TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 288


__ADS_3

🌼🌼🌼 Selamat Membaca 🌼🌼🌼


Hari itu Adit memang benar-benar menunggu Nayla dengan sabar.


Ia duduk di sofa sambil memperhatikan Nayla yang sedang sibuk melayani pelanggannya.


Hingga siang pun tiba Adit yang tau Nayla belum makan akhirnya membelikan Nayla makan siang sekaligus untuk Damra juga.


"Sayang kamu makan dulu selagi gak ada pelanggan" Adit mengingatkan Nayla yang saat itu malah merebahkan tubuhnya di bangku panjang.


"Aku gak laper tapi cape" jawab Nayla.


"Tapi kan kamu harus makan sayang nanti sakit gimana" tutur Adit.


Nayla yang mendengar perkataan Adit langsung menoleh kearah Adit.


"Gak usah sok perhatian deh, dari kemarin -maren kemana aja" jawab Nayla.


"Sayang Ok aku salah, aku minta maaf, tapi kamu juga harus jaga kesehatan Nay" ucap Adit.


"Badan aku sehat ya Adit tapi hati aku yang sakit bahkan sakit parah dan semuanya gara-gara kamu, jadi gak usah pura-pura perduli deh ama aku" ucap Nayla dengan nada kesal.


"Nayla...a..."


"Mending kamu gak usah ngomong Dit, sana pergi, kamu kan cuma ingin aku pulang"


"Ok nanti malem aku pulang, jadi sekarang kamu keluar aja gih, males aku liat kamu" usir Nayla.


Damra hanya memperhatikan Nayla yang sedang berdebat dengan Adit.


Nampak sekali jika Nayla sedang kesal.


"Iya aku keluar Nay, tapi nanti bener ya pulang" ucap Adit dari ambang pintu


Nayla tak menjawab, nampak sekali jika ia sedang kesal pada Adit.


Begitu Adit keluar Nayla pun bernafas lega bagaimana ia tidak merasa risih jika ia selalu merasa setiap geraknya selalu di perhatikan oleh Adit.


Sementara itu di tempat fitnes Adit ia mengusap kasar wajahnya.


Ia ingat kembali kenangan yang sudah dilalui bersama Nayla.


Namun kehadiran Dina wanita yang dulu ia kejar cinta berhasil menghancurkan semuanya.


Adit baru menyadari ternyata ia masih menyimpan rasa pada Dina.


Aaaaggg


Untuk melampiaskan rasa kesalnya ia pun memukul meja yang ada didepan.


Ujang karyawan tempat fitnes Adit langsung melihat kearah Adit begitu mendengar suara gaduh.


"Ihh kenapa itu si bos" ucap Ujang heran.


"Jang gw balik dulu ya" Adit langsung menarik motornya yang terparkir di depan .


Namun sebelum ia pergi ia sempat melihat kearah salon beberapa saat hingga akhirnya ia pun pergi.


Sementara itu Nayla yang tadinya hedak keluar langsung mengurungkan niatnya saat melihat Adit sedang memperhatikan kearah salon.


"Loe kenapa Nay?" Damra sedikit heran karena Nayla kembali duduk.


"Tuh ada buaya buntung lagi liat kesini terus" jawab Nayla sambil cemberut karena kesal tak jadi beli es kelapa.


"Ya udah sini gw aja yang beli'in" Damra langsung keluar salon dan ternyata Adit sudah tak ada disana.


Tak butuh waktu lama Damra pun kembali dengan membawa dua bungkus es kelapa rasa alpukat dan rasa jeruk.


"Ra aku laper tadi Adit beli apa'an?" tanya Nayla malu.


"Katanya gak mau Nay" ejek Damra


"Iya tadi gak mau, tapi kan laper jadinya yang ada aja aku makan" ucap Nayla malu-malu.


"Ni gado-gado pake lontong Nay"


" Wihhh bumbunya Ajip banget Nay, ih kayanya enak ni gado-gado" ucap Damra membuat Nayla semakin ingin segera menikmati gado-gado yang yang Adit beli.


Tanpa menunggu lama Nayla langsung membuka bungkusan lalu seketika itu juga langsung memakan hingga habis gado-gado.


"Ehemmm..."


