TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 190


__ADS_3

🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹


Untuk melancarkan aksinya Anto sengaja mendekati Adit.


Mereka memang sudah berteman sejak kecil namun karena suatu hal pertemanan mereka pun sedikit renggang.


Malam itu Anto segaja bertandang kerumah Adit, Ia berencana mengajak Adit untuk memancing di laut.


Tanpa mempunyai pikiran buruk Aditpun mengiyakan ia akan mengajak Nayla sekalian jalan-jalan ke Pangandaran.


Nayla hanya ikut saja kebetulan ia belum pernah yang namanya memancing.


Pada hari yang sudah direncanakan Anto menjemput Adit mereka menggunakan mobil Anto untuk sampai di pangandaran.


Lilis pun ikut selain untuk menemani Nayla dikarenakan Didipun ikut.


Anto begitu bahagia karena ia akan menghabiskan waktu bersama gadis yang ia suka.


Akhirnya merekapun sampai di perkampungan nelayan di didaerah pangandaran.


Setelah menyewa satu buah kapal beserta seorang kapten kapal yang mengetahui sport yang bagus untuk memancing akhirnya merekapun segera ketengah laut.


Adit sedang memeriksa joran yang akan ia gunakan nanti.


" Dit nanti aku mau dong jajal mancing, ajarin ya" Nayla memasang wajah imut agar suaminya mau mengajarinya.


Adit yang sedang khusu memasang mata kail di jorannya menatap kearah Nayla yang memang terlihat imut.


"Ya ampun sayang jangan masang muka gitu dong tar aku gak khusu ni masang kailnya"


" Emang kenapa? kan aku cuma liat aja" jawab Nayla manja


Adit yang memang begitu gemas melihat wajah istriya langsung saja mengecup sekilas pipi Nayla.


" Ih...kamu mah kebiasaan gak liat tempat maen cium aja" protes Nayla yang lalu menutup wajahnya dengan masker.


Sementara itu Anto nampak kesal tiba-tiba saja muncul ide jahat di otaknya untuk menceburkan Adit kelaut dengan begitu ia akan leluasa memiliki Nayla.


Adit, Dedi dan Anto sudah bersiap mencari posisi yang enak untuk mereka sedangkan Nayla dan Lilis asik memakan cemilan yang mereka bawa.


" Lis kamu suka ya ama Dedi?" tanya Nayla sambil memasukan cemilan kedalam mulutnya.


" Ih... si teteh mah gak lah.." wajah Lilis langsung memerah karena malu.


"Ayo ngaku aja gak usah malu-malu Lis" Nayla terus menggoda Lilis.

__ADS_1


Karena merasa bosan Naylapun menghampiri suaminya.


" Dit mau dong jajal megang joran gimana"pinta Nayla


Adit pun langsung memberikan jorannya pada Nayla dengan posisi Adit berada di belakang memeluk Nayla dan tangan Adit berada diatas tangan Nayla. Tubuh Nayla yang memang lebih pendek dari Adit hingga membuat posisi Nayla hanya sebatas dagu Adit.


"Adit...ini kaya ada yang narik-narik pancingannya" pekik Nayla kegirangan


Adit yang sedang asik menikmati aroma tubuh Nayla akhirnya membantu menarik jorannya.


" Ya ampun sayang aku gak tahan ni kalau kaya gini lama-lama"bisik Adit dengan suara sensualnya


" Ahh ..Adit jangan gitu dong aku lagi asik ni mancing" Nayla yang risih karena suaminya terus menciumi lehernya pun merasa kesal.


" Udah ahh aku mau tidur aja kamunya jail banget" Naylapun meninggalkan Adit yang tersenyum melihat kekesalannya.


Sementara itu Anto semakin kesal melihat kemesraan Adit dan Nayla hingga ia memantapkan niatnya untuk mendorong Adit agar jatuh ke laut dan berharap agar Adit mati tenggelam.


Naylapun merebahkan tubuhnya diatas bangku panjang yang berada didalam kapal.


Melihat Adit yang berdiri terlalu dipinggir Anto pun berniat melaksanakan niat buruknya saat ini juga dengan berpura-pura berjalan dan tanpa sengaja menyenggol Adit.


Namun saat ia hampir saja melaksanakan niatnya tiba-tiba


Brruuakkk


" Aduhhh..." Nayla merintih karena badannya terasa sakit karena terjatuh dari bangku yang ia tiduri tadi.


