TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 202


__ADS_3

♥♥♥Selamat Membaca♥♥♥


Terkurung di rumah yang lumayan besar hanya ditemani seorang art dan beberapa orang yang menjaga di depan pintu masuk dan pagar membuat Nayla merasa kesepian, ia pun mengedarkan pandangannya mencoba mencari jalan agar bisa bebas dari rumah Anto.


"Sayang ayo kita jalan-jalan" Anto yang baru saja datang langsung mengajak Nayla keluar dengan malas Nayla mengikuti Anto.


Didalam mobil Nayla hanya diam, Anto menatap heran ada apa dengan gadis disampingnya ini kenapa wajahnya terlihat sedih.


" Kamu kenapa sayang" tanya Anto sambil tangannya ingin mengelus pipi Nayla, namun langsung ditepis oleh Nayla.


"Kamu kenapa sih Nay..?" kini Anto mulai mendekat pada Nayla


" Ishh ngapain sih deket-deket,aku tuh cuma kesel tau, aku juga mau bebas gak dikurung kaya tahanan" Nayla mengeluarkan semua unek-unek yang mengendap dihatinya.


"Sayang dengerin aku, aku gak mau kamu kabur lagi makanya aku mengurungmu dirumah pribadiku" tegas Anto sambil memegang dagu Nayla dan memaksa gadis itu untuk menatapnya.


" Aku gak akan kabur To tapi tolong biarin aku tinggal dirumah Adit" pinta Nayla memohon


"Kenapa harus dirumah Adit?" tanya Anto tak suka


"Karena itu rumah mertua aku dan disana ada Lilis yang bisa aku ajak bercanda, cerita, sedang kan dirumah itu aku kesepian To"


"Baiklah biar nanti aku pikirin lagi,sekarang kamu mau kemana,atau kamu mau makan apa?" tanya Anto lembut


" Aku gak mau apa-apa" jawab Nayla tanpa semangat.


"Ini ponselnya aku balikin,aku gak suka liat kamu muram kaya gitu" bisik Anto sambil memberikan ponselnya.


"Apa boleh aku terima telpon dari Adit"tanya Nayla takut.


" Boleh" jawab Anto walau pun dengan wajah tak suka.


" Ya udah kalau gitu aku mau makan cilok yang pedes,apa ada disini yang jualnya?"tanya Nayla dengan sumringah


" Kenapa minta cilok sih Nay, gak minta makan dirumah makan gitu" tanya Anto heran karena biasanya wanita yang ia temui selalu minta makan dirumah makan bukan jajanan murahan yang seperti Nayla minta.


" Aku gak suka makan di tempat makan mahal To, aku lebih suka jajan pinggir jalan" jawab Nayla yang seakan tau apa yang ada dalam pikiran Anto.


Melihat Nayla tersenyum saat makan cilok dan bakso bakar Antopun merasa senang hingga akhirnya Antopun mengijinkan Nayla untuk kembali tinggal dirumah Adit namun dengan pengawasannya dan Naylapun harus minta ijin Anto dulu jika ingin keluar rumah.


" Kenapa hidup gw jadi kaya gini sihh, apa karena imbas dari yang wantu itu ya sama Mama" pikiran Nayla kembali mengembara saat Mamanya masih ada ia ingat sekali waktu itu sang Mama sangat ingin ia segera menikah sampai harus berobat kesana kemari entahlah apa maksudnya hanya Almarhumah Mamanya yang tau.


Akhirnya Nayla pun menghubungi a' Iwan


👩 " Hallo Assalammualikum a"


👨 " Wa'alaikum salam Nyi Iteung, aya Naon tumben"

__ADS_1


👩 " A..Nay kangen aa ada dimana?"


👨 " aa ada di sumedang Nay, naha suaranya kaya mau nangis gitu" ejek aa


👩 " a Nay tuh mau tanya kok hidup Nay jadi gini ya, selalu dikejar-kejar cowo padahal Nay udah nikah masih aja ada yang ganggu a" keluh Nayla pada aa yang hanya di sambut dengan tawa dari seberang sana


👨 " Nayla..sebenernya mah kamu teh udah dari sananya banyak yang suka karena emang sifat kamu yang terlalu baik, saat mata batin Nay kebuka itu semakin jelas Nay ibarat batu mah sebelom ada yang nemu masih kucel gitu tapi pas udah ada yang nemu terus di poles baru keluar cahayanya, ngerti gak apa maksud aa"


👩 " Gak aa Nay bingung" jawaban Nayla yang polos terdengar sangat lucu ditelinga aa hingga ia pun tertawa sangat kencang.


👨 " Kalo soal yang sekarang aa cuma bisa bantu sedikit Nay, selebihnya cuma kamu yang bisa nyadarin dia" Aa seakan tau dengan permasalahan yang sedang di hadapi Nayla saat ini.


Nayla terus terngiang ucapan Aa mencoba mencerna setiap kata-kata yang aa lontarkan.


Kata aa kalau sudah dari sananya biarpun ditutup tetap akan terbuka kembali sebenarnya jika saja Nayla mau mengikuti nasehat aa mungkin juga Nayla bisa seperti aa setidaknya ia harus mempersiapkan mentalnya terlebih dahulu karena terus terang sampai saat ini ia masih takut dengan hal-hal yang berbau mistis.