Damra yang melihat Nayla makan seperti sedang kelaparan hanya tersenyum.


"Jangan ngeledek ya Ra" sebelum Damra melanjutkan kata-katanya Nayla sudah mengultimatum terlebih dahulu.


Hari ini salon begitu ramai hingga tak terasa sudah malam.


Setelah beristirahat Nayla sedikit ragu untuk pulang apalagi jika nanti ia harus bertemu dengan Adit.


"Nay....." panggil Damra


Nayla pun menoleh


"Masalah itu harus dihadapin kalo loe terus ngehindar kapan selesainya kan loe juga yang bilang dah siap ngadepin tuh buaya muara" Damra menasehati Nayla hingga akhirnya setelah berpikir dan memantapkan hatinya ia pun segera pamit.


Sepanjang perjalanan pikiran Nayla terus. berulang pada kejadian beberapa hari lalu saat Dina bergelayut manja pada Adit.


Tanpa Nayla sadari motornya melaju bukan menuju rumahnya tapi menuju arah pemakaman dimana jasad Mama Nayla bersemayam.

__ADS_1


Nayla baru tersadar saat melihat gerbang pemakaman yang cukup besar bertuliskan "TPU PERWIRA"


"Astaghfirullah kok aku nyasar kesini sih" ucap Nayla begitu menyadari kini ia berada di depan gerbang yang sudah tertutup.


Nayla pun turun dari motornya lalu berjalan kearah pagar.


Ia memandang pemakan yang begitu gelap tanpa rasa takut.


"Andai bisa masuk aku pasti ke rumah Mama sekarang"


"Mahhh Nay kagenn"


"Nay pengen cerita sama Mama,walau Mama udah gak ada Nay tau Mama pasti bisa liat Nay" ucap Nayla dari depan pagar sambil mengusap kasar air mata yang tak terasa mengalir begitu saja.


Tiba-tiba saja Nayla teringat Almarhumah Mamanya, ia pun menangis sambil berjongkok dan menutup wajahnya dengan tangan.


"Neng lagi apa disini malem-malem" Nayla langsung tersentak kaget saat ada seseorang yang menegurnya.


Iya pun mengangkat wajahnya


"Maaf pak saya lagi kangen sama Mama saya, saya kira gak dikunci" jawab Nayla beralasan.


"Besok lagi aja Neng kesini lagi, mending sekarang pulang udah malem ni" ucap pria berbadan besar dan memakai seragam scurity.


"Iya pak" Nayla pun berdiri dan segera menaiki motornya.


Setelah menstarter motornya ia pun menoleh kebelakang bermaksud pamit pada scurity tadi.


Namun saat ia melihat kebelakang tak ada orang disana, seketika itu juga bulu-bulu halus di tangan Nayla berdiri.


Tanpa pikir panjang Nayla pun segera tancap gas keluar dari area pemakaman.


Begitu sampai dirumah ia langsung memasukan motornya dan segera menuju kamarnya dilantai atas.


Namun saat ia hendak menaiki tangga sebuah tangan kekar menahannya.


"Nayla..."


"Lepas Dit dah malem aku mau mandi" Nyala berusaha melepaskan pegangan tangan Adit di tangannya.


"Aku mau bicara Nay" Adit sedikit menarik Nayla hingga kini mereka berhadap-hadapan dengan jarak yang sangat dekat.


"Nay...aku mau jelasin sesuatu,aku mau kamu dengerin dulu penjelasan aku" ucap Adit pelan lalu tangannya meraba wajahnya.


Seperti terhipnotis Nayla hanya diam saja saat Adit mengelus lembut pipinya.


"Aku kangen kamu Nay, kamu mau kan maafin aku" bisik Adit ditelinga Nayla.


Nayla hanya memejamkan matanya saat tangan Adit menyentuh lembut wajahnya.


Melihat Nayla yang memejamkan matanya hasrat Adit untuk mencium Nayla pun timbul.


Tanpa Nayla sadari wajah Adit semakin dekat dengan wajahnya


Tiba-tiba saja vas bunga yang ada diatas meja terjatuh dan pecah.


