TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 195


__ADS_3

🍁🍁🍁 Selamat Membaca 🍁🍁🍁


Nayla masih nampak sedih karena kepergian Adit.


Hari-hari yang ia lalui terasa sepi tak ada yang diganggu dan mengganggunya.


Tanpa terasa seminggu sudah sejak kepergian Adit, Nayla mulai merasa kesepian.


"Liss aku disini mau ngapain ya, gak ada kerjaan" desah Nayla pada adik iparnya.


" Teh kan kata aa teteh Nay gak boleh ngapa-ngapain dirumah aja" ucap Lilis mengingatkan


" Tapi kan bosen Lis, kita jalan yuk cari cemilan" setelah sedikit memaksa akhirnya Lilispun mengikuti keinginan Nayla.


Setelah berputar-putar akhirnya merekapun singgah di sebuah kedai bakso.


Setelah selesai memesan mereka pun mencari tempat duduk yang nyama.


Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang.


Saat sedang asik menikmati bakso tiba-tiba Anto duduk disamping Nayla.


" hai..boleh gabung gak" terdengar suara seorang pria yang tak asing lagi di telinga Nayla dan Lilis.


Nayla yang acuh asik saja dengan mangkok bakso di hadapannya.


" belom di jawab juga maen duduk aja" sahut Lilis yang langsung di balas senyum oleh Anto.


" Halo Nayla maniss..kayanya semangat amat makannya" ucap Anto mulai melancarkan aksinya


" Ihh jangan gitu ngomongnya To tar disangka orang yang bukan-bukan lagi" jawab Lilis yang tak suka jika ada orang yang mengganggu Nayla.


" Udah yuk Lis kita pulang" Nayla langsung berdiri seakan tak menganggap ada Anto disana.


" Nay kamu sama aku aja pulangnya,biar Lilis sama Dedi" Anto langsung menarik tangan Nayla dan memaksanya untuk duduk di jok belakangnya.


" Anto jangan kaya gini gak enak di liat orang aku istri Adit" tolak Nayla sambil berusaha melepaskan tangannya yang di pegang Anto.


Anto hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla " Aku gak perduli Nay sama omongan orang,cepet naik kalo gak aku bakal ..." ancam Anto


"Anto aku gak mau ihh.."


" Lis..tolongin dong.." Nayla melihat kearah adik iparnya yang geram menatap Anto


"aa Anto lepasin atuh tangan si teteh, kalo si Aa Adit tau bisa ngamuk" ucap Lilis sambil berusaha mendekat kearah Nayla namun di tahan oleh Dedi.


Nayla yang kesal akhirnya naik juga di jok belakang Anto.


" Kamu kalo lagi cemberut tambah manis Nay" ucap Anto menggombal.


Begitu sampai dirumah, Nayla langsung berlari masuk kedalam rumah lalu menguncinya dari dalam.


Anto yang melihat kalakuan Nayla hanya tersenyum.

__ADS_1


Semakin hari Anto semakin berani menunjukan rasa sukanya pada Nayla.


Kadang ia datang kerumah Adit untuk menemui Nayla.


Nayla semakin merasa tak nyaman, pernah sekali waktu Adit menelfon nya, Nayla mengadu tentang Anto dan ia minta ijin untuk kembali ke rumahnya di di kota " B" namun Adit tak mengijinkannya.


Adit justru meminta Nayla agar bersabar menantinya kembali dan jangan menghiraukan Anto.


" Adit Aku gak betah disini, aku takut" ucap Nayla saat Adit Vidio Call


Nampak wajah Adit hanya tersenyum mendengar omelan Nayla


Sementara itu Adit yang bekerja di tengah laut hanya bisa memandang wajah Nayla yang terpampang di layar ponselnya.


" Aku kangen banget samu kamu Nay, semoga kita bisa ngelalui ini semua" batin Adit sambil mengelus foto Nayla.


Awalnya memang berat buat Nayla tinggal dikampung orang apalagi ada Anto seorang lelaki yang begitu menyebalkan di mata Nayla.


Tanpa tau malu ia selalu memaksa dan mengancam Nayla akan menghancurkan usaha orang tua Adit dan meracuni ikan-ikannya.


Nayla selalu bercerita pada Lilis tentang ancaman Anto bahkan Lilispun pernah mendengar sendiri kalau Anto akan mencelakai orang tua Adit.


" Apa yang salah ya Lis sama aku, kenapa ada aja yang suka trus nekad" keluh Nayla pada adik iparnya itu.


" Ih..teteh kok ngomong gitu sih, wajarlah banyak yang suka soalnya teteh tuh manis, baik lagi" jawab Lilis yang entah memang jujur atau hanya sekedar menghibur Nayla.


" Tapi gak enak juga Lis mending biasa-biasa aja kaya kamu kayanya nyaman" jawab Nayla sedih.


Tak terasa dua bulan berlalu, kini orang tua Adit lebih sering berada di rumah karena memang usahanya di kota sedang menurun.


