TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 79


__ADS_3

Haiii para reader terima kasih sudah mampir dikaryaku, author mohon maaf jika masih banyak typo. Author juga mohon dukungannya dengan cara tinggalkan 👍,rate dan juga ditunggu kritsarnya


Happy Reading


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Udara terasa begitu dingin hingga terasa menusuk ditulang.Karena tak tahan dingin akhirnya mau tak mau Nayla membuka paksa matanya setelah kesadarannya kembali alangkah terkejutnya begitu menyadari dimana kini ia berada.


Ia mencoba mengingat-ingat terakhir ia tidur diruang tamu bersama dengan teman-temannya tetapi kenapa sekarang ia berada didepan pintu gudang yang semalam dipakai untuk uji nyali bersama teman-temannya.


"pantas saja dingin banget ternyata gw tidur diluar,tapi seinget gw tadi subuh gw tidur bareng-bareng deh"Nayla masih bingung memikirkan kapan ia pindahnya dari dalam ruang tamu ke depan gudang.


"ahhh sial masa gw dipindahin ama setan sih" pikiran Nayla semakin kalut saat mendengar teriakan teman-temannya yang mencari dirinya.


"Nay kok loe tidur disini sih?"tanya Dian bingung


"gw juga gak tau bu,pas gw melek udah ada disini"


"ih...serem ah,loe tidur sambil jalan kali" ucap madam Ripha


"gw gak punya penyakit kaya gitu bu"sangkal Nayla


"berarti loe dipindahin ama setan dong Nay"celetuk Ripha


"ahhh udah ahhhh yuk siap-siap pulang,lama-lama makin horor villa nya si Madam" Nayla bangun dan segera menuju kamar yang pertama kali ia tempati untuk membereskan barang-barangnya.


Setelah semuanya siap merekapun pamit pada mang Ujang yang mengurus Villa milik madam Ripha.


Mereka pun memutuskan untuk naik bus saja,begitu tiba di terminal mereka langsung berpencar karena memang tujuannya berbeda,Nayla naik bus yang menuju kota "B" sedangkan yang lain menuju kota "C"


Begitu naik bus Nayla duduk dibangku no dua dibelakang supir,tak lama kemudian bus pun melaju keluar dari terminal dan Naylapun memejamkan matanya.


Setelah hampir satu jam setengah akhirnya Naylapun tiba dirumahnya.


Saat Nayla membuka pintu yang pertama ia lihat adalah wajah sang mama yang memasang mode marah.


"kemana saja kamu Nay kok baru kerumah"tanya mama langsung mengintrogasiku


"abis liburan mam,nginep di Bogor sama teman-teman"jawab Nayla jujur


"kok gak kabarin mama kalo kamu liburan?"


"ya ampun mam Nayla lupa"jawab Nayla sambil menepuk jidatnya pura-pura lupa.


"ya udah sana bebersih,kebetulan tar malem keluarga Om Lubis mau kesini"perintah mama


"oh...ada acara apa mah?"tanya Nayla mulai merasa ada yang tidak beres


"gak ada apa-apa,kan om Lubis udah sembuh jadi mama ngundang mereka buat makan malam disini sekalian mau bahas soal kamu sama anaknya si Rendy"jelas mama


"tuh kan betul,wah kayanya salah ambil keputusan nih" batin Nayla


"mah ...Nay balik kekontrakan aja ya soalnya besok masuk pagi" Nayla mencoba menghindar untuk ketemu dengan keluarga om Lubis


"Gak ada alesan Nay,sudah sana cepetan mandi trus istirahat biar tar malem gak ada alesan cape"perintah mama yang mau tak mau harus Nayla turuti.


Selepas isya semua sudah siap keluarga om Lubis pun sudah tiba kini sedang berbincang-bincang diruang tamu.


