TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 140


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Hari itu Nayla sengaja pulang malam ia masih kesal dengan Papanya yang setuju dengan adik-adik dan saudaranya yang menyuruhnya untuk mencari pengganti Mamanya dengan alasan agar ada yang mengurus dirinya.


Setelah tiba dirumah ia langsung masuk kamar tak mengiraukan Papanya yang bertanya.


tok....tok


"Nay...buka pintunya kita harus bicara Nak"teriak Papa dari balik pintu namun tak dijawab oleh Nayla


"Nay...dengerin dulu Papa Nak jangan begini"


ucap Papa lagi namun sama tak dibalas oleh Nayla


"Nay cape pah mau tidur"jawab Nayla dari dalam kamar


Akhirnya Papapun mengalah ia meninggalkan kamar Nayla dengan wajah sedih,untuk saat ia tak tahu harus berkata apa lagi pada anaknya itu.


Sementar itu didalam kamar setelah membersihkan dirinya Nayla tiduran diatas kasurnya sambil memandang foto Mamanya


"gak boleh ada wanita lain dirumah ini selain Mama,Nay gak mau punya Mama tiri,Nay gak mau liat papa sama wanita lain mah" ucap Nayla pada Foto Mamanya


Malam itu Nayla kembali tertidur sambil memeluk foto Mamanya dengan air mata yang sudah mengering dipipinya.


Dalam tidurnya pun ia masih tak terima kalau Papanya menikah lagi,ia mengigau dan berteriak -teriak.


"enggak....Nay gak mau punya mama tiri..."


"Nay...gak mauuu"


"semuanya jahat...Mama Nay ikut Mama aja"


Papa yang malam itu sedang berbaring diatas sofa terkejut mendengar suara teriakan Nayla yang terdengar sambil menangis ia pun segera menuju kmar Nayla dan berusaha membukanya namun sayang pintunya dikunci dari dalam.


"Mama...Nay ikut Mah..."


"Papa jahatttt"


Papa yang khawatir akhirnya membuka paksa pintu kamar Nayla adan ia melihat Nayla yang masih berteriak-teriak dengan mata yang masih terpejam.


Keringat membasahi baju tidur Nayla begitupun wajahnya yang basah oleh air mata.


"Nay...bangun Nak..." Papa menguncang-guncang tubuh Nayla berharap anak itu terbangun dari tidurnya

__ADS_1


"Nay....bangun maafin papa"


Tiba-tiba Papa teringat saat Mama masih ada,Papa Nay sering melihat Almarhumah istrinya selalu mengelus-elus kepala Nayla jika berusaha menenangkannya.


Papa menglus lembut kepala Nayla,membersihkan keringat dan air mata di wajah putrinya itu.


Tak lama kemudian Naylapun bisa tenang dan kembali terlelap.


Akhirnya malam itu Papa Nay tidur di kamar Nayla dengan hanya beralas kasur lipat.


Alangkah terkejutnya Nayla begitu membuka mata ia melihat Papanya yang tertidur dibawah,ia pun turun dari tempat tidurnya dan menyelimuti Papanya setelah itu ia langsung kekamar mandi lalu berwudhu untuk sholat subuh.


"Kamu udah sholat Nak"tanya Papa begitu membuka mata


"udah"jawab Nayla masih dengan nada ketus


"maafin Papah nak,kalau kamu gak setuju Papa nikah lagi gak apa-apa,yang penting kamu jangan marah sama Papa"ucap Papa lirih


Nayla yang melihat Papanya sedih akhirnya luluh juga


"Nay minta waktu pah,biarin Nay mikir dulu"jawab Nay mulai melembut


"ya udah kamu siap-siap ya,nanti Papa anterin sampe halte pemda,kamu kerja kan?"tanya Papa lembut.


Di tempat kerja Nay nampak uring-uringan lagi,ia melampiaskan rasa kesalnya pada apa saja benda yang ada disekitarnya.


Kadang ia menendang tray,kadang palet kosong sampai tanpa sadar karena ingat perkataan bou nya kalau Papanya sangat butuh pendamping ia pun menendang sebuah tiang besar penyangga gedung Naylapu langsung merintih kesakitan sambil memegang ujung kakinya yang tadi ia gunakan untuk menendang tiang.


"ha....ha...dasar oon,badan lu aja ama tuh tembok masih gedean tembok pake ditendang"ucap Tari yang melihat kelakuan Nayla dari tadi.


"berisik loe"


"sini kaki loe" Tari langsung memaksa Nayla duduk ditumpukan kardus dan ia pun langsung membuka sepatu Nayla tanpa disuruh.


"ih...loe mau ngapain sih Ri"Nayla menarik kakinya yang dipegang Tari


"diem gak,kaki lu ama batang singkong juga masih gedean batang singkong"ejek Tari yang memegang Kaki Nayla yang memang sangat kecil.


"berisik loe,lepasin gak kaki gw"Nayla berusaha menarik kakinya nanun sia-sia karena memang badan Tari yang jauh lebih besar dan stereg darinya.


Akhirnya ia pun pasrah dan membiarkan Tari melihat ujung kakinya yang sedikit memar.


"sekalian loe cium kaki gw Ri anggap aja gw emak loe"kelakar Nayla

__ADS_1


Namun sepertinya Tari kesal mendengar candaan Nayla,ia menatap kesal pada Nayla.


Seperti tanpa dosa Nayla hanya cegegesan melihat Tari.


"dari pada gw nyium kaki loe yang bau jempol mending gw cium bibir loe aja gimana"ucap Tari dengan senyum yang sulit diartikan oleh Nayla


Seketika itu juga Nayla langsung dek-dekan ia pun langsung memakai maskernya yang sedari tadi ia simpan disakunya.


ha...ha...


Tari langsung tertawa lepas melihat kelakuan Nayla.


Sementara itu Nayla langsung memakai kaos kaki dan sepatunya.


Nayla mendekati Tari lalu sengaja menendang tulang kering Tari sedikit kencang lalu berlari menjauh dari Tari.


"aaawwww..."


"wwooiii Nay...awas loe ya"terdengar teriakan Tari yang sedikit kencang.


Setelah agak jauh Naylapun berhenti berlari dan menegok kebelakang,ia masih dapat melihat Tari yang memegang kakinya sambil mengaduh kesakitan.


Sebenarnya Nayla merasa bersalah karena sudah menendang Tari namun ia takut kalau mendekat Tari akan benar-benar menciumnya.


Akhirnya ia pun bersembunyi di office yang banyak orang " gak mungkinkan Tari berani menciumnya kalo banyak orang" kira-kira itulah yang ada dalam pikiran Nayla.


Haii semua maaf kalo ceritanya mulai membosankan.


Terima kasih juga buat yang masih setia diceritaku.


Jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara :


👉 **Like


👉 Vote


👉 Rate dan juga


👉 kritsarnya author tunggu


Salam Maniss


Amellajj/author**

__ADS_1


__ADS_2