
💥💥💥 Selamat Membaca 💥💥💥
Nayla yang terkejut melihat isi dari kotak itu langsung berlari keluar dan
Bruuukk
"Ahhhh...."
Nayla yang menabrak sesuatu langsung terjatuh dan lilin yang ia pegang pun akhirnya padam.
Nayla langsung takut begitu melihat sosok yang ia tabrak tadi.
Sosok itu menatapnya tajam sebelum akhirnya ia pun berjongkok menyamakan posisinya dengan Nayla.
"Ada apa sayang, kenapa kamu ketakutan begitu" Anto meraih dagu Nayla dan memaksa Nayla melihat kearahnya.
" Kamu...." Nayla tergagap karena tatapan mata Anto begitu menyeramkan.
"Kamu akhirnya tau juga sayang"
"Yang dalam peti itu namanya Mita, dia istri pertamaku,ayo aku kenalin kamu sama dia" ucap Anto memaksa Nayla untuk berdiri
" Gak mau...Anto lepasinn, loe gak waras" Nayla menepis tangan Anto dengan kasar hingga pria itu pun kembali murka.
" Dengar Nay...gak boleh ada satupun yang boleh milikin kamu kecuali aku, kamu ngerti"
"Gw udah nikah To, gw istri Adit apa loe lupa itu" ucap Nayla tak mau kalah
"Aku gak perduli Nay, kalo aku gak bisa milikin kamu maka orang lain juga gak dan nasib kamu akan sama dengan Mita" ucap Anto terdengar menyeramkan.
" Anto gillaaaa lepasin gw, gw gak mau liat, gw takutt" teriak Nayla saat Anto memaksanya untuk melihat sosok yang terbaring didalam peti itu.
Yah...peti itu berisi kerangka manusia yang masih memakai gaun pengantin.
"Kasian sekali jasad yang ada didalam peti itu" batin Nayla yang mencoba memberanikan diri untuk melihat isi dalam peti itu.
" Ayo Nay kita ke kamar, aku akan cerita semuanya, aku gak mau menyimpan rahasia pada calon istriku" Anto langsung menutup kembali peti itu lalu menarik Nayla untuk keluar dari sana.
" Istri...."
"Gw bukan calon istri loe, gw istri Ad.....emmmm" Nayla tak dapat melanjutkan makiannya karena Anto membungkam mulutnya dengan tangannya yang besar.
"Diam Nayla..jangan menyebut namanya didepanku dan membuat aku semakin marah padamu" ucap Anto dengan sedikit menekan kan suaranya namun berhasil membuat nyali Nayla menciut.
Tanpa permisi lagi Anto kembali memanggul tubuh kecil Nayla di bahunya dan membawanya kembali kekamarnya.
Dengan tanpa perasaan Anto melempar tubuh Nayla ke atas kasur.
"Dasar gila, sakit tau.." maki Nayla sambil memegangi pinggangnya yang terasa nyeri.
Anto hanya tersenyum mendengar Nayla memanggilnya GIla.
"Dengarkan aku sayang, Mita itu kekasih pertamaku, kami berpacaran hampir 5 tahun, namun entah kenapa orang tuanya tidak menyetujui hubungan kami hingga ia pun dijodohkan.
Aku menculiknya pas dihari pernikahan mereka,aku tak ingin ada yang memilikinya selain aku, makanya ia kusekap didalam peti itu sampai sekarang.
Dan kamu Nayla aku pun tak akan membiarkan orang lain memilikimu selain aku, dari pada aku harus melihatmu bersama dia lebih baik kamu aku kurung seperti Mita" Kini Anto mendekati Nayla yang sudah ketakutan, ia menarik tangan Nayla hingga tubuh kecil itu berbenturan dengan dadanya.
" Aditt...tolong aku, aku gak mau mati mengenaskan kaya Mita" tangis Nayla dalam hati hanya air matanya saja yang mengalir dari sudut matanya.
"Nayla jangan menangis, aku gak akan nyakitin kamu jika kamu gak bikin aku marah, jadilah istriku yang penurut sayang" bisik Anto sambil mejilat air mata yang mengalir dipipi Nayla.
Nayla sebenarnya merasa jijik dengan perlakuan Anto, namun rasa itu harus ia tahan sampai ada kesempatan untuk melarikan diri lagi.
__ADS_1
"Jadilah istriku Nayla..." bisik Anto
"Gak mungkin To gw udah ini milik Adit sekarang dan selamanya" ucap Nayla sambil berusaha mendorong Anto agar sedikit menjauh dari nya.
Namun Anto yang sudah terlanjur marah mendengar ucapan Nayla dengan sangat kasar menarik Nayla.
" Ahh..lepasinn berengsek..." Nayla terus berusaha melawan Anto yang hendak melecehkannya, ia memukul dan menendang Anto sekenanya.
"Ayolah Nay...aku tau dia belum menyentuhmu" Anto yang mendapat perlawanan dari Nayla semakin kalap dengan sangat kasar ia menarik dan merobek baju yang Nayla pakai.
"Anto jangan..aku mohonn...." Nayla yang sudah lemas hanya bisa memohon sambil berdoa agar ada yang menolongnya sambil memegang bajunya yang sudah robek.
Anto yang sudah tersulut emosi dan nafsunya apalagi melihat bagian tubuh Nayla seakan menjadi buta dan tuli.
Buta tak melihat rasa takut di wajah gadis yang sudah membuatnya menjadi nekad dan hampir gila.
Tuli karena tak mendengar suara tangisan Nayla yang memohon dikasihani.
