TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 248


__ADS_3

🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹


Sepulang dari penguburan Ina nampak kesedihan di wajah Adit.


Nayla yang tau bagaimana rasanya kehilangan membiarkan sesaat Adit untuk sendiri.


Sikap Adit pun berubah, yang biasanya begitu perhatian kini acuh, bahkan saat Nayla mengeluarkan kembali isi perutnya ia hanya diam.


Lilis yang melihat itu membantu Nayla kekamar.


"Sabar ya teh mungkin si aa lagi masih berduka" ucap Lilis sambil mengelus bahu Nayla.


"Iya Lis aku gak apa-apa kok" Nayla memaksakan senyumnya.


Ia pun langsung merebahkan diri menghadap tembok.


Sesaat kemudian Adit pun masuk, ia ikut merebahkan diri ingatannya kembali berputar saat bersama Ina.


Nayla yang merasa di acuhkan tanpa sadar air matanya mengalir.


"Kenapa rasanya sesakit ini ya, apa aku cemburu?" Batin Nayla


"Masa aku cemburu sih sama orang yang udah gak ada"


Nayla yang kesal akhirnya bosan berpura-pura tidur, ia pun bangun dan turun dari ranjang keluar kamar menuju pot bunga dimana biasa si putih berdiri.


"Meongg kamu dimana...aku kesepiann" ucap Nayla pelan tanpa terasa air matanya mengalir.


"Disini banyak orang tapi aku merasa sepi puss, putihh kamu dimana"


Mata Nayla terus mencari keberadaan siputih namun tidak ia temukan.


Naylapun duduk di sisi kolam kecil yang ada di teras depan, kakinya menjuntai menyentuh air.


Malampun semakin larut Nayla masih duduk sendiri di luar.


"Mama..papa Nay kangen..." tiba-tiba ingatan Nyala kembali pada saat masih ada mamanya.


Saat ia tak mau makan sang Mama lah yang sibuk membujuk nya.


Aditpun biasanya demikian jika ia tak mau makan maka Adit akan membujuknya.


Namun sejak kepergian Ina Adit berubah. "Ternyata sakit ya di cuekin kaya gini"


"Haii ikann kamu pasti bahagia jadi ikan gak harus ngerasain sakit hati kaya aku paling juga kamu di goreng dan gak jadi hantu" racau Nayla.


"Nay...masukkk" Nayla merasa mendengar suara aa menyuruhnya masuk.


Ia sedikit bingung " Suara siapa y?"


Ketika suara itu kembali terdengar Nayla baru yakin jika itu suara a'Iwan yang menyuruhnya masuk.


Nayla pun langsung masuk namun ia duduk diruang tengah, enggan rasanya ia masuk kedalam kamarnya.


Akhirnya Nayla masuk kedalam kamar Lilis, ia merebahkan dirinya disamping Lilis sambil menghapus kasar air matanya dan berharap akan segera tertidur.


Adit yang tak menyadari Nayla tidak tidur bersamanya nampak tertidur pulas.


Pagipun tiba Adit baru sadar jika Nayla tidak ada namun yang ada dalam pikirannya ialah Nayla sudah bangun terlebih dahulu dari dirinya.


Aditpun langsung keluar dari kamar tanpa mencari Nayla.

__ADS_1


Setelah ia membersihkan diri ia pun keluar entah kemana.


Nayla yang baru saja bangun tidur langsung keluar dari kamar Lillis begitu mendengar suara motor menjauh.


"Mau kemana dia pagi-pagi gini" ucap Nayla yang nampak bingung.


"Pada kemana sih ni orang tumben amat sih" racau Nayla sambil berkeliling mencari Lilis.


Nayla keluar rumah ia berjalan menuju empang besar yang berada di belakang rumahnya.


Ia mengambil beberapa buah batu lalu melemparnya ketengah empang untuk meluapkan kekesalannya.


Cukup lama ia berada di sana.


Setelah merasa puas ia pun kembali kerumah.


Lilis nampak bingung melihat Nayla yang baru saja kembali.


"Dari mana teh?" tanya Lilis


"Dari empang sana Lis" jawab Nayla


"Si aa pergi kemana teh?" tanya Lilis


"Gak tau Lis" jawab Nayla lemas.


Satu hari Nayla masih memaklumi sikap Adit, dua hari pun Nayla masih memakluminya.


Namun pada saat hari ketujuh kesabaran Nayla pun mulai habis.


Kemarin Adit bilang akan kembali betangkat kerja namun setelah mengetahui Ina meninggal Adit kembali menunda kepergiannya bahkan setiap pagi Adit selalu pergi ke makam Ina.


