TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 226


__ADS_3

🍁🍁🍁 Selamat Membaca🍁🍁🍁


Siangnya mereka berbincang-bincang diteras depan sambil memakan cemilan.


"Nay...gimana perasaan kamu sekarang" tanya Aa sambil mengambil opak dari dalam toples.


"Perasaan apa aa Nay gak ngerti"


"Ya sudah kalo gak ngerti mah" sahut aa santai


"Nanti sore aa pulang ya Nay, kasian si dede" lanjut aa.


"Kenapa buru-buru sih a, nanti aja barenag sama kita" ujar Nayla


"Emangnya kapan mau balik kitu" si aa balik bertanya


"Gak tau, tanya aja sama ka Adit" Nayla yang sedang asik bermain bola bekel pun kesal karena bola yang berukuran kecil itu membal begitu jauh dan berakhir di kolong bangku.


Naylapun mengejar bolanya hingga ia pun harus sedikit membungkuk untuk mengambil bola.


"Sayang kita jalan-jalan yuk" ajak Adit pada Nayla.


"Kemana kak, beli coklat ya?" tanya Nayla dengan antusias.


"Iya, ayo cepat naik.." Adit menarik tangan Nayla lembut.


"Assikkkk....beli coklatnya yang banyak ya kak" sorak Nayla kegirangan.


Adit hanya tersenyum menanggapi ucapan Nayla.


Sebenarnya Adit ingin menemui rekan bisnis nya yang biasa menampung ikan-ikannya.


Entah kenapa ia tak ingin meninggalkan Nayla dirumahnya.


Begitu tiba di tempat yang dituju Aditpun langsung membahas beberapa masalah bersama temannya sedangkan Nayla asik memainkan ikan di sebuah kolam kecil yang ada disana.


Tak lama akhirnya Adit selesai, ia pun segera mengajak Nayla pergi dari sana.


Tanpa disadari ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari tadi.


Anto dan anak buahnya memang sengaja mengikuti Adit dan Nayla sambil menunggu Adit lengah.


Sementara itu A'Iwan yang merasa akan ada sesuatu akhirnya menelpon Adit untuk mengingatkan.


Saat ini Nayla dan Adit sedang berada dikebun milik Adit.


Adit sengaja mengajak Nayla kesana untuk mengambil beberapa buah kelapa muda serta Alpuket yang sudah matang.


Mata Nayla sedikit membulat saat melihat sosok wanita sedang berdiri menatapnya.


" Adit ...itu cewe siapa ya?" tanya Nayla sambil menunjuk kearah pohon.


" Tadi kamu manggil aku apa yang?" tanya Adit yang seakan tak percaya


"Adit, kan emang nama kamu Adit" ucap Nayla sambil cemberut.


"Dihh..kamu kan biasanya manggil aku kaka yang" Adit coba mengingatkan


"Dihhh sejak kapan aku manggil kamu kaka, ada juga aku manggil kamu aa tapi jarang itu juga" sangkal Nayla dengan acuhnya.


Adit sedikit terkejut namun sesaat kemudian ia tersenyum bahagia jika ia tidak salah berarti yang saat ini adalah Nayla yang sebenarnya.


"Kamu mau air kelapa muda yang?" tanya Adit


"Mau lahhh"


Aditpun langsung membuka ujung kelapa yang tadi ia petik, lalu ia memotong setangkai dahan pepaya dan membuang daunnya untuk dijadikan sedotan.


Nayla langsung menyeruput air kelapa muda hingga langsung habis.


"Dit...belah dong aku mau kelapanya" pinta Nayla

__ADS_1


Aditpun langsung membelah kelapa dan memberikannya pada Nayla.


Ia begitu bahagia melihat Nayla yang sudah kembali seperti biasa.


"Enak gak Yang?" tanya Adit sambil mempehatikan wajah Nayla


"Biasa aja"


Dek..


Hati Adit sedikit kesal mendengar jawaban Nayla.


"Udah yuk pulang si aa kan nanti sore mau balik" Adit langsung berdiri dan merapihkan kembali semua seperti semula.


"Aa? maksudnya aa siapa Dit?" tanya Nayla


" A'Iwan lah, emang aa siapa lagi yang?" jawab Adit


"Loh..kapan dia kesini?"


"Kok aku gak tau ya aa ada disini"


Nayla bertanya secara beruntun


"Sayang bisa gak kalo nanya tuh satu-satu, Aa tuh disini udah dua hari, mass kamu lupa?" tanya Adit sambil melihat kearah Nayla.


"Aku beneran gak inget Dit" Nayla yang penasaran teruss bertanya pada Adit.


" Udah deh yang, ayo pulang" Adit menarik tangan Nayla keluar dari area perkebunan.


Setelah membeli oleh-oleh buat A'Iwan merekapun kembali, namun ditengah jalan Nayla merengek minta dibelikan Bakso keju.


"Sayang disini gak ada baso keju, adanya cuma urat sama telor" ucap Adit


"Ihh Adit aku kan maunya baso keju" Nayla terus merengek.


Aditpun menggaruk kepalanya yang tidak gatal kerena kesal.


Aditpun menghentikan motornya disebuah mini market, ia pun membeli keju lalu setelah itu ia berhenti di kedai baso.


"Kamu mau pesen apa yang?" tanya Adit sambil tersenyum


"Emang disini ada baso keju Dit?" tanya Nayla dengan wajah berbinar.