Ada rasa malas untuk bertemu dengan keluarga Om Lubis namun mau gimana lagi akhirnya Nayla pun turun menemui keluarga teman papanya itu


"hai...gimana kabarnya"sapa Rendy


"baik"


"katanya baru pulang jalan-jalan ya"


"iya"


"kemana"


"Ciampea Bogor"


Setelah makan malam bersama aku dan Randy ngobrol diteras.


dertttt


ponselku bergetar tanpa menunggu lama aku pun langsung membuka dan membaca chat yang ternyata dari Adit


"tumben ni orang inget ama gw"batinku


Adit..."*** apa kabar Nay"


Nayla.."waalaikum salam,baik"


Adit..."lagi ngapain"


Nayla.."lagi ngobrol sama temen"


Adit...."oh...kalo gitu aku ganggu dong"


Nayla.."iya.."


Entah kenapa saat ini Nayla enggan sekali untuk berhubungan dengan Adit bahkan untuk sekedar membalas chatnya saja males.

__ADS_1


Randy menatap kearah Nayla


"ni cewe kok cuek banget sih"batin Randy


dan entah sejak kapan Nayla bisa membaca apa yang dipikirkan oleh lawan bicaranya


"gw emang cuek Ran,loe maklum aja ya"celetuk Nayla tiba-tiba


Wajah Randy mendadak memerah malu karena Nayla bisa tahu apa yang ada dalam pikirannya.


Malam semakin larut akhirnya keluarga Om Lubis pun pamit pulang.


Nayla langsung menuju kamarnya untuk segera merebahkan diri.


"ahhh enak banget"ucap Nayla sambil membentangkan kedua tangannya keatas.


Ia pun terlelap mungkin karena terlalu lelah hingga tiba-tiba tenggorokannya terasa kering dan Naylapun terbangun.


Ia pun meneguk air yang berada disamping tempat tidurnya lalu saat hendak kembali memejamkan matanya tiba-tiba


pletakk


ada yang menimpuk kaca kamarnya Nayla pun terkejut,ia berusaha untuk tak menghiraukannya namun lagi-lagi ada yang menimpuk kaca kamarnya.


Ternyata rasa penasaran Nayla lebih besar dari rasa takutnya,akhirnya ia pun mendekati jendela kamarnya dan menyibak sedikit hordengnya


"gak ada apa-apa"gumam Nayla lalu kembali menutup hordengnya dan berjalan kembali kearah tempat tidurnya


gubbbrakkk


Suara dentuman keras kembali terdengar bahkan kali ini lebih kencang dari yang pertama


Akhirnya ia pun kembali kearah jendela kamarnya dan kembali menyibak hordengnya dan


aaaaaaaaaa


suara teriakan Nayla yang kencang membuat mama dan papa Nayla berlari menuju kamar Nayla dan mengetuk pintu


"Nay..."


"Nayla...ada apa " teriak mama dari balik pintu


karena tak ada jawaban akhirnya pintu kamar Nayla dibuka paksa oleh papa Nayla


dan alangkah terkejutnya orang tua Nayla ketika melihat putrinya meringkuk seperti orang yang ketakutan disudut kamarnya


"ada apa Nay?"tanya mama sambil mendekap tubuh Nayla yang gemetar


"takut kenapa?" tanya mama yang nampak bingung


"itu---itu ada ----" Nayla tak melanjutkan kata-katanya ia malah menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


"ada apa Nay,jangan bikin mama jadi bingung dong"


"itu----"Nayla masih tak dapat melanjutkan kata-katanya ia hanya menunjuk kearah jendela kamarnya


Papa Nayla yang penasaran akhirnya berjalan kearah jendela kamar dan membuka kembali hordengnya namun ia tak melihat apa pun.


"ada apa sih Nay?disini gak ada apa-apa kok"ucap papa Nayla lalu kembali menghampiri putrinya yang ketakutan


"itu---itu pah "Nayla masih tak dapat berkata-kata ia masih menutup wajahnya sambil memeluk sang mama.


