
♥♥♥ Selamat Membaca ♥♥♥
Nayla dan Adit sedang duduk santai di ruang tamu sambil menonton televisi.
Nayla yang pada dasarnya tidak suka liat sinetron nampak kesal saat melihat sinetron yang biasa di lihat Lilis dan Ibu mertuanya.
"Ihh jadi cewe kok mau aja sih didua'in kaya gitu, aku mah mendingan gak punya suami dah dari pada harus berbagi hati" Nayla yang nampak kesal terus saja menggerutu .
Adit yang tak tahan dengan ocehan istrinya yang seakan-akan menyindir dirinya langsung menggendong Nayla masuk kedalam kamar.
"Nay..mendingan kamu sih gak usah nonton sinetron mending kita di kamar aja kita bikin dede" ucap Adit yang langsung mengunci pintu kamar agar Nayla tak bisa keluar lagi.
" Yahh jangan dikunci juga atuh Dit, kalo aku mau pipis gimana"
"pake ember kecil aja yang ada tuh dibawah tempat tidur" Adit menjawab sabil tersenyum
"Enak aja gak mau ahh"
"Ya udah kalo gak mau sih kan bisa ditahan paling juga kalo gak kuat kamu ngompol" ejek Adit yang membuat Nayla semakin kesal.
"Ahh bodo lah aku tidur aja" Nayla langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Aditpun semakin menjadi jahilnya, ia menarik selimut yang Nayla pakai hingga melorot.
"Aditt aku mau tidur" Nayla menahan selimutnya
"Apa? ya tidur aja yang kan lagi gerah gak usah pake selimut" jawab Adit dengan santainya ia membuang selimut yang Nayla pakai kebawah.
Setelah berdebat masalah selimut akhirnya mereka tertidur juga.
"Sayang kamu tuh tiap hari bikin gemes aja sih" Adit mengelus pipi Nayla dengan jarinya.
Setelah puas menatap wajah Nayla yang tertidur Aditpun ikut menyusul Nayla kealam mimpi.
Tengah malam Nayla terbangun karena merasa kerongkongan kering.
Tak ingin mengganggu suaminya yang tidur Naylapun turun dengan perlahan namun ia langsung kecewa karena pintunya masih terkunci.
Ia pun ingat jika Adit sering menyimpan kunci diatas lemari.
Dengan bersusah payah Nayla mencoba meraba bagian atas lemari namun yang ia cari tetap tidak ia temukan.
Ia pun diam sesaat seperti sedang mencoba mengingat.
"Ohh kuncinya di saku celana, kalo aku raba celananya tar dia bangun lagi" Nayla nampak ragu namun rasa haus ditenggorokannya membuat nya mengambil keputusan untuk meraba saku celana yang Adit pakai.
"jangan bangunn ya...misi numpang-numpang" mulut Nayla bergerak-gerak seperti sedang membaca mantra sementara tangannya mulai menelusup kedalam saku celana Adit.
" Ishh dalem amat si ni kantong" desis Nayla sambil terus memasukan jari tangannya.
Adit yang merasa ada sesuatu yang bergerak-gerak disaku celananya akhirnya pun terbangun.
Terbesit niat jahilnya saat melihat wajah Nayla yang sedikit serba salah karena harus meraba saku celana suaminya.
Saat jari Nayla menyentuh benda pusaka Adit Naylapun terhentak kaget hingga dengan reflek ia menarik keluar tangannya dari saku Adit.
Ingin rasanya Adit tertawa saat ia melihat wajah panik Nayla. Adit sedikit membuka matanya untuk melihat apa yang dilakukan oleh Istrinya .
Nayla nampak sedang memegangi tangannya.
"Ishh tadi megang apa ni tangan sih" nampak Nayla berbicara sendiri.
"Kamu kenapa Nay?' Adit berpura-pura seperti baru bangun tidur.
"he..he gak apa-apa Dit.."
__ADS_1
"Kunci kamarnya mana Dit aku mau keluar mau ambil minum" ucap Nayla ssdikit gugup
"Kamu kenapa gugup Nay.."tanya Adit berpura-pura tidak tau
"Eghh..gak apa-apa Dit, kayanya aku kedinginan makanya aku gemeteran" ujar Nayla beralasan
"Oh..iya, kayanya gak dingin Nay malah gerah aku mah" ucap Adit
"Ahh..udah lah.. mana kuncinya aku mau minum aus nih" rengek Nayla.
Aditpun merogoh saku celananya dan mengeluarkan kunci.
"Ini" Adit menyerahkan kunci pada Nayla.
Tanpa basa-basi Naylapun langsung menyambar kunci kamar dan segera membukanya.
Dengan perlahan Nayla menuju dapur untuk mengambil air putih.
Adit melarang Nayla untuk minum air dingin.