Mungkin karena orang tua Anto merupakan orang penting di daerahnya makanya tidak ada yang berani pada Anto.


Sore itu saat Nayla dan Lilis pulang membeli makanan sambil jalan-jalan sore tiba-tiba saja sebuah mobil memepet motor yang mereka naiki hingga akhirnya Nayla dan Lilis pun terjatuh ke parit.


" kurang ajar banget sih tuh mobil" gerutu Nayla kesal sebab ia harus jatuh dari motor dan mengalami beberapa luka di tangan dan di lulutnya.


"Aduhh perih banget lagi, mobil siapa sih itu Lis" tanya Nayla sambil memegangi sikutnya yang luka.


Mobil yang memepet merekapun berhenti tak jauh dari mereka terjatuh.


Alangkah terkejutnya Nayla saat tau siapa yang menyerempet mereka.


Nayla yang marah langsung berdiri dan menghampiri pemilik mobil yang ternyata Anto.


" Ehh loe sengaja ya mau bikin gw celaka, loe punya sim gak sih" Maki Nayla pada pria yang dibencinya itu.


Anto hanya tersenyum sambil bersedakep nenatap Nayla yang sedang memarahinya.


" kamu tuh makin cantik Nay kalo lagi marah -marah gini" ucapnya tanpa dosa.


" Dasar loe cowo gila udah bikin orang jatoh bukannya minta maaf" lanjut Nayla yang masih geram dengan cowo di hadapannya ini


Lilis yang baru kali ini melihat kaka iparnya marah hanya tersenyum.

__ADS_1


" Jangan marah-marah gitu sih sayang, ya udah ayo aku obatin luka kamu" Anto menarik tangan Nayla agar mendekat padanya.


Nayla menepis tangan Anto yang hendak menyentuhnya.


"Udahlah Nay aku gak suka ditolak ayo ikut aku" Anto langsung menarik tangan Nayla dan memaksanya masuk kedalam mobilnya.


Lilis yang hendak membantu Nayla langsung di hadang oleh seorang pria yang tadi ikut berada di dalam mobil Anto.


" Liss..Lilis tolongin " Nayla masih menahan tangannya di depan pintu mobil.


"Ihh Anto loe gila ya.." Nayla masih berusaha menahan tubuhnya agar tidak masuk kedalam mobil Anto.


" Jangan keras kepala dong sayang yang ada nanti badan kamu sakit semua"


" Jangan panggil gw sayang, gw jijik tau dengernya" Nayla memukul dada Anto dan terakhir ia menggigit tangan Anto yang berada didekatnya.


Begitu terlepas dari cengkraman Anto Nayla kembali menendang tulang kering Anto hingga pria itu meringis.


" Ayo Lis kita lari cepet" Nayla yang panik menarik tangan Lilis dan berlari sekencang mungkin menjauh dari Anto dan melupakan motor serta makanan yang tadi ia beli.


Untuk menghindari Anto, Nayla dan Lilis sengaja menyusuri jalan setapak diantara kolam-kolam ikan yang berukuran besar.


Dengan nafas yang tersengal-sengal mereka pun sampai dirumah.


Tak lama kemudian terdengar suara motor dan mobil berhenti di pekarangan rumah Lilis.


" Lis ngapain lagi sih dia disini, aku takut Lis" Nayla memegang tangan Lilis erat.


" Ehh....tante kunti sama hantu bocil tolongin gw napa sih takut-takutin tuh orang, jangan gw terus yang loe berdu kerjain" gerutu Nayla pada kedua mahluk teman tak kasat mata Adit.


Entahlah mereka tak mau atau memang tak ada disekitar sini yang jelas saat ini Nayla sangat berharap agar kedua mahluk itu mau membantunya.


Terdengar suara ketukan dipintu, Nayla langsung masuk kekamar dan menguncinya dari dalam


Lilis langsung membuka pintu dan mendapati wajah Anto dan temannya.


" Lis..aku mau balikin motor kamu, nih kuncinya" Anto menyerahkan kunci motor milik Lilis.


" Mana kaka ipar kamu?" tanya Anto sambil matanya mencari sosok Nayla.


" Teh Nay lagi istirahat dia kecapean gara-gara kamu"


" Bisa gak sih kamu jangan gangguin si teteh, dia itu udah ada suaminya" maki Lilis pada pria yang tak tahu malu di hadapannya.


" Lis aku tuh gak perduli yah mau dia udah bersuami apa belum, kalau perlu aku bakal bawa dia pergi jauh dari sini trus mengurungnya agar gak bisa kemana-mana" ucap Anto persis didepan wajah Lilis sebelum akhirnya ia pun pergi dengan wajah gusar.


**Udah dulu ya sampe sini


Maaf kalau rada gak nyambung soalnya otak aku lagi gak mau kerja sama.


Maaf juga kalau banyak typo tapi biarpun begitu tetap dong kasih dukungan buat aku biar lebih semangat.


Salam Maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2