Nayla terkejut saat mendengar suara benda jatuh dan ia pun terkejut saat mendapati wajah Adit yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Kamu mau apa?" Nayla langsung mendorong tubuh Adit agar menjauh.


"Dasar buaya cari kesempatan aja" teriak Nayla sambil berlari menaiki tangga dan segera masuk kedalam kamar dan menguncinya.


Adit nampak sedikit kesal saat melihat kearah vas bunga tadi jatuh ternyata sosok ghaib teman-temannya yang membuat ulah.


"Ihh kalian ya bukannya bantu aku malah bikin gagal lagi" ucap Adit kesal pada kedua sosok teman tak kasat matanya lalu ia pun ikut masuk kedalam kamar bekas orang tua Nayla.


Sementara itu di kamar Nayla setelah membersihkan diri ia langsung merebahkan tubuh diatas tempat tidur sambil meluruskan kakinya yang terasa sangat pegal.


Dadanya berdegup sangat kencang saat ia teringat kejadian tadi saat Adit hendak menciumnya.


"Aiih untung gak jadi dia cium gw, kalo jadi rugi gw" ucap Nayla pelan lalu ia pun menarik selimutnya.


Klekkkkk


Terdengar suara pintu terbuka.


Nayla mengerutkan dahinya, seingatnya ia telah mengunci pintu kamarnya


Klekkkkk


Suara itu terdengar kembali karena penasaran ia pun segera membuka selimutnya dan melihat kearah pintu, namun suara yang ia kira suar pintu dibuka ternyata salah karena pintu kamarnya masih tertutup rapat.


"Ihh suara apa itu y"


Nayla yang penasaran pun kembali duduk ia memperhatikan jendela yang biasanya selalu menjadi tempat favorit para hantu untuk menjahili nya.


Setelah beberapa menit ia mengamati tak ada hal aneh yang terjadi.


"Suara apa sih tadi, bodo ahh terserah dia lah mau jail apa gak aku gak takut" ucap Nayla yang akhirnya kembali merebahkan tubuhnya lalu kembali memejamkan mata.


Berkali-kali ia mendengar suara itu naun karena sudah terlalu letih ia pun tertidur tanpa menghiraukan suar-suara yang terus saja mengganggunya.


Seperti biasa pagi-pagi sekali Empok sudah mebeli lontong sayur untuk Nayla sarapan.


Nayla yang sudah rapi saat ia turun untuk sarapan.


"Wahh lonsay ya Pok, beli ditempat yang biasa kan?" Nayla menarik bangku lalu duduk manis sambil menunggu Empok menyiapkan sarapan buat Nayla.


Mata Nayla begitu berbinar saat melihat lontong sayur kesukaan namun baru saja ia hendak memasukan satu sendok lontong kedalam mulutnya tiba-tiba sebuah kecupan mendarat mulut di pipinya.

__ADS_1


"Aditt untung aku gak keselek" Nayla langsung melihat kearah Adit yang tersenyum lebar.


"Pagi sayang, sini aku siapin makannya" Adit menarik mangkok Nayla.


Namun belum Adit mengambil sendok Nayla langsung menarik kembali mangkoknya.


"Gak usah repot-repot Dit aku bisa makan sendiri" ucap Nayla yang lalu kembali melanjutkan makannya.


Adit hanya diam sambil memperhatikan Nyala yang asik makan tanpa menghiraukan dirinya.


"Nay kita jalan yuk, kangen nih dah lama kan kita gak jalan berdua" ucap Adit sambil menatap kearah Nayla.


"Tumben sih ngajak jalan, kayanya semalem aku yang nyasar ke kuburan tapi kok kamu ya yang kesambet" ucap Nayla sambil menghapus noda santan di bibirnya dengan tissue.


"Ngapain kamu malem-malem ke kuburan sayang" tanya Adit yang penasaran.


"Nyari hantu buat naikin kamu" jawab Nayla dengan cueknya.


"Aku serius sayang" kini wajah Adit nampak serius.


"Aku nyasar kesuburan" jawab Nayla singkat.


Adit nampak heran dengan jawab Nayla yang menurutnya sedikit aneh.


Begitu selesai sarapan Nayla langsung berdiri dan meninggalkan Adit yang masih nampak bingung.


Adit tersadar dari lamunannya ternyata Nayla sudah tidak ada disebelahnya.


