TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 352


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Beberapa bulan berlalu sejak kedekatan Adit dan Nayla kembali terjalin,Radit nampak begitu bahagia jika sedang bersama Adit,semakin besar wajahnya pun semakin mirip dengan ayahnya.


Sore itu hujan turun lumayan deras hingga tidak memungkinkan Nayla untuk segera kembali kerumahnya.


Yah saat ini Nayla sedang berada di toko kuenya bersama Adit.


"Kita nekat aja yuk Dit,kasian anak-anak nunggu nya kelamaan" ucap Nayla yang langsung mendapat penolakan dari Adit.


Nayla yang nampak kesal hanya menggeser sedikit posisi duduk nya menjauh dari Adit.


"Loh kok ngejauh sih yang,sini lebih deket biar sedikit anget" Adit menarik tangan Nayla agar mau mendekat.


Namun karena Nayla sedang marah ia pun mengacuhkan ucapan Adit.


"Ngabek ni ceritanya" goda Adit


"Gak" jawab Nayla singkat sambil memalingkan wajahnya.


"Kamu lucu Nay kalo ngambek gitu jadi saingan sama Rania" Adit tertawa sambil sedikit mencubit ujung hidung Nayla karena merasa gemas.


"Mending kita buat mie, kayanya enak Nay" bujuk Adit yang memang tau kebiasaan Nayla yang suka sekali makan mie goreng saat hujan.


Nayla masih diam tak menjawab ucapan Adit.


"Aku deh yang masak,kamu belum pernah kan makan masakan aku" bujuk Adit tak putus semangat.


"Iya aku mau,tapi yang lengkap pake sawi,sama telur sama cabe" ucap Nayla sambil sedikit tersenyum.


"Siap nyonya" ucap Adit sambil tertawa lalu berdiri.


"Tunggu sebentar ya sayang" ucap Adit setengah berteriak.


Beberapa saat kemudian Adit pun tiba dengan sebuah mangkok berisi mie sesuai pesanan Nayla.


"Kok cuma satu,emang kamu gak mau?"tanya Nayla sambil menatap mangkuk mie.


"satu mangkok berdua aja sayang biar romantis"


"Gak ah nanti gak kenyang" Nayla menggeser mangkok sedikit menjauh dari Adit.


"Sejak kapan kamu jadi pelit Nay"


"Sejak dekat lagi sama kamu,kan kamu yang ngajarin aku buat makan banyak" ujar Nayla sambil menyendok mie


"Kayanya aku gak pernah ngajarin pelit Nay" sangkal Adit.


Setelah melalui perdebatan akhirnya Naylapun mau berbagi dengan Adit.


Hujanpun reda akhirnya mereka pun kembali kerumah Nyala.


Karena Radit dan Rania sudah tidur akhirnya Aditpun langsung pamit pulang.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri Naylapun langsung beristirahat.


Entah karena terlalu lelah atau memang cuaca yang sedikit dingin ia pun tak perlu menunggu lama untuk terlelap.


"Mas kamu lagi apa ?" tanya Nayla pada Ryan yang sedang duduk disebuah bangku taman.


"Mas kamu kenapa?kok wajah kamu sedih begitu,kalau aku ada salah bilang biar aku perbaiki" tutur Nayla nampak bingung sambil menatap Ryan yang terus saja menunduk seakan enggan untuk menatap Nayla.


"Mas ..jangan kaya gini dong,aku gak tau salahnya kalo kamu diem aja"desak Nayla yang semakin merasa bingung.


"Aku hanya ingin kamu segera menikah lagi,aku kasihan melihat Radit yang merindukan kehadiran seorang ayah Nay" jawab Ryan masih dengan tertunduk,namun dari suaranya terdengar ia begitu sedih.


"Ih kamu ngomong apa sih Mas,gak mungkin lah aku nikah lagi,hati aku udah buat kamu gak ada tempat buat yang lain" jawab Nayla sedikit bergurau.


"Aku akan sangat sedih jika kamu terus kaya gini Nay,aku gak bisa tenang" lanjutnya


Perlahan-lahan Nayla melihat Ryan seperti berkabut semakin lama semakin samar dan akhirnya menghilang dan tak terlihat lagi.


"Mas...mas Ryan kamu kemana,kok ilang sih" teriak Nayla sambil matanya mencari sosok Ryan yang kini sudah tak terlihat lagi.


"Mas gak lucu ih,kamu ngumpet dimana sih" teriak Nayla lagi.


Samar-samar suara teriakan Nayla sampai juga ke telinga Empok yang kebetulan sedang berada di dapur.


"Kenapa lagi sih itu si Nay" Empok pun yang sedang membuat susu menunda sementara pekerjaannya lalu menghampiri Nayla didalam kamar.


Keringat membasahi wajah Nayla itulah pemandangan pertama yang Empok lihat saat lampu kamar dinyalakan.


Empok pun langsung duduk disisi tempat tidur lalu berusaha membangunkan Nayla yang terlihat seperti sedang mimpi buruk.