Dengan sangat rakus Anto mencium bibir Nayla bahkan menggigitnya.
" Mama tolong Nay...."
"Dasar bajingan...lepasin gw..."
Nayla tak rela jika harus pria sebejad Anto yang menyentuhnya ...
"Aditttt tolong aku....hu...hu"
"Aditttt maafinn aku....." Nayla semakin histeris saat tangan Anto mulai menjamah kemana-mana.
" Jangan sebut nama itu Nayla..." bentak Anto semakin marah
" Adittttt.....hu..hu" Nayla sudah tak memperdulikan lagi semua ancaman Anto yang ada dalam hatinya saat ini hanya rasa bersalah pada suaminya karena Anto sudah berkali-kali menyentuhnya.
Sebuah tamparan yang lumayan keras mendarat dipipi Nayla hingga ujung bibirnya mengeluarkan cairan pekat berwarna merah.
Nayla hanya bisa menangis karena melawanpun ia tak mampu.
"Loe lebih kejam dari iblis To"
"Gw benci loe..."
"Gw benci....hu...hu"
Bentak Nayla sambil menghapus kasar cairan disudut bibirnya.
Beruntung saat itu suara ketukan pintu menghentikan aksi bejad Anto.
Dengan sangat marah Anto pun bangkit dan berjalan menuju pintu.
Entah apa yang sedang dibicarakan dengan anak buahnya hingga ia pun pergi tanpa menutup kembali pintu kamarnya.
Kesempatan itu tak disia-siakan oleh Nayla ia pun berlari keluar dan beruntungnya lagi semua penjaga tidak ada ditempatnya hingga dengan mudah Nayla langsung berlari keluar dari rumah Anto.
Beberapa menit kemudian saat Anto kembali ke kamarnya ia sangat murka karena melihat Nayla sudah tidak ada ia pun lansung menyuruh anak buahnya untuk mencari Nayla.
Dengan tidak memakai alas kaki Nayla berlari secepat mungkin sambil sesekali menghapus air matanya, sedangkan tangan yang satunya lagi terus memegangi bajunya yang sudah robek.
Ia tak lagi memikirkan tubuhnya yang mungkin terlihat oleh orang, yang ada dalam otaknya saat ini adalah berlari sejauh mungkin dari rumah Anto.
Sementara itu Anto yang mencari Nayla dengan naik motornya nampak tersenyum saat melihat sosok wanita itu berlari sambil terseok-seok.
"Nayla berhentilah, percuma kamu terus berlari aku pasti bisa menangkapmu kembali" Sayup-sayup Nayla mendengar suara Anto.
__ADS_1
Nayla berhenti disebuah jembatan, Ia memandang kearah sungai yang berada dibawahnya.
Tanpa pikir panjang lagi ia pun sudah berdiri diatas beton jembatan sambil menangis.
" Aku sudah merasa kotor Dit,maafkan aku ..."
" Maaf tak bisa menunggu mu pulang"
"Maaf jika kebersamaan kita harus berakhirr disini"
"Aditt maafinn aku..."
Air mata Nayla kembali mengalir, otaknya kini sudah buntu tak dapat lagi berpikir dengan jernih.
"Nayla...jangan nekad Nay.." suara Anto yang terus meanggil Namanya agar jangan terjun seakan menjadi irama pengantar untuk kepergian Nayla
Sementar itu Adit baru saja turun dari ojek yang ia naiki begitu penasaran karena melihat beberapa orang berlari kearah sungai.
Adit pun menghentikan seseorang yang melintas didepannya dan bertanya
" Ada apa sih mang, kok pada lari kearah sana?" tanya Adit
"Oh..itu a ada orang mau bunuh diri disungai" jawab orang itu
Setelah mengucapkan terima kasihh Aditpun langsung membuka pintu pagar rumahnya.
Namun saat ia hendak masuk ada seseorang yang memanggilnya
" Eh..kebetulan ada aa Adit, eta..eta si..." dengan nafas yang terengah-engah orang itu ingin mengatakan pada Adit jika Naylalah orang yang ingin bunuh diri itu.
" Eta...apa sih mang, kalo ngomong yang jelas dong" ucap Adit yang penasaran.
" Eta si teteh Nay mau terjun ke sungai"
Adit setengah tak percaya dengan apa yang di ucapkan tetanggany tersebut akhirnya menaruh tasnya sembarang lalu berlari menuju sungai.
Sementar itu di jembatan sudah berkumpul banyak orang termasuk Lilis yang histeris memohon agar Nayla jangan loncat.
" Teh..Nay..jangan... kumaha nanti Lilis bilang sama aa"
"Jangan mendekat Lis, sampaikan salamku pada Adit Aku sayang Adit tapi aku gak bisa bersamanya lagi..."
" Maaaaffff....." Nayla tersenyum sampai akhirnya ia merasa tubuhnya melayang, ia pun menutup matanya sebelum tubuhnya menyentuh air sungai yang berarus lumayan deras.
" Nayyylaaaaa jangannnnnn" teriak Adit saat ia sampai namun telat gadis itu sudah lebih dulu melompat terjun kesungai....
Udah dulu ya...buat besokk lagiiii
Akunya gak sanggup lagi ngetiknya
ikutan mewek...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
maaf ya kalo masih banyak typo padahal dah dikoreksi loh sebelum dikirim
Buat yang merasa digantung....🙇🙇🙇
Maaf keun ya....😀😀😀
Jangan lupa Like dan komennya buat penyemangat.
Salam Maniss
Amellajj/authorr
__ADS_1