
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Hari minggu pun tiba,suasana rumah Nayla sudah ramai,memang bukan acara besar namun kebiasaan disekitar lingkungan rumah Nayla jika ada acara mereka selalu saling membantu.
Dari pagi Nayla tidak keluar dari kamar,ia mengurung diri dikamarnya,Tia,Susi,Mama Neneng sudah membujuknya untuk keluar namun ia tak mau.
"Nay belum mau nikah Mah,Nay masih takut..."ucap Nayla pada sebuah foto.
Saat ini Nayla sedang menangis sambil memegang foto Almarhum Mamanya.
"Nay...ini Papa,ayo keluar sebentar ada yang mau diomongin"ucap Papa dari balik pintu
Berkali-kali Papa Nayla membujuk agar Nayla keluar namun hasilnya tetap nihil,akhirnya Papa Nayla memanggil a'Iwan untuk membujuk Nayla.
Setelah hampir setengah jam aa membujuk Nayla akhirnya ia pun keluar dengan wajah yang sembab dan mata yang memerah karena menangis.
a'Iwan pun masuk kedalam kamar Nayla didampingi dengan bou Sahria (bou\=bibi)
a'Iwan memberi wejangan panjang pada Nayla sambil sesekali meniup kepala Nayla,entah apa maksudnya hanya dia yang tau.
"Nay..kamu belum mandi?"tanya Mama Neneng dari ambang pintu yang hanya dijawab oleh gelengan kepala bertanda belum.
"atuh kumaha,sebentar lagi tamunya nyampe hayu atuh mandi dulu biar Mama Neneng yang dandanin"ucap Mama Neneng sambil menarik tangan Nayla menuju kamar mandi.
Hanya 10 menit Nayla berada dikamar mandi,ia pun segera memakai baju yang sudah disiapkan oleh Mama Neneng.
Banyak perdebatan selama Nayla dirias,yang gak mau warna lipstik ini lah,jangan ketebalan lah,bedaknya juga gak mau pake bedak yang buat orang dewasa lah maunya pake bedak bayi.
__ADS_1
Setengah kesal Mama Neneng menuruti kemaun Nayla.
Akhirnya Rombongan keluarga Aditpun tiba dan disambut oleh pak Rt dan Papa Nayla.
Jantung Nayla berdetak sangat cepat,entah lah saat ini dia merasa sangat bingung.
Tangannya sangat dingin dan berkeringat
"tenang atuh Nay yang mau tunangan "ucap a'Iwan berusaha mencairkan suasana agar Nayla tidak tegang.
"Kak dipanggil Papa"ucap Tia menghampiri Nayla
"aa...Nay takut"ucap Nayla seperti ingin menangis
"ishhh tong kitu atuh Nay,orang mah mau dilamar seneng bukan takut kaya ketemu hantu hampe pucet kitu"ucap si aa menggoda Nayla
"gak mau aa.."tolak Nayla hampir menangis
"isss iyeu mah"desah aa lalu mulutnya seperti membaca sesuatu,lalu mengusap wajah Nayla lembut.
"Hayu turun gak enak ama calon besan nunggunya kelamaan"ucap aa lembut seperti kerbau yang dicocok hidungnya Nayla pun menurut tanpa banyak kata-kata dan penolakan seperti sebelumnya.
Acara pertunangan pun berjalan lancar,kini di jari manis sebelah kiri Nayla telah terpasang cincin pertunangannya dengan Adit dan seperti yang sudah disepakati pernikahan akan diadakan 6 bulan lagi namun tanggalnya belum ditentukan.
"Alhamdulillah ya acaranya lancar"ucap Papa yang kini sudah bisa bernafas lega.
Namun tidak dengan Nayla,ia nampak murung entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
__ADS_1
"kamu kenapa Nay?kayanya gak seneng abis dilamar"tanya bou Sahria
"gak apa-apa bou,Nay cape mau istirahat dulu ya"pamit Nayla pada semua yang masih berkumpul diruang keluarga
Nayla pun menuju kamarnya lalu kembali menguncinya dari dalam.
Banyak yang bertanya-tanya ada apa dengan gadis itu seharusnyakan ia bahagia sudah dilamar bukan kebalikannya malah sedih.
"udah biarin aja mungkin dia inget sama Mamanya"ucap aa
Karena takut ada hal yang tak diinginkan Papa Nayla meminta pada aa untuk stay dulu dirumahnya dan aa pun menyetujuinya karena sejujurnya ia juga khawatir dengan keadaan Nayla saat ini.
Sebenarnya saat ini ada hal penting lagi yang ingin disampaikan oleh Bou Sahria namun kerena kondisi Nayla yang tidak memungkinkan untuk diajak bicara akhirnya mereka berunding tanpa Nayla.
Haii semua hari ini aku up 2x ya semoga gak pada bosen ya bacanya.
jangan lupa terus dukung author dengan cara
👉 Like
👉 Vote
👉 Rate dan juga
👉 Kritsarnya author tunggu
Salam Manis
__ADS_1
Amellajj/author