TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 328


__ADS_3

Selamat Membaca


Nayla yang sedang tidak sadar terus saja berjalan menuju pantai, ia terus berjalan seakan tak mendengar teriakan Ryan yang berlari mengejarnya.


Kini air laut Sudah selutut Nayla, Ia terus saja berjalan menuju ketengah.


Ryanpun semakin kencang berlari takut Nayla semakin dalam kelaut dan takut juga jika tiba-tiba ada ombak besar datang menyapunya.


"Nayla berhenti" teriak Ryan dan saat sudah dekat dan dapat menjangkau Nayla dengan sekuat tenaga Ryan menarik Nayla ketepian.


Tanpa perlawanan Naylapun kini sudah ditempat yang aman jauh dari pantai.


"Sayang kamu kenapa sih?" Ryan menepuk-nepuk pipi Nayla berharap istrinya itu segera sadar.


"Percuma Yan digituin gak akan sadar" tiba-tiba Aa sudah berdiri dibelakang Ryan.


Ia mengeluarkan satu batang rokok lalu membakarnya, tanpa di hisap.


Aa membiarkan rokok itu habis terbakar begitu saja sampai habis.


Ryan yang mulai mengerti tentang dunia mistis membiarkan saja apa yang Aa lakukan, ia yakin apapun yang aa lakukan adalah untuk kebaikan Nayla.


Aa pun mulai menggerakan tangannya seperti orang sedang berkelahi lalu ia menghentakan kakinya sambil menyebut "Allah Akbar" beberapa kali.


Akhirnya Aa pun meneguk habis air digelas kecil lalu menyisakannya sedikit dan mengusapkannya ke wajah Nayla sambil membaca sesuatu.


"Ishh apa'an sih aa jail banget" ucap Nayla yang kesal karena wajahnya basah oleh Aa.


"Ihh dah sadar bukannya bilang terima kasih malah marah sih neng" celetuk Aa sambil tersenyum.


"Aa plis dong jangan gitu senyumnya" ucap Nayla lagi sambil sedikit melirik kearah suaminya.


"Kenapa gitu kalau Aa senyumnya gini"pancing Aa.


"he..he.. gak apa-apa Aa"

__ADS_1


"Eh ini kenapa kita ada di luar sih malem-malem, dingin tau, mana basah lagi ni baju" Nayla yang baru tersadar langsung berdiri.


"Dih gak sadar apa kamu sayang, kan kamu yang tadi ngajakin main air" ucap Ryan berbohong.


"Masa sih" Nayla mencoba mengingat-ingat apa betul yang Ryan katakan.


"Kok aku gak inget ya Mas"


"Masa sih aku ngajakin kamu main air malem-malem gini"Nayla terus berusaha mengingat namun sekeras apa pun ia mengingat tetap saja ia lupa.


"Kok aku tetep gak inget ya Mas" tanya Nayla dengan polosnya.


Ha...ha


Ryan dan Aa tertawa bersama'an,Naylapun semakin bingung, ia mencoba mengingat-ingat hingga akhirnya


"Bodo ah, aku beneran gak inget" celetuk Nayla yang lalu langsung berjalan menuju penginapan yang mereka sewa.


Setelah Nayla membersihkan diri, ia pun merebahkan diri diatas kasur.


"Aisshh enak banget sih" Nayla menaikan kedua tangannya keatas lalu sedikit menariknya.


Jantung Nayla langsung berdegup kencang, ia merasa takut jika Ryan meminta hak nya malam ini.


Mata Nayla mengikuti kemana saja Ryan berjalan.


Bukannya tidak tahu jika Nayla sedang memperhatikannya, Ryan malah sengaja berjalan kesana kemari padahal tidak ada yang ia lakukan.


"Kamu ngapain sih Mas kok mundar mandir gitu" akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Nayla.


"Gak ngapa-ngapain sayang, cuma mau ngecek aja pintu sama jendela udah rapet belum tar ada yang ngintip lagi"


"Ish kirain kenapa"Nayla mendengus kesal karena Ryan selalu saja menggodanya.


"Sabar kenapa sayang,masih rame tau" lanjut Ryan yang seakan-akan Nayla sedang memintanya segera tidur.

__ADS_1


"Ih apa sih Yan,maksud aku kamu jangan bulak balik gitu,pusing tau liat nya"sangkal Nayla yang lalu merebahkan tubuhnya hendak tidur.


Naylapun memejamkan matanya namun saat akan terlelap tiba-tiba saja ia merasa ada sesuatu yang menindih tubuhnya hingga ia pun tak bisa bergerak.


Dalam tidurnya itu ia melihat Ryan yang sedang duduk, namun anehnya Ryan seakan tidak mendengar suara teriakan Nayla yang meminta pertolongannya.


Naylapun ingat jika dulu ia pernah mengalami hal seperti ini, ia pun berusaha tenang dan tak melawan karena jika ia semakin melawan maka mahluk yang menibaninya akan semakin kencang juga mendekapnya.


Ia pun membaca doa apa pun yang ia bisa hingga akhirnya tubuhnya merasa lemas seakan tak bertenaga dan dekapan sosok itu pun perlahan mengendor dan Naylapun perlahan bisa menggerakan tubuhnya dan membuka kembali matanya.


"Kok kamu bangun lagi sayang, tidur aja kalau kamu cape" Ryan yang melihat Nayla kembali membuka matanya langsung menyuruh Nayla kembali tidur.


"Aku gak mau tidur ah Mas, takut" jawab Nayla lalu duduk sambil memperhatikan Ryan.


"Takut kenapa.sayang?" tanya Ryan tak mengerti.


"Takut itu...."


"Tadi aku mimpi buruk mas, aku takut"jawab Nayla sambil memainkan selimut yang ia pakai.


"Mimpi apa sayang?"


"Jangan takut sayang, sini aku temenin" Ryan pun ikut membaringkan tubuhnya disamping Nayla.


"Ayo tidur,jangan lupa baca doa dulu sayang"


Ryan mendekap Nayla lalu mengelus lembut rambut Nayla lalu mencium aroma shampo yang Nayla pakai.


Tak lama kemudian merekapun tertidur dengan sangat lelapnya hingga pagi pun tiba.


Hallo semua dah up lagi ni.


Jangan lupa ya tetap.kasih dukungan buat Authorr.


Maaf kalau masih ada typo.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/Author


__ADS_2