Setelah meneguk dua gelas air putih Naylapun berniat kembali ke kamar, namun saat ia hendak melangkahkan kakinya samar-samar ia melihat sosok bergaun putih sedang berdiri di tempat yang biasa.
"Putihhh..apa emang itu wujud kamu ya.." desis Nayla
"Tapi kenapa kamu gak bisa masuk kesini" lanjut Nayla yang berbicara sendiri, ia pun berjalan menuju hordeng dan menyibaknya.
"Aku gak takut sama kamu, kamu siapa" ucap Nayla seolah sosok itu mengerti dengan bahasanya.
"Dahh aku mau lanjut tidur lagi ya.." Naylapun kembali menuju kamarnya.
Adit yang melihat Nayla masuk pura-pura tertidur.
"Dit..Adit kamu dah tidur ya.." Nayla.mengguncang pelan bahu Adit namun tidak ada reaksi.
"Ya sudah lah kalo kamu dah tidur duluan " Akhirnya Naylapun langsung naik keatas tempat tidur dan merebahkan dirinya disamping Adit.
"Aahh...kamu kirain udah tidur.." Nayla menepuk tangan Adit yang melingkar di pinggangnya.
"Diem napa Nay" ucap Adit sambil menghirup aroma tubuh Nayla
"Ihh geli Ditt jangan begini.." Nayla menarik wajahnya agar menjauh dari Adit.
"Kamu tidur..atau...." Adit menatap Nayla sambil tersenyum
Nayla yang menyadari tatapan Adit langsung berpura-pura mengantuk.
Oooaaammm
"Aku ngantukk Dit" ucap Nayla dengan nada yang dibuat seperti orang yang mengantuk.
"Aku tau kamu pura-pura yang..."tanpa menunggu jawaban lagi Adit langsung menciumi seluruh wajah Nayla.
Dengan perlahan tapi pasti walaupun awalnya Nayla menolak dengan berbagai alasan namun Adit berhasil kembali menundukan Nayla.
Pagi pun tiba, Nayla meringis saat merasakan tubuhnya terasa sakit dan pegal.
"Aduh..."
Adit langsung terbangun saat mendengar Nayla merintih.
"Kamu kenapa yang.." Adit langsung duduk
"Badan aku sakit semua Dit, trus kaki aku senat senut" keluh Nayla.
" Maafin aku ya yang, abis kamu nya juga sih yang cari gara-gara" sesal Adit sambil mengecup kepala Nayla.
__ADS_1
" Kamu mau kemana biar aku gendong aja"
" Aku mau mandi"
"Ya udah aku siapin air aget ya" Adit pun langsung memakai bajunya dan langsung keluar.
Setelah air hangat untuk mandi Nayla siap, Aditpun langsung menggendong Nayla menuju kamar mandi.
Sambil menunggu Nayla mandi Adit memainkan ponselnya sambil duduk disamping pintu.
Ponsel Adit berbunyi
"Hallo...."
......
"Iya...betull...
.....
"Baikk pak nanti saya kabarin lagi"
Akhirnya sambungan telpon pun terputus.
Wajah Adit nampak bingung, saat Adit sedang berpikir tiba-tiba Nayla mencul dari dalam kamar mandi.
Adit yang sedang melamunpun sedikit terkejut.
"Kamu ngagetin aja sih yang" protes Adit
"Maaf, lagian kamu bengong depan pintu" balas Nayla tak mau disalahkan.
Adit pun langsung membopong Nayla kembali kekamar.
Setelah Nayla rapi dan hendak keluar Adit menahan tangan Nayla.
"Ada apa sih Dit..kok kamu kaya orang bingung gitu" tanya Nayla heran
" Emm..kalo aku lanjutin kerja lagi yang kemarin kamu ngijinin gak yang" tanya Adit nampak ragu.
Sejenak Nayla terdiam...
Nampak Nayla seperti sedang berpikir
" Ya udah Dit kamu kerja aja, aku gak apa-apa" ucap Lilis mencoba menyakinkan Adit jika ia akan baik-baik saja.
Nayla juga sadar ia tak boleh egois biar bagaimanapun Adit sekarang kepala rumag tangga yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka.
"Aku gak apa-apa Dit, percaya deh.." ucap Nayla sambil tersenyum
"Kapan kamu berangkat" tanya Nayla lagi
"Belom tau Nay nanti di kabarin lagi" jawab Adit lesu
"Kamu tuh harus semangat yang kerjanya apa lagi punya istri kaya aku tukang jajan" ucap Nayla sambil tersenyum
"Kalo cuma buat jajan sih aku gak usah jauh-jauh yang kerjanya" jawab Adit
"Iya tau kamu kan juragan empang" timpal Nayla sambil tertawa.
Segini dulu ya buat hari ini kita lanjut besok lagi.
Jangan lupa tetap kasih dukungan ya buat authorr tap tanda Like dan juga Vote nya kalo boleh..
Maaf juga jika typo masih bertebarann
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/authorr