TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 228


__ADS_3

πŸ’–πŸ’–πŸ’–Selamat MembacaπŸ’–πŸ’–πŸ’–


Peringatan.......


Part ini mengandung adegan 21+++


mohon bijak dalam membaca, bagi yang belum cukup umur mohon jangan dibaca(tapi kalo mau baca juga gak apa-apa sih dosa tanggung sendiri ya😁😁😁😁)


Hampir satu minggu sudah sejak kejadian Adit yang hampir ditabrak orang dan sudah 3 kali juga Mang Jaya mengurut kaki Adit dan akhirnya Aditpun sudah dapat kembali berjalan walau kadang masih sedikit meringis merasakan tak nyaman pada kakinya.


Malam itu saat Nayla dan Adit sedang asik dengan ponselnya masing-masing tiba-tiba saja Adit menatap Nayla.


"Ihh kok liatinnya kaya gitu sih Dit?" Nayla yang heran karena Adit menatapnya dari atas terus turun ke bawah.


"Nay..kamu emang gak ada ya baju tidur yang seksi gitu, masa baju tidurnya gambar mickey mouse gitu sihh" ujar Adit


"Trus yang gimana mau kamu" tanya Nayla tanpa melihat kearah Adit.


"Pake linglirie gitu biar aku seneng"


"Whattttt? itu sihh sama aja gak pake baju Dit" jawab Nayla sambil membulatkan matanya


"Ya kalo gak pake baju malah lebih bagus lagi sayang" ujar Adit sambil menyeringai.


Tanpa aba-aba Adit langsung merebahkan tubuh Nayla dan menindihnya


"Ishh..kamu mau apa Ditt???" Nayla mulai panik karena saat ini tak ada jarak antara dia dan Adit.


"Aku mau minta hak aku yang sudah tertunda lama Nay..." bisik Adit yang langsung mencium kedua pipi lalu ujung hidung dan berakhir di bibir Nayla yang sedikit memerah alami.


"A..Aditt ..ak..."


"Kan waktu itu kamu udah setuju Nay, aku gak mau tertunda lagi.." potong Adit sambil berbisik ditelinga Nayla lalu menggigit kecil telinganya.


Sesaat Nayla terdiam nampak sedang berpikir sampai akhirnya ia merasakan sedikit perih di area lehernya dan saat ia sadar ternyata Adit sedang mencium lehernya dan sedikit memberi gigitan kecil dilehernya.


"Adit kamu ngapainn sih kok perihh"


"Sayang jangan merusak suasana dehhh"


" Iya tapi pintunya kunci dulu, tar ada yang masuk" pinta Nayla


Dengan sedikit kesal akhirnya Adit pun bangun dan mengunci pintu.


Aditpun langsung melepas koas yang sedang ia kenakan lalu langsung menindih kembali tubuh Nayla.


"Sayang aku gak mau ada penolakan malam ini" tanpa menunggu jawaban dari Nayla Adit langsung mencium bibir Nayla dan sedikit menggigit bibir bawah Nayla saat gadis itu menutup rapat bibirnya.


"Ihh jangan maen gigit aja sihh sakit tau" gerutu Nayla saat Adit melepaskan sejenak ciumannya.


"Aku butuh oksigenn nihh...gak bisa nafas"rengek Nayla


"Aku kasih nafas bantuan aja ya" Adit kembali mecium Nayla.


Akhirnya Naylapun hanya bisa pasrah saat Adit melucuti satu persatu pakaian yang ia kenakan.


"A..aku malu Dit.." ucap Nayla pelan sambil menyilangkan kedua tangannya dibukit kembarnya.


Adit tak membalas ucapan Nayla ia tau jika ia terus menjawab maka kegiatan mereka akan kembali terganggu.

__ADS_1


"A..Adit jangan kaya gini" Nayla sedikit meringis saat tangan kekar Adit meremas sedikit kencang salah satu bukit kecil milik Nayla.


"Kamu cukup diam saja sayang dan nikmatin aja apa yang aku lakukan malam ini"


Naylapun hanya mengangguk pasrah mungkin memang sudah waktunya ia memberikan hak Adit atas dirinya.


Dengan dada yang berdetak dua kali lebih cepat Nayla tak merespon Adit, ia membiarkan Adit melakukan apapun yang suaminya itu mau.


Akhirnya ciuman Aditpun mulai turun ke dada Nayla yang kecil bukan seukuran melon atau semangka mungkin seukuran apel atau tomat.


"Yang..biarpun ukuran dada kamu kecil kaya apel tapi bikin cape juga ya" bisik Adit setelah puas memainkan bukit kecil milik istrinya itu.


Belum sempat Nayla menjawab Adit sudah kembali aktif bermain di kedua bukit kecil itu bahkan mulutnya sudah menepel pada ujung bukit yang berwarna merah muda itu dan sedikit menghisapnya.


Nayla langsung sedikit mengangkat kepalanya saat merasakan dadanya sedikit berdenyut


"Aditt itukan belum ada airnya, aku bikinin dulu ya kalo kamu mau minum susu" ucap Nayla dengan polosnya.


Sebenarnya Adit ingin tertawa saat mendengar Nayla berkata seperti itu namun harus ia tahan, Adit pun pura-pura tak mendengar apa yang istri nya ucapkan tadi.


Setelah puas dengan pemanasan Aditpun sudah bersiap untuk melakukan yang lebih karena sesuatu yang menegang dibawah sana sudah sangat ingin membuka segel milik istrinya.