"Dit..kapan kita balik, aku udah kangen sama teman-teman disana" tanya Nayla saat mereka sedang duduk bersama diteras depan.


"Nanti dulu Nay aku masih gak tega ninggalin Ayahnya Ina sendirian" ucap Adit.


"Tapi kamu tega ninggalin aku terus" tiba-tiba Nayla melontarkan isi hatinya yang beberapa hari ini ia pendam.


"Kan kamu gak sendirian Nay masih ada Lllis" sahut Adit dengan suara sedikit meninggi


" Kok kamu marah sih, aku kan cuma ngungkapin perasaan aku"


"Nay aku gak mau ribut, kalo kamu mau balik ke jakarta ya kamu balik aja sendiri"


Nayla seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Coba kamu bilangnya dari kemarin Dit aku pasti udah pulang" jawab Nayla kesal lalu ia pun meninggalkan Adit sendiri diteras.


Nayla masuk kedalam kamar dan menangis, hatinya merasa sakit mendengar ucapan Adit.


Nayla langsung mengambil peralatan mandi dan baju ganti ia ingin mandi agar pikirannya sedikit tenang.


Namun saat ia keluar kamar ia melihat Adit yang sudah rapi.


"Kamu mau kemana Dit?" tanya Nayla menghampiri Adit yang sudah bersiap keluar rumah.


"Jangan pergi mulu napa sih Dit, temeni aku" Nayla memegang lengan Adit dan menahannya agar Adit tidak keluar rumah.


"Lepas Nay..aku mau kerumah Ina dulu mau liat ayahnya" Adit menepis sedikit kasar bahkan mendorong Nayla hingga Nayla terbentur tembok.


"Aaww.. kok kamu kasar sih Dit" ucap Nayla sambil sedikit meringis menahan sakit.

__ADS_1


Nayla yang kesal langsung kembali kedalam kamar dan saat ia memutar badannya tiba-tiba kepalanya terasa pusing hingga akhirnya ia pun terjatuh.


Brrakk


"Aaawww.." teriak Nayla saat ia terjatuh.


Adit yang mendengar teriakan Nayla seakan baru tersadar ia pun kembali masuk kedalam dan melihat Nayla yang terduduk di lantai sambil memegangi perutnya.


"Nay...kamu gak apa-apa sayang" Adit langsung membantu Nayla berdiri.


Namun saat Nayla berdiri Adit melihat ada darah yang mengalir dari paha Nayla.


"Nay...kamu..." Adit tak dapat melanjutkan kata-katanya ia baru menyesali perbuatannya.


"Sakitt Dit.." Nayla memegangi perutnya yang terasa tercabik -cabik.


"Sabar sayang kita ke dokter ya" Adit langsung menggendong Nayla menuju mobil


"Aaa...sakittt.."Nayla terus meringis kesakitan


Lilis yang baru saja tiba dari warung langsung berlari saat melihat kaki Nayla yang sudah berdarah.


"Aa ini kenapa?" tanya Lilis panik


"Udah ayo masuk" Adit langsung masuk di kabin kemudi sedangkan Lilis menemani Nayla dibelakang.


Nayla meremas tangan Lilis untuk menahan rasa sakit.


Begitu tiba di klinik Adit langsung menggendong Nayla masuk.


Beruntung klinik masih dalam suasana sepi hingga dokter langsung menangani Nayla.


Setelah memeriksa Nayla dokterpun memanggil Adit masuk kedalam ruang kerjanya


Wajah Adit nampak sedih ketika keluar dari ruangan dokter.


"Tuan Adit sebelumnya saya minta maaf karena harus menyampaikan berita buruk pada anda" sang dokter menjeda sesaat kata-katanya.


"Maksud anda apa ya dok, saya kurang paham" tanya Adit bingung.


"Emm istri anda keguguran dan harus segera di kuret untuk membersihkan sisa jaringan yang masih tertinggal di dalam rahim" tutur dokter menjelaskan.


Bagai disambar petir di pagi hari seketika itu juga tubuh Adit lemas.


Ternyata dugaannya dan Lilis benar jika Nayla sedang mengandung anaknya.


Ia benar-benar menyesal telah sedikit mendorong Nayla.


"Lakukan yang terbaik dok" ucap Adit lemas


"Maaf Pak, istri anda harus segera di kuret tapi harus ke rumah sakit saolnya disini tidak ada peralatannya" tutur sang dokter yang lalu membuat surat pengantar.


Tanpa menunggu lama Adit langsung membawa Nayla kerumah sakit di kota untuk mendapatkan perawatan.


Udah dulu ya upnya buat hari ini kita lanjut lagi besok.


Jangan lupa vote dan Like nya biar author tambah semangat.


Salam Maniss


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2