"Ishh punya bini kok ilang mulu sih" Adit pun mencari keberadaan Nayla.


"Pasti ni di kandang kelinci" Aditpun segera menuju Kandang obet.


"Nah kan bener dia lebih suka main sama kekinci dibanding sama aku"


Aditpun ikut berjongkok di samping Nayla dan ikut mengelus bulu tebal Kelinci berwarna abu-abu.


"Kamu lebih suka main sama Kelinci dari pada aku Nay" tanya Adit


"Lebih baik main sama Kelinci gak bakal bikin sakit hati Dit" jawab Nayla dengan menyindir Adit.


"Kamu nyindir aku Nay?" tanya Adit sedikit kesal.


"Ngerasa gak? kalo gak ya udah gak usah marah? tapi kalau ngerasa ya wajar sih kalo kamu tersinggung" jawab Nayla.


"Nay...ayo kita duduk disana sambil ngobrol, aku jelasin semuanya" pinta Adit sambil menarik tangan Nayla agar segera berdiri.


"Gak mau ahh aku mau kesalon" tolak Nayla


"Sebentar aja Nay" paksa Adit.


Akhirnya Naylapun mengikuti keinginan Adit untuk duduk sambil ngobrol.


Adit yang berusaha untuk mendekati Nayla Selalu saja gagal karena semakin Adit mendekat maka Nayla akan semakin menjauh.


Baru saja Adit hendak berbicara tiba-tiba saja ponsel Nayla berbunyi dan Nayla pun sedikit menjauh untuk menjawab panggilan telepon yang ternyata dari Damra.


Setelah menerima telepon Nayla pun pamit pada Adit yang dari tadi sudah menunggunya.


"Nay ..kita belum bicara, jangan pergi dulu dong Nay" teriak Adit saat Nayla meninggalkannya sendirian di ruang tamu.


"Ihh sialll" maki Adit entah pada siapa.


Setelah berganti baju Nayla pun langsung pergi menuju salon.


Setibanya di salon Ryan sudah menunggunya.


"Assalamualaikum maaf lama ya nunggu nya" ucap Nayla saat membuka pintu salon.


"Wa'alaikum salam, belom lama kok Nay, sini dulu aku bawa kue ni" Ryan menggeser duduknya memberi tempat untuk Nayla duduk disampingnya.


"Wahhh tau aja sih Yan aku suka Risoles" Nayla langsung mengambil satu buah risol dan memakannya.


Ryan menatap Nayla yang sedang menikmati makanan yang ia bawa.


"Nay..Ra anterin aku yuk ke pasar burung, tar gw ganti deh kerugian loe gara-gara gak buka salon"


"Wahh bener nih, asik dobel untung dong gw" ucap Damra senang.


Ryan hanya tersenyum melihat Damra yang begitu senang sedangkan Nayla asik menikmati makanan yang ada didepannya.


"Et dah ni bocah makan mulu, belom sarapan loe ya Nay" ejek Damra sambil tertawa.


"Serah mau bilang apa Ra, aku sih ikut aja" jawab Nayla dengan mulut penuh.


"Ya udah bawa aja Nay km masih bisa makan di mobil" Ryan mengambil kotak yang berisi makanan itu dan membawanya kedalam mobil.


Adit yang memang menerima laporan dari Ujang jika ada Ryan di salon Damra langsung datang kesalon dan memata-matai semua yang Nayla lakukan didalam salon.


"Mau kemana sih mereka pergi terus" maki Adit yang menatap kepergian Nayla dan teman-temannya dari ruko miliknya.


Aditpun tak mau kehilangan akal ia terus mengikuti mobil Ryan.


Ryan yang tau jika Adit membuntutinya sengaja masuk tol agar Adit tak lagi menguntitnya.


Adit terpaksa harus berhenti mengikuti Nayla saat mobil yang mereka tumpangi memasuki jalan tol.


**Haii sampai sini dulu ya up nya semoga para Reader gak bosen ya.


Jangan lupa kasih dukungan buat Author dengan cara tinggalkan jejak Like,Vote dan juga komennya ya.

__ADS_1


Salam Manis


Amel Ajj/Author**


__ADS_2