" Kamu sudah iklas Nay.." bisik Adit dengan nafas yang terengah-engah


Nayla hanya mengangguk, Aditpun tersenyum bahagia setelah mendapat persetujuan dari Nayla.


"Aku akan pelan-pelan yang" bisik Adit lalu mulai melakukan penyatuan dengan sangat perlahan.


"Aaawww..." Nayla meringiss saat merasakan benda asing masuk sedikit demi sedikit kearea sensitifnya.


Adit menghentikan sejenak kegiatannya saat melihat Air mata Nayla mengalir dari kedua sudut matanya.


Setelah hampir satu jam Adit berusaha akhirnya dengan sekali hentakan yang sedikit kuat akhirnya Aditpun berhasil membuka segel keperawanan Nayla.


Nayla yang merasakan kesakitan tanpa sadar langsung menggigit lengan Adit yang berada didekatnya lalu kuku-kukunya yang tajam tak sengaja menggores punggung Adit.


" Yeeeiii akhirnyaaa " bisik Adit saat berhasil membobol pertahanan Nayla dan melakukan pelepasan dirahim Nayla.


"Terima kasih sayang, sekarang kamu milik aku seutuhnya dan maaf kamu harus merasakan sakit" bisik Adit lalu mencium lembut sisa air mata yang ada di pipi Nayla.


Naylapun hanya mengangguk sambil memaksakan senyum.


"Udahankan, aku mau tidurr" Sebenarnya Adit masih ingin melakukannya namun melihat wajah Nayla yang kecapean akhirnya ia pun terpaksa kembali menahan hasratnya itu.


Udara pagi yang terasa dingin walaupun tidak memakai pendingin ruangan membuat Nayla sedikit menggigil karena ia tak memakai baju hanya selimut tebal yang membungkus tubuh polosnya.


"Ahhh kenapa badan aku sakit semua sihh" Nayla meringis saat ia merasakan tubuhnya sakit semua apa lagi saat ia ingin mengambil bajunya didalam lemari.


Adit langsung terbangun saat mendengar teriakan Nayla.


"Kamu kenapa yang?" tanya Adit dengan suara serak.


"Badan aku sakit semua, kamu jahat ihhh" tiba-tiba Nayla langsung memukul-mukul dada Adit.


"Maaf sayang tapi emang gitu prosesnya, nanti juga kalo udah biasa gak akan sakit lagi kok" Adit dengan sabar memberi pengertian pada istri polosnya itu.


Aditpun langsung bangun dan kembali memakai pakaiannya lalu ia mengambil pakaian untuk Nayla dan memakaikannya.


"Aaaawww..." teriak Nayla saat ia berdiri dan merasakan nyeri di area pangkal paha hingga area intimnya lalu ia melihat bercak merah yang ada di seprei.

__ADS_1


"Apa lagi sih sayang" ucap Adit yang langsung masuk begitu mendengar suara Nayla.


"Itu ..aku kayanya lagi dateng bulan deh trus tembus ke sepre" ucap Nayla pelan.


Ha .ha.... tawa Adit pun pecah " itu darah perawan kamu sayang" bisik Adit


" Maksudd nya" Nayla nampak bingung


"Kamu tuh udah gak virgin lagi sayang trus kita tinggal nunggu perut kamu melendung deh"jawab Adit sambil mengelus perut Nayla yang masih datar..


"Emang ..ahh tapi aku belom mau hamill Dit" rengek Nayla sambil memukul dada Adit.


Adit langsung menangkap kedua tangan Nayla lalu melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Nayla.


"Aku tuh sayang banget sama kamu Nay.."


Cup....


Adit mengecup kening Nayla lembut


"Kamu tadi kenapa kok teriakkk" akhirnya Aditpun bertanya


Naylapun langsung teringat tadi dia tuh ingin pipis tapi pas menginjakan kaki di lantai ia merasa sakit yang luar biasa dipangkal pahanya.


Aditpun langsung menggendong Nayla kekamar mandi.


Adit yang tadinya ingin ikut masuk kedalam kamar mandi karena takut terjadi sesuatu pada Nayla namun ditolak oleh Nayla dengan alasan malu.


Akhirnya Aditpun menunggu didepan pintu kamar mandi.


""Aaawww..." Nayla meringis menahan perih dikemaluannya saat ia pipis.


Adit yang mendengar suara rintihan Nayla langsung menerobos masuk.


"Kamu kenapa yang?"tanya Adit sedikit bingung


"Perihhh Dit.." tanpa Nayla sadari air mata Nayla kembali mengalir.


"Maaf sayang gara-gara aku kamu harus kaya gini.." Aditpun langsung mendekap Nayla lalu kembali mengendong Nayla kembali kedalam kamar.


Hari itu Nayla merasa badannya sangat tidak enak, ia meriang dan badannya sakit semua.


Adit pun merasa bersalah karena perbuatannya Nayla harus merasa kesakitan.


Namun mau bagaimana lagi cepat atau lambat, sekarang atau besok-besok toh sama saja hal itu pasti akan terjadi.


Udah dulu ya up nya hari ini


Maaf kemarin aku gak bisa up karena masih sedikit kebanjiran😁😁😁


...Buat yang nungguin Mp nya Nayla udah ya dan maaf kalau gak sesuai maklum authornya belom pengalaman...


aku mau πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ dulu maluuuu


πŸ“£ jangan lupa dukungannya buat authorr ya


Salam Maniss


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2