Akhirnya Aditpun memesan baso urat dan ketika pesanan mereka tiba Nayla nampak kecewa.


Ia hanya memandang mangkok baso didepannya.


"Ayo makan sayang..kok malah diliatin aja" ucap Adit sambil memperhatikan wajah istrinya.


"Aku maunya keju.. "ucap Nayla pelan


Aditpun mengeluarkan keju yanf tadi ia beli lalu sebuah cutter.


Nayla hanya mempehatikan Adit dengan wajah kesal.


"Sini aku makan aja kejunya" Nayla langsung menyambar keju yang ada di tangan Adit dan langsung menggigitnya.


"Udah jangan ngambek gitu dong yang, nanti kalo udah di Jakarta aku bakal beli'in apa pun yang kamu mau" ucap Adit membujuk Nayla agar tidak ngambek lagi.


"Pulang yuk" ajak Nayla dengan suara pelan


"Kamu masih marah?" tanya Adit menatap wajah Nayla sendu


"Enggak kok, aku cuma mau istirahat aja cape" jawab Nayla


Setelah membayar makanan mereka akhirnya Aditpun kembali melajukan motornya menuju rumahnya.


Saat ditengah perjalanan mata Nayla sedikit membulat saat melihat tukang buah Durian.


"Aa aku mau duren dong, ayo cepet berenti" Nayla menepuk bahuAdit sedikit kencang saat meminta berhenti.

__ADS_1


Aditpun menepikan motornya " Apa lagi sih sayang?" tanya Adit sambil membuka kaca helmnya.


"He. he aku mau duren A" ucap Nayla memasang wajah imutnya.


Tanpa banyak bicara Aditpun memutar kembali motornya dab berhenti tepat di depan penjual durian.


"Aku mau makan disini aja" pinta Nayla lagi dan Aditpun setuju.


Setelah dipilihkan oleh mamang penjual durian akhirnya Naylapun menyantap dengan lahap buah yang memiliki aroma yang sangat menyengat itu.


Sementara itu Adit yang kurang begitu suka dengan buah durian hanya memakan satu biji saja sisanya dihabiskan dengan Nayla.


"Ahh...enak banget, aku udah lama gak makan duren Dit, coba ya disini ada duren tembaga pasti lebih enak" ujar Nayla yang tak memperdulikan Adit yang sedari tadi menahan rasa mual karena bau durian.


Nayla yang masih kurang puas makan buah durian akhirnya kembali sibuk memilih satu buah lagi, Ia melihat dan memutar-mutar buah berduri itu entah apa yang ia lihat.


Saat ia hendak berdiri tanpa sengaja kepalanya terbentur buah durian yang digantung oleh Mamang penjualnya.


""Aduhhh sakit nihh" Nayla sedikit meringis sambil mengelus kepalanya yang sedikit tertusuk duri.


Adit hanya tertawa melihat Nayla terbentur durian.


"Itu tandanya kualat sama suami Nay" celetuk Adit sambil mendekat kearah Nayla yang cemberut.


"Coba aku liat yang" Adit langsung menarik Nayla dan sedikit menundukannya


"Gak kenapa-napa kok yang" ucap Adit sambil mengacak-acak rambut Nayla.


Setelah puas makan buah durian akhirnya merekapun kembali kerumah.


Saat tiba harum durian langsung menyebar keseluruh ruangan.


"Aih...bawa duren cuma 1" celetuk A'Iwan saat melihat Adit menenteng buah itu masuk kedalam rumah.


"Itu si nyonya besar yang minta a, aa doyan juga sana duren" tanya Adit


"Untungnya gak suka Dit, tapi kalo si Nyi Iteung mah jangan di tanya" ujar aa sambil menyemburkan asap rokoknya.


"Aa kapan datang, kok gak bilang sih mau maen kesini" tanya Nayla sambil duduk disamping A'Iwan.


Melihat Nayla yang sudah kembali normal membuat A'Iwan bernafas lega.


"Adik aa udah sehat ya, kalo gitu aa jadi pulang aja lah" ucap aa yang langsung berdiri dan masuk kedalam kamar.


" Kenapa si aa bilang aku udah sehat sih Dit, kamu juga tadi gitu, emangnya aku sakit apa sih" tanya Nayla yang masih sedikit bingung.


"Udaj gak usah dibahas sayang, yang penting mah sekarang kamu udah sehat lagi" Adit tersenyum sambil mengelus kepala Nayla.


Aa pun sudah rapi, setelah berpamitan pada orang tua Adit dan berakhir pada Nayla.


Sejenak Aa menangkup wajah Nayla dengan kedua tangannya.


"Yang sehat ya Nay, aa tuh selalu kepikiran kalau kamu kenapa-napa" A'Iwan pun menarik Nayla masuk dalam pelukannya.


Ia mendekap erat tubuh Nayla dan mengecup ujung kepalanya dengan penuh perasaan sayang.


"Hati-hati Dit, perasaan aa gak enak" A'Iwan menepuk bahu Adit dan sedikit mengingatkan agar Adit selalu waspada.


Aditpun mengantar aa sampai di terminal.


Tanpa Adit sadari anak buah Anto mengikutinya mencari celah agar dapat mencelakai Adit.


**Udah dulu ya upnya buat hari ini


lanjut besok lagi.


Maaf kalau masih banyak typo, authornya lagi galau soalnya.


Jangan lupa tetap kasih dukungan buat author biar makin semangat upnya


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/author**


__ADS_2