
Setelah bertemu kembali dengan Dewa dan menghabiskan malam minggu bersama kini Nayla dengan malas hanya berguling-guling dikasur mengingat kejadian beberapa tahun lalu ia pun tersenyum kala ingat semua kenangan bahagia bersama dewa namun sayang hubungan yang telah lama mereka bina harus kandas karena berbeda keyakinan mau dibagaimanapun juga mereka tetap tak bisa bersama karena tak ada yang mau mengalah dalam hal kepercayaan apalagi Nayla yang ayahnya begitu panatik dan begitupun dengan dewa.
"Nayla katanya mau kerumah si aa,hayu atuh udah siang"teriak mama dari bawah
aku pun segera bangun dan bersiap-siap,setelah rapi kami pun menuju rumag a'iwan yang memang tak begitu jauh dari rumahku.
sepertinya mama sudah memberitahu a'iwan jadi saat kami tiba dia sudah menunggu didepan pagar rumahnya
"assalammualaikum a"sapaku memberi salam lalu cium tangan
"waalaikum salam nyi iteung,pake cium tangan segala berasa jadi tua aa" jawabnya sambil bercanda
"kumaha masuk malem nay,enak gak?" aku sedikit heran mendengar ucapan a'iwan apa dia tau apa yang aku alami selama seminggu kemarin
"hei ...ditanya neng kok malah bengong" tegur a'iwan yang membuyarkan lamunanku
"a.. jimatnya gak mempan"ucapku to the poin
"emang siapa yang bilang itu jimat?"bukannya menjawab si aa malah balik bertanya
"kata mama"jawabku enteng
a'iwan hanya tersenyum seperti biasanya
"Nay ini tuh indra ke 6 nay udah aa tutup berapa kali tapi kebuka lagi kan?"tanyanya kini obrolan kami mulai serius
"Nay tuh harus bisa ngendaliin diri dan buang rasa takut nay itu harusnya takut itu cuma sama Allah saja, kalo diliat dari derajatnya kita itu manusia lebih tinggi" ucap aa menasehatiku
"waduh diceramahin"batinku
"gak usah membatin nay aa tau" aku pun terkejut kok si aa tau aja sih kalo aku lagi membatin
__ADS_1
aku pun hanya tersenyum malu.
"malah ada loh Nay manusia yang bisa temenan sama yang begituan"lanjutnya
"kaya manusia udah abis aja a kok temenan ama yang halus"jawabku asal yang langsung mendapat pelototan dari mama
"kalo yang baik-baik dijadiin teman mah g apa-apa nay"jawab si aa
kami ngobrol cukup lama tanpa terasa hari hampir menjelang magrib kami pun pamit pulang.
sesampainya dirumah bertepatan denga azan maghrib entah kenapa tiba-tiba tubuhku merasa dingin hingga menggil aku pun segera masuk dalam selimut tebal.
mama masuk kedalam kamar dan melihatku yang tertutup rapat oleh selimut tebal merasa aneh seingatnya putri sulungnya itu tadi baik-baik saja ia pun mengahampiri Nayla
"kamu kenapa nay?"tanya mama dengan rasa cemas mamapun menempelkan punggung tangannya didahi nayla
"nay dingin mah gak tau kenapa tadi pas abis sholat langsung menggigil" jelas nayla dari bawah selimut.
aa duduk disisi tempat tidurku lalu tersenyum
"makanya nay kalo mau magrib tuh dirumah jangan keluyuran"ucap aa sambil mengambil segelas air putih yang memang berada diatas mejaku.
"a tadi nay kan abis dari rumah aa,emang pulangnya muter dikit mau beli sate"ucapku menjelaskan karena aku tak terima dibilang keluyuran
si aa hanya tersenyum manis lalu kembali mengusap wajahku dengan air yang tadi dipegangnya kemudian mengusap belakangku yang tadinya dingin kini mulai terasa sedikit hangat
"kenapa a?"tanya mama penasaran
"ada yang nyolek doang tadi tuh dideket pohon jambu"ucap aa menjelaskan
tiba-tiba wajah nayla menjadi pucat seperti melihat sesuatu tanpa sadar tangan nayla meremas tangan aa yang ada disampingnya
__ADS_1
aa pun menyadari ada tamu tak diundang yang mendekati nayla
"aa nay takut,itu mukanya serem banget aa"nayla langsung menangis sambil meremas tangan a'iwan kencang
"nay denger aa yah jangan biarin dia masuk nay harus ngelawan"bisik aa ditelinga Nayla yang hampir saja kehilangan kesadarannya
nayla menjerit
"**ammmpunnnnn......."
"saakiiiit tauuuuuuu**"
setelah menjerit dan berteriak kini nayla menangis meraung-raung minta ampun namun a'iwan terus menekan pertengahan jari Nayla
"dasar dukun sialan sakit tau"maki nayla yang ternyata sedang kemasukan
"cepet keluar kalo gak mau jadi abu"perintah a'iwan pada mahluk yang mengganggu nayla
"gak mau saya betah disini" jawab mahluk yang ada didalam tubuh nayla
"ya udah saya bakal buang kamu di kali sana mau"ucap aa dengan nada mengancam
hampir satu jam aa berjibaku melawan mahluk halus yang ada didalam diri nayla.nampak wajah aa sangat lelah dengan keringat yang bercucuran diwajahnya
tak lama kemudian nayla tersadar ia menatap bingung kenapa banyak orang dikamarnya
"ada apa mah kok rame banget"tanya nayla dengan wajah bingung
"gak ada apa'apa udah nay istirahat kan besok masuk pagi"ucap mama berusaha mengalihkan pertanyaan nayla
setelah dirasa aman akhirnya aa pamit pulang sedangkan mama tidur bersama nayla menemani putrinya
__ADS_1