
\=\=\= Happy Reading \=\=\=
Setelah beberapa minggu Nayla tidak pulang kerumahnya akhirnya mama Naylapun menelfon putrinya dan menyuruhnya untuk pulang.
Sebenarnya Nayla merasa enggan untuk pulang namun ia ingat kalau mamanya sangat rindu ingin melihatnya.
"Assalammualaikum mah,Nay pulang" teriak Nayla dari depan pintu pagar yang terkunci dari dalam.
"Mama....mah..."teriak Nayla lagi masih didepan pintu
"ma..."belum sempat Nayla berteriak lagi Susi sudah dengan kejahilannya menimpuk Nayla dengan ****** mangga yang jatuh
"Berisik loe udah kaya dihutan aja"ejeknya dari depan rumahnya
"iseng banget sih loe,emak gw ngapain sih masa gak denger ya teriakan gw"gerutuku sambil duduk dibangku yg berada disisi pagar rumahku.
"emak lu gak ada tadi pergi,yang ada Tia doang"teriak Susi masih dari depan rumahnya
Aku pun langsung mengeluarkan ponselku dan menelfon Tia
tut...
tut...
tak butuh waktu lama terdengar suara Tia yang parau karena baru bangun tidur.
"ihhh lama amat sih Dek,aku udah kaya orang minta sumbangan tau"
Tia hanya tersenyum mendengar ucapanku
"iya maaf kakaku"ucapnya sambil tertawa
akupun tak menbalas ucapan Tia,aku langsung masuk menuju dapur karena rasa haus yang sudah tak dapat aku tahan lagi.
"Ahhh segarnya..."ucapku setelah meneguk sekotak minuman teh kemasan yang selalu ada dilemari pendinginku.
"Mama kemana Dek?"tanyaku pada Tia
"Lagi kerumah temennya liat baju penganten"jawab Tia sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.
"oh...emang punya mama Neneng gak ada yang cocok"tanyaku sambil mengambil cemilan yang ada ditangan Tia.
"Aku sih mau tapi Andi gak cocok"
"oh..."
__ADS_1
Tia menatapku
"Jangan ngerasa kasian ama kaka Dek"ucapku santai seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Tia
"kaka kok tau sih" tebakanku seakan benar
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Tia
"tenang aja Dek,kaka gak apa-apa dilangkahin ama kamu"ucapku berusaha menenangkan Tia.
"kaka mau kekamar dulu ya"pamitku pada Tia lalu meninggalkan Tia sendirian diruang tamu.
Setelah sampai dikamar aku langsung merebahkan diri diatas kasur.
Entah kenapa tiba-tiba saja aku teringat kata-kata aa "*setelah ini ya Nay jangan kaget kalau ada banyak cowo yang deket sama Nay,tapi inget ya Nay harus pinter milih jangan sampe dapet yang rusak"
"*apa ini yang dimaksud aa,memang setelah pulang dari kota "G"ada banyak pria yg dekat denganku tapi semuanya hanya sekilas gak ada yang serius,ada Adit yang sedikit serius tapi selingkuhannya banyak,saat aku tanya kenapa dia malah menjawab lebih baik dipuasin sekarang jadi nanti kalau sudah nikah bisa setia soalnya udah puas dimasa muda,sebuah pemikiran yang salah menurutku**.
Mungkin karena terlalu asik dengan pemikiranku sendiri semakin lama mataku semakin berat hingga akhirnya aku pun terlelap.
Suara dering ponselku yang lumayan nyaring membangunkanku dari tidur siangku.
Dengan mata yang masih terasa berat aku pun membuka sedikit mataku untuk melihat siapa yang sudah mengganggu tidurku.
"Mama" gumanku lalu aku pun menempelkan ponselku ditelinga
......
"iya Nay udah dirumah"
.....
"iya mau,yang pedes ya mah"
.....
"ok mam" ucapku menutup percakapanku dengan mama.
Aku pun segera turun dan hendak membuka pintu.
Begitu didepan pintu aku berusaha menarik hendel pintu namun tak bisa.
"ishhh parah bangat sih si Tia,masa gw dikunciin sih"monologku lalu memutar badan hendak kembali kekamarku.
Begitu tiba di kamar aku langsung mengirimi Tia chat yang berisi protes kenapa aku dikunciin dirumah.
__ADS_1
"maaf ka Tia lupa kalau ada kaka Nay" ,aku hanya menarik nafas dalam membaca balasan dari Tia.
Aku pun membuka jendela kamarku yang langsung berhadapan dengan pohon mangga
Tadinya aku hendak keluar melalui pohon mangga,namun aku segera mengurungkan niatku saat aku melihat Susi dan mama Neneng sedang duduk dibangku panjang didepan rumahnya.
Namun sial ternyata Susi melihat aku yang sudah mengeluarkan sebelah kakiku dan berpijak pada sebuah ranting yang lumayan besar
"woiii rumah loe emangnya gak punya pintu ya,udah kaya maling aja keluar lewat jendela"teriak Susi mengejekku
"dasar nene gambereng,berisik"balasku
Mau masuk lagi tanggung,akhirnya aku pun melanjutkan turun melalui pohon mangga
Susi tertawa sambil memegang perutnya saat ia melihat kaosku yang nyangkut disalah satu ranting dan bolong.
"berisik loe Si"ucapku sambil membungkam mulut Susi dengan tanganku
"ihhh tangan lu kan kotor Nay"protesnya
Aku pun pura-pura tak mendengar ucapan Susi,aku langsung menyambar sepotong nanas yang ada disamping Susi lalu memakannya.
"mana temennya ni buah masa cuma nanas doang"
"telat lu,gw udah dari tadi disini tadi ada Resti malah"jawab Susi
"emang pada kemana sampe loe dikunciin Nay" lanjut Susi
"gak tau si Tia kemana"
"loe si Nay jadi antara ada dan tiada,jadi loe ada disini tapi gak keliatan jadi deh dikunciin ha...ha..."tawa Susi kembali terdengar
"rese deh lu ya Si,apa efek dari lu jadi janda ya"balasku tanpa melihat wajah Susi
"ehh gw tuh janda bahagia tau dari pada loe kebanyakan gaul sama hantu jadi gak keliatan"balasnya lalu kembali tertawa
Mama Neneng hanya menggelengkan kepala mendengarkan aku dan Susi saling balas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Haii para reader author mohon maaf karena baru bisa up lagi.
Terima Kasih buat reader yang sudah mampir dikarya abal-abal author.
Jangan lupa beri dukungan buat author dengan cara Like,rate dan juga kritsarnya sebagai penyemangat buat Author
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/Author