" Kamu kenapa yang.." tanya Adit yang melihat istrinya sudah duduk dibawah sambil mengelus kepalanya yang terasa berdenyut karena terbentur lantai kapal.


" Adit kamu kesini bawa-bawa peliharaan sih" gerutu Nayla kesal sambil melihat sosok wanita dan anak kecil yang berdiri tak jauh darinya.


" Oh...kamu di jahilin sama mereka ya"


" Ya udah gak usah marah tar aku bilangin deh biar gak jahatin kamu" Adit mengecup sekilas kening Nayla lalu mengahampiri sosok yang dimaksud Nayla.


Entah mereka berbicara dengan bahasa apa namun yang pasti setelah Adit menghampiri mereka tak lama kemudian kedua sosok itu pun menghilang.


Adit tak lagi melanjutkan memancing ia menemani Nayla didalam kapal.


Anto semakin kesal karena niatnya tak terlaksana, api cemburu semakin membara di dalam dadanya saat melihat kemesraan Adit dan Nayla.


Adit yang akhirnya tau jika Anto mempunyai niat tidak baik memutuskan untuk tidak melanjutkan memancing ia memilih duduk manis di dalam kapal menemani istrinya.


Setelah hari hampir sore merekapun kembali ke pesisir.

__ADS_1


Ada lumayan ikan yang mereka dapat akhirnya merekapun mendirikan tenda di pinggir pantai sambil membakar ikan hasil pancingan mereka.


Memang sih mereka tidak membakar sendiri ikan yang mereka dapat melainkan memakai jasa bakar ikan yang memang terdapat disana.


Nayla duduk diatas pasir sambil memandang ke lautan lepas entah kenapa ingatannya kembali pada saat mamanya masih ada.


Masih jelas terbayang di ingatannya saat terakhir mereka berwisata bersama di sebuah pantai di kawasan Benten.


Saat itu Nayla,Tia, Papanya bermain banana boat dan pada saat banana boatnya diterbalikan dan mereka semua terlempar kelaut.


Pada saat semua sudah kembali naik di atas banana untung papanya tersadar jika Nayla belum juga muncul kepermukaan.


Akhirnya Papa Nayla dan pengemudi seedbout kembali menyelam mencari Nayla.


Nayla yang waktu itu terlilit tali tambang yang melingkar di banana hingga membuatnya tak bisa naik kepermukaan.


Entah ia mendapat kekuatan dari mana hingga ia mampu bertahan di dalam air dalam waktu yang lama.


" Kamu kenapa ngelamun yang" entah sejak kapan Adit sudah duduk disampingnya dan membuyarkan semua kenangannya saat bersama almarhumah mamanya.


" Gak apa-apa aku cuma lagi inget aja ama mama" Nayla melihat sekilas kearah suaminya lalu kembali menatap lautan lepas.


" Udah lah yang mama udah tenang di alam sana apa lagi sekarang kamu udah nikah" ucap Adit yang lalu menarik kepala Nayla agar bersandar di bahunya.


"Mbak ..Mas ikannya udah mateng nih" Seorang ibu datang menghampiri mereka sambil membawa ikan yang sudah di bakar.


Tanpa di minta Lilis,Dedi dam Anto langsung menghampiri tempat Nayla dan Adit duduk.


Merekapun langsung menyantap ikan yang sudah dibakar itu dengan lahap.


Adit yang tahu jika Nayla yang memang tidak bisa makan ikan sendiri karena takut ketulangan dengan telaten mencuil daging ikan sedikit demi sedikit lalu memasukannya kedalam mulut Nayla.


Lilis, Dedi dan Anto begitu terkesima melihat keromantisan Adit dan Nayla.


" Sial harusnya kan aku yang nyuapin Nayla, sabar Nto ada saatnya nanti aku yang di posisi Adit" guman Anto dalam hati.


Anto berpura-pura biasa saja nelihat adegan demi adegan romantis didepannya padahal dalam hatinya ia menahan rasa kesal dan marah.


**Haii aku doubel up Nih semoga kalian gak bosen ya...


Maaf kalo masih banyak typo juga.


Tetap beri author dukungan ya caranya pasti udah pada tau kan


Tetap semangat dan jaga kesehatan jangan lupa minum Vitamin.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author**


__ADS_2