
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Hampir satu minggu sudah Nayla dirawat karena sakit Typus dan Maag akutnya.
Adit dengan setia setiap pulang kerja selalu menemani Nayla walaupun Nayla sudah melarangnya.
Entahlah apa karena Adit merasa dititipkan oleh Almarhumah Mama Nayla atau memang karena Adit sudah benar-benar sayang hanya Adit dan Tuhan yang tahu.
Malam itu saat dr.Hanov Visit dia mengatakan jika Nayla sudah bisa menelan makanannya tanpa dikeluarkan lagi esok sudah boleh pulang.
Hati Nayla bahagia ia sudah bosan berhari-hari hanya berbaring apa lagi jika siang ia hanya sendirian terkadang Tia dan Susi datang namun tak bisa seharian mereka menemani Nayla.
"hallo sayang,gimana udah sehat kan sekarang"tanya Adit begitu sampai.
"aku udah boleh pulang besok Dit kata dokternya"Nayla berkata dengan wajah sumringah
"baguslah yang, aku mendingan nemenin kamu dirumah dari pada disini"
"aku mau martabak kacang deh Dit"pinta Nyla
"emang boleh yang"
"ayolah Dit kan cuma martabak gak pedes"rengek Nayla
akhirnya Aditpun menuruti keinginan Nayla,ia segera keluar untuk membeli martabak yang Nyala inginkan.
Saat Adit keluar Papa Nay dan aa datang membawa banyak makanan namun tak ada satu pun yang membuat Nayla tertarik untuk memakannya.
"Nay..kamu tuh punya maag harusnya banyak ngemil kalau gak mau makan mah"saran aa
"Nay mau ngemil tapi sama Papa gak boleh a"protes Nay
"yang bener aja atuh Nay masa ngemilnya kerupuk lah,chiki lah ya jelas atuh gak dibolehin"
Nayla menatap Papanya
"ihh ...Papa mah masa hal gitu aja cerita ama aa"
Papa hanya tersenyum "lah Papa mau cerita ama siapa lagi Nay"
__ADS_1
"Assalammualaikum" Adit masuk lalu mencium tangan Papa dan aa
" Nih pesenannya Nay"Adit duduk disamping tempat tidur lalu membuka bungkusan yang ia bawa
"apa itu Dit"tanya Papa
"tadi Nay minta martabak kacang Pah,tadi Adit sempet tanya sama suster katanya boleh kok"jawab Adit lalu mengambilkan sepotong buat Nay yang diletakan diatas piring kecil lalu menyuapinya
"Nay...bisa sendiri Dit"tolak Nayla saat Adit ingin menyuapinya
"kanapa?malu ya"bisik Adit ditelinga Nayla
Nayla tersipu malu lalu melihat kearah aa yang tersenyum melihatnya.
"gak usah malu Nay, aa juga pernah muda tapi sayang si tetehnya gak mau dimanjain"ucap aa seakan secara tidak langsung menyindir Nayla.
Saat Nayla sedang asik menikmati martabaknya ia kembali melihat mahluk kecil yang berlarian dan berbentuk aneh kalau menurut Nayla.
Ia pun sedikit mengerutkan keningnya dan entah kenapa ia tidak merasa takut melihat mahluk itu.
"ada apa Nay?"tanya aa pura-pura tidak melihat mahluk itu
"gak usah dipikirin Nay,dia gak ganggu kan"tanya aa lagi
"gak sih a,cuma kadang dia ngajakin Nay main"aku Nayla
"main apa?" tanya aa kemudian
"gak tau,Nay nolak a kan Nay gak kuat,masih lemes " jawab Nayla polos
"jangan mau ya Nay kalo diajak maen ama yang begituan mah" ucap aa mengingatkan Nayla
"siaap boss Quh"jawab Nayla sedikit bercanda
Naylapun menghabiskan dua potong Martabak sebelum akhirnya ia memuntahkan kembali makanan yang tadi ia makan
"kamu kenapa Nay?"tanya Adit khawatir saat Nayla mengeluarkan isi yang ada perutnya lagi.
"iiii...itu..."tunjuk Nayla kearah pintu
__ADS_1
Nayla kembali merasa ketakutan saat hantu dengan wajah buruk yang sudah hampir tiga hari ini selalu datang mengganggunya.
Yah...hantu ini lah yang selalu membuat perut Nayla serasa diaduk-aduk.
Bagaimana tidak wajah hantu ini sangat menjijikan dengan mata yang hampir jatuh dan wajah yang penuh luka dan darah bahkan ada banyak belatung dilukanya.
"pergi....pergi sana jangan ganggu aku"teriak Nayla sambil menahan mual diperutnya
Nayla meringkuk ketakutan,ia menutup wajahnya dengan bantal.
a'Iwan pun tak tinggal diam dia mengusir hantu yang telah mengganggu Nayla.
"udah gak ada Nay,udah aa usir,kalo dia dateng lagi bilang aja ama aa"
Naylapun perlahan membuka bantal yang ia gunakan untuk menutup wajahnya,tanpa ia sadari selang infusnya menjadi berwarna merah mungkin karena reflek tadi
Aditpun segera memencet tombol untuk memanggil suster dan tak berapa lama seorang susterpun masuk.
Setelah membetulkan selang infus sang susterpun keluar.
"udah kamu tidur aja Nay biar aa sama Papa yang jagain kamu"
Tanpa menunggu lama Naylapun merebahkan tubuhnya lalu Adit membetulkan selimut dan menariknya hingga batas dada.
Entah kenapa satiap ada aa yang menungguinya Nayla merasa tenang dan ia pun dapat tidur dengan lelap.
Setelah Nayla benar-benar tertidur akhirnya Aditpun pamit pulang pada Papanya Nyala dan aa.
Ia pun sedikit merasa tenang jika ada aa yang menemani Nayla.
Haiii para reader maaf aku baru bisa up lagi,maklumlah suasana hati aku masih sedikit sedih(berduka) jadi kadang otaknya buntu gak mau mikir.
Terima kasih buat yang masih setia di cerita abal-abalku dan terima kasih juga buat yang udah nyumbangin Votenya.
Maaf jika masih banyak typo jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara Like,rate,vote dan juga kritsarnya tetap author tunggu
salam maniss
Amellajj/author
__ADS_1