Setelah berusaha beberapa menit membangunkan Nayla akhirnya Nay membuka matanya.


"Kamu mimpi apa Nay sampe teriak-teriak manggil Almarhum suami kamu?" tanya Empok sambil memberikan satu gelas air putih.


Setelah meneguk habis satu gelas air putih tanpa jeda,Nayla kembali termenung hingga beberapa saat kemudian tangisnya pun pecah sambil memeluk Empok erat.


Empok yang tak tahu Nayla bermimpi apa hanya balas memeluk pelukan Nayla sambil mengelus punggung nya.


"Kamu kenapa Nay?" tanya Empok lembut.


"Nay mimpi mas Ryan pok,Nay kangen.." ucap Nayla disela-sela tangisannya.


"Yang sabar Nay,Empok tau gimana rasanya karena Empok pernah ngalamin"


"Mas Ryan nyuruh Nay nikah lagi Pok, katanya kasian Radit,tapi hati Nay belum bisa sepenuhnya nerima Pok" ucap Nayla sambil menghapus sisa air mata dengan tangannya.


"Iya Nay kasian Radit masih butuh sosok Ayah, apalagi Adit itu ayah kandungnya menurut Empok itu lebih bagus dibanding kamu nanti nikah dengan orang lain" Ucap Empok panjang lebar sambil membenahi rambut Nayla yang berantakan.


"Tapi pok..."


"Kamu pikirkan lagi Nay" potong Empok lalu meninggalkan Nayla yang masih termenung memikirkan ucapan Empok tadi.


Sepeninggalan Empok Naylapun segera mengambil wudhu lalu ia sholat malam sekalian berdoa meminta petunjuk dari Allah.

__ADS_1


"Mama.." teriak Radit dari luar kamar


Nayla yang memang sudah rapi segera keluar dan menghampiri Radit yang sudah rapi dengan seragam sekolah nya.


"Radit mau dianter Papa sekolahnya Mah" tolak Radit saat Nayla sudah duduk diatas jok motornya


"Nanti aja pulang nya baru Papa yang jemput kalo sekarang nanti Radit malah kesiangan Nak" bujuk Nayla .


"Gak mau,Radit maunya sama Papa" teriak Radit sambil menangis


Nayla berusaha membujuk Radit namun hasilnya nihil Radit tetap tak mau berangkat ke sekolah jika tidak dengan Papanya.


Dengan sangat terpaksa akhirnya Nayla pun menghubungi Adit yang kebetulan sedang berada di rumahnya yang berada tak jauh dari kediaman Nayla hingga tak butuh waktu lama untuk tiba di rumah Nayla dan segera mengantarkan Adit ke sekolah.


Walaupun sedikit telat namun Nayla tidak mau membiasakan Radit untuk bolos sekolah kecuali benar-benar penting.


Setelah mengantar Radit kesekolah Adit tak langsung pulang ia mampir kerumah Nayla untuk berbicara serius dengan mantan istrinya itu.


Nayla yang saat itu hanya menggunakan pakaian ibu-ibu sejuta umat yaitu daster tanpa lengan sedang sibuk menyuapi Rania di teras depan sedikit terkejut saat melihat kedatangan Adit.


"Assalamualaikum Nay" tanpa menunggu disuruh Adit langsung membuka pintu pagar rumah Nayla dan masuk.


"belum juga disuruh masuk udah ngejelonong aja "


Adit hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.


"Ya ampun sayang masa mau masuk rumah sendiri harus nunggu disuruh dulu " Adit langsung duduk disamping Rania yang sedang asik bermain.


"Cantik nya Papa lagi main apa" ucap Adit sambil mencium pipi Rania yang sedikit chubby.


"Main boneka Papa" jawab Rania dengan pipi menggelembung karena masih mengemut makanan.


"Rania ditelan dulu makanan nya baru ngomong" tegur Nayla lembut.


"kamu juga kalo lagi makan jangan diajak ngomong nanti keselek" tegur Nayla pada Adit yang hanya di tanggapi dengan sebuah senyuman oleh Adit.


"Malah nyengir dikasih tau" gerutu Nayla


"Aku gemes Nay kalo liat kamu marah-marah kaya gitu jadi pengen ci...um" ucap Adit dengan menyamar kan kata terakhirnya agar Nayla tak mendengar.


Sambil menunggu Radit pulang sekolah,Adit menuggu dirumah Nayla sambil bermain dengan Rania.


Tak jarang ia memperhatikan setiap gerakan Nayla.


Ada rasa menyesal karena dulu ia melakukan banyak kehilafan hingga akhirnya kehilangan Nayla untuk beberapa saat.


"Andaikan kita memang berjodoh Nay, aku janji tidak akan melakukan kesalahan lagi" janji Adit dalam hati.


Assalamualaikum semua maaf author baru up lagi


semoga kalian gak lupa ya sama alur cerita ny dan gak lupa juga buat kasih dukungannya buat author.


Jangan lupa like dan komen nya ya.

__ADS_1


Salam Maniss


Author


__ADS_2