatkan minum dan membeli sarapan.
Setelah Nayla selesai sarapan ia pun langsung bertanya pada Nayla apa yang membuatnya pagi-pagi sudah ada didepan salon
Naylapun mencerita semuanya tentang Adit yang tiba-tiba ada dirumahnya.
Dengan perasaan sedikit geram Damra mencoba mencari cara agar dapat menyembunyikan Nayla hari ini.
"Issh jangan ngomong gitu Ra tar dateng loh.." dengan jahilnya Nayla menakut-nakuti Damra.
Damra langsung mendekat ke arah Nayla "Seriuss loe Nay"
"Bercanda ka Damra"
Ini hukuman kamu karena jailin aku, Damra langsung menggelitik pinggan Nayla hingga Naylapun meminta ampun karena geli.
"Ra...udahh ampunn, nanti aku gak doyan makan lohh" ucap Nayla disela-sela tawanya.
"Kamu bukan bayi Nay jadi gak ngaruhh" ucap Damra lalu kembali menggelitik pinggang Nayla.
Saat mereka sedang asik bercanda suara bel menghentikan aktifitas mereka.
Nayla langasung bersembunyi sedangkan Damra segera turun untuk melihat siapa yang datang.
Mata Nayla langsung mendelik kesal saat melihat siapa yang datang.
"Ehh ngapain kamu kesini" tanya Damra saat pintu terbuka.
"Hallo Ra, ish galak amat sihh" sapa pria itu
"Bodo, gue tuh nanya ngapain loe kesini" ulang Damra
"Gak disuruh masuk dulu gitu" tawar sang tamu
__ADS_1
"Gakk"
"Astaga galak amat Ra, bukannya di peluk gitu lama gak ketemu juga" ucap tamu yang ternyata Aditt
"Sudi amat sihh gw melukk loe, pulang gihh sana" usir damra yang lalu menutup pintu
Namun saat pintu hendak tertutup kaki Adit mengganjalnya.
"Pliss Ra, gw mau ketemu Nay, ada yang harus gw selesai'in sama dia" Adit memohon pada Damra.
Akhirnya hati Damrapun tersentuh, ia pun meminta Adit untuk bersabar menunggu waktu yang pas jika ingin berbicara dengan Nayla.
Akhirnya Adit pun menurut, ia pun ke samping ruko Damra menuju tempat fitnes miliknya.
Sesuai petunjuk Damra saat ini ia hanya bisa melihat Nayla dari jauh.
"sakit juga jika seperti ini terus-terusan Nay, aku bisa liat kamu tapi tak bisa menyentuh kamu" batin Adit sambil memandang Nayla yang sedang berlari menyebrang jalan untuk membeli es kesukaannya.
"Kamu masih aja kaya anak-anak Nay, justru itu yang bikin aku kangen" ucap Adit bermonolog sendiri saat melihat Nayla yang asik menyedot es sambil menyeberang jalan.
Tak lama setelah Nayla masuk sebuah mobil berhenti didepan salon Damra.
Mata Adit langsung menajam saat melihat sosok Rian yang keluar dari balik kemudi dan masuk kedalam salon.
Berbagai pikiran buruk berseliweran dalam otak Adit.
Tak lama merekapun keluar bertiga lalu masuk kedalam mobil entah kemana.
Tak mau ketinggalan Aditpun langsung naik keatas motornya dan mengikuti mobil Rian.
Mobil berhenti disebuah toko grosir, Adit hanya menunggu diluar tak jauh dari mobil Rian berhenti.
"Mau ngapain sih mereka ke sana" tanya Adit pada diri sendiri.
Tak lama kemudian Rian keluar membawa beberapa kardus kecil yang Adit tak tau apa isi didalamnya.
Ada banyak pertanyaan dalam otak Adit namun untuk saat ini ia hanya bisa mengikuti alurnya saja.
Setelah selesai Nayla dan Damrapun menyusul keluar lalu naik kedalam mobil Rian.
Kini mobil rian melaju kembali lalu tak lama kemudian berhenti kembali disebuah toko perlengkapan bayi.
Adit semakin penasaran untuk apa semua itu tadi, kini mereka berhenti disebuah toko yang bertuliskan Mom & Me yang ia tahu itu toko perlengkapan bayi.
Aditt semakin penasaran saat melihat apa yang Nayla bawa.
"Buat siapa semua itu" tanya Adit pada diri sendiri
Hallo semua segini dulu ya buat hari ini lanjut besok lagi.
Maaf ya kemarin gak bisa up sinyalnya ngajak geulud.
Baru dapet 500 kata sinyalnya ilang dan lupa belum ke save alhasil ilang dan langsung gak mood.
maaf jd curhatt๐๐๐
Jangan lupa like dan komennya buat penyemangat.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj//authorr