Nayla yang sudah diperbolehkan kembali kerumah Adit nampak begitu bahagia setidaknya ia tidak kesepian dan terkurung.


Hari itu kebetulan tetangga Adit ada acara nikahan.


Nayla yang memperhatikan dari teras rumah Adit nampak bingung ada apa sepertinya semuanya sibuk hingga akhirnya Lilis pun bilang kalau tukang riasnya kewalahan soalnya banyak yang minta untuk didandani, dengan berbekal kursus dan rias pengantin yang ia pelajari akhirnya Naylapun berinisiatif membantu walaupun hanya anak-anak saja yang ia rias.


Diluar dugaan semua yang Nayla rias terlihat begitu cantik dan merekapun nampak puas.


Anto yang memang kebetulan datang nampak tidak suka melihat Nayla merias begitu banyak orang.


" Apa sih To aku suka tau ngerias, lagi juga ini cuma anak-anak" ucap Nayla kesal


" Aku gak suka Nay liat kamu kerja kaya gitu" ucap Anto marah


" Ihh gak apa-apa To aku seneng tau kan udah lama aku gak rias orang"


Anto terus menunggu Nayla selesai, setelah merias akhirnya Naylapun beristirahat ditemani Anto.


Mungkin banyak yang menggunjingnya namun ia tak mau ambil pusing yang terpenting buatnya saat ini ia ingin Adit segera kembali dan melindunginya.


Sementara itu disuatu tempat Adit nampak sedang berkemas kerena esok ia akan kembali kekampung halamannya dan dapat segera bertemu dengan istrinya Nayla.


" Tunggu aku sayang aku akan pulang besok,aku gak akan ngasih tau kamu kalau aku pulang biar jadi kejutan buat kamu sayang, aku mau tau gimana reaksi kamu begitu liat aku, aku udah gak sabar mau peluk kamu, mau cium kamu sayang" Adit berbicara sendiri sambil memandang foto Nayla yang menjadi walpapernya.


Sementara itu Nayla yang kesal karena Anto tidak mau pulang hanya cemberut tak menanggapi semua ucapan Anto.


"To mending kamu pulang gihh aku mau tidurr " usir Nayla


"Kamu ngusir aku Nay??" tanya Anto tak terima


" Iya..aku emang ngusir kamu, aku mau istirahat tau" jawab Nayla ketus

__ADS_1


" Ya udah dehh aku pulang, kamu istirahat ya besok aku kesini lagi" Anto pun berdiri lalu pamit pada Nayla sambil mengelus rambut Nayla


" Gak usah megang-megang napa sihh" protes Nayla semakin kesal karena sekarang Anto semakin se'enaknya saja menyentuh Nayla.


Setelah Anto pulang Nayla langsung masuk kamar dan menangis.


Ingin rasanya ia kembali kerumahnya di kota " B" namun jika ia kabur lagi bagaimana dengan nasib Lilis dan juga orang tua Adit.


" Adiittt kamu kapan pulanggg sihhh" Nayla mengirim pesan pada Adit.


Centang biru bertanda sudah dibaca setelah menunggu beberapa saat namun Adit tak membalasnya ia pun kecewa.


Naylapun tertidur sambil meringkuk. Saat tengah malam ia terbangun karena merasa haus namun saat ia didapur ia melihat sosok wanita yang asing buat nya.


" Apa itu peliharaan baru Adit ya?" pikir Nayla ia pun pura-pura tak melihat sosok itu.


Ia terus berjalan menuju kamarnya sambil membawa sebotol air.


Nayla sedikit terkejut saat melihat sosok itu tiba-tiba sudah berdiri didepan pintu kamarnya sambil menatap Nayla sendu.


" Maaf tante eh..kaka kunti bisa minggir gak dikitt aja" ucap Nayla yang mulai merasa takut karena sosok itu terus menatapnya.


" aduhh kenapa gw mesti takut lagi sihh kan udah sering liat yang gini'an " batin Nayla merutuki diri sendiri yang begitu penakut.


Sosok itu pun menghilang saat Nayla memejamkan matanya sebentar.


" Alhamdulillah dia udah pergi" batin Nayla ia pun bernafas lega dan dengan terburu-buru ia langsung masuk kekamar dan menguncinya.


Naylapun langsung meminum air yang ia bawa namun saat itu tanpa sengaja matanya kembali melihat sosok itu lagi namun kini berada disudut kamar dengan posisi mengambang diatas kasurnya.


" Ampunn pliss jangan ganggu aku,pergi dong kan Aditnya ga ada" ucap Nayla dengan posisi tangan diatas kepala seperti memohon.


Sosok itu pun tersenyum namun senyumnya begitu mengerikan buat Nayla.


Sesaat kemudian sosok itu pun memudar dan akhirnya menghilang.


Nayla kembali bernafas lega sambil sesekali meyakinkan penglihatannya memastikan sosok itu telah pergi.


Hallo semua aku up lagi ni...


Maaf y kalau banyak typo maklum authornya lagi galau ...😁😁


Jangan lupa tetap kasih dukungan buat authorr biar lebih semangat 👌


Salam Maniss


Amellajj/authorr

__ADS_1


__ADS_2