"tenang Nay istigfar dulu"mama berusaha menenangkan Nayla


Setelah dirasa Nayla agak tenangan mama kembali bertanya sebenarnya apa yang ia lihat hingga ia begitu ketakutan.


Akhirnya Nayla pun mulai menceritakan apa yang ia lihat barusan.


Yah..ternyata sosok wanita yang setengah badan yang kemarin dilihat Nayla di gudang milik madam Ripha mengikutinya sampai kerumah.


Akhirnya malam itu Nayla kembali tidur bersama mamanya.


Sementara itu disebuah rumah kontrakan dikota "C" nampak Adit mendesah pelan saat pesan chatnya hanya dibalas alakadarnya oleh Nayla.


Ia kembali menatap ponselnya yang berwalpaper foto Nayla dan dirinya sewaktu di gunung gede waktu itu.


Keesokan harinya Nayla berangkat kerja seperti biasa begitu tiba ia langsung ganti baju lalu menuju kantin untuk sarapan dan disana sudah ada madam Ripha,Dian dan Erni nampaknya mereka sedang bercerita soal kejadian kemarin divilla.


"gila loe Nay kok bisa sih punya ide buat uji nyali segala"celetuk mbak Titin begitu aku duduk disalah satu bangku


"iseng aja mbak,pengen tau aja siapa yang penakut dan siapa yang berani"celetuk Nayla asal


Hari ini Nayla ijin tak lembur karena ia merasa badannya tidak enak.


Saat ia sudah berada di jemputan Nayla mendapat pesan chat dari Adit yang memberitahukan kalau saat ini ia sedang menunggunya digerbang depan.


Dengan malas Nayla melangkahkan kakinya menuju gerbang depan untuk menemui Adit.


"Haiii gimana kabarnya"sapa Adit sambil tersenyum.


"baik..ada apa Dit tumben"tanya Nayla to the point


"kita jalan yuk..."Adit menyodorkan helm namun karena tak kunjung ku ambil akhirnya ia menarik tanganku dan memakaikan helm itu dikepalaku.

__ADS_1


"ayo naek cepet"


akhirnya dengan malas Nayla naek dijok belakang dan sepeda motor Aditpun melaju meninggalkan pabrik tempat Nayla bekerja.


Tibalah mereka disebuah tempat makan yang lumayan nyaman untuk ngobrol.


Adit memilih duduk disebuah saung dan memesan makanan dan minuman.


"kok kamu sekarang beda sih Nay"tanya Adit sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang


"aku biasa aja tuh,ada juga kamu yang berubah Dit" balas Nayla


"aku" tunjuk Adit kearah dirinya sendiri dan Nayla hanya menganggukan kepalanya.


"siapa cowo yang waktu itu Nay"tanya Adit dengan nada cemburu


"kamu juga kan waktu itu ama cewe Dit"bukannya menjawab Nayla malah membalikkan keadaan


Adit menatap tajam kearah Nayla,begitu pun Nayla ia sedikit terkejut melihat kearah Adit namun tak lama kemudian ia memalingkan wajahnya tak mau menatap wajah pria yang dulu sangat ia kagumi itu.


"ada apa Nay kok loe takut liat gw"tanya Adit mulai penasaran


"Adit loe punya piara'an baru ya"tanya Nayla


"piaraan apa sih Nay"Adit nampak bingung dengan pertanyaan Nayla


"dibelakang loe Dit ada cewe serem banget mukanya"ucap Nayla pelan


Adit langsung menoleh kebelakangnya sebenarnya ia dapat merasakan kehadiran mahluk astral namun hanya terkadang saja ia dapat melihat wujud dari mahluk astral itu berbeda dengan Nayla yang dapat melihat kapanpun mahluk astral itu hadir.


"Dit loe kan bisa ngusir begituan,usir dong gw takut"pinta Nayla masih dengan memalingkan wajahnya kesamping


"aaaaaaaaa"


teriak Nayla yang kaget karena saat ini hantu wanita yang tadi berdiri dibelakang Adit kini berdiri disamping Nayla.


"ada apa Nay"Kini Adit menggenggam tangan Nayla yang dingin


"Adit ayo pulang"ajak Nayla yang kini wajahnya berubah pucat


Adit mengambil segelas air putih lalu entah apa yang ia baca.


Adit menuangkan sedikit air ketelapak tangannya lalu mengusapkannya kewajah Nayla.


"gimana udah tenangan belum"tanya Adit lembut


Nayla hanya menganggukan kembali kepalanya.


Nayla dan Aditpun menikmati makanan yang ada dihadapan mereka walau sudah dingin namun mubazir jika tidak dimakan.


Mereka makan dalam diam tak ada yang berbicara namun terkadang Adit menatap wajah Nayla sambil mengunyah makanannya.


"Nay aku kangen kamu yang dulu" batin Adit sambil menatap wajah Nayla


Nayla yang tahu apa yang ada dalam pikiran Adit membalas tatapan Adit.


Sebenarnya Nayla pun sangat merindukan saat-saat kebersamaan mereka namun rasa rindu itu sedikit menghilang saat tiba-tiba Nayla ingat bertemu dengan Adit yang sedang berduaan dengan wanita lain dibeberapa tempat berbeda namun dengan wanita yang sama.


"Dit sekarang mending kamu jujur aja ama aku,sebenernya cewe yang waktu di mall itu siapa kamu?" pertanyaan itu tiba-tiba meluncur begitu saja dari mulut Nayla


"itu teman aku Nay,kami tuh gak ada hubungan apa-apa" Adit mencoba menjelaskan,sesaat Nayla menatap tajam kearah Adit mencoba mencari tahu apakah pria yang didepannya ini sedang berbohong atau tidak.


"Nay...pliss percaya ama aku"pinta Adit lalu menggenggam tangan Nayla.


aaaaaaa


Nyala kembali memekik karena ia merasa ada yang menarik kakinya


ia pun melihat kearah bawah saung dan melihat sosok anak kecil sedang tersenyum kepadanya sambil memegang kaki Nayla yang terjuntai disisi saung


"ihhhh jangan megangin kaki geli tau"ucap Nayla pada sosok anak kecil itu namun sosok itu hanya tersenyum sambil mendekap betis Nayla.


"ihhh Adit temen astral loe ngapain sih megangin betis gw"keluh Nayla


Adit hanya tersenyum


"mereka tuh gak mau Nay kalo kita berantem apa lagi sampe putus"jelas Adit lalu meminum jus jeruk yang dipesannya tadi


"maksud loe????" entah ini hanya pikiran Nayla saja atau ini memang sebuah peringatan dari Adit yang jelas saat ini Nayla berpikir kalau Adit sedang mengancamnya melalui teman-teman tak kasat matanya.


"apa sih Nay kok ngeliatinnya begitu?" Adit kembali tersenyum kearah Nayla


Nayla menatap Adit seakan meminta penjelasan.


"iya Nay mereka tuh gak suka liat kita berantem apa lagi kalo sampe kita putus,gw gak tau mereka bakal bikin ulah apa"ucap Adit terang-terangan.


"maksud loe kalo sampe kita putus tuh kunti ama hantu bocil bakal ngisengin gw gitu" ucap Nayla menegaskan kembali apa yang baru saja Adit ucapkan.


Adit hanya tersenyum sambil membenarkan penilaian Nayla terhadapnya.


"oh..sitttt,berarti kita gak boleh putus gitu" tanya Nayla seakan tak percaya dan lagi-lagi Adit tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Nayla hanya bisa tersenyum kecut mendengar apa yang Adit katakan jika sampai mereka putus teman-teman tak kasat mata Adit akan mengerjai Nayla.

__ADS_1


__ADS_2